AFANDI PRO

AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Post Top Ad

Sunday, March 29, 2026

BAB V - KEPUTUSAN AKHIR

March 29, 2026 0

 


“dimana anak yang kalian sembunyikan” kata papa wito

Kedua orangtua bukhori serta bukhori juga syok dan menatap ke arah papa wito

“da.. dari mana kamu tau soal anak itu?” kata opung prima

Haha (suara tawa pelan dari papa wito)

“tak payah lah kalian berpura pura lagi soal anak kecil tanpa dosa itu kalian sembunyikan dari kami. Semuanya kami sudah mengetahui hal seperti itu.  Sekarang aku tanya DIMANA ANAK TIDAK BERSALAH ITU” kata papa wito yang akhir nya di tekan kan omogan nya dan menatap tajam ke arah keluarga besar bukhori

Akhir nya pun di jawab dari keluarga nya bukhori juga tapi bukan keluarga yang bersangkutan melainkan Wanita tersebut

“anak yang kalian maksud anak yang sudah di buang oleh bang bukhori ya. Hmm anak itu kemaren aku lihat dia sedang ngemis ngemis di pajak. Upss ketahuan deh” kata Wanita tersebut

“BAJINGAN KAU” kata umi dian

“wow dian ternyata kamu bisa berkata kotor ya, tak cocok saat kamu menggunakan hijab dan baju kurung seperti itu. Haha” kata Wanita tersebut

Plaakkk (suara tamparan)

Tamparan tersebut di berikan ke Wanita tersebut dari tangan nya langsung umi dian. Merah pipi dan bekas tangan umi dian juga tercetak di pipi Wanita tersebut.

Awwhh (suara rintihan sakit dari Wanita tersebut)

“KURANG AJAR KAU DIAN, INI KAU RASAKAN ..” kata Wanita tersebut

Dia bangkit sambil tangannya mulai melayang di udara ingin menampar umi dian tapi sayang nya tamparan tersebut malah salah sasaran

Tamparan tersebut malah mengenai bukhori

PLAAAkkk

Wanita tersebut nama nya putri arini biasa di panggil arini.

Dia kaget dan bergetar karena salah menampar orang, yang seharus nya umi dian yang dapat tamparan tersebut malah bukhori lah yang mendapat kan nya.

Bukhori melirik ke arah arini dengan mata besar dan memerah nya

“KENAPA” Kata bukhori menatap tajam ke arah nya

“maaf bang. Ma.. maaf tadi aku mau menampar Wanita gila itu” kata arini

“Wanita gila yang kau sebut itu dia masih istri sah ku arini” kata bukhori

“aku juga Wanita sah mu walaupun tanpa restu dari istri pertama mu” kata arini

“tapi tak seharus nya kau membuat nya marah arini. Ini urusan keluarga ku bukan urusan mu. Dan kamu juga sudah berjanji sebelum kita pergi ke sini kamu tak akan membuat kegaduhan apa pun” kata bukhori

“aku di cap Wanita murahan bang, kenapa dari tadi kau hanya diam saja . saat aku yang menghina dia (sambil menunjuk ke arah umi dian) kau malah membela nya. Jujur sama ku, kau akan menceraikan dia atau tidak” kata arini sudah mulai geram dengan semuanya

“DIAM LAH ARINI” kata opung prima

“AYAH AKU TAK TERIMA KALAU DIAN TERUS MENGANGGAP AKU INI WANITA MURAHAN” kata arini dengan ngegas nya

“SUDAH BELUM DENGAN DRAMA YANG KALIAN CIPTAKAN. NGANTUK DAHAN SEMUA YANG ADA DI SINI” kata umi dian di akhiri dengan menguap

Bukhori melihat adik dan juga kakak nya pada menguap semua , benar apa yang di bilang oleh dian. Kemudian dia menatap dian

“anak itu ada di jl x dengan kakek Rizwan. Dia di rawat sangat baik oleh keluarga itu bahkan sudah menganggap anak nya sendiri bukan anak angkat. Maaf dian dan seluruh keluarga besar dian saya bukhori tidak bisa menganggap dia menjadi anak saya walaupun dia anak kandung saya sendiri” kata bukhori dengan suara bergetar dan langsung menunduk. Padahal dia sudah menetes kan air mata nya

Arini mendekat dan menenangkan bukhori serta opung prima tersenyum karena arini masih sedang mengandung cucu laki laki yang dia ingin kan untuk penerus marga nya.

ASTAGFIRULLAH

Semua keluarga dian dan beberapa keluarga bukhori mengucapkan hal yang sama sambil menggeleng geleng kan kepala dengan tidak kepercayannya mereka dengar ucapan tersebut dari bukhori langsung.

1 jam setelah keterdiaman antara 2 keluarga besar tersebut pun akhirnya keputusan nya adalah dian dan bukhori bercerai yang akan bertemu Kembali di pengadilan 2 hari setelah pertemuan mereka ini.

Tapi bukhori dia  di tahan di dalam sel selama beberapa hari hingga jadwal persidangan tiba.

Malam hari tiba..

Keluarga dian masih berkumpul di rumah besar. Tak ada pembahasan tentang hal hal yang bikin mereka semuanya kaget.

Dian masih dengan keterdiamannya, memikirkan bagaimana cara menemukan anak itu, gimana anak itu sekarang apa dia mau nerima aku sebagai ibu kandung nya. Segala overthingking di pikirkan dian.

Suci menghampiri dian yang berada di taman belakang rumah.

“mbak” kata suci

Dian yang di panggil masih terdiam belum sadar akan kehadiran adik bungsu nya. Akhirnya suci pun memegang Pundak nya pelan agar menyadarkan kelamunan mbak nya.

Ya dian syok saat ada orang yang menyentuh nya tapi saat melihat itu suci ia hanya beristighfar saja.

Astagfirullah . sambil menghela nafas nya.

“kenapa suci” kata mbak dian

“mbak kenapa sendiri saja di halaman. Kenapa tidak bergabung dengan keluarga lain” kata suci

“mbak gapapa, mbak hanya ingin sendiri saja” kata dian

“mbak jangan memikirkan hal lain dulu. Soal anak itu kita akan cari cara untuk menemukan nya. Percayalah allah gak tidur mbak pasti allah akan bantu kita juga nanti nya asalkan kita nya usaha dan bersabar” kata suci

Dian pun mengangguk dan paham

“masuk yuk mbak bergabung dengan yang lain dulu. Besok kita bahas lagi masalah ini” kata suci sambil mengajak dian untuk masuk ke dalam rumah

Semua melihat kea rah pintu belakang yang dimana suci dan dian baru saja masuk ke dalam rumah.

Papa wito melihat kea rah cucu nya yang sudah mulai mengantuk dan menyuruh anak anak nya untuk menidurkan semua anak anaknya.

“kalian ajak dulu cucu papa ni mereka sudah pada mengantuk. Lepas itu kalian kumpul lagi di ruang tamu. Papa mau bahas masalah kita tadi” kata papa wito

Mereka pun bangkit dan mengajak anak anak nya untuk tidur karena waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.

1 jam kemudian seluruh cucu cucu papa wito dan ibu yati semuanya sudah pada tidur. Para orangtua ataua anak dan menantu sedang berkumpul di ruang tamu.

Ehkmm.

Papa wito berdehem karena semua nya tiba tiba diam tanpa bertanya

“dengarkan papa. Ini memang masalah keluarga nya dian tapi kita sebagai saudara terdekat nya saudara kandung nya harus dan wajib ikut andil dalam setiap masalah. Bukan hanya dian saja jika kalian juga ada masalah yang berat kita akan selesaikan secara Bersama sama. Paham” kata papa wito

“iyaa pa” kata mereka semua secara bersamaan

“anggi lutfi dan dian besok pergilah mencari anak itu, ajak dia dan berusahalah agar anak itu ikut Bersama kalian, papa harap besok anak itu sudah ada di dalam rumah ini”

“nurul dan suci kalian jagalah dan saling membantu untuk anak anak nya dian. Tapi papa rasa husna sudah mulai bisa membantu menjaga adik adik nya”

Kata papa wito membagikan tugas agar saling membantu.

“bu ayuk istirahat. Kita juga butuh tenaga untuk 2 hari kedepan. Dan kalian juga jangan lupa untuk istirahat ya. Jangan pikirkan hal lain terutama kamu dian. Jangan terus menerus menangis. Bawa ke shalat bagi cerita dan masalah nya dengan allah. Nanti allah akan bantu segala nya tentang masalah mu asalkan usaha dan bersabar” kata papa wito yang sambil mengajak ibu yati untuk masuk ke kamar agar istirahat

Dian dan yang lain mengangguk dengar perintah dari papa wito. Semuanya pun bangkit satu persatu dan menuju kamar nya masing. Tak lupa mbak nurul beserta adik adik nya yang lain untuk tetap menyemangati dian agar tidak berlarut larut dalam kesedihan nya.

Mereka pun istirahat …


Read More

Tuesday, February 17, 2026

BAB 4 - FAKTA BARU

February 17, 2026 0

 


Di kamar umi dian

Umi dian menjadi diam dengan tatapan kosong. Hingga tiba tiba mengeluarkan air mata setelah mengingat yang telah terjadi hari ini.

Husna terbangun karena mendengar suara nangis, husna tidak langsung bangkit tapi pura pura mengintip dari balik guling yang dia peluk.

Dia mendengar semua apa yang umi dian ucapkan bahkan sampai kata berakhir pun husna mendengarkan.

Husna memang masih di umur anak kecil tapi dia terpaksa harus merasakan jadi anak dewasa agar dia juga memahami apa yang umi nya rasakan.

Husna memeluk umi dian agar bisa membantu nya untuk menenangkan umi nya.

“loh husna sudah bangun” kata umi dian yang langsung menyeka air mata yang membasahi pipi nya umi dian

“mi mau berpisah ya dengan buya” kata husna

“kamu ikhlas gak kalau umi berpisah, umi gak sanggup husna apalagi ..” kata umi dian yang menggantung kan percakapan nya

“kenapa mi, apa buya berbuat hal kejahatan ya?” kata husna penasaran

“buya kalian . buya kalian” kayta umi dian masih belum bisa melnajutkan kata kata nya

“mi jangan di paksa kalau belum bisa. Kita ist…” kata husna belum melanjutkan kata kata nya umi dian langsung to the point akar dari permasalahan nya

“buya kalian punya istri lain di belakang kita dan sekarang istri kedua nya sedang mengandung” kata umi dian langsung tiba tiba pingsan

Husna yang belum menyadari umi yang dia peluk pingsan dia pun ikutan lemas mendengar nya dan tak berapa lagi ia merasa keberatan dengan berpelukan dengan umi nya.

“mi kita istirahat ya” kata husna sambil membantu nya

Tapi dia heran kenapa umi nya tak merespon perkataan nya juga tidak bergerak badan nya

“umi, umi kenapa mi”

“umiiii” kata husna dengan teriakan

Dan teriakan husna membuat seisi rumah kaget

Mas anggi yang mendengar kalau husna menjerit langsung buru buru masuk ke dalam kamar

Bruughht (suara pintu yang di tending oleh lutfi)

Pintu kamar umi dian di kunci saat coba di buka dengan geram lutfi menendang pintu tersebut

Saat pintu di buka mereka kaget melihat husna yang kesusahan untuk memposisikan umi dian di tempat tidur.

Mereka yang melihat langsung bergegas membantu husna.

“umi kenapa husna” kata mas anggi

“it.. ituu om, huhuhu” kata husna sambil nangis hingga sesegukan

Mbak nurul mengkode kan ke adik adik nya untuk tidak bertanya tanya dulu.

“suci tolong ambilkan minyak angin dulu” kata mbak nurul

Suci pun pergi mengambil minyak angin yang ada di kamar nya kemudian Kembali dan memberikan nya ke mbak nurul

Kemudian mbak nurul pun mengarahkan minyak angin tersebut ke hidung serta di kepala agar menstabil kan keadaan umi dian

Husna masih sesegukan hingga akhir nya dia mendekat ke bu suci dan mulai lah menceritakan semuanya.

“ibu, umi katanya mau bercerai dari buya” kata husna sambil memeluk bu suci

Suci dan mbak nurul kaget dengar ucapan husna

“selain itu, umi ada ngomong apa aja ke husna. Apa husna tau kenapa umi mau menceraikan buya” kata bu suci

Husna tak langsung menjawab dia memperhatikan umi nya yang masih belum sadar dan menangis Kembali. Bu suci yang memang ada di sebelah nya mengelus punggung nya agar husna lebih tenang

“kalau belum sanggup jangan di paksa sayang” kata bu suci

Husna menghela nafas kemudian Kembali melihat ke arah keluarga nya umi.

“buya punya istri lain dan sekarang sedang mengandung” kata husna

Yaps semua yang ada di sana syok termasuk ibu suci dan mbak nurul kayak tersambar petir saat husna menceritakan hal yang tak terduga.

Tiba tiba dari arah pintu ada suara jatuh

Bruuukk

Saat lutfi keluar. Lutfi melihat ibu yati sudah dalam keadaan pingsan.

“IBUUUU” kata lutfi

Mbak nurul dan suci tak mendengar teriakan lutfi karena mereka masih syok dengan pikiran kosong. Mas anggi membantu mengangkat ibu yati ke tempat tidur.

Suami dan istri dari mereka semua pun ikut turut membantu, kini tinggal lah semuanya berada di kamar nya umi dian termasuk papa wito.

Papa wito sudah terlanjur kecewa. Dia langsung meminta tolong mas anggi untuk menelpon pengacara keluarga dan mengurus surat perceraian serta polisi agar di ambil Tindakan atas kasus penipuan serta perselingkuhan.

Mas anggi pun menghubungi pengacara serta polisi yang memang dari dulu ada hubungan keluarga juga.

2 jam kemudian keluarga bukhori seluruh nya datang.

Umi dian dan ibu yati sudah mulai sadar tapi mereka belum berani untuk menanyakan hal apa pun. Umi dian masih diam di tempat tidur dalam keadaan berbaring sambil melihat ke arah atas.

Ibu yati sudah menyender di senderan tempat tidur.


“assalamualaikum” kata seluruh keluarga bukhori

Mas anggi keluar dan menemui orang tersebut.

“belum puas kalian menipu” kata mas anggi

“nak anggi izin kan kami masuk untuk menyelesaikan masalah kita ini. Tapi maaf kami membawa pengacara keluarga” kata opung prima

Ciih hahaha

Mas anggi tertawa saat mendengar kata pengacara yang di ucapkan ayah dari orang yang membuat permasalahan ini

Gak berapa lama polisi serta pengacara keluarga tiba di rumah papa wito dan ibu yati.

“permisi, mas anggi tadi menyuruh saya datang. Apa ada masalah yang harus di selesaikan hingga mengundang saya serta rekan saya” kata pengacara tersebut

Pengacara tersebut bernama Hendra dan 2 polisi yang dimana salah satu nya adalah keponakan nya papa wito yaitu mas dito.

“iya benar pak de Hendra, silahkan masuk papa sedang menunggu di ruangannya” kata mas anggi

Mas anggi melihat Kembali ke arah keluarga itu sambil tersenyum jahat. Dan mendekat ke arah bukhori

“kau dengar ya. Hari ini adalah hari terakhir kau melihat matahari dan pohon. Kau ingat sekeliling kau ini indah dengan pepohon dan juga masih ada matahari. Tapi itu tidak berlangsung lama karena akan ada hadiah yang sedang menanti dan pasti nya keluarga besar mu mau tidak mau harus setuju” kata mas anggi

Kemudian mas anggi menyuruh keluarga nya semua untuk masuk di ruang tamu

“masuk lah dan ingat tata krama kalian” kata mas anggi dengan suara dingin nya.

Di posisi bukhori, dia terdiam dengan ucapan adik dari istri nya tersebut. Dia teringat akan hal di mana waktu masa kuliah anggi lah yang selalu menghabiskan orang orang yang telah melukai keluarga nya dengan cara MATI.

Saat ini 2 keluarga besar sudah berkumpul di ruang tamu dengan 2 pengacara serta 2 polisi.

“ada maksud apa kalian datang dengan keluarga besar” kata papa wito bertanya ke opung prima dan keluarga besar

Papa wito melihat seluruh keluarga tapi papa wito terfokus kea rah seorang Wanita yang tak di kenal ikut bergabung juga.

“yang bukan keluarga silahkan keluar” kata papa wito dengan tegas dan suara yang sedikit meninggi

Opung prima yang sadar kemana arah pembicaraan papa wito pun menjawab

“maaf wito, dia bukan orang luar” kata opung prima

“hahaha” lutfi tiba tiba tertawa

Semua melihat ke arah nya

“pa ini dia Wanita penggoda yang telah menghancurkan rumah tangga mbak dian” kata lutfi

Semua yang ada di ruangan tersebut syok, dan keluarga bukhori yang bagian adik adik nya juga ikutan kaget karena mereka tidak tau soal istri kedua dari bukhori.

“apa maksud ucapan mereka bukhori” kata yanti

Yanti adalah adik paling kecil nya bukhori

“kau menduakan mbak dian, apa salah dia bukhori. Berengsek kau jadi laki laki” kata yanti sambil memukul kepala nya

Bukrhori geram karena lutfi menuduh istri kedua nya adalah Wanita penggoda. Bukhori bangkit dan

“jaga ucapan kau lutfi, dia bukan Wanita penggoda, dia istri ku. ISTRI SAH KU” kata bukhori dengan penuh emosi dan tekanan nada bicara nya

Hahaha hahaha

Kakak dan adik adik nya umi dian tertawa saat mendengar bukhori yang tersulut emosi.

“KAU BILANG DIA ISTRIMU KAN” kata bu suci dengan nada dingin tapi santai. Dan bu suci berjalan mendekati Wanita tersebut

Bu suci menatap remeh saja dengan Wanita tersebut. Wanita tersebut hanya menunduk saja saat tiba tiba bu suci mendekat.

“berapa kau di bayar keluarga penipu ini” kata bu suci kepada Wanita tersebut

Wanita itu langsung mengangkat kepala nya dan tatap tatapan tajam ke arah suci

Lutfi melihat tanda emosi dari arah mata Wanita tersebut

“jaga pandangan kau Wanita penggoda dari adik ku.” Kata lutfi

Suasana ruangan tersebut semakin tegang. Tiba tiba umi dian pun ikut hadir di ruangan.

“pa aku ingin bercerai dengan nya.” Kata umi dian langsung mendekati papa wito

Kemudian umi dian melihat ke arah bukhori

“dan kau bukhori sudah berapa lama kau punya hubungan dengan Wanita lain dan kau ..” kata umi dian sambil di akhir kata menunjuk kea rah Wanita tersebut

Umi dian menatap dan memandang remeh ke arah nya.

“PUAS KAU. TELAH MENGHANCUR KAN RUMAH TANGGA KU DENGAN CARA MURAHAN KAU ITU. HAHAH aku pikir kalau kami sudah menikah kau tak akan sedikit pun mengganggu hubungan ini. Tapi ternyata KAU WANITA PENGGODA” kata umi dian langsung menampar keras pipi Wanita tersebut

Ada beberapa ucapan dari umi dian yang mereka anggap masih mengganjal.

“kenapa mbak dian sangat marah sekali dengan Wanita ini” dalam hati bu suci

“dian apa kamu mengenal Wanita itu” kata mbak nurul

“ya aku mengenal nya. Dia adalah sahabat aku masa kuliah dulu tapi itu dulu. Dia juga sempat menggoda bukhori saat pertama tama kali aku berkencan dengan bukhori dia juga lah yang ikut serta dalam ANAK PERTAMA KU” kata umi dian

“kau Wanita sialan. Kau dengar baik baik ya. Anak yang kau kandung ini apa benar ini anak nya bukhori atau anak dari laki laki yang 3 bulan lalu kau ajak ke kos mu. “

“dan kau bukhori jangan mudah tertipu dengan Wanita. Secantik apa pun Wanita mereka juga butuh modal. Dan urusan anak yang sedang dia kandung cari tau dulu. Siapa tau itu hanya akal akalan dia saja karena laki laki yang sebenarnya meniduri dia bukan hanya kau saja.” Kata umi dian berbicara dengan mereka berdua

Wanita tersebut bangkit dan berhadap hadapan dengan umi dian

“dian dian, kau dengar aku. Aku memang puas dengan mengambil bukhori serta kedua orangtua nya. Mereka lebih percaya dengan ku ketimbang kau yang istri sah nya. Upps sorry aku juga istri sah nya tanpa minta persetujuan dari istri sah pertama nya .. haha .. aku capek harus pura pura drama melihat kebahagiaan kalian berdua kini giliran aku yang akan merasakan bukhori nya. Oh iya tujuan kami juga datang ke sini ingin mengakhiri hubungan mu dengan bukhori” kata Wanita tersebut

“hahaha silahkan aku dengan sangat sangat senang” kata umi dian

Bukhori bangkit dari bangku nya dan mendekat kea rah 2 istri nya

“dian apa maksud dari ucapan mu” kata bukhori

“CARI TAU SENDIRI” kata umi dian

Umi dian Kembali ke keluarganya dan papa wito memutuskan untuk bukhori masuk ke dalam penjara selama 10 tahun atau di kenakan denda 200jt .

Sebelum melakukan penangkapan, mereka mengeluarkan semua rahasia yang di mulai dari soal anak pertama yang mereka sembunyi kan dari keluarga besar.


Read More

Saturday, February 14, 2026

tutorial menambahkan nav menu halaman blog

February 14, 2026 0

 


Sebelum masuk ke Langkah Langkah nya , di sini aku menggunakan blogspot/blogger ya. Blog yang memang sudah lama aktif dan banyak pilihan pilihan tutorial lain nya. Berikut Langkah Langkah nya :

  • 1.     Masuk ke google chrome
  • 2.         Kemudian di bagian pencarian ketik bacaan “blogspot/blogger”

  • 3.    Kemudian pilih yang pertama

4.    Pada masuk menu pertama jika sudah memiliki akun bisa di ganti kan terlebih dahulu dan masuk ke menu pengeditan blog. Oke di sini aku hanya focus ke 2 saja yaitu menu halaman dan menu tata letak. 

     Yang pertama di sini kita akan focus di menu halaman. Sebelum masuk untuk menambahkan navigasi menu di blog kita tambahkan terlebih dahulu halaman kosong seperti di bawah ini

  • 5.    Di menu halaman pilih tambah halaman baru

  • 6.    Kemudian masukkan judul bebas ya “contoh”

  • 7.    Untuk bagian isi nya boleh di kosong kan aja ntar bisa di edit
  • 8.    Kemudian publikasikan, konfirmasi

 


  • 9.    Kemudian ada tanda bagikan di klik

  • 10. Cari untuk bagian URL/link yang akan di salin

  • 11.  Kemudian kita masuk ke bagian tata letak

  • 12. Scroll cari bagian “main menu”
  • 13. Pilih edit

  • 14. Scroll ke bawah hingga menemukan “tambahkan item baru”

  • 15. Di klik , kemudian tambahkan nama navigasi menu yang baru,

  • 16. Kemudian masukkan link yang tadi kalian salin

  • 17. Lalu simpan, simpan lagi

Dan lihat hasil nya di blog kalian, bisa ke bagian bawah daftar menu sebelah kiri ada Namanya “lihat blog”, klik

  • Ini dia hasil nya



tiktok video

youtube video

Read More

BAB 3 - MENCARI

February 14, 2026 0

 




Tiba di rumah sakit ..

Papa wito langsung masuk ke dalam ruangan ICU .

1 jam kemudian papa wito selesai di tanganin dokter keluarga dan akhirnya dokter tersebut pun keluar dari ruangan yang di mana ada papa wito juga.

Sreeet (suara pintu)

“dokter gimana keadaan papa” kata mbak nurul

“gimana keadaan suami saya” kata ibu yati

“alhamdulillah pak wito sudah melewati masa kritis. Sekarang sedang tertidur karena obat yang kami berikan. Nanti setelah pak wito sadar tolong jangan berikan obrolan yang bikin nya syok lagi” kata dokter andre

Dokter andre adalah dokter keluarga yang memang biasa menangani setiap penyakit keluarga nya papa wito dan ibu yati. Dokter andre sudah lama ikut dengan keluarga ini dari awal papa wito dan ibu yati memutuskan untuk menikah.

Lanjut cerita..

“baik dok, terimakasih sudah membantu” kata anggi

“iya sama sama mas anggi. Itu sudah menjadi tugas saya” kata dokter

Ibu yati melihat ke arah dian dan mendekati nya

“dengar dian jangan bahas apa pun masalah mu di hadapan papa. Tunggu hingga pulih. Dan kamu lutfi bantu mbak mu untuk menemukan anak pertama mereka gimana pun caranya harus dapat anak itu. Ibu yang akan mengurus anak itu sendiri” kata ibu yati

“bu maaf kan dian bu. Dian salah, maaf dian bu” kata umi dian

“ibu gak habis fikir dengan jalan pikiran kalian berdua bisa bisa nya kalian menyimpan rahasia sebesar ini selama ini. Sudah berapalah umur anak itu ya allah semoga aku masih bisa bertemu dengan nya” kata ibu yati dengan nada kecewa dan menunduk sambil menangis

Mbak nurul dan suci mendekat ke ibu yati dan memeluk nya sambil mengelus bahu nya agar menenang kan ibu yati.

Ibu yati dan alya masuk ke ruangan yang di mana papa wito sudah di pindahkan ke ruang inap.

Anggi lutfi dan umi dian mereka pulang dan siap siap untuk mulai mencari keberadaan anak tersebut.

Suci dan mbak nurul Kembali ke rumah karena harus melihat keadaan anak anak nya umi dian.

“mbak, husna dan sofi biar aku yang bantu urus. Toh juga anak anak ku senang kalau ada mereka berdua” kata suci

“iya ci. Aku minggu depan harus Kembali ke Jakarta. Ada kerjaan yang tak bisa ku tinggal kan. Mas Hendra juga ada kerjaan. Anak anak juga sebentar lagi akan bagi rapot makanya aku sempatkan dulu untuk pulang ke sini” kata mbak nurul

Suci hanya mengangguk kan kepalanya.

Sesampai di rumah. Husna tiba tiba mendekat ke arah suci

“bu, umi kemana?” kata husna

“umi akan ke rumah buya dengan adik adiknya untuk menyelesaikan sebuah masalah” kata ibu suci

“apa umi akan menjemput kakak kami ya” kata husna

Ibu suci dan bude nurul langsung kaget dan tatap tatapan karena dengar penuturan dari anak yang masih berumur 10 tahun ini.

“kamu tau sesuatu sayang” kata mbk nurul (bude nya)

Husna hanya mengangguk saja

“apa yang kamu ketahui apa bisa jelaskan ke kami?” kata bude nurul

“husna kemaren dengar buya ngobrolin soal anak yang di buang itu. Buya ngobrol dengan opung prima. Katanya anak itu berada tak jauh dari perkampungannya keluarga buya hanya saja buya melupakan anak itu. Anak itu di titipkan di sebuah keluarga yang waktu itu buya menitipkan nya dengan seorang kakek yang bernama Rizwan” kata husna sambil menjelaskan ke bude nurul dan bu suci

Bu suci dan bude nurul saling pandang dan kaget karena akhirnya mereka menemukan petunjuk walaupun belum semuanya.

“mbak kabarin mbak dian dan mas anggi untuk informasi ini” kata ibu suci

Bude nurul pun langsung menghubungi salah satu nya dan memberikan informasi yang baru saja mereka dengar.

Husna masih terdiam tapi mulutnya ingin berbicara lagi. Husna sedikit mengetahui rahasia orangtua nya.

“bu suci ada satu lagi” kata husna sambil menarik tangan nya bu suci

“apa sayang katakan saja” kata bu suci

“di rumah medan di dalam lemari kotak hijau. Di situ tertulis nomor kakek Rizwan dan foto bayi” kata husna

Makin kaget lagi ternyata husna memberikan petunjuk lainnya

“kamu yakin husna” kata bude nurul

“yakin bude, husna pernah melihat nya saat buya dan umi tidak di rumah” kata husna

“suci kabarin mbak mu biar mereka cepat ketemu” kata bude nurul

Bu suci pun mengabari salah satunya.

1 jam kemudian..

Setelah umi dian dan adik adik nya tiba di rumah medan. Umi dian langsung masuk ke dalam rumah tersebut.

Rumah tersebut masih di huni oleh bukhori tapi saat ini rumah ini sedang sunyi di karenakan bukhori tidak di tempat.

Umi dian dan adik adik nya pun masuk dan mencari petunjuk yang baru saja mereka ketahui.

30 menit kemudian, akhirnya mas anggi pun menemukan kotak hijau yang di maksud. Mas anggi pun membuka kotak tersbut dan benar di dalam kotak tersebut terdapat 2 lembar foto bayi dan surat. Nomor hp kakek Rizwan pun juga ada di balik foto tersebut.

Isi dalam surat :

“Kalau sudah sadar datang lah jemput anak yang kau titipkan ke saya. Bagaimana pun peran orangtua kandung lah yang dia inginkan bukan orang lain apalagi tak ada hubungan darah apa pun”

Umi dian yang langsung membaca nya dalam hati pun meneteskan air mata nya. Di lihat oleh adik nya yaitu mas lutfi. Ia terbawa emosi dan tiba tiba menumbuk dinding kamar tersebut.

“kenapa sih kalian itu malah menyembunyikan hal kayak gini. Urusan terima atau tidak sudah pasti keluargamu ini menerima. Ayok kita cari anak itu ke perbaungan.” Kata mas lutfi

Mas anggi pun bangkit membantu umi dian jalan sambil membawa kotak hijau. Tapi pada saat mau keluar rumah tiba tiba ..

Bukhori sudah tiba di depan dengan orangtua nya serta perempuan sholehah yang sedang mengandung.

Bukhori dan kedua orangtua nya terkejut dengan umi dian dan adik adik nya.

“ka .. kalian” kata mereka bertiga serempak

Semua terdiam dengan pikiran masing masing tapi tidak dengan mas lutfi dia malah merapatkan tangannya seperti ingin menumbuk tapi di tahan mas anggi. Tapi itu tak berlangsung lama karena mas lutfi punya sifat yang gampang emosi dan terjadilah serangan sepihak dari mas lutfi

Buugghht buugghh kraaakkk

Mas lutfi langsung memberikan bogeman di wajahnya bukhori, lalu ke perut dan terakhir adalah tangan hingga bukhori mengeluarkan darah dari mulut nya.

Semua yang melihat termasuk umi dian yang masih menangis langsung menjerit.

Aakkkhhh (suara jeritan kesakitan bukhori)

Aakkhh (suara jeritan wanita tersebut dan ibunda nya bukhori)

“cukup lutfi, udah hentikan itu” kata umi dian

“heh lutfi yang sopan kau” kata opung prima (ayahnya bukhori)

“lutfi dengar mas hentikan emosi mu” kata mas anggi

Akhirnya pun mas lutfi menghentikan pukulan tersebut dan menghindar dari mereka semua.

“kita masuk dulu biar masalah nya cepat selesai” kata opung prima

Umi dian yang melihat perempuan lain yang sedang mengandung hanya menatap seperti ada hal yang lain.

Mas anggi menuntun umi dian untuk Kembali masuk serta lutfi yang mengekori mereka semua.

“yang bukan keluarga silahkan keluar” kata mas lutfi

Opung prima dan istri saling pandang mereka melirik ke arah Wanita itu

“maaf lutfi dia bukan orang lain dia juga berhak atas masalah ini” kata opung prima

“apa maksud kalian dia juga berhak dengan masalah nya mbak saya” kata mas anggi

“dia adalah istri kedua bukhori” kata ibu nya yang bernama siti

Umi dian yang mendengar jawaban ibunda nya bukhori langsung menjatuh kan kotak hijau yang dia genggam.

Lutfi yang tadi nya sudah meredakan amarah nya kini Kembali emosi karena mndengar jawaban dari ibunda nya sendiri dan terjadi Kembali baku hantaman lebih brutal ke bukhori.

Kini kondisi bukhori pingsan karena bogeman dari lutfi tidak main main jika tadi tak di lepas bisa jadi bukhori bisa mati mengenaskan.

“kalian semua keluarga besar bukhori silahkan datangi keluarga saya. Saya tunggu besok jika tidak maka polisi lah yang akan menghampiri keluarga besar kalian” kata mas anggi

“kita bisa bicarakan semua ini dengan secara kekeluargaan tidak perlu sampai polisi juga ikut campur” kata opung prima dengan dada yang deg deg an

“TIDAK BISA. PILIHAN NYA HANYA ADA 2 DATANG SEMUA KELUARGA BESAR ATAU POLISI YANG MENDATANGI KALIAN” kata lutfi

“mbak mas kita pulang, urusan anak yang kalian sembunyi nanti kita akan cari waktu lagi” kata lutfi

“kami pamit, dengar baik baik urusan kita belum selesai” kata mas anggi

Mas anggi dan lutfi membantu umi dian untuk keluar dari rumah tersebut.

Ya mereka semua gak ada yang nyangka dengan berita baru. Belum selesai dari rahasia yang telah di sembunyikan nambah lagi berita baru yang makin mengenaskan. Semua nya terdiam di dalam mobil tanpa ada yang berani mengeluarkan sepatah kata.

 30 menit kemudian mereka tiba di rumah dan melihat seluruh keluarga sedang berkumpul.

Papa wito juga sudah diizinkan untuk rawat jalan saja di rumah dengan dokter khusus keluarga yang akan setiap hari mengecek keadaannya. Papa wito melihat tangan lutfi yang masih berdarah walaupun sudah kering.

“apa yang terjadi?”

“lutfi anggi apa yang terjadi”

“kemana anak itu”

Kata bu yati yang terus bertanya ke mereka bertiga

Huuuhh (helaan nafas mas anggi)

“bu pa besok keluarga besar bukhori datang ke sini untuk menyelesaikan semua masalah” kata umi dian

“ada apa dian” kata papa wito

“pa aku tak berani menjelaskan aku juga kaget dengan berita baru ini” kata umi dian tiba tiba menangis Kembali kala dia teringat dengan kejadian yang tak terkira ini

“semua aku ke kamar dulu” kata umi dian

Ibu yati ingin menahan tapi di tahan oleh mbak nurul

“bu biarkan dulu dian istirahat dia capek juga tadi baru aja sampai kan” kata mbak nurul

Kini bu yati melihat ke arah kedua anak laki laki nya

“bisa kalian jelaskan” kata ibu yati

“pa besok dokter andre datang kan, ikut temanin papa hingga masalah selesai ya aku gak ingin papa kenapa kenapa nanti nya” kata mas anggi

Bu suci dan mbak nurul hanya melongo karena keterbingungan mereka.

“dek ada apa ini, kenapa kalian tidak menjelaskan” kata mbak nurul yang penasaran

“mbak aku juga kaget apalagi lutfi, tapi aku harus bilang dulu ke kalian berdua, aku belum berani bilang ke ibu dan papa mbak, takut malah drop” kata mas anggi

“jelaskan aja nggi, pelan pelan gapapa” kata mbak nurul

Akhirnya pun mas anggi dan lutfi menjelaskan kejadian yang mereka alami tadi pada saat sampai di rumah. Mereka berdua juga menceritakan soal kotak hijau yang di simpan bukhori. Selama menjelaskan ibu yati sempat lemas mendengar cerita tersebut dan papa wito berusaha untuk kuat dan terus mendengarkan certa selanjutnya.

Setelah mendengarkan nya

“suruh sekarang mereka untuk jumpai kita di rumah ini, nurul pastikan suami dan istri dari adik adik mu juga ikut kumpul. Urusan anak anak biar jadi urusan baby sister biar di ajak ke playground dulu” kata papa wito dengan nada tegas

Mbak nurul pun melaksanakan apa yang telah di suruh oleh papa wito untuknya.


Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres