Lanjut ke cerita.
Tiba di rumah kedua orangtua ..
Taap tap tap (suara sendal) yang
mereka bertiga gunakan
Took tokk
“assalamualaikum” kata umi dian
sambil mengetuk pintu rumahnya
Dari dalam rumah terdengarlah
suara sahutan dari adik umi dian yang paling kecil
“waalaikumsalam” sreett (kata ibu
suci sambil membuka pintu rumahnya)
Ibu suci terheran heran sambil
melihat wajah Lelah dari anak anak nya umi dian dan melihat ke arah barang
barang yang di bawa umi dian
Ehmm “mbak masuk semuanya” kata
ibu suci
“suci, ibu ada di rumah tidak?”
kata umi dian
“oh ibu, ibu sedang di rumah mas
lutfi sedang main main ke sana. Mau di hubungi saja kalua mbak lagi pulang”
kata ibu suci
“aahh tak perlu lah biarkan saja
dulu ibu di sana. Ntar juga ketemu” kata umi dian
Ibu suci hanya mengangguk mengangguk
saja sambil masih dengan fikiran nya yang masih bingung.
“husna sofi kalian istirahat lah di kamar, ibu mau ngobrol dulu dengan umi
kalian” kata ibu suci
“iya bu, kami masuk dulu. Yok
sofi” kata husna sambil mengajak adik nya untuk istirahat
Anak anak nya beranjak dan masuk
ke kamar yang sudah di sediakan.
“
Sebelum lanjut ke ceritanya.
Sekilas penjelasan tentang di rumah orangtua.
Rumah kedua orangtua mereka
memiliki 8 kamar yang dimana 6 kamar nya sudah terdapat kamar mandi sendiri. 2
kamar nya untuk kamar tamu.
Kedua orangtua mereka bekerja di
PT pertamina, papa nya bekerja sebagai manager sedangkan ibu nya bekerja
sebagai HRD.
Lanjut. Mereka memiliki 4
pembantu dan 3 supir. Untuk ukuran rumah nya termasuk paling besar di antara tetangga
sekitar.
Mereka tinggal di sebuah komplek
yang dimana adalah rata rata yang tinggal di komplek pegawai.
“
Lanjut ke cerita ..
“mbak ada yang mbak tutupin,
tumben pulang tidak bareng dengan bang buqhori” kata ibu suci
Umi dian tak langsung menjawab
pertanyaan ibu suci melainkan hanya menghela nafas Panjang dan langsung memeluk
ibu suci.
Ibu suci yang langsung kaget
karena umi dian tak menjawab pertanyaan nya dan malah tiba tiba menangis
sesegukan.
Huhuhu “suci, mbak sudah tak
Bersama bang buqhori lagi, dia memilih bercerai karena mbak tak bisa kasih
keturunan laki laki” kata umi dian dalam tangisannya
“apaa?” kata ibu suci
Ibu suci kaget langsung melepas
pelukan nya (melerai pelukannya)
“jadi dia tak menginginkan anak
perempuan lebih memilih anak laki laki, yaudah tak apa kalau dia tak
menginginkan mereka berdua. Keluarga mu masih lebih peduli dengan kedua anak
mu” kata ibu suci
“dan suci ada satu rahasia yang
kami sembunyi kan dari kalian semua” kata umi dian
“apa mbak” kata ibu suci
“mbak ingin jujur dengan semuanya,
apa bisa semua keluarga kita berkumpul” kata umi dian
“oke mbak, aku akan mengabari
semua mas dan mbak juga ibu dan papa untuk kumpul di rumah. Urusan anak anak
ntar kita minta tolong ke pembantu dan baby sister saja” kata ibu suci
Umi dian hanya diam tapi dia
memikirkan apa yang harus di jelaskan. Dia bingung mau mulai dari manakah dia
akan menjelakannya.
“harus jujur secepat ini kah?”
“tapi kalau gak jujur ntar makin
kasihan anak itu, aku saja sudah tak tau dimana. Karena yang mengurus semuanya
buqhori”
“kalau aku bertanya dengan dia
ntar di sangka aku masih mengharapkan dia lagi. Aahh sudah lah aku akan jujur
dulu dengan keluargaku saja. Urusan malu biarkan lah.”
Begitulah penuturan dalam hati
nya umi dian.
Kenapa umi dian bisa mengetahui
bahwa anak nya masih hidup, itu semua karena umi dian mendengar pembicaraan
antara kedua orangtua buqhori dan buqhori nya langsung saat sedang di taman
rumah.
“
Ibu suci sudah mengabari seluruh
mas dan mbak nya serta kedua orangtuanya . untuk anak istri dan suaminya mereka
tidak di wajibkan hadir karena sebenarnya kalua di ceritakan ini adalah aib
keluarga.
“ada apa ini dian” kata papa wito
“pa bu mbak dan adik adik ku
semuanya. Aku ingin mengabari 2 hal berita” kata umi dian
“berita buruk atau berita baik”
kata lutfi (adik nya umi dian)
“iya mbak, apa ini kabar yang tak
enak kah? Dan kemana bang buqhori?” kata anggi (adiknya umi dian)
“katakan lah “ kata ibu yati
“berita buruk. Sebelumnya aku
minta maaf mungkin aku belum bisa jadi contoh yang baik buat adik adik ku. Aku
dan buqhori akan bercerai” kata umi dian langsung menjelaskan berita pertama
“apa alasannya” kata papa wito
“dia menginginkan anak laki -
laki “ bukan umi dian melainkan ibu suci lah yang menjelaskan.
“astagfirullah. Lalu anak
perempuan yang telah lahir itu dia abaikan begitu saja” kata mbak nurul
“aku harus hajar dia” kata lutfi
“sabar lutfi kita gak bisa
sembarangan menghajar orang walaupun dia salah” kata anggi
“mas tapi dia sudah menyakiti
mbak kita hanya karena mbak gak bisa kasih keturunan laki laki” kata suci
“apapun alasannya itu yang
terbaik menurut allah. Berarti dian di selamatkan dari serakahnya keluarga
mereka” kata mbak nurul
“kapan sidang itu mulai” kata
papa wito
“2 minggu lagi pa” kata umi dian
sambil dengan tangisannya
“gapapa mbak, ada kami semua yang
akan menjaga dan membantu merawat anak anak mu. Karena bagaimana pun mereka
juga keponakan keponakan kita juga” kata anggi
“iya mbak. Tenang aja” kata alya
dan suci
“makasih semuanya kalian sudah
tulus dengan anak anak ku” kata umi dian
“oke untuk berita pertama
insyallah kita ikhlas dan tak terlalu hal yang serius walaupun sangat kaget.
Sekarang jelaskan berita kedua nya “ kata mbak nurul
Umi dian tak langsung menjawab
melainkan menunduk sangat tunduk sekali dan menghela nafas Panjang.
“sebenarnya aku memiliki anak
pertama sebelum husna” kata umi dian
“APAAA!!” Kata mereka semua
kecuali ibu yati
Sebelumnya ibu yati sudah
mengetahui hal ini hanya saja umi dian dan buqhori menutup semua itu dan benar
benar tak ketahuan.
“dimana anak itu sekarang?” kata
papa wito
“kapan anak itu lahir dan kenapa
kami tak mengetahui” kata mbak nurul
“dimana kalian buang anak itu”
kata lutfi dengan nada tinggi
“aku tak tau anak itu karena
semua yang ngurus buqhori” kata umi dian
“bodoh kau, kenapa kau sembunyi
rahasia ini.. keluarga besar dia tau hal ini?” kata anggi
“tau” kata umi dian
“memang kau ini bodoh Dian,
keluarga besar mereka bisa mengetahui hal ini, tapi kami yang keluarga kandung
mu tak satu pun kau beri tahu. Apa sih yang ada di dalam otak mu itu dian” kata
papa wito
Papa wito tiba tiba sesak nafas
dan ..
Uuhuukk haaah haahh
Mereka semua nya panik dengan
Tindakan tiba tiba dari papa nya.
Papa wito mengalami sesak nafas
dan juga ada strok yang cukup berat. Sebenarnya tidak bisa terkena dengar hal
hal yang bikin syok.
Mereka bergegas membawa papa wito
untuk naik ke mobil dan bergegas ke rumah sakit.


No comments:
Post a Comment