AFANDI PRO

AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Post Top Ad

Sunday, May 3, 2026

BAB 15 - LAMA BERPISAH

May 03, 2026 0

 


Pov 10 tahun kemudian.

Rania kini sudah memasuki umur 20 tahun yang dimana dia sedang menjalankan awal perkuliahan. Dia sempat tidak lanjut untuk kejenjang kuliah karena membantu umi dian untuk menyekolahkan adik adik nya. Ia bekerja di sebuah café yang sangat terkenal di jogja.

Setelah masa terakhir mereka bertemu (seluruh keluarga akung wito) itu pada saat akung wito sedang berkunjung sekaligus pulang kampung ke jogja. Dan pada saat itu juga akung wito telah meninggal dunia. Semua keluarga pada kumpul.

Setelah akung wito dan uti yati telah meninggal mereka sudah lama tidak berjumpa. Padahal mereka masih satu pulau tapi untuk bertemu mereka sudah jarang.

Kembali ke cerita keluarga umi dian.

Kini rania sedang kuliah sambil part time di café tersebut. Rania selalu ambil jam sore hingga malam untuk bekerja.

Umi dian sudah lama tidak bekerja semenjak husna menginjak di masa duduk SMA, itulah makanya rania mencari pekerjaan untuk bisa membiayai adik adiknya.

Mereka juga sudah tidak tinggal di kampung Zawawi karena merasa kurang pantas hanya saja masih di satu kota hanya sedikit menjauh dari kampung keluarga zawi.

Rania sedang berkumpul dengan keluarga lain nya, mereka sedang berada di teras depan.

“mbak rania capek ya, maaf ya mbak? Kata husna datang sambil membawa teh hangat untuk mbak rania

“eeh husna, hmm gak kok sayang. Aman kok, kalian gak perlu pikirkan capek nya mbak yang penting kalian lulus sekolah dan belajar yang rajin” kata rania

“mbak aku ikutan kerja ya” kata husna

“tidak perlu husna kamu di rumah bantuin jaga umi dan sofi. Mbak bisa kok sayang” kata rania

“sini mbak aku kusuk, pasti pegal ya” kata husna

“aku ikutan ya bantu kusuk” kata sofi yang tiba tiba datang menghampiri mereka berdua.

Umi dian juga ikut serta menyusul anak anak nya

“rania, kamu jangan capek capek lah sayang, uang kita masih cukup kok. Lagian juga biaya persekolahan adik adik kamu juga sudah di bayar hingga mereka selesai sekolahnya sayang. Kamu berhenti ya dari pekerjaan itu. Umi kasihan dengan kamu sayang dan ..” kata umi dian yang tak mengakhiri ucapannya

“dan apa umi” kata sofi yang tiba tiba penasaran

“dan umi minta maaf sama kamu sayang, sudah merepotkan kamu, sudah membuat kamu jadi tambah beban, umi akan berusaha lagi untuk cari pekerjaan lagi sayang” kata umi dian sambil memegang bahu nya rania

“umii cukup, rania gak suka umi saat bilang seperti itu, kalian bukan beban bagi rania, kalian keluarga rania. Rania gak suka umi ngomong seperti itu” kata rania

“maafin umi rani” kata umi dian tiba tiba suara nya seperti akan nangis

Rania dan husna yang sadar langsung melihat ke umi dian dan memeluk nya. Sofi yang melihat kedua kakak nya memeluk umi nya dia pun mengikut untuk berepelukan Bersama.

2 tahun setelah nya..

Rania sudah lulus dari perkuliahan nya, kini lah husna mulai memasuki masa perkuliahan ikut jalur SNBPT. Husna termasuk anak yang berprestasi dia selalu membawa nama sekolah saat ada olimpiadi atau bahkan ekstrakurikuler yaitu menari.

Sofi sudah memasuki SMA.

Rania sudah bekerja sebagai asisten manager di salah satu perusahan A crops. Rania termasuk anak yang rajin hingga pekerjaan cepat selesai.

Umi dian sekarang ini tinggal duduk santai karena ketiga anak anak nya tidak memperboleh kan umi nya untuk capek. Pekerjaan rumah juga semua nya pembantu yang mengerjakan.

Umi dian tidak mau menikah lagi setelah bercerai dengan bukhori karena bagi nya adalah sekarang adalah waktu nya dia untuk anak anak nya hingga mereka memilki keluarga nya masing masing.

Keluarga ibu suci, Fathia dan zikri mereka pun sama hanya saja kehidupan mereka tidak sama dengan kehidupan keluarga umi dian.

Mereka masih tinggal di satu rumah yang setelah dari jogja 10 tahun itu yaitu di bandung.

Fathia saat ini sedang duduk di bangku SMK yang mengambil jurusan KOMPUTER. Ia sangat suka yang berbaur baur tentang computer.

Fathia juga pernah sesekali mencoba untuk coding. Bahkan Fathia pernah di percaya sebuah perusahaan untuk bekerja di perusahaan tersebut sebagai seorang IT. Awal masuk banyak yang tak percaya dengan kehebatan nya tapi setelah 2 tahun bekerja dan perusahaan selalu aman aman saja makanya para pegawai lain mulai mengakui kehebatan nya Fathia. Bahkan mereka juga ingin status kepegawain mereka diaman kan.

Zikri? Kalau dia lebih suka dengan perbengkelan seperti jadi mekanik mobil. Saat ia memulai PKL ia di percaya untuk memegang mobil yang sangat mahal untuk di jadikan servis pertama nya. Dan hasil nya ama naman saja sehat dan bagus .

Pemilik mobil meminta sorum mobil untuk zikri yang menjadi orang kepercayaan nya setiap ia akan service. Dan sorum mobil juga memberikan zikri kesempatan untuk bekerja paruh waktu di sorum tersebut.

Begitupun dengan keluarga yang lain mereka sudah ada yang lulus sekolah, ada yang lagi menjalankan usaha ada yang melanjutkan Pendidikan.

Pov 5 tahun setelah nya.

Mereka bertemu di sebuah acara keluarga yang dimana hanya ada 2 keluarga dari Zawawi. Yaitu akung parno dan akung suwito.

Bukan hanya tetua akung suwito saja yang telah wafat tapi seluruh tetua mereka sudah wafat.

Keluarga yang tingga di kampung Zawawi kini mereka telah banyak keluar dari kampung tersebut tapi mereka membuat rumah singgah kalau seandai nya ada acara di daerah kampung tersebut.

Kembali ke kedua keluarga Zawawi.

Mereka kumpul karena ada acara nya lamaran, keluarga akung wito dan akung parno memang dari dulu dekat, paling dekat di banding kan yang lain nya.

Yang lamaran adalah rania.

Rania bertemu dengan seorang atasan yang masih muda, atasan nya adalah seorang owner pemilik cafe yang cukup terkenal di Surabaya. Ya rania dapat kenalan orang Surabaya lebih tepat nya satu Angkatan waktu kuliah.

Acara yang di gelar sangat mewah, dengan dekorasi campuran jawa dan mandailing natal nya. Sangat cantik.

Rania yang di balutin kebaya kekinian dengan warna rosegold dan batik rok nya yang senada dengan pakaian baju batik nya untuk pihak pria.

Nama laki laki tersebut ada prayoga restu di panggil yoga.

Kini acara di mulai, sebenarnya mereka mengundang seluruh keluarga zaawi tapi yang da di Indonesia hanya Sebagian saja, di karenakan mereka sudah banyak yang tinggal luar negeri dengan kegiatan masing masing.

Keluarga Zawawi berkumpul di bagian sebelah kiri dengan pakaian yang di balutin berwarna marun, perempuan dengan dress yang sopan warna marun sedangkan pria mereka kemeja yang di warnai dengan warna marun.

Acara sangat lancar hingga acara tersebut masuk lah ke sesi foto Bersama.

“aaakkkkk mbak sayang ku akhir nya ke jenjang serius ni?” kata Fathia yang langsung berlari ke pelaminan

Rania yang melihat Fathia hanya senyum senyum saja. rania dan Fathia berpelukan hingga yang melihat mereka sangat gemesh.

“Fathia gentian aku juga mau peluk mbak rania loh” kata sepupu sepupu alika yang di belakang

Alika yang di tegur pun hanya mencebik mulutnya manyun tanda kesel tapi langsung tersenyum melihat rania lagi.

“gentian dek, nanti lagi” kata rania lembut

Fathia pun melepas kan pelukan nya dan di pun bergeser

“masyallah mbak cantik banget” kata nisa

“benar loh mbak sangat sangat cantik” kata alya

“kalian ya selalu seperti itu berlebihan sekali kalau sudah muji orang ya” kata rania yang sambil menyentil hidung mereka berdua

Setelah berpelukan mereka melanjutkan untuk foto Bersama hingga sangat banyak dan tak mau  berhenti. Dan parah nya masih sempat sempat nya buat tiktok Bersama.

Bang yoga yang melihat tingkah seluruh sepupu sepupu nya rania hanya geleng geleng kepala saja dan memilih menghindar agar mereka leluasa.

“mbak kita harus kumpul banyak banget yang pengen aku ceritakan” kata Fathia

“masalah apa dulu ini, cowo yang kamu taksir itu” kata rania

Sepupu sepupu yang lain tadi nya hanya mendengar sambil lihat lihatan hingga mbak rania yang membilang kan soal cowo mereka langsung sontak melihat tatapan tajam ke Fathia. Fathia yang di tatap mereka semua hanya nyengir sambil kode ke mbak rania.

Mbak rania langsung mengulum senyum nya saat Fathia di pelototin yang lain.

“sudah sudah gentian dengan tamu yang lain dulu, nanti malam kita bahas di rootop” kata husna

“Fathia urusan kita belum selesai, lihat lah kamu akan kami sidang. Bisa bisa nya mau kenalan dengan cowo tapi kami gak tau” kata alya

“eh bukan kenalan tapi sudah naksir” kata nisa

“kita langsung Tarik ya kalau dia sempat kabur makin ribet urusan nya” kata sofi

Begitulah kata kata mereka mengancam Fathia.

1 jam kemudian acara telah usai, acara nya tidak sampai malam hanya sampai sore aja.

Kini seluruh 2 keluarga telah kumpul di ruang tengah, sambil duduk santai ada yang ngobrol. Beda dengan para sepupu sepupuan mereka masih diam diaman.

Entah apa yang membuat mereka menjadi diam diaman padahal semasa acara tadi mereka ngobrol

“Fathia benar lagi dekat dengan seseorang?” kata husna memulai obrolan mereka

“siapa?” kata aji

“orang mana?” kata alya

“kenapa hanya mbak rania yang tau?” kata sofi

“ibu papa kasih izin?” kata zikri   

“ihh kalian ya langsung kepo” kata mbak rania yang dari tadi mendengar kan pertanyaan pertanyaan nya dari sepupu seppi lain hanya senyum senyum saja.

“kalian ya. Iya benar Fathia sedang suka dengan cowo, mbak kenal dengan nya” kata mbak rania

Semua sepupu melihat ke sumber suara.

“maksud nya mbak kenal” kata husna

“iya mbak kenal” kata mbak rania

“KOK BISA!!” Kata alya

“karena cowo yang Fathia suka itu adik dari teman kerja mbak” kata rania

“mbak yang kenalin” kata sofi

“bukan mereka memang sudah kenal karena satu kampus” kata rania

“tapi kami tak terim, karena janji nya kan setelah lulus kuliah” kata nisa

“apanya yang habis kuliah. Aku kan gak pacarana loh sama dia” kata Fathia

“tapi kamu nya sudah suka duluan dengan cowo” kata nisa

“hanya sekedar suka tidak pacarana” kata Fathia

“lalu cowo yang kamu taksir suka sama kamu juga” kata alya

“tidak tau alya. Aku tak pernah tanya” kata Fathia

“jangan jangan kamu nya suka sendirian” kata nisa

“ih nisa. Udahlah aku males bahas itu orang. Dia sedang pacarana dengan teman seangkatan tapi beda jurusan” kata Fathia langsung menampakkan muka sedih nya

“kok bisa, masa’ iya belum mulai dekat malah di duluan orang lain” kata nisa

“siapa sih, apa aku kenal” kata aji

“ya kenal lah orang teman kamu sendiri” kata Fathia yang tanpa sadar dengan muka masih tertunduk

“maksud nya?” kata aji

“ya teman segeng motor kamu yang aku taksir” kata Fathia

“siapa Fathia” kata aji

“arif” kata Fathia dengan suara pelan tapi di dengar oleh nisa dan alya karena mereka dekat dengn Fathia

“siapa Fathia” kata aji

“udahlah aku lagi males bahas dia” kata Fathia

“Namanya arif” kata nisa

“APA? ARIF. JAUHI DIA, DIA GAK PANTAS UNTUK MU” kata aji tiba tiba mendengar nama teman nya langsung naik amarah nya

Semua nya melihat kemarahan aji dan menatap bingung

“ada apa aji?” kata rania

“aku mohon sama mu Fathia jauhi dia lupakan soal rasa suka mu terhadap nya?” kata aji

“berikan aku alasan kenapa aku harus menjauhi nya” kata Fathia

“dia sudah menikah dan memiliki 3 anak tapi dia tidak mau ada orang yang tau kalau dia sudah menikah” kata aji

“serius” kata Fathia

“mbak tau kalau dia sudah menikah?” kata Fathia nanya ke mbak rania

“mbak gak tau Fathia” kata rania

Fathia yang lemes dengr fakta bahwa cowo yang dia taksir ternyata sudah beristri dia mendadak jadi diam dan melamun dan pamit ke kamar

“semua nya aku mau istirahat, maaf” kata Fathia yang lansung bergegas

“maaf Fathia” kata aji

“gak perlu minta maaf seharus nya aku harus tau dari awal, makasih sudah menginfokan” kata Fathia langsung berjalan menuju kamar nya

“kasihan Fathia” kata nisa

“lebih kasihan kalau dia tau nya lebih lama” kata aji

“biar mbak yang datangi Fathia” kata rania

Mereka mengangguk dan rania mendatangi kamar nya Fathia


Read More

Tuesday, April 28, 2026

BAB 14 - SUASANA DI ISTANA

April 28, 2026 0

 

Saat mereka hendak masuk mereka terheran heran dengan tingkah kedua kali nya dari cicit akung wito.

Tiba tiba mereka melihat ke seisi rumah hingga melongok

“kalian kenapa belum masuk kamar juga” kata akung tito

Semua cucu cucu nya akung wito Kembali lihat sama sama ke arah sumber suara yaitu poisi nya di belakang mereka.

Mereka Kembali senyum senyum karena ketahuan masih bengong melihat rumah yang mereka datangi.

Gimana gak bengok mulu rumah yang mereka datangi lebih dari istana tambah pavilion nya saja makanya besar sekali.

Kini para cucu nya akung wito sudah berada di dalam kamar yang di lantai tengah yang sudah di pilih atas kesepakatan Bersama.

Waktu malam hari tiba.

Para maid dari siang hingga sore mereka sudah pada sibuk di dapur di karenakan harus memaksa besar dengan porsi banyak. Karena isi di dalam rumah juga banyak orang nya.

“makan makan” kata uti fanny

Semua yang ada di dalam ruangan serta di luar ruangan kini berada di dalam ruang makan. Semua nya beratur untuk mengambil makanan.

Hanya ada obrolan kecil kecil saja tanpa berisik. Karena di atuan keluarga mereka tidak boleh terlalu lama untuk makan agar tidak di makan oleh setan. (begitulah).

Kini pukul 08.00

Semua para cucu yang masih muda mereka berkumpul di halaman samping yang dimana terdapat kolam ikan serta gazebo dan ada beberappa taman bunga nya juga.

Mbak pita dan mbak resti datang Bersama beberapa maid membawa cemilan cemilan di halaman samping

“letak di sini aja bi, makasih ya. Maaf merepotkan” kata mbak resti

“sama sama non, tdidak merepotkan ini memang sudah tugas nya kita. Kalau ada perlu lagi tekan tombol ya non. Permisi” kata bi muna

Bi muna adalah kepala bibi nya, dia yang mengatur para bibi lain nya. Kalau sudah seperti ini dia akan ikut serta juga membantu.

Kita lanjut di halaman samping

“pada di makanin semua nya” kata mbak resti

“iya makanin ni jangan malu malu ya” kata mbak pita

Cucu dari akung wito mereka saling tengok tengokan.

Jujur saja mereka canggung malu campur aduk karena mereka baru pertama kali ke jogja apalagi rania yang dari awal belum pernah kenal dengan keluarga besar.

Mbak pita mendekat ke rania

“de rania, kamu mau gak tinggal di jogja” kata mbak pita sambil tersenyum

“hah, a-aku gak tau m-mbak, aku ngikut apa kata umi saja” kata rania terbata bata

“kamu kenapa gugup gugup?” kata mbak pita

“takut salah ngomong mbak, maaf” kata rania sambil menundukkan kepala nya

“semua yang ada di sini itu keluarga kamu, inilah keluarga besar Zawawi. Kalau kamu tinggal di jogja kamu akan sering bertemu dengan keluarga Zawawi yang lain.” Kata mbak pita

“benar rania, kami semua adalah keluarga mu, sepupu sepupumu bukan hanya dari keluarga nya akung wito saja, dari kekeluarga Zawawi yang lain juga itulah keluarga besar nya” kata mbak resti

“rania, aku yakin kamu akan betah kalau tinggal di jogja kita akan sekolah bareng” kata yanti

“kita bukan nya sekolah di tempat uti fanny” kata rani

“la hiya benar lagi” kata yanti

Keluarga cucu akung wito mereka saling diam masih kurang paham dengan pembahasan mereka. Mereka hanya dengar “sekolah nya di tempat uti fanny”

Tapi di dalam keterdiaman mereka, mereka saling kode lewat mata tapi hati terus berkata

“maksudnya sekolah uti fanny?” kata hati husna

“jangan jangan uti fanny orang yang lebih kaya dari adik adik nya atau abang nya?” kata hati Fathia

“gila sih ini, memang benar benar keluarga sultan” kata alya

“seperti nya iya beneran pemilik sekolah nya adalah uti fanny” kata hati raina

Oke balik ke para sepupu lain nya

“udah udah jangan cerita hal lain dulu. Mbak tadi dengar di dalam kalau umi dian dan anak anak nya akan pindah di jogja” kata mbak pita

“seriusan mbak?” kata Fathia

“iya Fathia, loh kamu dan yang lain apa belum tau?” kata mbak pita

Fathia dan keluarga cucu akung wito saling menggelng dan menatap ke ketiga anak anak nya umi dian

“dan juga tadi akung wito bilang kalau keluarga nya bu suci dan om anggi akan pindah ke bandung dalam tahun ini” kata mbak resti

Kembali membola mata Fathia dan keluarga akung wito

“kami gak tau apa apa mbak, justru kami tau nya dari mbak berdua” kata nisa

Di posisi husna, sofi, raina dan Fathia mereka menunduk dengan perasaan sedih dengar berita berita yang baru saja mereka dengar.

Kini malam semakin malam,

Semua nya Kembali ke kamar masing masing.

Disaat semua orang sudah memilih masuk ke alam mimpi beda dengan anak anak dari keluarga akung wito mereka masih terbangun kecuali adik adik yang masih kecil mereka di harus kan tidur.

Kini tinggal husna, nisa, Fathia, raina, alya, Danish, dan aji. Mereka membentuk lingkaran, masih diam diaman.

“ini hal yang sangat sangat mengejutkan bagi kita semua, mungkin nisa belum terlalu kaget karena dia tidak tinggal dekat kalian. Mbak juga termasuk yang sangat sangat sedih kalau harus berpisah jarak jarak nya dengan keluarga yang lain, apalagi kita baru saja bertemu” kata mbak raina

“kita masih bisa bertemu saat liburan, kita masih bisa liburan” kata husna sambil tersenyum melihat ke arah sepupu sepupu lain nya yang sudah tampak sedih.

“iya kita memang berpisah tapi kita masih tinggal di satu negara hanya pulang dan beberapa kota yang membuat kita berjarak. Berjanjilah dari sekarang kalau kita akan selalu bertemu dan berlibur bareng saat libur sekolah tiba. Kita akan keliling dunia” kata Fathia di akhiri senyum manis nya

“iya kita harus terus bertemu” kata aji

Yang lain ikut mengangguk dan tersenyum ke yang lain nya juga. Dan berakhir lah berpelukan

“ya allah, ternyata begini rasanya keluarga kandung yang sesungguh nya, aku pikir keluarga ku hanya lah bapak Rizwan ternyata ini jauh dan makasih ya allah telah pertemukan aku dengan yang sangat sangat baik ini” kata hati rania sambil memeluk sepupu sepupu lain nya.

Akhirnya pun mereka semua tertidur di tempat tidur masing masing.

Sebenarnya di kamar tersebut ada tempat tidur satu gitu yang bisa muat hingga 4 orang anak anak. Tapi mereka meminta ke para bibi untuk pakai bed yang di bawah aja di susun memanjang biar tidur berdempet dempetan.

Mereka tak menyadari, saat mereka sudah terlelap, akung wito yang tadi nya ingin mengecek para cucu hingga gak jadi di karena kan mendengar pembicaraan mereka.

Bukan hanya akung wito tapi uti fanny juga ikut mendengar, mereka menunggu hingga para cucu sudah terlelap.

Saat itulah akung wito dan uti fanny masuk, uti fanny sengaja membawa camera pocket untuk mengabadi kan setiap momen yang ntah bisa atau tidak terulang Kembali.

Uti fanny tersenyum melihat kekompakan keluarga wito.

 


Read More

Saturday, April 25, 2026

BAB 13 - LIBURAN

April 25, 2026 0

 

Hari semakin malam, saat ini merek masih di satu tempat yatu rumah besar nya akung wito.

Karena saat ini mereka sedang membincang kan untuk liburan Bersama ke daerah dieng.

Kenapa dieng? Karema banyak yang setuju dan sepakat untuk ke dieng ketimbang bandung atau tempat yang lain.

Mereka sepakat di dieng selama 3 hari. Mereka bakalan nginap di satu villa yang memang sengaja di buat oleh akung tito karena istri dari akung tito berasal dari sana.

Villa nya ini ukuran cukup besar bisa menampung hingga 100 orang.

Sebelum lanjut mari admin ceritakan rincian rumah eh salah istana lebih tepat nya. Hehehe

Rumah tersebut terdiri dari 4 lanta dengan ketinggian hingga mencapai 18 meter, lalu lebar nya yang mencapai 15 meter. Luas nya mencapai 1000 m2. Sangat sangat luas.

Terdapat 30 kamar tamu, 2 kamar utama, 4 kamar pembantu. Setiap kamar sudah di lengkapi kamar mandi nya sendiri. Hanya di kamar utama yang ada bathup nya. Kamar tamu hanya pemandangan yang semua nya masing masing dapat seperti taman kolam renang perkebunan mini zoo. Dan juga setiap kamar juga memiliki balkon yang bisa mereka nikmati.

Rumah ini tidak untuk di sewa hanya untuk kepribadian saja. kalau mereka lagi kumpul Bersama atau keluarga besar ingin ke dieng mereka selalu memilih rumah tersebut.

Sangat sangat luas. Parkiran bisa muat hingga 20 mobil serta kolam renang juga terdapat 5, playground anak anak juga tersedia. Taman bahkan kebun bunga juga ada. Pohon pohon buah dan mini zoo.

Mini zoo nya ada zebra, rusa, sapi, harimau, dan adalah sekitar 15 jenis hewan.

Ada juga taman belakang, akung tito sengaja membuatnya untuk tempat santai, kalau mau barbequan juga sangat sangat sedap. Ada gazebo nya sebanyak 10.

Wow andai itu nyata bagaimana pulak asli nya. Bisalah jadi rekomendasi villa untuk di daerah tersebut tapi sayang nya itu hanya khayalan dalam novel ini saja.

Saat ini mereka sudah bersiap siap di halaman depan rumah masing. Mobil yang mereka bawa juga dari masing masing keluarga. Kecuali ada keluarga yang mobil nya masih di bengkel mereka akan nebeng dengan keluarga lain.

Akung wito datangi ke rumah akung tito sambil berjalan sambil menegur keluarga yang sedang siap siap.

“mas, ada kendala?” kata akung wito

“oh wito, gak sih tapi kayak nya anak ku ikut ke mobil yang lain. Kalian gimana?” kata akung tito

“di mobil kami aja kalau gak, aku hanya naik medium bus, karena biar tak payah juga. Semuanya ikut masuk. Cukup lah untuk anak anak nya mas ikut” kata akung wito

“benar ni wito” kata akung tito memastikan

Akung wito hanay menganggung sambil tersenyum

“yaudah ntar mas bilang ke mereka untuk di bus nya kalian aja” kata akung tito

“yaudah mas akum au cek yang lain dulu di belakang” kata akung wito sambil pamit dan lanjut berjala di keluarga yang lain.

20 menit kemudian

kini mereka berkumpul di depan masjid nya keluarga besar untuk persiapan sebelum naik ke mobil nya masing masing yang di pimpin oleh akung tito

“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” kata akung tito menggunakan toa

Karena manusia nya yang cukup banyak kalau di hitung memang ada lah satu kampung makanya kalau memang ada informasi sebaiknya membawa toa atau pun mic.

“waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” kata seluruh keluarga

“hadirin keluarga ku semua yang aku sayangi. Akhirnya rencana yang sudah sangat lama ini yang pasti nya di tunggu tunggu oleh keluarga besar kita. Alhamdulillah nya acara ini terlaksanakan juga. Hari ini hmm mulai hari ini hingga 3 hari ke depan kita akan terus berkumpul di satu titik satu tempat yang sama yaitu villa nya akung yang ada di dieng. Kita akan berlibur bareng serta menyatukan Kembali silaturrahmi yang sudah cukup lama tidak Bersama. Untuk itu semoga kita semua sehat sehat dari pigi hingga nanti kita pulang Bersama. Kita semua yang ada di sini adalah keluarga, keluarga besar Zawawi.

Alhamdulillah keluarga besar Zawawi kumpul semua. Dan tak lupa juga kita untuk mendoakan keluarga kita yang sudah Kembali kepada allah SWT semoga amal kebaikan mereka selama di dunia di terima oleh allah SWT. Aamiin amiin ya rabbal alamin (keluarga semua nya juga mengikuti ucapan dan doa).

Tak perlu lama lama agar kita juga bisa tiba di sana. Mari kita berdoa terlebih dahulu.

Bismillahirrahmanirrahim …”

Kata akung tito yang memberikan kata sambutan serta di akhiri berdoa.

“aamiin ya allah. Oke sekarang kita masuk ke mobil masing masing, kalau tidak cukup bisa nyempil ke mobil keluarga yang lain” kata akung tito lagi

Mereka pun bergegas masuk ke mobil masing masing.

Kini mobil mereka pun berjalan yang jalan pertama atau yang mobil nya di depan adalah mobilnya akug tito. Sedangkan bus nya akung wito sengaja memang di belakang untuk memantau yang lain. Lebih tepat nya jaga jaga di belakang.

2 jam kemudian ..

Mereka singgah di tempat makan, lebih tepatnya rest area. Sekaligus istirahat

Mereka memilih makan di KFC, untungnya suasana di dalam tidak terlalu rame jadi muat untuk keluarga besar mereka.

Setelah mereka makan siang/sore, Sebagian ada yang masuk ke minimarket untuk beli beberapa cemilan ada yang langsung Kembali ke mobil ada yang berfoto foto dan ada juga yang hanya ngikut tanpa membeli.

1 jam setelah nya mereka melanjutkan perjalann nya. Kalau di hitung hitung jarak dari jogja untuk sampai ke daerah dieng kurang lebih memakan waktu hingga 4 jam.

Mereka jalan memang santai dan tidak terburu buru atau tidak ada yang di kejar kejar juga.

Lanjutkan perjalanan ..

Tiba di villa.

Semua turun dari mobil dan bus yang mereka naiki.

“oke semuanya kita sudah sampai di villa punya saya, silahkan pilih kamar yang mana mau kalian pakai, nanti kalau kurang bed nya tinggal bilang saja ke bibi yang ada” kata akung tito

“terimakasih mas, yang lain silahkan masuk dan selamat istirahat” kata akung parno

Lain di keluarga nya akung wito, mereka masih melamun melihat rumah yang ada di depan mereka.

“ini rumah” kata raina

“ini istana gak sih luas sekali” kata Fathia

“bahkan 2 kali lipat dari kita seperti bisa” kata zikri

“kita tidur dimana” kata husna

Semua sepupu sepupu dari keluarga akung suwito melihat ke arah nya husna

“kita tidur bareng?” kata anis

“bareng aja lah kan kita masih muat, kamar nya luas loh” kata nisa

“kok kamu tau?” kata alya

Nisa gak langsung jawab tapi nyengir aja.

“kata mama bisa muat hingga 10 anak anak dalam 1 kamar” kata nisa

“APAAA 10 ORANG” kata mereka semua

Nisa yang kaget karena sepupu sepupu nya menjerit dia berusaha menutupi telinga nya

“jangan jerit jerit kalau kita kenak marah gimana” kata nisa

“kamu nya itu yang benar aja bisa muat 10 orang. Kamar aku dulu aja gak bisa tu muat 10 orang. 2 orang aja udah pengap” kata raina

“HAH 2 ORANG” kata mereka kaget lagi sambil melihat kea rah raina

Raina hanya mengangguk dan tiba tiba dia bersedih lagi karena teringat dengan keluarga angkat nya.

“aku jadi rindu mereka” kata raina tiba tiba

Mereka yang mendengar penuturan raina saling tengok menengok dan ikut sedih mendengar nya.

“jangan sedih, pulang dari jogja kita akan bertemu mereka kita ajak mereka jalan jalan ya” kata Fathia

Tanpa sepengetahuan mereka para tetua atau para akung dan uti masih melihat ke arah mereka karena mereka malah berdiri di depan rumah tanpa ada yang bergerak untuk masuk.

Sedang kan keluarga yang lain mereka sudah masuk ke kamar masing masing. Tersisa tinggal 3 kamar lagi yang belum di tempati.

Tiba tiba ..

Uti fanny yang dari tadi gemesh melihat tingkah mereka yang malah melongo lihat villa mas nya hanya ketawa dan senyum senyum.

“kalian kenapa masih di luar, emangnya gak dingin?” kata uti fanny

Ke empat belas sepupu itu sama sama melihat ke sumber suara sambil tersenyum canggung

“i-iya uti, ini kami mau masuk kok” kata husna

“istirahat lah kalian pasti capek” kata uti fanny

“kalian mau satu kamar?” kata akung zainal

“emang boleh akung” kata husna

“boleh dong, mau di atas tengah atau di bawah?” kata akung tito

“atas “ kata husna, Fathia, nisa

“bawah” kata raina, alya

Sepupu laki laki hanya saling tengok tengokan aja dengan tingkah sepupu sepupu perempuan mereka

“kalian lucu sekali” kata uti fanny

“kalian di tengah aja ya, biar tidak capek kali nanti kalau turun dan naik nya” kata akung tito

“iya akung, terimakasih” kata mereka semua

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan ..

“masyaallah”

“subhanallah”

“fiks ini istana asli bukan seperti dongeng”

“ya allah luas dan bagus banget”

Begitulah ucapan ucapan yang di lontar kan para cucu nya akung wito.

Masih posisi di luar

“wito, lucu kali cucu cucu mu” kata mas zainal

“mereka belum terbiasa hmm belum pernah melihat rumah yang lebih besar dari yang aku punya” kata akung wito

“jadi, akan pindah ke jogja” kata mas tito

“untuk sementara kayaknya hanya dian dan anak anak dulu, aku selesaikan dulu tugas di sana, sebentar lagi” kata akung wito

“suci dan anggi?” kata mbak fanny

“mereka akan ke bandung mas mbak. Kerjaan nya pindah di sana” kata akung wito

“yaudah gapapa lah, tapi buatkan rumah untuk mereka di jogja” kata mas tito

“sedang ku cari dulu tempat nya” kata akung wito

“dah masuk lah udara makin dingin, istirahat semuanya. Makan malam kita kumpul Kembali” kata mbak fanny

 


Read More

Wednesday, April 22, 2026

BAB 12 - PENJELASAN

April 22, 2026 0

 

Di ruangan lain .

“apa maksud nya?” kata tito

“mas jujur aku sebenarnya gak tau, anak ku dian dia baru hari ini bercerai dengan buqhori karena buqhori dan kedua orangtua nya mengingkan anak atau cucu laki laki agar meneruskan marga nya mereka. Dan parah nya buqhori sudah menikah siri dengan seorang perempuan yang ternyata adalah teman kuliah nya dian dan juga Wanita itu tengah hamil anak nya buqhori dan katanya anak nya laki laki” kata wito menjelaskan

Tito yang mendengar semua penjelasan wito tercengang dan bahkan hanya menggeleng geleng kan kepala nya

“aku sudah katakan dari awal jangan pernah setujui anak anak kita untuk menikah dengan keluarga dari suku batak kenapa kalian gak pernah dengarin. Sekarang lihat anak anak anak nya tanpa seorang ayah saat saat ini. Mikir gak sih kalian. Ini yang ku takuti ternyata kejadian di kehidupan keluarga mu” kata tito kesal

“sudah takdir nya mas, alhamdulillah nya kami di pertemukan dengan cucu pertama yang mereka sembunyikan” kata wito

“jaga anak itu, siapa Namanya tadi rani ..” kata tito

“rania mas” kata wito

“hah iya itu, besok katamu ada acara kumpul semuanya, pastikan gak ada yang kalian tutup tutupin” kata tito

“iya mas besok akan kumpul semuanya di sini” kata wito

“yaudah lah aku pamit, adik adik dan abang serta kakak mu semuanya tadi penasaran dengan kehadiran kalian tanpa memberitahu” kata tito

“maaf mas kami memang mengrahasiakan semuanya” kata wito

“yaudah mas balik. AssalamualaikuM” kata tito

Tito pun keluar dari rumah keluarga besar wito dan Kembali ke rumah nya sendiri.

Adik nya mas tito yang melihat langsung bertanya dan mendatangi nya.

“gimana mas” kata mas sabri

“besok wito akan menjelaskan semuanya. Dah istirahat lah” kata mas tito

“mas gak mau bocorin ke aku dulu” kata mas sabri

“tidur sabri, dah tua gak baik di luar lama lama, hehe” kata mas tito yang langsung berlalu pergi meninggalkan sabri yang kesal.

“ih apan mas, mas tito lebih tua ya umur nya di atas ku malah 5 tahun di atas aku” terik sabri kesal dengan mas tito

Sabri pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar nya.

Oke kita perkenalan dulu tentang keluarga besar Zawawi ya

Nama ayah nya adalah kiyai H. Muhammad Zawawi memiliki istri bernama Ratna Purnama sari.

Mereka memiliki 5 anak yang dimana 4 anak laki laki dan 1 anak perempuan.

Anak pertama mereka bernama Muhammad Tito Zawawi biasa di panggil mas tito yang memiliki istri bernama Febiola yang biasa di panggil dengan mama febi. Mereka memili anak ada 3 yang dimana semua anak anak nya ada lah perempuan.

Yang pertama yaitu respita amalia yang di panggil dengan pita memiliki suami yang bernama Zubair ahmad biasa di panggil ahmad mereka belum memiliki anak hingga pernikahan mereka sudah 6 tahun.

Yang kedua yaitu resti amelia yang di panggil dengan resti memiliki suami yang bernama Aditya, mereka memiliki 1 anak yang penuh perjuangan karena setelah melahirkan anak pertama rahimresti sudah tidak berfungsi lagi Namanya adalah agung Ramadhan.

Yang ketiga kirani amalia yang biasa di panggilan rani, ia belum menikah umurnya sekarang sudah mencapai 30 tahun belum ada juga yang mau melamar nya.

Anak kedua mereka bernama Fanny Zulaika Zawawi yang biasa di panggila mbak fanny, ia memiliki suami bernama ikhsan kenzu, mereka memiliki 1 anak saja. karena saat anak pertama berumur 5 tahun suami dari mbak fanny meninggal dunia. Nama anak nya adalah raisa alika biasa di panggil raisa. Raisa kini masi gadis walaupun umur nya sudah mendekati kepala 3 tapi dia terlalu kerja keras tidak mau kepikiran untuk menikah dahulu.

Anak ketiga mereka bernama Zainal Zawawi biasa di panggil mas Zai, ia memiliki seorang istri yang sangat cantik yaitu Violika andini biasa di panggil mbak vio. Mereka memiliki 3 anak yang dimana 2 laki laki dan 1 orang perempuan.

Yang pertama umi yasinta alika biasa di panggil dengan sinta, sinta sudah menikah dengan lutfi Khairi tapi mereka belum di karunia kan seorang anak, pernikahan mereka sudah mencapai 3 tahun.

Yang kedua Alvinno Ramadan biasa di panggil vino. Ia memiliki seorang istri yang bernama lilis putri biasa di panggil lilis. Mereka baru saja menikah dan belum ada tanda tanda mereka memiliki anak.

Yang ketiga pasha gunawan biasa di panggil pasha, ia masih di bilang lajang karena baru saja tamat dari perkuliahan S2 nya.

Anak keempat mereka bernama Muhammad Suwito Zawawi biasa di panggil dengan papa wito, bagian keluarga papa wito gak perlu aku perjelaskan lagi ya karena di bab awal ada penjelasan nya lengkap.

Anak kelima mereka bernama Muhammad suparno Zawawi biasa di panggil dengan parno dia memiliki istri bernama Butet alia biasa di panggil mama butet. Mereka memiliki anak 2 yang dimana sepasang .

Yang pertama yanti armadhani biasa di panggil dengan yanti. Yang kedua sulistiono biasa di panggil tio.

Inilah keluarga besar Zawawi mereka tinggal di satu kampung daerah jogja. Bahkan satu gang itu isi nya adalah keluarga Zawawi.

Uyut Zawawi kini telah meninggal dunia saat dalam perjalana menuju pulang dari dia dan istri yang sedang menjalan kan ibadah puasa serta umroh.

Saat ini seluruh anak anak nya uyut Zawawi sedang berada di lokasi semua dan inilah saat nya mereka berkumpul vers lengkap nya.

Keesokan hari nya di mana keluarga akung wito mengundang seluruh keluarga Zawawi untuk datang ke rumah mereka.

Akung wito membuat acara di halaman belakang yang memang area nya cukup luas.

Para pelayan sudah menyiapkan macam macam makanan seperti gendar, nasi gurih, nasi putih, nasi goreng, ikan bakar, ikan goreng, ayam panggang, dll nya. Tak lupa pula akung wto juga menyuruh para pelayanan untuk menyediakan macam macam minuman dari jus hingga air mineral.

Saat ini mereka semua sudah tiba di halaman belakang. Untuk semua cucu serta cicit Sebagian ada yang di dalam ruangan dekat halaman ada juga yang kut gabung dengan para orang tua serta tetua.

Ehmm

Akung wito berdehem

“assalamualaikum semuanya” kata akung wito sambil berjalan menuju halaman belakang

“waalaikumsalam” kata semua yang ada di halaman belakang dan ruangan dalam.

Akung wito menyalami mas mbak kandung serta ipar ipar nya hingga ke cicit.

“wito ada apa ini tumben mengumpulkan seluruh keluarga?” kata mbak fanny

“dan kenapa juga kalian tidak mengabari kami atau mas tito” kata parno

“mbak mas dek, maaf sebelum nya kalau aku belum mengabari. Kita atau bahkan aku juga gak tau kalau ada kejadian seperti ini. Sebelum nya aku ingin perkenalkan ke kalian cucu kandung ku yang telah lama hilang dan baru beberapa hari ini di temukan. Ini dia rania. Sini sayang sama akung” kata akung wito sambil memanggil rania yang sedang asik bercanda dengan sepupu sepupu lain nya

Rania berjalan mendekati akung wito sambil menunduk malu, hingga tiba di sebelah akung wito yang masih duduk di kursi roda.

Seluruh keluarga yang melihat itu semua nya penasaran dan mulai terdengar bisik bisik dari keluarga besar Zawawi.

Rania yang sedikit mendengar obrolan bisik bisik itu hanya diam mematung smbil menunduk.

Tiba tiba ..

“kejadian apa yang kamu maksud wito. Dan kenapa kamu bilang cucu yang baru ketemu. Apa yang terjadi?” kata akung tito

“aku akan jelaskan semua nya hingga akhir tapi aku harap kan untuk ponakan serta cicit sebaiknya mereka pindah dahulu karena ini pembahasan orang dewasa” kata umi dian

Akhirnya para orangtua menyampaikan ke para anak anak mereka serta membawa keponakan serta cicit nya ke dalam rumah sambil menonton tv.

Kini tinggallah hanya para tetua serta yang terlibat.

“jadi begini. Ini tentang hubungan aku dan bukhori. Aku dan bukhori sudah resmi bercerai di karenakan ….” Kata umi dian yang saat mau melanjutkan malah di potong oleh sepupu nya

“bercerai karna apa dian. Karena kamu tidak bisa memberikan nya anak seorang laki laki” mbak vio

Semua yang ada di sana melihat ke arah mbak vio.

“apa maksud mu vio” kata akung tito

“tidak begitu pa, aku hanya bertanya” kata vio

“biarkan dian menjelaskan hingga akhir, jangan ada yang memotong nya hingga selesai dia bercerita. Dian lanjutkan” kata opa zainal

Umi dian mengangguk dan menghela nafas nya. Suci yang ada di sebelah nya umi dian mengelus lengan nya agar umi dian bisa menjelaskan nya dengan tenang.

Akhirnya nya umi dian menjelaskan Kembali dan hingga tuntas.

 


 


Read More

Sunday, April 19, 2026

BAB 11 - PERJALANAN YANG MENYENANGKAN

April 19, 2026 0

 

Tiba mereka semuanya sudah memasuki pesawat pribadi yang memang milik nya papa wito.

Sangat muat untuk keluarga besar nya mereka.

Di pesawat..

Anak anak semuanya memilih rata rata duduk nya di sebelah jendela.

Di udara…

“kalian pada lapar gak” kata papa wito

“LAPEEER AKUUNG” kata para cucu cucu

Hehehe seua para dewasa menertawakan anak anak nya yang terlihat lucu itu.

Rania???

Rania masih canggung untuk berkomunikasi dengan yang lain karena belum terbiasa tapi seiring berjalan nya sepupu sepupu nya juga terus menerus mengajak rania.

“mbak mau tanya selama bareng keluarga yang di sana mbak pernah kemana saja?” tanya husna penasaran

“hmmm kami lebih sering ke pantai, karena jarak nya juga yang lumayan dekat ketimbang ke mall” kata rania

“ooh gitu, berarti sudah lumayan bosan lah ya kalau missal nya kita liburan ke pantai” kata husna

“emang nya kita akan ke pantai?” kata rania

“pasti nya ada ke pantai juga sih mbak, itu liburan paling wajib kalau mau ke jogja” kata husna

“husna apa keluarga kita banyak yang dari jogja” kata rania

“banyak banget mbak malah hamper 100% lebih banyak di jogja ketimbang di sumatera karena keluarga besar eyang akung dan eyang uti semuanya di jawa. Kalau eyang akung di jogja sedang kan eyang uti jatim jawa timur” kata husna menjelaskan ke rania

“wow, jadi eyang di sini merantau” kata rania

“iya mbak” kata husna

1 jam kemudian mereka pun tiba di bandara jogja, mereka perlahan turun secara teratur tanpa dorong dorongan.

Mereka Kembali memasuki bus mini yang memang sudah di persiapkan sebelum nya.

Mereka sempat berkeliling di sekitaran jogja yang memang sejalan dengan arah rumah nya.

Adik bungsu mereka mengingkan es campur yang ada di pinggiran tersebut jadilah para penjaga yang turun dan membelikan es campur untuk satu bus malah hingga dagangan nya habis

“bu, aku mau es campur” kata zikri

“dimana ada Nampak nya” kata ibu suci

“tadi ada Nampak di pinggir jalan. Beli kan lah buhaus sekali” kata zikri lagi

Papa wito yang mendengar rengekan dari cucu bungsu nya pun menoleh dan bertanya

“ingin apa zikri” kata akung wito

“akung zikri ingin es campur tadi ada Nampak di pinggir jalan di sana” kata zikri merengek

“yaudah duduk lah nanti akung bilang ke supir untuk berhenti dan cari yang ada es campur nya” kata akung wito

Zikri yang mendengar jawaban dari akung wito pun tersenyum Bahagia dan lari alu memeluk nya

“terbak lah akung. Makasih akung sayang” kata zikri

“iya sayang nya akung” kata akung wito

Kemudian akung wito pun memerintahkan ke supir dan penjaga untuk berhenti dan mencari es campur.

Tiba ketemu dengan es campur..

Beberapa dari mereka ada yang ikutan turun untuk membantu beli ada juga yang membeli makanan lain.

Kemudian mereka Kembali ke bus dan menghabiskan semua yang mereka beli Bersama sama.

Hingga mereka tiba di rumah yang dimana adalah milik eyang akung. Rumah nya dua kali lipat dari rumah yang ada di sumatera.

Lebih ke istana nya di jogja. Di kampung ini memang lebih banyak nya adalah keluarga Zawawi. Bahkan masjid nya saja juga ada nama uyut Zawawi.

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan lanjut ke kamar masing masing.

Istirahat..

Waktu sudah menunjukkan malam hari..

Mereka Kembali berkumpul di ruang keluarga sambil menunggu para pembantu dan ibu ibu yang sedang menyiapkan makan malam.

Ada yang lagi bermain di halaman samping ada yang sedang menonton ada juga yang sedang melihat ikan yang cukup besar yang memang sudah lama jadi peliharaan eyang.

Di luar rumah ..

Beberapa tetangga ada yang keluarga termasuk salah satu keluarga dari akung wito yaitu akung tito. Mereka berjalan karena baru saja selesai pulang dari masjid hingga akung tito melihat ke rumah nya akung wito.

Saat akung tito mau masuk ke rumah, akung di tegur oleh adik ketiga nya yaitu zainal Zawawi

“mas mau kemana” kata zainal

“ah hmm ini zai, mas heran kenapa seperti ramai ya rumah nya wito, mas mau ngecek” kata akung tito

“oh gitu, kayak nya bukan cumin mas aja yang merasa keluarga ku juga sempat melihat ke rumah wito tapi hanya melihat pembantu saja yang membawa belanjaan cukup banyak. Apa wito pulang tapi kenapa tidak ngabarin kita ya?” kata zainal

“yaudah lah biar mas yang cek kamu mau ikutan gak?” kata akung tito

“mas aja lah aku mau ke warung” kata zainal

Pergilah zainal meninggalkan tito. Ternyata ..

Keluarga besar eyang akung baru mengetahui rumah yang mereka tempati ada orang nya. Akhirnya pun abang pertama dari akung wito mendatangi rumah mereka.

Ding dong

“assalamualaikum” kata abang nya akung wito

Nama nya adalah tito Zawawi di panggil dengan tito. Ia memilii istri Namanya renata aliska yang di panggil dengan rena. Ia juga memiliki anak sebanyak 8 yakni sudarman Zawawi, suris Zawawi, sulis Zawawi, sika ramadhana wawi, rahma wawi, amelia rahmi wawi, Zubair Zawawi, Fathia aliska wawi.

Yang ada di rumah mendengar ada bunyi bel rumah. Dan yang membuka kan pintu rumah tersebut adalah pembantu nya.

Sreet (suara pintu terbuka)

“waalaikumsalam” kata pembantu tersebut yang bernama Rebecca

“aku lihat seperti rame sekali di dalam apa wito pulang bi” kata akung tito

“benar tuan tito, mereka tiba tadi sore hari dan sedang beristirahat tapi sudah ada yang bangun kini mereka sedang di halaman samping. Masuk tuan” kata bi Rebecca sambil menawarkan tuan tito untuk masuk

“aah iya yaudah bi, saya masuk dulu” kata akung tito

Akung tito pun masuk hingga sampai lah di halaman samping tapi dia sempat berhenti saat melihat ke arah dapur yang dimana nisa dan rania sedang mengambil minuman.

Akung tito pun mendekat ke mereka berdua dan memanggil nisa

“nisa, siapa yang Bersama mu?” kata akung tito

“akuung tito, apa kabar akung” kata nisa yang malah mengabaikan pertanyaan akung nya tersebut

“alhamdulillah akung kabar baik, kamu gimana kabar nya sudah lama kita tak berjumpa. Mana keluarga yang lain” kata akung Kembali bertanya dengan beda pertanyaa

“oh mereka sedang di halaman samping akung. Aku dan mbak rania mau ngambil minum dulu” kata nisa

“ra-rania, siapa dia” kata akung Kembali bertanya

“ah iya nisa lupa beri tahu ke akung kalau kami punya kakak sepupu atau bisa di bilang cucu pertama akung wito dan uti yati yaitu Namanya rania. Ini dia kenalin mbak ini akung tito abang dari akung kita” kata nisa sambil menjelaskan sambil memperkenal kan ke rania juga akung nya

“assalamualaikum akung, kenalin saya khairania lubis anak pertama dari umi dian dan buya buqhori yang baru di temukan.” Kata rania sambil mengambil tangan akung tito untuk menyalim nya

Akung tito yang dapat perlakuan sopan pun ternyeh dengan kelembutan anak perempuan tersebut

“rania memang begitu akung. Selalu salim dan ngucap salam ke orang yang baru pertama kali dia kenal” kata nisa menjelaskan

“waalaikumsalam nak, masyallah sopan dan lembut sekali. Hmm tadi opa gak salah dengar kalau kamu anak yang baru saja di temukan. Selama ini kamu kemana saja memang nya sayang” kata akung tito pelan pelan bertanya

 

Belums empat rania menjawab tidak berapa lama akung wito muncul dari belakang

“maas tito” kata akung wito

Mereka bertiga pun menoleh ke akung wito

“wito apa yang terjadi” kata akung tito

“aku berniat mengumpulkan seluru keluarga ke rumah besok biar aku jelaskan semuanya. Tapi karena mas sudah ada di sini maka yaudahlah mas aja yang aku sampaikan duluan” kata akung wito

“dan kamu kenapa di kursi roda, apa kumat lagi penyakit mu itu?” kata akung tito

“iya mas, kemaren sempat ngedrop tapi sekarang sudah mendingan masih bisa mengajak mereka semua untuk berkumpul di tanah kelahiran kita” kata akung wito

“apa yang terjadi. “ kata akung tito

“kita ngobrol di depan aja mas, kalian Kembali aja ke halaman dengan yang lain” kata akung wito membilangkan ke kedua cucu nya

Mereka hanya mengangguk saja. rania yang melihat ke dua akung nya merasa bingung dan gak tau apa yang di pikirkan

apa aku gak di terima ya di keluarga besar eyang” kata batin rania sambil menatap kepergian kedua akung nya

Nisa yang sadar gak ada pergerakan dari mbak rania nya dia menoleh dan menyentuh lembut

“mbak, ada yang di pikirkan?” kata nisa

“ah hmm gak adanisa, ayuk Kembali dengan yang lain” kata rania

Mereka pun pergi ke halaman dan Kembali dengan yang lain.


Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres