AFANDI PRO

AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Post Top Ad

Saturday, April 25, 2026

BAB 13 - LIBURAN

April 25, 2026 0

 

Hari semakin malam, saat ini merek masih di satu tempat yatu rumah besar nya akung wito.

Karena saat ini mereka sedang membincang kan untuk liburan Bersama ke daerah dieng.

Kenapa dieng? Karema banyak yang setuju dan sepakat untuk ke dieng ketimbang bandung atau tempat yang lain.

Mereka sepakat di dieng selama 3 hari. Mereka bakalan nginap di satu villa yang memang sengaja di buat oleh akung tito karena istri dari akung tito berasal dari sana.

Villa nya ini ukuran cukup besar bisa menampung hingga 100 orang.

Sebelum lanjut mari admin ceritakan rincian rumah eh salah istana lebih tepat nya. Hehehe

Rumah tersebut terdiri dari 4 lanta dengan ketinggian hingga mencapai 18 meter, lalu lebar nya yang mencapai 15 meter. Luas nya mencapai 1000 m2. Sangat sangat luas.

Terdapat 30 kamar tamu, 2 kamar utama, 4 kamar pembantu. Setiap kamar sudah di lengkapi kamar mandi nya sendiri. Hanya di kamar utama yang ada bathup nya. Kamar tamu hanya pemandangan yang semua nya masing masing dapat seperti taman kolam renang perkebunan mini zoo. Dan juga setiap kamar juga memiliki balkon yang bisa mereka nikmati.

Rumah ini tidak untuk di sewa hanya untuk kepribadian saja. kalau mereka lagi kumpul Bersama atau keluarga besar ingin ke dieng mereka selalu memilih rumah tersebut.

Sangat sangat luas. Parkiran bisa muat hingga 20 mobil serta kolam renang juga terdapat 5, playground anak anak juga tersedia. Taman bahkan kebun bunga juga ada. Pohon pohon buah dan mini zoo.

Mini zoo nya ada zebra, rusa, sapi, harimau, dan adalah sekitar 15 jenis hewan.

Ada juga taman belakang, akung tito sengaja membuatnya untuk tempat santai, kalau mau barbequan juga sangat sangat sedap. Ada gazebo nya sebanyak 10.

Wow andai itu nyata bagaimana pulak asli nya. Bisalah jadi rekomendasi villa untuk di daerah tersebut tapi sayang nya itu hanya khayalan dalam novel ini saja.

Saat ini mereka sudah bersiap siap di halaman depan rumah masing. Mobil yang mereka bawa juga dari masing masing keluarga. Kecuali ada keluarga yang mobil nya masih di bengkel mereka akan nebeng dengan keluarga lain.

Akung wito datangi ke rumah akung tito sambil berjalan sambil menegur keluarga yang sedang siap siap.

“mas, ada kendala?” kata akung wito

“oh wito, gak sih tapi kayak nya anak ku ikut ke mobil yang lain. Kalian gimana?” kata akung tito

“di mobil kami aja kalau gak, aku hanya naik medium bus, karena biar tak payah juga. Semuanya ikut masuk. Cukup lah untuk anak anak nya mas ikut” kata akung wito

“benar ni wito” kata akung tito memastikan

Akung wito hanay menganggung sambil tersenyum

“yaudah ntar mas bilang ke mereka untuk di bus nya kalian aja” kata akung tito

“yaudah mas akum au cek yang lain dulu di belakang” kata akung wito sambil pamit dan lanjut berjala di keluarga yang lain.

20 menit kemudian

kini mereka berkumpul di depan masjid nya keluarga besar untuk persiapan sebelum naik ke mobil nya masing masing yang di pimpin oleh akung tito

“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” kata akung tito menggunakan toa

Karena manusia nya yang cukup banyak kalau di hitung memang ada lah satu kampung makanya kalau memang ada informasi sebaiknya membawa toa atau pun mic.

“waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” kata seluruh keluarga

“hadirin keluarga ku semua yang aku sayangi. Akhirnya rencana yang sudah sangat lama ini yang pasti nya di tunggu tunggu oleh keluarga besar kita. Alhamdulillah nya acara ini terlaksanakan juga. Hari ini hmm mulai hari ini hingga 3 hari ke depan kita akan terus berkumpul di satu titik satu tempat yang sama yaitu villa nya akung yang ada di dieng. Kita akan berlibur bareng serta menyatukan Kembali silaturrahmi yang sudah cukup lama tidak Bersama. Untuk itu semoga kita semua sehat sehat dari pigi hingga nanti kita pulang Bersama. Kita semua yang ada di sini adalah keluarga, keluarga besar Zawawi.

Alhamdulillah keluarga besar Zawawi kumpul semua. Dan tak lupa juga kita untuk mendoakan keluarga kita yang sudah Kembali kepada allah SWT semoga amal kebaikan mereka selama di dunia di terima oleh allah SWT. Aamiin amiin ya rabbal alamin (keluarga semua nya juga mengikuti ucapan dan doa).

Tak perlu lama lama agar kita juga bisa tiba di sana. Mari kita berdoa terlebih dahulu.

Bismillahirrahmanirrahim …”

Kata akung tito yang memberikan kata sambutan serta di akhiri berdoa.

“aamiin ya allah. Oke sekarang kita masuk ke mobil masing masing, kalau tidak cukup bisa nyempil ke mobil keluarga yang lain” kata akung tito lagi

Mereka pun bergegas masuk ke mobil masing masing.

Kini mobil mereka pun berjalan yang jalan pertama atau yang mobil nya di depan adalah mobilnya akug tito. Sedangkan bus nya akung wito sengaja memang di belakang untuk memantau yang lain. Lebih tepat nya jaga jaga di belakang.

2 jam kemudian ..

Mereka singgah di tempat makan, lebih tepatnya rest area. Sekaligus istirahat

Mereka memilih makan di KFC, untungnya suasana di dalam tidak terlalu rame jadi muat untuk keluarga besar mereka.

Setelah mereka makan siang/sore, Sebagian ada yang masuk ke minimarket untuk beli beberapa cemilan ada yang langsung Kembali ke mobil ada yang berfoto foto dan ada juga yang hanya ngikut tanpa membeli.

1 jam setelah nya mereka melanjutkan perjalann nya. Kalau di hitung hitung jarak dari jogja untuk sampai ke daerah dieng kurang lebih memakan waktu hingga 4 jam.

Mereka jalan memang santai dan tidak terburu buru atau tidak ada yang di kejar kejar juga.

Lanjutkan perjalanan ..

Tiba di villa.

Semua turun dari mobil dan bus yang mereka naiki.

“oke semuanya kita sudah sampai di villa punya saya, silahkan pilih kamar yang mana mau kalian pakai, nanti kalau kurang bed nya tinggal bilang saja ke bibi yang ada” kata akung tito

“terimakasih mas, yang lain silahkan masuk dan selamat istirahat” kata akung parno

Lain di keluarga nya akung wito, mereka masih melamun melihat rumah yang ada di depan mereka.

“ini rumah” kata raina

“ini istana gak sih luas sekali” kata Fathia

“bahkan 2 kali lipat dari kita seperti bisa” kata zikri

“kita tidur dimana” kata husna

Semua sepupu sepupu dari keluarga akung suwito melihat ke arah nya husna

“kita tidur bareng?” kata anis

“bareng aja lah kan kita masih muat, kamar nya luas loh” kata nisa

“kok kamu tau?” kata alya

Nisa gak langsung jawab tapi nyengir aja.

“kata mama bisa muat hingga 10 anak anak dalam 1 kamar” kata nisa

“APAAA 10 ORANG” kata mereka semua

Nisa yang kaget karena sepupu sepupu nya menjerit dia berusaha menutupi telinga nya

“jangan jerit jerit kalau kita kenak marah gimana” kata nisa

“kamu nya itu yang benar aja bisa muat 10 orang. Kamar aku dulu aja gak bisa tu muat 10 orang. 2 orang aja udah pengap” kata raina

“HAH 2 ORANG” kata mereka kaget lagi sambil melihat kea rah raina

Raina hanya mengangguk dan tiba tiba dia bersedih lagi karena teringat dengan keluarga angkat nya.

“aku jadi rindu mereka” kata raina tiba tiba

Mereka yang mendengar penuturan raina saling tengok menengok dan ikut sedih mendengar nya.

“jangan sedih, pulang dari jogja kita akan bertemu mereka kita ajak mereka jalan jalan ya” kata Fathia

Tanpa sepengetahuan mereka para tetua atau para akung dan uti masih melihat ke arah mereka karena mereka malah berdiri di depan rumah tanpa ada yang bergerak untuk masuk.

Sedang kan keluarga yang lain mereka sudah masuk ke kamar masing masing. Tersisa tinggal 3 kamar lagi yang belum di tempati.

Tiba tiba ..

Uti fanny yang dari tadi gemesh melihat tingkah mereka yang malah melongo lihat villa mas nya hanya ketawa dan senyum senyum.

“kalian kenapa masih di luar, emangnya gak dingin?” kata uti fanny

Ke empat belas sepupu itu sama sama melihat ke sumber suara sambil tersenyum canggung

“i-iya uti, ini kami mau masuk kok” kata husna

“istirahat lah kalian pasti capek” kata uti fanny

“kalian mau satu kamar?” kata akung zainal

“emang boleh akung” kata husna

“boleh dong, mau di atas tengah atau di bawah?” kata akung tito

“atas “ kata husna, Fathia, nisa

“bawah” kata raina, alya

Sepupu laki laki hanya saling tengok tengokan aja dengan tingkah sepupu sepupu perempuan mereka

“kalian lucu sekali” kata uti fanny

“kalian di tengah aja ya, biar tidak capek kali nanti kalau turun dan naik nya” kata akung tito

“iya akung, terimakasih” kata mereka semua

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan ..

“masyaallah”

“subhanallah”

“fiks ini istana asli bukan seperti dongeng”

“ya allah luas dan bagus banget”

Begitulah ucapan ucapan yang di lontar kan para cucu nya akung wito.

Masih posisi di luar

“wito, lucu kali cucu cucu mu” kata mas zainal

“mereka belum terbiasa hmm belum pernah melihat rumah yang lebih besar dari yang aku punya” kata akung wito

“jadi, akan pindah ke jogja” kata mas tito

“untuk sementara kayaknya hanya dian dan anak anak dulu, aku selesaikan dulu tugas di sana, sebentar lagi” kata akung wito

“suci dan anggi?” kata mbak fanny

“mereka akan ke bandung mas mbak. Kerjaan nya pindah di sana” kata akung wito

“yaudah gapapa lah, tapi buatkan rumah untuk mereka di jogja” kata mas tito

“sedang ku cari dulu tempat nya” kata akung wito

“dah masuk lah udara makin dingin, istirahat semuanya. Makan malam kita kumpul Kembali” kata mbak fanny

 


Read More

Wednesday, April 22, 2026

BAB 12 - PENJELASAN

April 22, 2026 0

 

Di ruangan lain .

