BAB 2 - BERITA BURUK - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Wednesday, February 11, 2026

BAB 2 - BERITA BURUK

 


Lanjut ke cerita.

Tiba di rumah kedua orangtua ..

Taap tap tap (suara sendal) yang mereka bertiga gunakan

Took tokk

“assalamualaikum” kata umi dian sambil mengetuk pintu rumahnya

Dari dalam rumah terdengarlah suara sahutan dari adik umi dian yang paling kecil

“waalaikumsalam” sreett (kata ibu suci sambil membuka pintu rumahnya)

Ibu suci terheran heran sambil melihat wajah Lelah dari anak anak nya umi dian dan melihat ke arah barang barang yang di bawa umi dian

Ehmm “mbak masuk semuanya” kata ibu suci

“suci, ibu ada di rumah tidak?” kata umi dian

“oh ibu, ibu sedang di rumah mas lutfi sedang main main ke sana. Mau di hubungi saja kalua mbak lagi pulang” kata ibu suci

“aahh tak perlu lah biarkan saja dulu ibu di sana. Ntar juga ketemu” kata umi dian

Ibu suci hanya mengangguk mengangguk saja sambil masih dengan fikiran nya yang masih bingung.
“husna sofi kalian istirahat lah di kamar, ibu mau ngobrol dulu dengan umi kalian” kata ibu suci

“iya bu, kami masuk dulu. Yok sofi” kata husna sambil mengajak adik nya untuk istirahat

Anak anak nya beranjak dan masuk ke kamar yang sudah di sediakan.

Sebelum lanjut ke ceritanya. Sekilas penjelasan tentang di rumah orangtua.

Rumah kedua orangtua mereka memiliki 8 kamar yang dimana 6 kamar nya sudah terdapat kamar mandi sendiri. 2 kamar nya untuk kamar tamu.

Kedua orangtua mereka bekerja di PT pertamina, papa nya bekerja sebagai manager sedangkan ibu nya bekerja sebagai HRD.

Lanjut. Mereka memiliki 4 pembantu dan 3 supir. Untuk ukuran rumah nya termasuk paling besar di antara tetangga sekitar.

Mereka tinggal di sebuah komplek yang dimana adalah rata rata yang tinggal di komplek pegawai.

Lanjut ke cerita ..

“mbak ada yang mbak tutupin, tumben pulang tidak bareng dengan bang buqhori” kata ibu suci

Umi dian tak langsung menjawab pertanyaan ibu suci melainkan hanya menghela nafas Panjang dan langsung memeluk ibu suci.

Ibu suci yang langsung kaget karena umi dian tak menjawab pertanyaan nya dan malah tiba tiba menangis sesegukan.

Huhuhu “suci, mbak sudah tak Bersama bang buqhori lagi, dia memilih bercerai karena mbak tak bisa kasih keturunan laki laki” kata umi dian dalam tangisannya

“apaa?” kata ibu suci

Ibu suci kaget langsung melepas pelukan nya (melerai pelukannya)

“jadi dia tak menginginkan anak perempuan lebih memilih anak laki laki, yaudah tak apa kalau dia tak menginginkan mereka berdua. Keluarga mu masih lebih peduli dengan kedua anak mu” kata ibu suci

“dan suci ada satu rahasia yang kami sembunyi kan dari kalian semua” kata umi dian

“apa mbak” kata ibu suci

“mbak ingin jujur dengan semuanya, apa bisa semua keluarga kita berkumpul” kata umi dian

“oke mbak, aku akan mengabari semua mas dan mbak juga ibu dan papa untuk kumpul di rumah. Urusan anak anak ntar kita minta tolong ke pembantu dan baby sister saja” kata ibu suci

Umi dian hanya diam tapi dia memikirkan apa yang harus di jelaskan. Dia bingung mau mulai dari manakah dia akan menjelakannya.

“harus jujur secepat ini kah?”

“tapi kalau gak jujur ntar makin kasihan anak itu, aku saja sudah tak tau dimana. Karena yang mengurus semuanya buqhori”

“kalau aku bertanya dengan dia ntar di sangka aku masih mengharapkan dia lagi. Aahh sudah lah aku akan jujur dulu dengan keluargaku saja. Urusan malu biarkan lah.”

Begitulah penuturan dalam hati nya umi dian.

Kenapa umi dian bisa mengetahui bahwa anak nya masih hidup, itu semua karena umi dian mendengar pembicaraan antara kedua orangtua buqhori dan buqhori nya langsung saat sedang di taman rumah.

Ibu suci sudah mengabari seluruh mas dan mbak nya serta kedua orangtuanya . untuk anak istri dan suaminya mereka tidak di wajibkan hadir karena sebenarnya kalua di ceritakan ini adalah aib keluarga.

“ada apa ini dian” kata papa wito

“pa bu mbak dan adik adik ku semuanya. Aku ingin mengabari 2 hal berita” kata umi dian

“berita buruk atau berita baik” kata lutfi (adik nya umi dian)

“iya mbak, apa ini kabar yang tak enak kah? Dan kemana bang buqhori?” kata anggi (adiknya umi dian)

“katakan lah “ kata ibu yati

“berita buruk. Sebelumnya aku minta maaf mungkin aku belum bisa jadi contoh yang baik buat adik adik ku. Aku dan buqhori akan bercerai” kata umi dian langsung menjelaskan berita pertama

“apa alasannya” kata papa wito

“dia menginginkan anak laki - laki “ bukan umi dian melainkan ibu suci lah yang menjelaskan.

“astagfirullah. Lalu anak perempuan yang telah lahir itu dia abaikan begitu saja” kata mbak nurul

“aku harus hajar dia” kata lutfi

“sabar lutfi kita gak bisa sembarangan menghajar orang walaupun dia salah” kata anggi

“mas tapi dia sudah menyakiti mbak kita hanya karena mbak gak bisa kasih keturunan laki laki” kata suci

“apapun alasannya itu yang terbaik menurut allah. Berarti dian di selamatkan dari serakahnya keluarga mereka” kata mbak nurul

“kapan sidang itu mulai” kata papa wito

“2 minggu lagi pa” kata umi dian sambil dengan tangisannya

“gapapa mbak, ada kami semua yang akan menjaga dan membantu merawat anak anak mu. Karena bagaimana pun mereka juga keponakan keponakan kita juga” kata anggi

“iya mbak. Tenang aja” kata alya dan suci

“makasih semuanya kalian sudah tulus dengan anak anak ku” kata umi dian

“oke untuk berita pertama insyallah kita ikhlas dan tak terlalu hal yang serius walaupun sangat kaget. Sekarang jelaskan berita kedua nya “ kata mbak nurul

Umi dian tak langsung menjawab melainkan menunduk sangat tunduk sekali dan menghela nafas Panjang.

“sebenarnya aku memiliki anak pertama sebelum husna” kata umi dian

“APAAA!!” Kata mereka semua kecuali ibu yati

Sebelumnya ibu yati sudah mengetahui hal ini hanya saja umi dian dan buqhori menutup semua itu dan benar benar tak ketahuan.

“dimana anak itu sekarang?” kata papa wito

“kapan anak itu lahir dan kenapa kami tak mengetahui” kata mbak nurul

“dimana kalian buang anak itu” kata lutfi dengan nada tinggi

“aku tak tau anak itu karena semua yang ngurus buqhori” kata umi dian

“bodoh kau, kenapa kau sembunyi rahasia ini.. keluarga besar dia tau hal ini?” kata anggi

“tau” kata umi dian

“memang kau ini bodoh Dian, keluarga besar mereka bisa mengetahui hal ini, tapi kami yang keluarga kandung mu tak satu pun kau beri tahu. Apa sih yang ada di dalam otak mu itu dian” kata papa wito

Papa wito tiba tiba sesak nafas dan ..

Uuhuukk haaah haahh

Mereka semua nya panik dengan Tindakan tiba tiba dari papa nya.

Papa wito mengalami sesak nafas dan juga ada strok yang cukup berat. Sebenarnya tidak bisa terkena dengar hal hal yang bikin syok.

Mereka bergegas membawa papa wito untuk naik ke mobil dan bergegas ke rumah sakit.

 "

No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres