Waktu persidangan pun selesai,
saat palu di ketuk umi dian mengucapkan rasa bersyukur.
ALHAMDULILLAH
Bukan hanya umi dian dari adik
adik nya keluarga buqhori juga mereka ikut mengucapkan alhamdulillah.
“
Di luar ruangan persidangan..
Umi dian memeluk keluarga nya
semua termasuk anak anak nya dan mencium mereka secara bergantian
“setelah ini kita akan membangun
Bahagia yang baru ya” kata umi dian dengan di akhiri senyuman manis walaupun
ada berlinangan air mata
Kedua orangtua nya tersenyum
terharu dengan ketegaran dari anak nya
“jangan sedih lagi, setelah ini
kita akan liburan” kata papa wito
“iya mbak, ayok keponakan om yang
cantik cantik kita bertemu dengan yang lain pasti mereka sudah tidak sabar
untuk liburan” kata lutfi
“okee om” kata ketiga anak
perempuan tersebut dengan ceria
Saat mereka sedang mengobrol ada
juga dari keluarga buqhori yang baru saja keluar dari ruangan persidangan.
Buqhori dan yanti mendekati
keluarga keluarga umi dian
“pa aku minta maaf” kata buqhori
langsung bersujud dan memegang kaki papa wito
Semua yang melihat kejadian langka
itu pun bingung dan kaget, karena mereka tau kalau buqhori orang nya gak pernah
mau minta maaf walaupun dia bersalah.
Yanti hanya mengabaikan abang nya
yang sedang bersujud meminta maaf dia malah beralih ke seorang anak perempuan
yang tampak sangat asing bagi nya.
“hay sayang, siapa nama kamu” kata
yanti yang langsung jongkok di hadapan rania
Rania yang tampak bingung di
hadapan nya tiba tiba tersenyum ramah dengan nya, rania melihat ke arah
keluarga nya
“sayang, kenalin ini adik dari
ayah mu Namanya tante yanti” kata umi dian memperkenalkan
Rania pun mengangkat tangan nya
untuk menyalami tante yang katanya dari adik ayah nya.
“assalamualaikum tante kenalin aku
khairania lubis di panggil rania umur ku 10 tahun” kata rania
Yanti dan buqhori yang terharu
melihat ramah dari rania tiba tiba meneteskan air mata nya
“tante kenapa tante menangis” kata
rania
Yanti yang di tanya malah langsung
memeluk rania
“sayang maafkan tante yang tidak
mengetahui keberadaan mu, tante gak tau cerita yang sebenar nya. Abang tante
yang bodoh ini memang gak pantas di anggap sebagai ayah” kata yanti
Buqhori yang mendengar perkataan
adik nya yang mengatakan “tak pantas di anggap sebagai ayah” melihat ke arah
adik nya setelah memegang kaki papa wito dan
“yanti” kata buqhori
“kenapa, kau tak terima” kata
yanti
“karena memang dia memang gak
menganggap anak itu” kata arini yang ikut menghampiri mereka berdua
Yanti yang melihat ke hadirin
arini bangkit dari hadapan rania kini berjalan ke arini dan tiba tiba
pplAAKKK..
tamparan yang cukup keras dari
yanti untuk arini
“apa maksud kau nampar aku, aku
ini kakak ipar kau” kata arini
“kau tidak di anggap di keluarga
prima, kami yang saudara sedarah nya tidak mengetahui soal pernikahan gila
kalian” kata yanti meninggi kan suara nya
Lutfi dan nurul membawa anak anak
nya umi dian untuk menjauh, gak baik untuk mereka dengar
“kalian selesaikan urusan kalian
kami pergi” kata nurul
“mbak maaf mbak sebentar aku ingin
berfoto dengan rania sebentar saja dan anak anak mbak dian semua nya” kata
yanti yang menahan
“yaudah buru, karena pesawat kami
sudah menunggu” kata suci
Akhirnya pun sesi foto pun
terlaksanakan, umi dian juga ikutan berfoto dengan yanti..
“makasih mbak sudah mau menjadi
kakak ipar ku yang sangat sangat baik, maafkan aku yang jarang ke rumah mbak
selama kalian menikah. Aku sayang sekali dengan mbak” kata yanti yang memegang
tangan umi dian kemudian memeluk nya
“iya dek, maaf kan mbak kalau
selama ini mbak ada salah sama kamu ya” kata umi dian yang membalas rangkulan
mereka
Setelah acara peluk pelukan..
Keluarga umi dian pun pamit undur
diri dan pergi meninggal kan semua nya.
Kini tinggal mereka bertiga yang
melihat ke keluarga nya dian yang sudah pergi meninggalkan halaman Gedung
persidangan.
“akhirnya drama keluarga aneh itu
sudah berakhir, huhh” kata arini
Yanti dan buqhori yang
mendengarkan penuturan dari arini hanay melihat dan beda dengan yanti dia
menatap tajam ke arini dengan muka penuh emosi
“APA MAKSUD KAU DRAMA” kata yanti
meninggikan nada bicara nya
“berhenti meninggikan nada bicara
kau yanti, aku ini kakak ipar kau” kata arini
“kau dengar baik baik sampai mati
pun aku gak akan pernah menganggap kau ini adalah IPAR” kata yanti langsung
meninggalkan mereka berdua
Arini kesal dengan sikap keluarga
nya buqhori yang semuanya tak menerima kehadiran dirinya.
“mau sampai kapan aku tidak di
terima di keluarga mu bang” kata arini
“diamlah arini, sekarang kita
pikirkan bagaimana cara nya kita punya penghasilan yang banyak” kata buqhori
“harta yang dari mantan mu apa gak
ada bagian mu rupanya, bukan nya banyak cukuplah” kata arini
“harta apa yang kau maksud” kata
buqhori
“rumah yang kalian tempatin,
ladang yang ada di perdesaan sana” kata arini
“itu bukan punya aku arini, itu
semua hadiah nya dian semua dari keluarga nya. Pekerjaan ku juga sudah tidak
ada. Aku pengangguran sekarang” kata buqhori
“APAAAA, apa maksud kau bang. Jadi
rumah yang kalian tempatin itu milik dian bukan punya kau. Lalu kita akan
tinggal dimana. Aku gak mau ya bang kita tinggal di rumah kedua orangtua mua.
Yang ada aku jadi babu” kata arini
“arini, untuk sementara kita
tinggal dengan ayah ibu ku dulu.” Kata buqhori yang langsung berjalan
“bang apa gak ad acara lain kah”
kata arini
“gak ada ayok kita pulang” kata
buqhori yang langsung menarik tangan istri nya
“
Di mobil keluarga umi dian
“dian rumah dan kebun yang papa
berikan mau kalian lanjutin atau mau di sewa kan saja atau di jual saja” kata
papa wito
“rumah nya di jual aja pa, kalau
untuk perkebunan biarkan aja pa nanti untuk tambahan tambahan bulanan kami”
kata umi dian
“lalu kalau rumah di jual kalian
akan tinggal dimana” kata ibu yati
“bu aku sudah putuskan kalau aku
akan pindah ke jogja untuk melanjutkan Pendidikan aku di sana. Anak anak juga
aku akan ajak mereka ke sana” kata umi dian
“yaudah nanti malam kita akan ke
jogja, sekalian kit acari rumah di sana untuk tempat tinggal mu” kata papa wito
“pa pesawat sudah ready” kata
lutfi
“yaudah segeralah kita pulang dan
jemput yang lain
Tiba di rumah …
Mereka sibuk mondar mandir untuk
persiapaan kepergian mereka. Para pembantu juga hanya 3 saja yang di bawa
kemudian para pengawal serta baby sister dari semuanya keluarga di bawa masing
masing.
“
Mereka pun mulai memasuki mini bus
yang memang mereka sewa untuk mengantarkan mereka untuk ke bandara
“