“apa maksud nya?” kata tito

“mas jujur aku sebenarnya gak tau, anak ku dian dia baru hari ini bercerai dengan buqhori karena buqhori dan kedua orangtua nya mengingkan anak atau cucu laki laki agar meneruskan marga nya mereka. Dan parah nya buqhori sudah menikah siri dengan seorang perempuan yang ternyata adalah teman kuliah nya dian dan juga Wanita itu tengah hamil anak nya buqhori dan katanya anak nya laki laki” kata wito menjelaskan

Tito yang mendengar semua penjelasan wito tercengang dan bahkan hanya menggeleng geleng kan kepala nya

“aku sudah katakan dari awal jangan pernah setujui anak anak kita untuk menikah dengan keluarga dari suku batak kenapa kalian gak pernah dengarin. Sekarang lihat anak anak anak nya tanpa seorang ayah saat saat ini. Mikir gak sih kalian. Ini yang ku takuti ternyata kejadian di kehidupan keluarga mu” kata tito kesal

“sudah takdir nya mas, alhamdulillah nya kami di pertemukan dengan cucu pertama yang mereka sembunyikan” kata wito

“jaga anak itu, siapa Namanya tadi rani ..” kata tito

“rania mas” kata wito

“hah iya itu, besok katamu ada acara kumpul semuanya, pastikan gak ada yang kalian tutup tutupin” kata tito

“iya mas besok akan kumpul semuanya di sini” kata wito

“yaudah lah aku pamit, adik adik dan abang serta kakak mu semuanya tadi penasaran dengan kehadiran kalian tanpa memberitahu” kata tito

“maaf mas kami memang mengrahasiakan semuanya” kata wito

“yaudah mas balik. AssalamualaikuM” kata tito

Tito pun keluar dari rumah keluarga besar wito dan Kembali ke rumah nya sendiri.

Adik nya mas tito yang melihat langsung bertanya dan mendatangi nya.

“gimana mas” kata mas sabri

“besok wito akan menjelaskan semuanya. Dah istirahat lah” kata mas tito

“mas gak mau bocorin ke aku dulu” kata mas sabri

“tidur sabri, dah tua gak baik di luar lama lama, hehe” kata mas tito yang langsung berlalu pergi meninggalkan sabri yang kesal.

“ih apan mas, mas tito lebih tua ya umur nya di atas ku malah 5 tahun di atas aku” terik sabri kesal dengan mas tito

Sabri pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar nya.

Oke kita perkenalan dulu tentang keluarga besar Zawawi ya

Nama ayah nya adalah kiyai H. Muhammad Zawawi memiliki istri bernama Ratna Purnama sari.

Mereka memiliki 5 anak yang dimana 4 anak laki laki dan 1 anak perempuan.

Anak pertama mereka bernama Muhammad Tito Zawawi biasa di panggil mas tito yang memiliki istri bernama Febiola yang biasa di panggil dengan mama febi. Mereka memili anak ada 3 yang dimana semua anak anak nya ada lah perempuan.

Yang pertama yaitu respita amalia yang di panggil dengan pita memiliki suami yang bernama Zubair ahmad biasa di panggil ahmad mereka belum memiliki anak hingga pernikahan mereka sudah 6 tahun.

Yang kedua yaitu resti amelia yang di panggil dengan resti memiliki suami yang bernama Aditya, mereka memiliki 1 anak yang penuh perjuangan karena setelah melahirkan anak pertama rahimresti sudah tidak berfungsi lagi Namanya adalah agung Ramadhan.

Yang ketiga kirani amalia yang biasa di panggilan rani, ia belum menikah umurnya sekarang sudah mencapai 30 tahun belum ada juga yang mau melamar nya.

Anak kedua mereka bernama Fanny Zulaika Zawawi yang biasa di panggila mbak fanny, ia memiliki suami bernama ikhsan kenzu, mereka memiliki 1 anak saja. karena saat anak pertama berumur 5 tahun suami dari mbak fanny meninggal dunia. Nama anak nya adalah raisa alika biasa di panggil raisa. Raisa kini masi gadis walaupun umur nya sudah mendekati kepala 3 tapi dia terlalu kerja keras tidak mau kepikiran untuk menikah dahulu.

Anak ketiga mereka bernama Zainal Zawawi biasa di panggil mas Zai, ia memiliki seorang istri yang sangat cantik yaitu Violika andini biasa di panggil mbak vio. Mereka memiliki 3 anak yang dimana 2 laki laki dan 1 orang perempuan.

Yang pertama umi yasinta alika biasa di panggil dengan sinta, sinta sudah menikah dengan lutfi Khairi tapi mereka belum di karunia kan seorang anak, pernikahan mereka sudah mencapai 3 tahun.

Yang kedua Alvinno Ramadan biasa di panggil vino. Ia memiliki seorang istri yang bernama lilis putri biasa di panggil lilis. Mereka baru saja menikah dan belum ada tanda tanda mereka memiliki anak.

Yang ketiga pasha gunawan biasa di panggil pasha, ia masih di bilang lajang karena baru saja tamat dari perkuliahan S2 nya.

Anak keempat mereka bernama Muhammad Suwito Zawawi biasa di panggil dengan papa wito, bagian keluarga papa wito gak perlu aku perjelaskan lagi ya karena di bab awal ada penjelasan nya lengkap.

Anak kelima mereka bernama Muhammad suparno Zawawi biasa di panggil dengan parno dia memiliki istri bernama Butet alia biasa di panggil mama butet. Mereka memiliki anak 2 yang dimana sepasang .

Yang pertama yanti armadhani biasa di panggil dengan yanti. Yang kedua sulistiono biasa di panggil tio.

Inilah keluarga besar Zawawi mereka tinggal di satu kampung daerah jogja. Bahkan satu gang itu isi nya adalah keluarga Zawawi.

Uyut Zawawi kini telah meninggal dunia saat dalam perjalana menuju pulang dari dia dan istri yang sedang menjalan kan ibadah puasa serta umroh.

Saat ini seluruh anak anak nya uyut Zawawi sedang berada di lokasi semua dan inilah saat nya mereka berkumpul vers lengkap nya.

Keesokan hari nya di mana keluarga akung wito mengundang seluruh keluarga Zawawi untuk datang ke rumah mereka.

Akung wito membuat acara di halaman belakang yang memang area nya cukup luas.

Para pelayan sudah menyiapkan macam macam makanan seperti gendar, nasi gurih, nasi putih, nasi goreng, ikan bakar, ikan goreng, ayam panggang, dll nya. Tak lupa pula akung wto juga menyuruh para pelayanan untuk menyediakan macam macam minuman dari jus hingga air mineral.

Saat ini mereka semua sudah tiba di halaman belakang. Untuk semua cucu serta cicit Sebagian ada yang di dalam ruangan dekat halaman ada juga yang kut gabung dengan para orang tua serta tetua.

Ehmm

Akung wito berdehem

“assalamualaikum semuanya” kata akung wito sambil berjalan menuju halaman belakang

“waalaikumsalam” kata semua yang ada di halaman belakang dan ruangan dalam.

Akung wito menyalami mas mbak kandung serta ipar ipar nya hingga ke cicit.

“wito ada apa ini tumben mengumpulkan seluruh keluarga?” kata mbak fanny

“dan kenapa juga kalian tidak mengabari kami atau mas tito” kata parno

“mbak mas dek, maaf sebelum nya kalau aku belum mengabari. Kita atau bahkan aku juga gak tau kalau ada kejadian seperti ini. Sebelum nya aku ingin perkenalkan ke kalian cucu kandung ku yang telah lama hilang dan baru beberapa hari ini di temukan. Ini dia rania. Sini sayang sama akung” kata akung wito sambil memanggil rania yang sedang asik bercanda dengan sepupu sepupu lain nya

Rania berjalan mendekati akung wito sambil menunduk malu, hingga tiba di sebelah akung wito yang masih duduk di kursi roda.

Seluruh keluarga yang melihat itu semua nya penasaran dan mulai terdengar bisik bisik dari keluarga besar Zawawi.

Rania yang sedikit mendengar obrolan bisik bisik itu hanya diam mematung smbil menunduk.

Tiba tiba ..

“kejadian apa yang kamu maksud wito. Dan kenapa kamu bilang cucu yang baru ketemu. Apa yang terjadi?” kata akung tito

“aku akan jelaskan semua nya hingga akhir tapi aku harap kan untuk ponakan serta cicit sebaiknya mereka pindah dahulu karena ini pembahasan orang dewasa” kata umi dian

Akhirnya para orangtua menyampaikan ke para anak anak mereka serta membawa keponakan serta cicit nya ke dalam rumah sambil menonton tv.

Kini tinggallah hanya para tetua serta yang terlibat.

“jadi begini. Ini tentang hubungan aku dan bukhori. Aku dan bukhori sudah resmi bercerai di karenakan ….” Kata umi dian yang saat mau melanjutkan malah di potong oleh sepupu nya

“bercerai karna apa dian. Karena kamu tidak bisa memberikan nya anak seorang laki laki” mbak vio

Semua yang ada di sana melihat ke arah mbak vio.

“apa maksud mu vio” kata akung tito

“tidak begitu pa, aku hanya bertanya” kata vio

“biarkan dian menjelaskan hingga akhir, jangan ada yang memotong nya hingga selesai dia bercerita. Dian lanjutkan” kata opa zainal

Umi dian mengangguk dan menghela nafas nya. Suci yang ada di sebelah nya umi dian mengelus lengan nya agar umi dian bisa menjelaskan nya dengan tenang.

Akhirnya nya umi dian menjelaskan Kembali dan hingga tuntas.

 


 


Read More

Sunday, April 19, 2026

BAB 11 - PERJALANAN YANG MENYENANGKAN

April 19, 2026 0

 

Tiba mereka semuanya sudah memasuki pesawat pribadi yang memang milik nya papa wito.

Sangat muat untuk keluarga besar nya mereka.

Di pesawat..

Anak anak semuanya memilih rata rata duduk nya di sebelah jendela.

Di udara…

“kalian pada lapar gak” kata papa wito

“LAPEEER AKUUNG” kata para cucu cucu

Hehehe seua para dewasa menertawakan anak anak nya yang terlihat lucu itu.

Rania???

Rania masih canggung untuk berkomunikasi dengan yang lain karena belum terbiasa tapi seiring berjalan nya sepupu sepupu nya juga terus menerus mengajak rania.

“mbak mau tanya selama bareng keluarga yang di sana mbak pernah kemana saja?” tanya husna penasaran

“hmmm kami lebih sering ke pantai, karena jarak nya juga yang lumayan dekat ketimbang ke mall” kata rania

“ooh gitu, berarti sudah lumayan bosan lah ya kalau missal nya kita liburan ke pantai” kata husna

“emang nya kita akan ke pantai?” kata rania

“pasti nya ada ke pantai juga sih mbak, itu liburan paling wajib kalau mau ke jogja” kata husna

“husna apa keluarga kita banyak yang dari jogja” kata rania

“banyak banget mbak malah hamper 100% lebih banyak di jogja ketimbang di sumatera karena keluarga besar eyang akung dan eyang uti semuanya di jawa. Kalau eyang akung di jogja sedang kan eyang uti jatim jawa timur” kata husna menjelaskan ke rania

“wow, jadi eyang di sini merantau” kata rania

“iya mbak” kata husna

1 jam kemudian mereka pun tiba di bandara jogja, mereka perlahan turun secara teratur tanpa dorong dorongan.

Mereka Kembali memasuki bus mini yang memang sudah di persiapkan sebelum nya.

Mereka sempat berkeliling di sekitaran jogja yang memang sejalan dengan arah rumah nya.

Adik bungsu mereka mengingkan es campur yang ada di pinggiran tersebut jadilah para penjaga yang turun dan membelikan es campur untuk satu bus malah hingga dagangan nya habis

“bu, aku mau es campur” kata zikri

“dimana ada Nampak nya” kata ibu suci

“tadi ada Nampak di pinggir jalan. Beli kan lah buhaus sekali” kata zikri lagi

Papa wito yang mendengar rengekan dari cucu bungsu nya pun menoleh dan bertanya

“ingin apa zikri” kata akung wito

“akung zikri ingin es campur tadi ada Nampak di pinggir jalan di sana” kata zikri merengek

“yaudah duduk lah nanti akung bilang ke supir untuk berhenti dan cari yang ada es campur nya” kata akung wito

Zikri yang mendengar jawaban dari akung wito pun tersenyum Bahagia dan lari alu memeluk nya

“terbak lah akung. Makasih akung sayang” kata zikri

“iya sayang nya akung” kata akung wito

Kemudian akung wito pun memerintahkan ke supir dan penjaga untuk berhenti dan mencari es campur.

Tiba ketemu dengan es campur..

Beberapa dari mereka ada yang ikutan turun untuk membantu beli ada juga yang membeli makanan lain.

Kemudian mereka Kembali ke bus dan menghabiskan semua yang mereka beli Bersama sama.

Hingga mereka tiba di rumah yang dimana adalah milik eyang akung. Rumah nya dua kali lipat dari rumah yang ada di sumatera.

Lebih ke istana nya di jogja. Di kampung ini memang lebih banyak nya adalah keluarga Zawawi. Bahkan masjid nya saja juga ada nama uyut Zawawi.

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan lanjut ke kamar masing masing.

Istirahat..

Waktu sudah menunjukkan malam hari..

Mereka Kembali berkumpul di ruang keluarga sambil menunggu para pembantu dan ibu ibu yang sedang menyiapkan makan malam.

Ada yang lagi bermain di halaman samping ada yang sedang menonton ada juga yang sedang melihat ikan yang cukup besar yang memang sudah lama jadi peliharaan eyang.

Di luar rumah ..

Beberapa tetangga ada yang keluarga termasuk salah satu keluarga dari akung wito yaitu akung tito. Mereka berjalan karena baru saja selesai pulang dari masjid hingga akung tito melihat ke rumah nya akung wito.

Saat akung tito mau masuk ke rumah, akung di tegur oleh adik ketiga nya yaitu zainal Zawawi

“mas mau kemana” kata zainal

“ah hmm ini zai, mas heran kenapa seperti ramai ya rumah nya wito, mas mau ngecek” kata akung tito

“oh gitu, kayak nya bukan cumin mas aja yang merasa keluarga ku juga sempat melihat ke rumah wito tapi hanya melihat pembantu saja yang membawa belanjaan cukup banyak. Apa wito pulang tapi kenapa tidak ngabarin kita ya?” kata zainal

“yaudah lah biar mas yang cek kamu mau ikutan gak?” kata akung tito

“mas aja lah aku mau ke warung” kata zainal

Pergilah zainal meninggalkan tito. Ternyata ..

Keluarga besar eyang akung baru mengetahui rumah yang mereka tempati ada orang nya. Akhirnya pun abang pertama dari akung wito mendatangi rumah mereka.

Ding dong

“assalamualaikum” kata abang nya akung wito

Nama nya adalah tito Zawawi di panggil dengan tito. Ia memilii istri Namanya renata aliska yang di panggil dengan rena. Ia juga memiliki anak sebanyak 8 yakni sudarman Zawawi, suris Zawawi, sulis Zawawi, sika ramadhana wawi, rahma wawi, amelia rahmi wawi, Zubair Zawawi, Fathia aliska wawi.

Yang ada di rumah mendengar ada bunyi bel rumah. Dan yang membuka kan pintu rumah tersebut adalah pembantu nya.

Sreet (suara pintu terbuka)

“waalaikumsalam” kata pembantu tersebut yang bernama Rebecca

“aku lihat seperti rame sekali di dalam apa wito pulang bi” kata akung tito

“benar tuan tito, mereka tiba tadi sore hari dan sedang beristirahat tapi sudah ada yang bangun kini mereka sedang di halaman samping. Masuk tuan” kata bi Rebecca sambil menawarkan tuan tito untuk masuk

“aah iya yaudah bi, saya masuk dulu” kata akung tito

Akung tito pun masuk hingga sampai lah di halaman samping tapi dia sempat berhenti saat melihat ke arah dapur yang dimana nisa dan rania sedang mengambil minuman.

Akung tito pun mendekat ke mereka berdua dan memanggil nisa

“nisa, siapa yang Bersama mu?” kata akung tito

“akuung tito, apa kabar akung” kata nisa yang malah mengabaikan pertanyaan akung nya tersebut

“alhamdulillah akung kabar baik, kamu gimana kabar nya sudah lama kita tak berjumpa. Mana keluarga yang lain” kata akung Kembali bertanya dengan beda pertanyaa

“oh mereka sedang di halaman samping akung. Aku dan mbak rania mau ngambil minum dulu” kata nisa

“ra-rania, siapa dia” kata akung Kembali bertanya

“ah iya nisa lupa beri tahu ke akung kalau kami punya kakak sepupu atau bisa di bilang cucu pertama akung wito dan uti yati yaitu Namanya rania. Ini dia kenalin mbak ini akung tito abang dari akung kita” kata nisa sambil menjelaskan sambil memperkenal kan ke rania juga akung nya

“assalamualaikum akung, kenalin saya khairania lubis anak pertama dari umi dian dan buya buqhori yang baru di temukan.” Kata rania sambil mengambil tangan akung tito untuk menyalim nya

Akung tito yang dapat perlakuan sopan pun ternyeh dengan kelembutan anak perempuan tersebut

“rania memang begitu akung. Selalu salim dan ngucap salam ke orang yang baru pertama kali dia kenal” kata nisa menjelaskan

“waalaikumsalam nak, masyallah sopan dan lembut sekali. Hmm tadi opa gak salah dengar kalau kamu anak yang baru saja di temukan. Selama ini kamu kemana saja memang nya sayang” kata akung tito pelan pelan bertanya

 

Belums empat rania menjawab tidak berapa lama akung wito muncul dari belakang

“maas tito” kata akung wito

Mereka bertiga pun menoleh ke akung wito

“wito apa yang terjadi” kata akung tito

“aku berniat mengumpulkan seluru keluarga ke rumah besok biar aku jelaskan semuanya. Tapi karena mas sudah ada di sini maka yaudahlah mas aja yang aku sampaikan duluan” kata akung wito

“dan kamu kenapa di kursi roda, apa kumat lagi penyakit mu itu?” kata akung tito

“iya mas, kemaren sempat ngedrop tapi sekarang sudah mendingan masih bisa mengajak mereka semua untuk berkumpul di tanah kelahiran kita” kata akung wito

“apa yang terjadi. “ kata akung tito

“kita ngobrol di depan aja mas, kalian Kembali aja ke halaman dengan yang lain” kata akung wito membilangkan ke kedua cucu nya

Mereka hanya mengangguk saja. rania yang melihat ke dua akung nya merasa bingung dan gak tau apa yang di pikirkan

apa aku gak di terima ya di keluarga besar eyang” kata batin rania sambil menatap kepergian kedua akung nya

Nisa yang sadar gak ada pergerakan dari mbak rania nya dia menoleh dan menyentuh lembut

“mbak, ada yang di pikirkan?” kata nisa

“ah hmm gak adanisa, ayuk Kembali dengan yang lain” kata rania

Mereka pun pergi ke halaman dan Kembali dengan yang lain.


Read More

Friday, April 17, 2026

BAB 10 - PERTEMUAN TERAKHIR

April 17, 2026 0

 

Waktu persidangan pun selesai, saat palu di ketuk umi dian mengucapkan rasa bersyukur.

ALHAMDULILLAH

Bukan hanya umi dian dari adik adik nya keluarga buqhori juga mereka ikut mengucapkan alhamdulillah.

Di luar ruangan persidangan..

Umi dian memeluk keluarga nya semua termasuk anak anak nya dan mencium mereka secara bergantian

“setelah ini kita akan membangun Bahagia yang baru ya” kata umi dian dengan di akhiri senyuman manis walaupun ada berlinangan air mata

Kedua orangtua nya tersenyum terharu dengan ketegaran dari anak nya

“jangan sedih lagi, setelah ini kita akan liburan” kata papa wito

“iya mbak, ayok keponakan om yang cantik cantik kita bertemu dengan yang lain pasti mereka sudah tidak sabar untuk liburan” kata lutfi

“okee om” kata ketiga anak perempuan tersebut dengan ceria

Saat mereka sedang mengobrol ada juga dari keluarga buqhori yang baru saja keluar dari ruangan persidangan.

Buqhori dan yanti mendekati keluarga keluarga umi dian

“pa aku minta maaf” kata buqhori langsung bersujud dan memegang kaki papa wito

Semua yang melihat kejadian langka itu pun bingung dan kaget, karena mereka tau kalau buqhori orang nya gak pernah mau minta maaf walaupun dia bersalah.

Yanti hanya mengabaikan abang nya yang sedang bersujud meminta maaf dia malah beralih ke seorang anak perempuan yang tampak sangat asing bagi nya.

“hay sayang, siapa nama kamu” kata yanti yang langsung jongkok di hadapan rania

Rania yang tampak bingung di hadapan nya tiba tiba tersenyum ramah dengan nya, rania melihat ke arah keluarga nya

“sayang, kenalin ini adik dari ayah mu Namanya tante yanti” kata umi dian memperkenalkan

Rania pun mengangkat tangan nya untuk menyalami tante yang katanya dari adik ayah nya.

“assalamualaikum tante kenalin aku khairania lubis di panggil rania umur ku 10 tahun” kata rania

Yanti dan buqhori yang terharu melihat ramah dari rania tiba tiba meneteskan air mata nya

“tante kenapa tante menangis” kata rania

Yanti yang di tanya malah langsung memeluk rania

“sayang maafkan tante yang tidak mengetahui keberadaan mu, tante gak tau cerita yang sebenar nya. Abang tante yang bodoh ini memang gak pantas di anggap sebagai ayah” kata yanti

Buqhori yang mendengar perkataan adik nya yang mengatakan “tak pantas di anggap sebagai ayah” melihat ke arah adik nya setelah memegang kaki papa wito dan

“yanti” kata buqhori

“kenapa, kau tak terima” kata yanti

“karena memang dia memang gak menganggap anak itu” kata arini yang ikut menghampiri mereka berdua

Yanti yang melihat ke hadirin arini bangkit dari hadapan rania kini berjalan ke arini dan tiba tiba

pplAAKKK..

tamparan yang cukup keras dari yanti untuk arini

“apa maksud kau nampar aku, aku ini kakak ipar kau” kata arini

“kau tidak di anggap di keluarga prima, kami yang saudara sedarah nya tidak mengetahui soal pernikahan gila kalian” kata yanti meninggi kan suara nya

Lutfi dan nurul membawa anak anak nya umi dian untuk menjauh, gak baik untuk mereka dengar

“kalian selesaikan urusan kalian kami pergi” kata nurul

“mbak maaf mbak sebentar aku ingin berfoto dengan rania sebentar saja dan anak anak mbak dian semua nya” kata yanti yang menahan

“yaudah buru, karena pesawat kami sudah menunggu” kata suci

Akhirnya pun sesi foto pun terlaksanakan, umi dian juga ikutan berfoto dengan yanti..

“makasih mbak sudah mau menjadi kakak ipar ku yang sangat sangat baik, maafkan aku yang jarang ke rumah mbak selama kalian menikah. Aku sayang sekali dengan mbak” kata yanti yang memegang tangan umi dian kemudian memeluk nya

“iya dek, maaf kan mbak kalau selama ini mbak ada salah sama kamu ya” kata umi dian yang membalas rangkulan mereka

Setelah acara peluk pelukan..

Keluarga umi dian pun pamit undur diri dan pergi meninggal kan semua nya.

Kini tinggal mereka bertiga yang melihat ke keluarga nya dian yang sudah pergi meninggalkan halaman Gedung persidangan.

“akhirnya drama keluarga aneh itu sudah berakhir, huhh” kata arini

Yanti dan buqhori yang mendengarkan penuturan dari arini hanay melihat dan beda dengan yanti dia menatap tajam ke arini dengan muka penuh emosi

“APA MAKSUD KAU DRAMA” kata yanti meninggikan nada bicara nya

“berhenti meninggikan nada bicara kau yanti, aku ini kakak ipar kau” kata arini

“kau dengar baik baik sampai mati pun aku gak akan pernah menganggap kau ini adalah IPAR” kata yanti langsung meninggalkan mereka berdua

Arini kesal dengan sikap keluarga nya buqhori yang semuanya tak menerima kehadiran dirinya.

“mau sampai kapan aku tidak di terima di keluarga mu bang” kata arini

“diamlah arini, sekarang kita pikirkan bagaimana cara nya kita punya penghasilan yang banyak” kata buqhori

“harta yang dari mantan mu apa gak ada bagian mu rupanya, bukan nya banyak cukuplah” kata arini

“harta apa yang kau maksud” kata buqhori

“rumah yang kalian tempatin, ladang yang ada di perdesaan sana” kata arini

“itu bukan punya aku arini, itu semua hadiah nya dian semua dari keluarga nya. Pekerjaan ku juga sudah tidak ada. Aku pengangguran sekarang” kata buqhori

“APAAAA, apa maksud kau bang. Jadi rumah yang kalian tempatin itu milik dian bukan punya kau. Lalu kita akan tinggal dimana. Aku gak mau ya bang kita tinggal di rumah kedua orangtua mua. Yang ada aku jadi babu” kata arini

“arini, untuk sementara kita tinggal dengan ayah ibu ku dulu.” Kata buqhori yang langsung berjalan

“bang apa gak ad acara lain kah” kata arini

“gak ada ayok kita pulang” kata buqhori yang langsung menarik tangan istri nya

Di mobil keluarga umi dian

“dian rumah dan kebun yang papa berikan mau kalian lanjutin atau mau di sewa kan saja atau di jual saja” kata papa wito

“rumah nya di jual aja pa, kalau untuk perkebunan biarkan aja pa nanti untuk tambahan tambahan bulanan kami” kata umi dian

“lalu kalau rumah di jual kalian akan tinggal dimana” kata ibu yati

“bu aku sudah putuskan kalau aku akan pindah ke jogja untuk melanjutkan Pendidikan aku di sana. Anak anak juga aku akan ajak mereka ke sana” kata umi dian

“yaudah nanti malam kita akan ke jogja, sekalian kit acari rumah di sana untuk tempat tinggal mu” kata papa wito

“pa pesawat sudah ready” kata lutfi

“yaudah segeralah kita pulang dan jemput yang lain

Tiba di rumah …

Mereka sibuk mondar mandir untuk persiapaan kepergian mereka. Para pembantu juga hanya 3 saja yang di bawa kemudian para pengawal serta baby sister dari semuanya keluarga di bawa masing masing.

Mereka pun mulai memasuki mini bus yang memang mereka sewa untuk mengantarkan mereka untuk ke bandara


Read More

Saturday, April 11, 2026

BAB 9 - AKHIRNYA TIBA WAKTUNYA

April 11, 2026 0

 


Pagi hari tiba..

Umi dian sudah terbangun dari jam 4 subuh karena umi dian selalu melakukan shalat sunah terlebih dahulu kemudian setlah itu membangunkan anak anak nya untuk ikut shalat berjamaah.

Bukan hanya keluarga umi dian saja tapi juga seluruh keluarga yang tinggal di rumah kebesaran tersebut.

Pukul 07.30, umi dian sekeluarga serta keempat saudara kandung nya akan bersiap siap untuk hadir di persidangan . papa wito dan ibu yati juga ikut serta keluarga kandung mereka di wajibkan hadir untuk menjadi saksi.

Setelah sarapan mereka pun pamit dengan anak anak serta pasangan nya mereka dan lanjut untuk menuju Gedung persidangan tersebut.

Tiba di Gedung..

Keluarga buqhori sampai dengan yang bersangkutan saja termasuk arini juga ikut serta. Opung prima melihat ke arah anak gadis perempuan yang usia nya lebih besar dari husna. Menatap heran dengan kebingungan.

Yanti adiknya buqhori juga melihat ke arah yang sama.

“mbak, siapa anak ini’ kata yanti

“ini lah anak yang di sembunyikam abang kau” kata anggi

Semua keluarga buqhori syok dengan jawaban anggi. Terutama arini yang langsung melihat anak yang sudah dia hina hina waktu lalu.

“gak mungkin, pasti itu anak dari pria lain. Jangan percaya bang” kata arini sambil memegang buqhori karena masih melamun.

Buqhori melihat ke arah arini dan menatap tajam nya

“jangan sembarangan bicara arini, dia memang anak kami” kata buqhori

“abang tak pernah bertemu dengan nya dari mana abang tau kalau ini dia” kata arini geram

“aku pernah mengunjungi rumah nya dan hanya sebentar lepas itu aku pergi” kata buqhori

Opung prima dan istrinya syok dan menatap tajam ke buqhori. Arini sudah geram karena buqhori seakan akan membela umi dian.

Keluarga umi dian hanya diam tapi papa wito mengkode anak anak nya untuk masuk ke ruangan dan mengabaikan keluarga tersebut.

“dian ayuk masuk, sudah waktu nya” kata papa wito

Keluarga umi dian pun mengangguk dan berjalan melewati mereka semua.

Tak berapa lama pun keluarga buqhori juga mengikuti ruang masuk tersebut.

Sidang pun di mulai..

Ruang sidang itu terasa lebih dingin dari biasanya.
Bukan karena pendingin udara yang terlalu kuat, melainkan karena kebenaran yang akhirnya dipaksa berdiri telanjang di hadapan hukum.

Ia duduk di kursi penggugat, punggungnya tegak namun dadanya bergetar hebat. Tangannya saling menggenggam, menahan amarah yang selama bertahun-tahun dipendam dalam diam. Di seberangnya, lelaki yang pernah ia sebut rumah justru menunduk—bukan karena menyesal, melainkan karena ketahuan.

“Hari ini,” suara hakim memecah keheningan, “kita tidak hanya membahas perceraian, tapi juga rangkaian kebohongan yang disengaja.”

Ia menelan ludah. Kata kebohongan itu terlalu sederhana untuk menggambarkan apa yang telah ia alami.

Perselingkuhan.

Pernikahan rahasia.

Seorang perempuan lain—yang kini mengandung—dan semuanya terjadi saat ia masih sah sebagai istri.

Namun yang paling menghancurkan bukan itu.

“Saudari penggugat,” lanjut hakim, “benarkah anak pertama yang saudari lahirkan dulu dinyatakan meninggal oleh tergugat?”

Air matanya jatuh tanpa izin.

“Benar, Yang Mulia,” jawabnya dengan suara bergetar. “Saya diberi tahu anak saya meninggal saat dilahirkan. Tapi ternyata… anak itu hidup.”

Ruang sidang bergemuruh pelan.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu melanjutkan—kali ini dengan keberanian yang lahir dari luka.

“Anak saya diberikan kepada orang lain. Tanpa persetujuan saya. Tanpa sepengetahuan saya. Selama bertahun-tahun saya hidup dalam duka palsu yang ia ciptakan.”

Lelaki itu akhirnya mengangkat wajahnya.
Namun tidak ada air mata di sana. Tidak ada penyesalan yang nyata.

“Hari ini saya tidak meminta belas kasihan,” katanya tegas sambil menatap lurus ke depan. “Saya hanya menuntut keadilan. Untuk diri saya… dan untuk anak yang akhirnya berhasil saya temukan kembali.”

Hakim mengetukkan palu.

“Pengadilan mencatat,” katanya serius, “bahwa rumah tangga ini runtuh bukan karena kegagalan cinta, melainkan karena pengkhianatan yang berlapis.” Ia menutup mata sesaat.
Di balik semua kehancuran ini, ia tahu satu hal pasti: Ia memang kehilangan seorang suami.
Namun ia berhasil merebut kembali dirinya sendiri—dan seorang anak yang tak seharusnya pernah direnggut darinya.

Putusan Sidang

Palu hakim terangkat lebih tinggi dari sebelumnya.
Ruang sidang kembali sunyi—sunyi yang menyesakkan, seakan semua napas ditahan bersamaan.

“Setelah mempertimbangkan seluruh bukti, keterangan saksi, serta pengakuan tergugat,” ucap hakim dengan suara berat, “pengadilan menyatakan bahwa tergugat terbukti melakukan perselingkuhan berulang, pernikahan tanpa izin istri sah, serta penipuan terhadap penggugat terkait keberadaan anak pertama.”

Ia menegakkan tubuhnya. Inilah detik yang selama bertahun-tahun ia tunggu—detik ketika kebohongan itu tak lagi bersembunyi di balik senyuman palsu.

“Dengan ini,” lanjut hakim, “pengadilan mengabulkan gugatan cerai penggugat secara penuh.”

Palu diketukkan.

Suara itu bukan sekadar tanda putusan, melainkan akhir dari sebuah penjara bernama pernikahan.

“Perkawinan antara penggugat dan tergugat dinyatakan putus karena perceraian, terhitung sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap.”

Air mata kembali jatuh, tapi kali ini bukan karena hancur.
Ini adalah air mata kelegaan.

Hak Asuh Anak

Hakim membuka berkas lain, lalu menatapnya dengan sorot yang lebih lembut.

“Terkait anak,” katanya, “pengadilan menetapkan bahwa hak asuh penuh berada di tangan ibu sebagai penggugat.”

Dadanya terasa lapang.

“Termasuk anak pertama yang sempat dipisahkan secara melawan hukum,” lanjut hakim tegas. “Tergugat dinyatakan telah melanggar hak seorang ibu dan hak anak untuk tumbuh bersama orang tua kandungnya.”

Ia memejamkan mata. Akhirnya… anak itu kembali menjadi miliknya, bukan sekadar darah dan nama, tapi juga secara hukum.

“Tergugat tetap diberikan hak kunjung terbatas,” kata hakim, “dengan pengawasan dan syarat ketat, demi keselamatan psikologis anak.”

Lelaki itu terlihat ingin berbicara, namun suaranya tenggelam sebelum sempat keluar.

Hukuman untuk Suami

“Selain itu,” suara hakim kembali mengeras, “pengadilan menjatuhkan kewajiban nafkah anak dan nafkah iddah kepada tergugat.”

Ia mengangguk kecil. Bukan karena uangnya—melainkan karena tanggung jawab yang akhirnya dipaksakan pada lelaki yang selama ini lari.

“Tergugat juga diwajibkan memberikan ganti rugi moral atas penderitaan psikologis yang dialami penggugat akibat penipuan dan penghilangan anak.”

Ruang sidang kembali bergemuruh.

“Dan atas tindakan penyerahan anak kepada pihak lain tanpa persetujuan ibu kandung,” hakim menutup, “pengadilan merekomendasikan proses hukum lanjutan sesuai ketentuan pidana yang berlaku.”

Lelaki itu kini benar-benar pucat. Bukan karena kehilangan istri—melainkan karena kehilangan kendali.

Saat sidang dinyatakan selesai, ia berdiri dengan langkah pelan namun mantap. Ia bukan lagi perempuan yang datang dengan luka, melainkan ibu yang pulang membawa keadilan.

Ia menoleh sekali lagi—bukan untuk memohon, bukan untuk membenci.

Hanya untuk memastikan satu hal:

Kebenaran, meski terlambat, tetap menemukan jalannya.

Dan hari itu, di ruang sidang yang dingin,
ia tidak hanya memenangkan perkara.

Ia memenangkan hidupnya kembali.

Ia bukan lagi perempuan yang dibohongi. Ia adalah ibu yang menang. Dan dari reruntuhan pernikahan yang penuh dusta, ia membangun hidup baru—bersama anak yang akhirnya kembali ke pelukannya.


Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres