Post Top Ad
Post Top Ad
Monday, July 20, 2026
Tuesday, July 14, 2026
BAB 29
Saat mereka sedang asik makan
tiba tiba datang 3 perempuan yang mereka semua tidak mengenal kecuali andre dan
dayah.
Dayah yang muak dan jijik saat
melihat ke tiga perempuan yang baru saja datang itu menatap nya malas hingga
membuang nafas kasar nya
“para cabe” lirik dayah yang di
dengar sopi
Sopi memiring kan kepala nya ked
ayah kemudian melihat ke arah ketia perempuan yang baru saja datang.
“mereka siapa” tanya sopi ke
dayah
“cabe” kata dayah
“abang kau kenal?” kata sopi
“teman kuliah nya” kata dayah
Sopi hanya menggangguk kan kepala
nya. Dayah yang memang sudah jijik sedikit pun tak mau menoleh ke mereka
bertiga.
“haaaii andreee” kata perempuan
tersebut yang bernama Cintya.
Kedua teman nya bernama Clara dan
daniski.
Kenapa dayah bisa mengganggap
ketiga Wanita yang baru saja datang itu cabe karena pakaian mereka seperti
tante tante yang lagi mengincar berondong. Dan tidak sesuai dengan umur nya
mereka juga maka nya lah dayah jijik lihat nya.
Andre benar benar menuli kan
telinga nya karena yang dia fokuskan hanya menatap ke husna saja yang lagi
focus makan.
Husna sadar kalau andre dari tadi
memandangi nya tapi ia abaikan saja. walaupun salting, hehe
Cintya yang melihat andre yang
malah focus ke Wanita di depan nya merasa geram tapi ia tahan dulu amarah nya
karena dia menjaga image di depan kedua adik adik nya andre.
“andre aku dari tadi manggil kamu
loh, kenapa di diamin aja sih?” kata cintya
Andre masih tetap mendiamkan
ketiag perempuan tersebut merasa tidak ada orang lain hanya mereka berenam saja
yang ada di resto tersebut.
Sopi yang melihat andre
mendiamkan nya dan malah tersenyum ke mbak nya. Tiba tiba menertawakan cewek
tersebut.
Puftt haha.
“kasihan banget tante di abaikan
bang andre, haha” kata sopi
“hah tante?” kata Elvina
“jangan jujur banget deh sopi
ntar ribet urusan nya” kata dayah ikut menimpali ucapan sopi
Cintya dan kedua teman nya merasa
tersinggung dengan ucapan sopi dan dayah. Dan clara malah memanas manasi cintya
untuk menegur kedua bocil tersebut.
Huhhf
“andre tolong bilangi kedua bocil
bocil kamu itu yang sopan kalau ngomong” kata nya cintya lagi yang masih di
diamkan andre
Dayah dan sopi yang sudah selesai
makan malam nya, hanya menonton drama cewek tersebut dengan bibir yang
tersungging sedikit.
“malu gak sih, dari tadi ngomong
tapi tak di dengari” kata dayah
“aku sih malu ya, mending pulang
gak sih tutup selimut hidupkan ac, lalu bocan. Wkwk” kata sopi sambil bermain
handphone
Raina tau maksud kedua anak anak
itu ia pun menyikut sopi dan menatap ke dayah dan menyuruh untuk diam.
“iss andre lihat lah mereka dari
tadi mengejek aku terus, kamu bela dong.” Kata nya lagi mengadu
Hingga akhir nya pun andre
menjawab tanpa melihat ke mereka bertiga.
“bisa diam gak sih” kata andre
Cintya merasa geer, di kira nya
andre membela nya. Kedua anak anak itu merasa kesal karena mereka juga merasa
kalau abang nya tersebut malah membela ketiga tante tante tersebut .
Cintya tersenyum penuh bangga
“makanya kalian sopan dengan ku,
lihat lah abang kalian marah kan” kata cintya yang semaki geer
“yang aku suruh diam itu kau
cintya bukan kedua adik adik ku. Pergi lah kau” kata andre yang dari tadi sudah
menahan amarah nya.
karena makan malam mereka sedikit
terganggu dengan ketiga perempuan yang baru saja datang
“ihh andre kok malah kita yang di
usir sih seharus nya ketiga orang asing ini yang di usir” kata cintya sambil
menunjuk ke husna mbak rania dan sopi.
Sopi yang tadi nya hanya ingin
menonton dan menyindir tiba tiba menggebrak meja.
Cintya dan geng menciut dengan
amarah nya sopi, tapi tidak dengan cintya yang langsung menatap nya dengan
serius
“apa sih kau” kata cintya
“kau yang apa maksud nya. Punya
mata gak sih. Kau dan geng kau ini yang tiba tiba datang ke meja kami dan
mengganggu makan malam kami. Sok sokan ngusir. Kau siapa rupanya” kata sopi
walaupun nada nya marah tapi tetap santai mengucapkan nya.
“sopan kau ya, masih kecil juga”
kata clara
“medan ni bos, kau sopan kami pun
segan. Tapi karena kalian tidak sopan makanya lah kami juga tidak sopan. Sorry
aku dan dayah bukan kami” kata sopi
Dayah pun ikutan bangkit dari
tempat duduk nya
“dengar ya, tante cintya. Kami
ini keluarga kau orang luar gak usah merasa paling penting di kehidupan nya mas
ku” kata dayah
“dia siapa” kata cintya menunjuk
husna
“turun kan jari kau. Sebelum ku
patah kan” kata raina
“ternyata kalian berkerudung tapi
tidak sopan juga ya. Haha” kata daniski
“stop ya mbak, kami berhijab
bukan untuk apa apa tapi menutupi diri dan menjaga diri dari marabahaya” kata
husna
“ya nyambung aja kau. Dari tadi
diam aja kau. Kau siapa nya andre. Setau ku andre gak punya saudara kayak
kalian bertiga” kata cintya
“kau tau apa tentang keluarga
kami” kata Elvina
“Andre mereka semua gak sopan dengan ku” kata cintya
“berhenti cintya. Berhenti
mencoba untuk dekat dekat dengan ku atau pun keluarga ku. Kau bukan orang
special yang harus aku special kan” kata andre
“dia siapa andre” kata cintya
yang Kembali menunjuk ke husna
Husna langsung berdiri di hadapan
cintya kemudian mengambil tangan nya cintya lalu dengan tersenyum kepala
miring.
“kenalin saya husna. Calon istri
nya mas andre. Saya minta sebelum nyawa anda melayang mending berhenti
mengganggu kami. Paham kan” kata husna yang sedikit menekan kata “calon
istri” ke cintya
“GAK MUNGKIN. KAU HANYA MENGAKU
NGAKU SAJA” kata cintya
Bukan hanya andre dan cintya saja
yang kaget tapi ke empat serta kedua teman nya pun ikutan kaget dan menatap ke
husna yang masih tersenyum ke cintya
“apa yang tidak mungkin, semua
ada bukti bahkan aku ada foto waktu lamaran tadi malam” kata husna di akhiri
senyman.
Raina menegur pelan ke husna tapi
husna hanya tersenyum saja. kemudian husna pun membukakan handphone nya dan
menunjukkan bukti foto rekaman CCTV di rumah nya husna.
Terlihat di gambar yang sengaja
husna screenshoot, mami amira yang memegang hingga merangkul bahu nya husna,
serta seluruh kedua keluarga yang tampak sangat sangat Bahagia.
“gak, gak mungkin pasti ini hanya
editan saja” kata cintya yang sudah mulai gelisah
“andre kataka ini semua gak benar
kan” kata cintya lagi yang hampir menggenggam tangan nya andre
“ini semua sudah ada bukti nya
bahkan aku ada video saat andre meminta izin ke umi ku” kata husna
“kapan kamu siapkan ini mbak” kata
sopi
“tadi malam pi, ntah kenapa ada feeling
keadaan yang gak baik makanya mbak download minta tolong pengawal” kata husna
“TERBAIK DEH HUSNA” Kata mbak
raina sambil mnacungkan jempol nya
“jaga jaga itu lebih baik, dan
ternyata benar ada kejadian yang tak terduga kan” kata husna
“cintya denga raku dan husna memang
sudah bertunangan bahkan kedua keluarga kami sudah kenal sudah sangat lama
sebelum aku kenal dengan teman teman kampus termasuk kau” kata andre mencoba
menegaskan Kembali ke cintya
“tapi andre, mami ku mengatakan
kalau kita sudah di jodohkan agar kontrak kerja kita berjalan denan lancer”
kata cintya yang masih mencari kesalahan kesalahan
“dan itu tidak akan pernah
terjadi, memangnya keluarga mu sudah ada mengatakan soal perjodohan” kata dayah
“anak kecil diam aja deh, kau gak
tau apa apa” kata cintya
“justru karena aku yang memegang
perusahaan tersebut lah makanya aku tau. Dan asal kau tau bang andre tidak tertarik
dengan perusahaan papi, dia juga punya perusahaan yang sangat besar di medan nomor
2 setelah perusahaan papi” kata dayah
“GAK MUNGKIN, AKU AKAN PASTIKAN
PERNIKAHAN KALIAN TIDAK AKAN PERNAH TERJADI” kata cintya tiba tiba menjerit di
dalam resto
“kau gak ada hak di hubungan kami”
kata husna
“kau lebih gak berhak, apa apan
pakaian tertutup padahal kau hanya menutupin tingkah mu yang sebenarnya adalah
jal*ng yang sedang menutupi dos* nya, hahah” kata cintya yang di ikutin teman
teman nya tertawa
Husna marah husna mengepal tangannya
hingga memutih kuku nya.
Setelah nya, kelima perempuan
selain husna maju perlahan ke ketiga perempuan yang baru saja mengganggu malam
nya mereka. Dan terjadilah tamparan dari kelima perempuan tersebut.
PLLAKKK.. PLAAKKK… PPLLLAAAKKKK.
PLAAAK. PLAAAK.
Semua pengunjung melihat ke arah
suara yang cukup keras tersebut. Husna dan andre kaget melihat ke lima saudara
nya sudah bermain tangan karena mereka dari tadi sudah menahan amarah.
“kau gak pantas membuka aib mu
sendiri dan malah mefitnah orang lain”
“kau ada bukti”
“asal kau tau cintya, aku HUSNA
seorang yang bisa menghancurkan kehidupan mu hingga detik ini juga dengan
mudah.”
Kata husna dengan muka yang tak
tampak lembut lagi sudah berubah seperti psikopat. Datar dingin tapi mengerikan
“kau siapa rupanya. Mafia, hingga
kau bisa menghancurkan aku” kata cintya
“kalau aku bilang aku mafia yang
selama ini bersembunyi bagaimaa” kata husna diakhiri senyuman yang sangat sangat
tipis.
Cintya dan kedua teman teman nya
langsung membulatkan matanya dan merinding saat melihat ke husna yang suda beda
dari yang mereka lihat tadi
“GAK MUNGKIN, kau hanya menakuti
aku dan teman teman ku saja kan” kata cintya yangmulai bergetar
Husna maju sedikit demi sedikit
dan tepat di samping telinga nya cintya
“kenalkan aku QUEENHUS, MAFIA
YANG SANGAT SANGAT DI TAKUTIN DI KALANGAN NEGERI INI. DAN ASAL KAU TAU AKU TAU
KALAU KAU SEDANG MENGANDUNG ANAK YANG KURANG LEBIH SUDAH 3 BULAN. AKU BISA BONGKAR
JIKA KAU BERANI MELAWAN KU ATAU BAHKAN KELUARGA KU” kata husna yang langsung
melera kan kedekatan nya
Terngiang ngiang di otak nya
cintya
“QUEENHUS ..”
Sunday, July 12, 2026
BAB 28
BAB 28
“
bab ini hanya focus kedekatan
antara husna dan andre
“
-____-
“
Setelah dari pertemuan malam itu.
Andre dan husna bertemu Kembali pada malam hari di besok nya.
Mereka kali ini pergi ke mall
terbesar yang ada di medan podomoro city dely. Mereka pergi bukan berdua melainkan
berenam. Ya kedua saudara husna serta kedua adik nya andre juga kutan. Jadi
ibaratkan andre menjaga kelima princess 1 malam ini.
Hehe. Belajar ya ndre.
Kini mereka baru saja tiba di
mall nya. Mereka keluar satu satu dari mobil.
Tujuan pertama mereka saat ini
adalah time zone. Tadi di mobil mereka sudah kompromi akan ke mana dulu.
Sopi yang awal nya tidak mau
ikutan tapi ternyata karena dengar dayah ikutan akhir nya pun dia ikutan ke
mall ini walaupun sebenarnya mall ini adalah hal yang paling dia hindari.
“
Pada saat di mobil tadi
“kita mau kemana” kata andre
sambil menyetir
“mas, gimana kalau kita ke mall.
Ini masih jam 7 kayak nya seru deh kalau kita ke time zone dulu setelah itu
kita makan” kata Elvina
“ke mall mana” kata andre
“podomoro” kata dayah dan sopi
bersamaan
“hah ya itu aja, di sana lebih
luas permainan nya” kata Elvina
“mana aja bang yang penting
timezone” kata dayah
“oke” kata andre
Andre pun melajukan mobil nya
menuju ke mobil.
Posisi di dalam mobil.
Tadi nya husna tidak mau duduk di
depan tapi karena paksaan dari adik bungsu nya si Elvina yang langsung menarik
husna makanya lah husna duduk di depan.
“eh jangan kakak lah vina, kalian
aja” kata husna
“udah nurut aja, aku mau duduk
dengan mbak raina, kak dayah mau duduk dengan sopi di belakang.” Kata Elvina
sambil memaksa husna masuk dan duduk di depan
Andre yang melihat keterbingungan
nya husna serta melihat tingkah si bungsu hanya menggelengkan kepala saja
sambil tersenyum .
“
Kembali ke posisi mereka.
Sesuai tujuan pertama mereka,
mereka akan pergi ke time zone.
Mbak raina dan husna jalan lebih
dulu dan menuju ke bagian kasir untuk membeli kartu agar mereka puas bermain
nya tapi keduluan oleh andre.
“andre, biar kakak saja yang
belikan” kata raina
“gak perlu mbak, biar andre aja.
Ini tinggal isi ulang aja kok” kata andre sambil menunjukkan 5 kartu nya
“jangan andre, biar kami saja
yang beli baru nya” kata husna
“gapapa husna. Biar aku aja” kata
andre
Andre pun langsung memberikan
kartu kartu nya untuk di isi ulang. Isi ulang nya gak tanggung tanggun. Setiap
kartu dia isi 1.000.000 berarti kalau 5 kartu totalnya ada 5.000.000 .
“andre itu kebanyakan” husna
menghentikan andre
“ini sedikit husna” kata andre
Elvina dan raina yang berada di
belakang mereka berdua hanya tersenyum saja. beda dengan sopi dan dayah.
“kak kalau di isi segitu hanya
dapat beberapa permainan aja tapi memang puas sih” kata dayah
“iya kak, udah gapapa kak” kata
Elvina ikut berbicara
“udah gapapa sesekali juga kita
bermain di time zone” kata andre menatap husna dengan senyuman dan berbicara
dengan lembut
“nanti kami ganti ya” kata husna
“jangan husna” kata andre menahan
tangannya husna tapi langsung melepaskan tangan yang tak sengaja kesentuh.
“maaf husna aku tidak sengaja”
kata andre
Akhirnya pun andre membayarkan
kartu kartu yang telah di isi ulang kemudian membagi bagikan nya ke mereka.
Mereka masing masing satu sedang
kan husna dia akan bareng dengan andre.
“kita mencar nanti kita ke temu
lagi di depan time zone” kata dayah
“iya mencar aja. Tapi bang aku
titip mbak husna sama mu. Awas aja macem macem” kata sopi
Sopi dan dayah pun pergi
meninggalkan mereka berempat.
Kini tinggal lah husna andre raina
dan Elvina.
“kak raina. Ikut aku yuk di sana
ada boneka capit” kata Elvina yang langsung menarik tangannya mbak raina.
Raina yang belum ada persiapan
jalan tiba tiba di Tarik agak tersandung tapi langsung mengembalikan posisi nya
agar tidak terjatuh.
“maaf ka, aku kurang hati hati”
kata Elvina sambil jalan meninggalkan husna dan andre
“hehehe gapapa sayang” kata raina
Husna dan andre mereka masih diam
diam tanpa berniat bergerak dulu, tapi karena andre anak nya pinter ngambil
suasan pun akhir nya mengajak husna
“kita ke sana dulu lihat lihat”
kata andre yang langsung mengajak husna pergi. Husna pun mengangguk dan
mengikuti ke arah mana jalan yang di tuju andre.
5 menit mereka berdua belum ada
juga niat untuk mainkan permainan yang ada di situ. Husna yang melihat ke mbak
rania dan Elvina yang gagal terus bermain capit boneka tiba tiba tertaw pelan.
Tapi tawa tersebut di dengar oleh andre, andre yang mendengar tawa pelan dari
husna melihat kearah nya kemudian ikutan tersenyum.
“ayuk aku ajak kamu bermain capit
boneka yang di sana” kata andre
“kamu bisa mendapatkan nya” kata
husna
“mudah sekali” kata andre
“bisa buktikan” kata husna di
akhiri senyuman
“bisa, tapia da 1 syarat” kata
andre
“syarat?” kata husna tampak
bingung
“iya, syarat nya mudah kok” kata
andre
“apa dulu” kata husna
“sangat sangat mudah. Cukup
posting kegiatan kita di media sosial mu boleh atau pun gak tag akun ig aku”
kata andre
Husna langsung membolakan mata
nya. Ya walaupun kedua keluarga tersebut sudah tau dengan kegiatan mereka mala
mini tapi bagaimana dengan keluarga nya yang lain. Belum lagi sahabat sahabat
nya
“andre pliss jangan buat
jantung ku makin tak nymaman dengan suasana ini” begitulah ucapan dalam
hati husna sambil mengerjapkan matanya
“kalau kamu gak mau, aku saja
yang post tapi aku tag dan kamu menerima tag nya” kata andre lagi sambil
tersenyum
“hmm andre apa gak apa apa. Hm
maksud aku gimana dengan teman teman kamu atau fans fans kamu” kata husna
“hahaha fans apaan sih husna,
emang nya aku artis pakek segala ada fans fans” kata andre yang geli dengan
ucapan dari husna
“bukan nya di kampus mu banyak
kali Wanita Wanita yang mendekati mu ya” kata husna dengan polos nya bertanya
“hahaha. Tidak ada husna kalau
pun ada ya bagus biar mereka tau kalau aku sudah milik kamu bukan milik mereka”
kata andre
“hah” kata husna
“udah jangan di pikiran, mau
tidak dengan syarat itu. Terserah kamu deh mau nya yang mana di antara kedua
opsi yang aku sampaikan” kata andre
“gak ada yang lain” kata husna
“ada, tapi aku yakin kamu gak
akan mau sih, pasti bakalan mikir Panjang lagi” kata andre
Husna menatap ke diri nya dengan
mencipitkan mata nya
Andre yang melihat keterbingungan
nya si husan hanya tersenyum gemesh lihat nya
“udah udah ntar aja mikir nya,
sekarang kita ke sana dulu ntar yang ada waktu kita gak cukup sedangkan yang
lain sudah asik bermain” kata andre
Husna belum juga gerak dari
berdiri nya tapi dia sadar kalau andre sudah jauh dari nya.
Andre Kembali lagi ke husna
karena melihat husna tak ada di samping nya.
“kenapa malah jadi diam sih” kata
andre
“hah” kata husna
“kamu kenapa loh diam aja sih”
kata andre
“kamu andre bukan sih, andre yang
aku kenal” kata husna tiba tiba
Karena husna kenal dengan andre
yang sangat sangat irit kali kalau berbicara. Tapi sama husna masih mau sih
berbicara tapi tidak cerewet seperti ini.
Andre mengernyitkan alis nya dan
kening nya.
“kamu kenapa bisa bilang begitu”
kata andre
“kamu beda” kata husna
“apa nya husna. Gini deh kamu mau
main tidak di sini atau kita ke luar di taman atas aja gimana kita ngobrol di
sana” kata andre
“di sini ad ataman” kata husna
“ada, tapi di lantai atas” kata
andre
“kita main aja, gapapa aku hanya
kaget aja tadi” kata husna langsung mengajak dan langsung menarik baju nya
andre.
Andre yang taka da persiapan pun
hanya mengikuti saja tapi dia tersenyum dengan tingkah nya husna yang seperti
tidak menyadari nya
Mereka pun memulai memain kan
beberapa game yang ada di sana. Hingga akhir nya sudah menunjukkan waktu pukul
21.00 wib
Gimana kabar yang lain?
Mereka sudah 15 menit menunggu
kedatngan husna dan andre yang masih asik bermain. Tapi 5 menit sebelum nya
sopi menghubungi husan kalau mereka sudah menunggu di luar time zone.
Kini mereka sudah kumpul semua
dan akan menuju ke sebuah restaurant yang masih ada di dalam mall. Resto nya
ini adalah pilihan dari dayah karena dia sering ke sini dan merekomendasi kan
nya ke yang lain.
Mereka mulai memesan makanan,
tidak berapa lama juga makanan mereka pun datang, mereka memulai makan hingga
selesai.
“
Thursday, July 9, 2026
BAB 27
Kedatangan kedua orang tua nya
andre.
Perkenalan keluarga andre dulu
ya, hehe
Andre memiliki keluarga lengkap
papi dan mami nya serta adik nya. Papi nya bernama Abraham Casaris biasa di
panggil abra, mami nya bernama Amira Amalia biasa di panggil dengan Amira atau
mami Mira.
Kemudian andre memiliki 2 adik,
andre anak sulung, kedua adik nya adalah perempuan. Adik pertama bernama
Hidayah Almira biasa di panggil dayah. Adik paling bungsu bernama Elvina
Anggraini biasa di panggil El.
Pautan umur mereka berbeda di 3
dan 6 tahun, andre dan adik pertama nya beda 3 tahun sedangkan dengan adik
bungsu nya beda 6 tahun.
Andre saat ini usianya hingga
hampir 30 tahun, dia tak sebaya dengan husna. Melainkan beda 2 tahun, umur
andre lebih tua di banding husna.
“
Kembali ke rumah umi dian
Saat ini tamu yang mendadak di
kabarin akan datang pun telah tiba.
“assalamualaikum” kata para tamu
yang baru saja sampai
Yang di dalam rumah sudah ada
husna andre mbak rania dan umi dian.
Sopi?? Jangan tanya dia kemana
dia lebih milih bermain game dengan teman teman nya ketimbang ikut kumpul hal
hal seperti ini.
Tapi tidak dengan umi dian, dia
langsung meminta tolong ke bibi untuk memanggil sopi agar menghargai tamu yang
datang. Dan pada akhirnya pun sopi ikut nimbrung walaupun mukanya dingin.
“waalaikumsalam. Masuk amira”
kata umi dian
Yang lain hanya menjawab salam
saja.
Kemudian pun keluarga andre
semuanya di suruh duduk di bangku tamu yang sudah di sediakan.
Mami amira langsung terkesima
saat melihat husna secara langsung. Tapi fokusnya mami amira terhenti karena
melihat ada 3 gadis di hadapannya sambil menatap bingung melihatnya.
“hmm maaf umi dian karena kita
terlalu lama tidak bertemu, saya belum tau yang di sebelah umi dian yang
terlihat dewasa ini siapa” kata mami amira
“oh ya amira kenalin ini anak
pertama saya Namanya rania, rania kenalin ini mami nya andre” kata umi dian
sambil memperkenal kan anak sulung nya
Ya benar, kalau orang yang sudah
kenal lama memang banyak yang belum tahu, sebenarnya mami amira dan sekeluarga
sudah tau cerita sebelum nya, tapi mereka tidak melihat jelas karena dari kecil
rania juga tidak dengan umi dian dan sekeluarga.
“rania yang itu dian?” tanya mami
amira
“iya rania yang pernah aku
kenalkan ke kamu dulu waktu lewat telfon” kata umi dian
“oh masyallah cantik sekali
sayang. Ya allah dian anak anak mu semuanya perempuan yang sangat sangat
cantik, sopan akhlak nya juga baik” kata mami amira
“ih tante bisa aja deh” kata
rania
“rania sopi dan husna mulai hari
ini kalian rubah panggilan kalian ke saya dan suami saya ya” kata mami amira
Ketiga gadis tersebut saling
menatap bingung dengan ucapan nya dari mami nya andre
“maksudnya” kata sopi
“saya mau kalian anggap saya ini
juga orangtua, walaupun kami bukan orangtua kandung kalian bertiga. Boleh tidak
mulai malam ini kalian manggil kami Mami dan Papi” kata mami amira sambil
matanya tiba tiba berkaca melihat ketiga anak perempuan
Kedua adik nya andre juga ikut
melihat ke tiga Wanita sholehah itu dengan sambil tersenyum ramah serta
mengangguk kan kepalanya
“ekhm” deheman andre membuat mami
amira mengulumkan mulutnya
“begini dian, kami sekeluarga
ingin melamar husna untuk menjadi pendamping nya andre. Maaf ini terkesan
seperti mendadak, sebenarnya dari 2 tahun yang lalu saya ingin menyampaikan nya
tapi waktu dan lokasi juga yang membuat saya susah menyampaikan nya” kata mami
amira
“maaf umi, kalau andre tidak
bilang dulu dari awal” kata andre ikut menimpali ucapan dari mami nya
“kenapa mbak husna” kata sopi
“karena mas ku naksir dengan nya
dari lama” kata Elvina
“ya kenapa mbak husna, bukan nya
bang andre sudah ada pacar nya” kata sopi
Mami amira dan kedua adik nya
melihat ke andre menatap tajam
“apa maksud nya andre, jelaskan
ke mami” kata mami
“mi aku gak punya pacar atau pun
orang terdekat” kata andre
“lalu cewe yang di taman teladan
itu apa” kata sopi
Sopi bukan maksud menuduh apa apa
tapi dia hanya ingin mengetes dulu calon pasangan dari kakak kakak nya. Dia
seorang hacker dia juga bisa memantau orang terdekat nya.
“sopi ada bukti fotonya tidak
kalau memang abang ada duduk di taman bareng cewe” kata andre dengan nada
lembut
Husna sebenar nya ketakutan
karena tiba tiba sopi tau sesuatu yang husna pun tidak menyadari nya.
“sebentar” kata sopi
Sopi merogoh kantong celana nya
kemudian membuka galeri nya dan menunjukkan ke mereka semua.
“ini, apa benar ini abang” kata
sopi
“iya itu benar abang, tapi itu
bukan pacar abang. Mi ini neisya mi. anak nya tante dina. Umi husna sopi dan
mba – ak rania . ini kami memang di taman tapi saat itu Elvina juga ko, tapi
Elvina lagi di depan ngambil barang yang di mobil. Vina ingat gak waktu itu
kita ke taman bareng neisya” kata andre berusaha menjelaskan
Sebenar nya sopi tau siapa Wanita
tersebut hanya saja dia mencoba kejujuran nya si andre.
“ohh aku baru ingat. Iya benar
kak sopi itu neisya sepupu kami yang baru pulang dari paris. Dia lagi berlibur
dan pulang ke medan. “ kata Elvina juga ikutan menjelaskan
“kamu beneran Elvina, bukan
karena di ancam abang mu kan soal perempuan itu. Soal nya mami juga gak ragu
aja kalau itu neisya” kata mami amira
“benear loh mi, bentar deh ku
hubungi aja neisya nya.” Kata Elvina
“gak perlu Elvina, saya percaya
kok dengan perempuan itu adlah neisya. Karena pada saat kalian di taman. Andre
sempat videocall saya Bersama dengan neisya. Kita sudah sling kenal kok” kata
husna
“nah kan benar tu, husna sudah
menjelaskan juga” kata dayah
“jadi gimana umi dian, apakah
lamaran anak kami si andre ini di terima. Maaf kalau tadi membuat keadaan tiba
tiba menjadi tegang” kata mami amira
“mohon maaf amira, saya tidak
bisa menjawab nya. Itu tergantung husna nya lagi karena kan dia yang akan
menjalankan hubungan pernikahan ini. Husna kamu gimana” kata umi dian
“ekhm.. husna boleh minta waktu
gak tante. 3 hari saja untuk istikharah. Setelah itu insyallah sudah bisa husan
berikan jawaban nya” kata husna
“boleh banget sayang, mami juga
gak memaksa harudi jawab kok” kata mami amira
“jadi keputusan malam ini adalah.
Anak kita berdua akan melakukan ta’arus selama 3 hari. Kalian boleh keluar
berdua tapi harus ada orang lain ya biar tidak timbul fitnah.” Kata abra
“iya benar pi. Husna sayang.
Besok ikut mami yuk ke rumah kita ada kumpul kumpul sekaligus perkenalan dengan
uti dan akung nya andre” kata mami amira
Husna tak langsung menjawab tapi
dia melihat ke umi dian dan juga mbak rania untuk memantu nya menjawab
“maaf amira, apa gak terlalu
cepat kalau di kenalan dengan tante bila dan om renal” kata umi dian
Ya nama uti dan akung nya andre
adalah seperti yang di sebutkan. Mereka masih ada dan masih lengkap.
“maaf tante. Kayak nya besok kami
masih harus keiling dulu karena masih ada urusan lain” kata husna
“oh iyaya, yaudah lah gapapa”
kata mami amira di akhiri dengan senyuman
“yaudah ini juga semakin malam,
kami sekeluarga pamit lah ya. Maaf dian kalau kami sudah mengganggu waktu
istirahat mu dan anak anak” kata papi abra
“tidak mengganggu kok abra. Kami
juga lagi santai santai” kata umi dian
“husna mami dan keluarga pamit
pulang ya sayang. Ntaran kita chat chatan ya sayang” kata mami amira sambil
memeluk serta mencium pipi nya husna
Bukan hanya ke husna saja tapi ke
kedua anak lain nya serta juga umi dian juga.
Mereka pun pamit dan meninggalkan
tempat tinggal nya umi dian.
Keluarga umi dian pun Kembali ke
kamar masing masing untuk istirahat.
Wednesday, July 8, 2026
BAB 26
posisi rania
rania yang sudah satu harian
setelah pulang dari keluarga kedua nya pun merasa bosan, akhirnya dia
memutuskan untuk duduk santai sambil menikmati waktu malam hari.
Ia tadi meminta ke bibi untuk
membawakan the hijau hangat serta cemilan ke kamar nya.
10 menit saat rania duduk di
balkon, rania di kajutkan dengan kedatangan tamu nya husna yang sebelum nya
mereka sempat bertemu.
“beneran datang rupanya” kata
rania
Tapi rania Kembali lagi dengan
kegiatan santai nya hingga saat tanpa sengaja melihat husna dan andre saling
tatap tatapan tanpa berkedip lah rania masih terus menatap nya.
Keterdiaman dua insan pun
berakhir karena tiba tiba umi dian berada tak jauh dari mereka berdua
“ehemm” deheman dari umi dian
yang membuyarkan tatap tatapan dua insan
“oh umi, apa kabar umi” kata
andre
“alhamdulillah baik nak, kamu apa
kabar?” kata umi dian
“alhamdulillah saya juga sehat
umi” kata andre
“apa kegiatan sekarang ak?” kata
umi dian
“saya jadi pilot mi, tapi saat
ini sedang libur makanya bisa bertemu dengan husna dan sekeluarga” kata andre
“oh beitu, sudah ada calon nya
belum ini?” kata umi dian
“hehehe umi ini bisa aja, saya
gak mau pacaran pacarana dulu mi, mau focus dulu ke pekerjaan yang iseng ini”
kata andre
“pekerjaan yang iseng?” kata
husna
“iya husna, aku hanya gabut untuk
masuk pilot ini sebenarnya akua da bisnis lain yang sedang di jalan kan” kata
andr
“apapun pekerjaan itu tetap lah
di syukurin ya, alhamdulillah kalau nak andre sudah memiliki pekerjaan yang
lain, jadi pilot pun juga tak salah, asal tau Batasan aja” kata umi dian
“saya tidak berniat dengan
pramugari atau punya pasangan satu tempat pekerjaan umi, ntar yang ada taka da
rasa kerinduan dengan pasangan, hehe” kata andre
“ada ada aja kamuy a” kata umi
dian
“kabar mami dan papi kamu apa
kabar nya “ tanya umi dian lagi
“alhamdulillah mereka sehat
semuanya mi, oh ya allah astagfirullah aku lupa kabarin mami” kata andre
“kenapa ndre?” kata husna
“aku tadi di suruh mami untuk
kabarin kalau aku sudah di rumah kamu, mereka mau video call. Bentar ya” kata
andre
Andre pun mengeluarkan handphone
di saku nya dan memulai untuk menghubungi mami nya
Tuut tuttt
“assalamualaikum mami” kata reno
“reno kamu dari mana aja sih dari
tadi di tungguin kenapa tidak mengabari apa apa, kamu sdah sampai di rumah nya
husna belum sih” kata mami nya andre yang langsung menodong kan banyak nya
pertanyaan
“ma tenang dulu lah, itu kan
andre sudah sampai di rumah nya husna itu, kamu ini ya gak sabaran banget sih”
kata papi nya andre
“mi di sini ada husna dan umi
nya” kata andre
“ah hah kamu serius andre, mami
malu lah.” Kata mami nya andre
“mi jawab dulu salam anak nya”
kata ndre
“astagfirullah mami sampai lupa
ini semua gara gara kamu, waalaikumsalam mana husna nya” kata mami
“sabar dong mi” kata andre
Andre pun memberikan handphone
nya ke husna, husna menyatukan alis nya karena bingung tiba tiba di kasih
handphone yang masih ada mami nya di layer tersebut.
“aku ngomong apa?” kata husna
tanpa suara tapi andre masih paham
maksud nya apa
“ngomong aja, mami ingin ngobrol
dengan mu dan juga umi” kata andre sambil di akhiri senyuman
Husn abelum memulai percakapan
dia masih bingung dan hanya senyum senyum saja di layer.
Di seberang sana lebih tepatnya
di rumah andre, mami nya sudah gemesh lihat muka nya husna yang sangat sangat
cantik dan adem saat di lihat
“hallo sayang husna,
assalamualaikum apa kabar sayang” kata mami andre
“waalaikumsalam tante,
alhamdulillah kabar husna baik. Hmm tante apa kabar nya sekarang” kata husna
sambil di akhiri senyuman manis nya itu dengan lesung pipi nya yang muncul
membuat tambah cantik nya kelihatan.
“masyallah cantik nya calon mantu
mami” kata mami andre
Husna yang mendengarnya pun tiba
tiba bingung malah melihat ke umi dian sambil memiringkan kepalanya
“hmm tante maksud nya calon
menantu apay a” kata husna
“oh maaf sayang, mami lupa itu
masih rahasia. Yaudah lah karena mam sudah keceplosan mami bilangkan aja ya”
kata mami andre
“mi nanti aku aja yang
menyampaikan nya ke husna dan umi” kata andre merebut kembai handphone nya
“nak andre boleh umi ngobrol
dengan mami mu” kata umi dian
“bo-boleh umi” ktata andre sambil
memberikan handphone nya ke umi dian
Umi dian tidak langsung berbicara
tapi tersenyum dahulu hingga umi dian lah yang mengungkapkan nya duluan
“assalamualaikum bu amira, apa
kabar bu, sudah lama kita tidak beretemu” kata umi dian
“waalaikumsalam umi dian,
alhamdulillah kabar saya sehat insyaallah. Umi sehat kan”
“iya benar sudah sangat lama
sekali kita tidak bertemu” kata mami amira
“alhamdulillah kalau bu amira
sehat, alhamdulillah saya juga sehat insyallah. Kapan kita bertemu bu amira”
kata umi dian
“kalau malam ini bisa kah ibu
amira dan suami untuk datang ke rumah” kata umi dian lagi
“oh bisa sekali umi dian,
sekalian juga ada yang mau sampaikan untuk anak saya andre” kata mami amira
“yaudah bu amira saya tunggu
kehadiran nya, hati hati di jalan bu amira tidak perlu buru buru yang penting
kita bertemu” kata umi dian
“iya umi, kami siap siap dulu ya.
Yaudah assalamualaikum umi” kata mami amira
“ini nak andre, kalian ngobrol
lah dulu umi masuk dulu ya” kata umi dian sambil memberikan hndphone nya tadi
“i-iya umi” kata husna
Kini husna melihat ke andre dan
menatap nya.
“kenapa?” kata andre
“apa maksud dari tante amira
andre” kata husna penasaran
“nanti kamu akan tau” kata andre
“ihh kasih tau lah spill sikit
sikit” kata husna
“aku akan meamar mu” kata andre
“HAH” bukan husna tapi mbak rania
yang berada di lantai 2 di balkon yang menjawab karena keterkejutan nya
2 insan yang ada di bawah
tersebut pun melihat ke atas di mana mbak rania juga melihat ke mereka berdua
“kenapa mbak rania ada di atas”
kata husna
“mbak rania kenapa husna” kata
andre
“ada sedikit masalah andre di
keluarga angkat nya” kata husna
“ohh, hmm mbak saya andre, boleh
mbak turun kita ngobrol dengan keluarga nya husna yang lain” kata andre menyapa
sambil mengobrol sopan walupun tak berada di dekat nya
Mbak rania pun mengangguk dan
Kembali masuk ke dalam kamar nya eh lebih tepatnya di dalam rumah nya, dan
duduk di ruang tamu.
Monday, July 6, 2026
BAB 25
Di ruamh umi dian
Kenapa?
Setelah kejadian pelemparan vas
bunga di rumah pak Rizwan, umi dian memutuskan untuk pamit, agar memberikan
waktu ke semuanya untuk berbicara masing masing keluarga
Rania kini sudah berada di dalam
kamar nya, husna ke taman yang ada kolam ikan nya, sedang sopi dia memilih
bermain game walaupun pikiran sedang kacau. Umi dian memilih di kamar sambil
shalat sunah ikstikharah.
“
Waktu malam, penghuni rumah umi
dian belum ada juga yang berniat untuk berkumpul, masih dengan posisi sama
kecuali husna yang dari tadi hanya melihat masing masing kamar penghuni yang
belum ada pergerakan juga.
Saat keterdiaman nya husna tiba
tiba ada bel rumah bunyi, belum sempat husna bangkit, bibi dari dapur langsung
datang dan menyuruh husna duduk Kembali agar bibi nya saja yang membuka kan
pintu.
Tak berapa lama bibi Kembali ke
dalam dan menemui husna
“nona husna, di depan ada seorang
pria yang mau menemui nona kalau gak salah tadi nama nya andre” kata bibi
“suruh tunggu aja bi di taman
depan, oh ya bi tolong siapkan the hijau hangat dan cemilan ya, terima kasih”
kata husna
Kini husna pun berjalan untuk
menemui teman nya
Tiba di tempat dimana andre yang
masih menunggu di depan rumah
“andre, ayuk duduk di taman
depan” kata husna sambil mengajak
Andre pangling melihat ke husna
yang sangat sangat cantik tanpa make up, padahal kalau di lihat lihat husna
hanya menggunakan setelan baju tidur dengan penutup kepala hijab bergo yang
polos sesuai dengan warna baju nya.
Husna yang melihat keterbengongan
teman nya ini pun menaikkan alis nya merasa heran dengan teman masa kecil nya
“andre, ayuk kenapa diam saja”
kata husna
“ah ah yay a yok” kata andre
mengikuti husna dari belakang
Satu kata yang di ucapkan dalam
hati andre “cantik” .
Tiba lah mereka di taman depan.
Cuaca sangat mendukung mereka
yang lagi duduk di taman depan.
“
Di dalam rumah, bagian dapur.
Umi dian ke dapur ingin mengambil
minum, tapi umi dian gagal focus karena melihat ada the hijau yang sedang di
sajikan.
“bi untuk siapa the hijau nya”
kata umi dian
“eh bu, ini untuk tamu nya non
husna” kata bibi
“siapa bi” kata umi dian
“kalau gak salah tadi Namanya
andre bu” kata bibi
Umi dian hanya mengangguk kan
kepalanya tanda mengerti siapa tamu nya husna yang di bilang bibi. Ya andre
teman masa kecil nya husna saat husna sedang berkunjung ke rumah nenek dari
bapak nya pada masa itu.
“
Di taman depan,
Di sinilah husna dan andre duduk
saling berhadap hadapan.
“rumah umi bagus ya” kata andre
untuk memulai percakapan mereka
Husna melihat ke arah kanan yang
duduk sebelah kanan tapi seperti depan depanan gitu
“ya rumah umi memang bagus,
sangat bagus dari rumah umi yang lama” kata husna
“maaf husna, maaf kalau aku
mengingat ngngat cerita dulu. Hmm apa kegiatan mu sekarang?” kata andre karena
tidak enak dengan pembahasan di awal.
“gapapa andre, jangan merasa gak
enak gitu. Udah lama juga ceritanya. Aku sekarang hanya ada usaha kecil kecilan
aja” kata husna
“pengusaha dong?” kata andre
“masih pemula ndre” kata husna
“apa masih membuka dengan cita
cita mu, usaha fashion muslim dan Muslimah?” kata andre
“ya aku membangun usaha itu,
alhamdulillah sudah berjalan cukup lama dan alhamdulillah banyak yang minat”
kata husna
“apa nama toko nya” kata andre
“husna lillah” kata husna
“sebentar aku coba cek di ig nya,
aku kayak gak asing dengan toko yang barusan kamu ucapkan” kata andre
“apa kamu pernah membeli nya”
kata husna
“ya aku dan sekeluarga kalau mau
membeli baju lebaran dari toko tersebut. Mami sih yang sering belikan” kata
andre sambil tangannya dan matanya melihat ke hp tapi tetap menjawab pertanyaan
“nah ap aini toko nya?” kata
andre lagi
“iya benar itu toko nya” kata
husna
“ternyata pemiliknya adalah teman
masa kecil ku sendiri. Keren lah, eh itu toko sudah besar loh husna” kata andre
“belum besar besar kali ndre baru
baru booming aja kok” kata husna
“apaan baru booming lihat ni
pengikut nya saja sudah hampir million, ni lihat yang pesan dari online, nih
resi resi nya banyak ni husna. Waaahh keren sih ini, ntar ku bilang ke mami lah
siapa pemilik dari baju yang selama ini mami beli” kata andre tampak Bahagia
“ih jangan dulu ndre belum waktu
nya aku di publis kan, belum umur ku di 30 tahun.” Kata husna menunduk
“kenapa harus menunggu 30 tahun,
pasti banyak itu di sosmed yang penasaran dengan owner nya” kata andre
“hmm gapapa aku masih malu untuk
di kenal banyak orang” kata husna
“tapi brand mu ini baju dan lain
lainnya ini juga sudah banyak yang menggunakan nya husna” kata andre
“aahh sudah lah aku malu, kita
bahas yang lain aja. Hmmm kamu ndre apa kegiatan nya sekarang” kata husna
“aku sudah jadi pilot husna” kata
andre sambil tersenyum dan melihat ke husna
Husna pun tampak kaget ternyata
teman nya ini juga sudah berhasil dengan cita cita masa kecil nya yaitu menjadi
pilot
“alhamdulillah, udah lama?” kata
husna
“sudah 3 tahun aku menjadi pilot”
kata andre
“wow berarti sudah keluar negeri
dong, seru banget pasti ya” kata husna
“kalau luar negeri aku belum
pernah masih di daerah Indonesia aja kok, hanya di beberapa pulau saja. kalau
untuk keluar negeri aku sudah pastikan akan pergi dan berangkat pertama kami
dengan pasangan aku, istri ku nanti” kata andre
“kenapa begitu, kalau pihak
maskapai nya minta dan menyuruh kamu untuk bawa ke luar negeri bagaimana” kata
husna
“tetap aku akan tolak, aku ingin
membuat cerita baru dengan istri ku anggap lah sekalian honeymoon” kata andre
“kamu sudah punya calon istri kah
ndre?” kata husna
“hah gak mungkin lah aku sudah
punya calon istri husna, aku sedang menunggu seseorang saja” kata andre sambil
di akhiri tertawa
“kenapa tidak mungkin, bukannya
di tempat kamu kerja banyak pramugari yang cantik cantik atau yang pekerja di
bandara nya” kata husna yang makin penasaran
“mereka memang cantik tapi mereka
tidak menutup aurat nya mereka, aku tidak suka dengan perempuan yang tidak bisa
menutup aurat nya dan malah memamerkan nya ke public” kata andre
“bukannya udah jadi hal yang
biasa ya seorang pilot jodohnya atau pasangannya itu dari tempat kerjaan yang
sama” kata husna
“kebanyakan seperti itu, tapi
tidak semua husna. Termasuk aku dan papi aku tidak ingin mencari istri di
tempat kerjaan yang sama” kata andre
“kenapa” kata husna
“karena aku ingin focus ke satu
orang saja” kata andre
Andre dan husna saling tatap
tatapan hingga tak menyadari bahwa dari lantai dua sudah ada mbak rania yang
tak sengaja sedang duduk di balkon yang niat nya ingin menenangkan pikiran nya
dan hati nya yang sedang kacau tapi malah ikut memantau adik nya yang di
datangi tamu masa kecil nya.
“
Saturday, July 4, 2026
BAB 24
Perjalanan menuju ke rumah
keluarga kedua nya raina.
Sebentar, tentang bagaimana
dengan keadaan di rumah sebelum nya. Sudah beres para tetangga hanya 2 orang
saja yang meminta maaf dan segalanya tapi tidak dengan bu ratna bu risa dan bu
isa. Mereka amsih tetap dengan pendiriannya yang super duper kepo nya.
Soal teman nya husna, sempat
ketemu tapi tak lama karena husna harus pergi lagi bertemu dengan keluarga
kedua nya mbak raina. Tapi temannya husna akan datang ke rumah husna esok hari.
Oke Kembali ke perjalanan ..
15 menit setelah dari rumah
pertama kini mereka tepat berada di rumah kedua, ya rumah keluarga kedua nya
raina.
Rumah ini yang di berikan oleh
akung wito karena ucapan terima kasih karena sudah menerima raina. Bukan hanya
rumah saja, kendaraan serta 3 hektar tanah kosong di berikan ke keluarga nya
Rizwan.
Semua di berikan atas nama bapak
Rizwan.
Mereka berempat turun dari mobil
Saat membuka pagar terlihat lah
satpam yang mendatangi mereka, tapi satpam tersebut langsung menunduk sopan ke
umi dian. Ternyata satpam tersebut adalah mantan satpam yang di rumah nya
akung.
“assalamualaikum mbak dian, apa
kabar?” kata satpam tersebut
“waalaikumsalam mas, alhamdulillah
kabar baik. Gimana kabar ya mas dan istri serta anak anak” kata umi dian
“alhamdulillah mereka sehat sehat
semua mbak, bahkan saya sudah memiliki 3 cucu mbak, ehhe” kata satpam tersebut.
Umi dian hanya mengangguk
ngangguk kan kepala nya saja sambil tersenyum.
“oh ya mas, pak Rizwan ada di
rumah kan” kata umi dian
“ada mbak, mari saya bantu arah
kan” kata satpam
Mereka pun masuk ke dalam rumah
dan terlihat lah rumah yang sangat sangat terawatt dengan warna putih kombinasi
dengan warna gold sangat sangat cantik dan mewah.
Dari arah tangga muncul lah sosok
perempuan yang sudah lama banget raina tak jumpa yaitu kakak pertamanya kak
alika.
Alika mengerjap ngerjapkan mata
nya memastikan apa yang di lihat nya adalah adik nya. Adik yang sudah sangat
sangat lama tidak pernah ia jumpai.
“ra ra-nia” kata kak alika
terbata bata
Rania yang langsung melihat ke
kak alika sudah berlinangan air mata. Kakak pertama nya walaupun bukan kakak
kandung nya
Dan terjadilah antara rania dan
kak alika berpelukan di tengah tengah antara tangga dan pintu masuk rumah.
Haaap
Huhu (suara isakan raina dan kak
alika)
Ketiga orang yang masih stay di
depan pintu merasa iba dan ikut terharu dengan pertemuan mereka ini.
“mereka bertemu Kembali” kata
sopi
“benar pi, mereka kumpul lagi”
kata husna
“kita biarkan mereka menghabiskan
waktu mereka dulu kita Kembali ke rumah?” tanya umi dian ke kedua anak nya
“iya mi, sebaiknya kita Kembali,
besok saja kita ke sini lagi” kata husna yang juga di anggukin sofi
Belum sempat mereka keluar,
mereka bertiga di hentikan karena langsung di panggil oleh bapak Rizwan dari
atas
“mau kemana dian” kata bapak
Rizwan
Pelukan antara raina dan kak
alika pun terlepas karena teriakan dari sang bapak.
Mereka berdua masih menyeka air
mata yang masih terus menerus keluar sambil mereka merangkul satu sama lain.
Umi dian dan kedua anak anak nya
pun berbalik badan dan tersenyum ke bapak Rizwan.
“kami akan datang lagi, kami
ingin rania menghabiskan waktu nya dulu di rumah ini di keluarga kedua nya ini”
kata umi dian
“sini masuk, tak baik lah baru
datang masa’ iya langsung pulang. Padahal ada nya penghuni rumah nya” kata
bapak Rizwan
Tidak berapa lama pun bapak
Rizwan turun bareng istri dan ketiga anak anak nya bersamaan. Tapi saat
mendekat dengan alika dan rania, bapak Rizwan malah memukul pelan bahu nya
alika karena telah mengabaikan keuarga nya rania yang lain.
“kamu ini ya paling tua bukannya
menyambut dulu keluarga nya malah sibuk berpeluk pelukan dengan adik nya” kata
bapak Rizwan
Umi dian dan istri nya bapak
Rizwan hanya tersenyum saja.
Alika manyun saat di pukul oleh
bapak nya walaupun pelan
“maaf pak, Namanya reflek tiba
tiba kedatangan adik bungsu yang sangat sangat kami rindukan ini loh. Apalagi tadi
aku pangling pak melihat nya” kata alika
“eleh ngeles aja kamu, minta maaf
bukan ke bapak alika tapi ke umi dian tapi ke umi dian dan kedua anak anak nya.
Kamu ini buat malu aja” kata bapak Rizwan
“hehe maaf bapak”
“umi dian husna dan sopi, saya
minta maaf ya. Maaf saya kalau tidak sopan” kata alika sambil menyalami
keluarga kandung nya raina
“tidak apa nak, umi paham kok”
kata umi dian
“gapapa kak, aman kok kalau kami.
Kami sangat sangat paham kondisi kok” kata husna dan sopi yang hanay tersenyum
dan juga mengangguk kan kepala nya.
Setelah itu mereka pun kumpul dan
duduk di ruang tamu yang sangat elegan dan sederhana tersebut.
“
Ruang tamu..
Pembantu sudah menyediakan minum
dan juga beberapa cemilan di meja tamu
“apa kabar mbak” kata umi dian
sambil menggenggam tangan istri nya pak Rizwan
“alhamdulillah kabar ku baik
dian, kamu gimana? Setelah hari itu kita sudah tak pernah lagi bertemu” kata
mak tri
“alhamdulillah kabar ku juga
baik. Iya mbak, setelah masa sidang itu aku dan ketiga anak anak ku memutuskan
pindah rumah di pulau jawa yang lebih tepat nya rumah yang sudah di sediakan
ibu dan papa” kata umi dian
“oh begitu, jadi apa lah kegiatan
anak anak ini sekarang” kata mak tri
“alhamdulillah, mereka sudah
memiliki masing masing usaha, rania akan menikah dengan seorang ceo lebih
tepatnya pemilik perabotan terbaik yang ada di Indonesia dan juga rania
memiliki usaha cafe yang alhamdulilah juga sudah banyak cabang nya.” Kata umi
dian yang menjelaskan tentang rania terlebih dahulu
Keluarga bapak Rizwan yang
mendengar rania akan menikah pun sontak membulatkan mata nya dan melihat ke
rania dengan tatapan bingung
“menikah” kata nisa pika dan lia
secara bersamaan
“kok bisa secepat itu, umur kamu
juga masih terlihat muda rania. Apa kamu di jodohkan” kata alika
“gak kak, aku dan tunangan ku
tidak ada di jodohin, kita menjalankan ta’aruf kemudian merasa cocok akhirnya
memutuskan untuk menikah” kata rania
“gak mungkin, pasti kamu pakai
guna gunakan. Aku yang sudah umurnya mencapai 40 tahun tidak juga kunjung ada
yang mau menikahi ku. Kenapa kamu bisa secepat itu mendapatkan laki laki yang
bahkan lebih kaya dari kamu” kata nisa
Keluarga umi dian serta pak
Rizwan dan istrinya kaget dengan ucapan yang telah di lontarkan nisa. Gak
menyangka kenapa tiba tiba anak nya ini menuduh rania yang aneh aneh.
“nisa, apa maksud kamu” kata pak
Rizwan
“udah cukup pak, dia bukan anak
kandung bapak. Berhenti membela nya” kata nisa
“apa yang terjadi dengan mu” kata
alika
“kak jangan mau di bodoh bodohi
dengan rania dengan muka polos nya ini padahal dia mau pamer ke kita. Karena
kita berlima belum ada yang menikah di umur kita yang terbilang sudah tidak
muda lagi” kata nisa
“kak, aku a-ku tidak pakai guna
guna yang seperti kakak bilang” kata raina yang mulai terisak
Husna dan sopi yang melihat mbak
nya terisak dan kaget tersebut pun mulai mendekati raina dan merangkul serta
membantu nya berhenti dari tuduhan tersebut.
“kak, rania tidak seperti itu”
kata rania lagi
“mak dan bapak peraya padamu kok
rania, abaikan aja ucapan nya” kata mak tri
“tapi mak, apa yang di bilang kak
nisa itu gak benar” kata rania
Mak tri pun mendekat ke rania,
husna yang melihat kedatangan mak tri pun bergeser di sebelah sopi memberikan
ruangan untuk mereka berdua
Sopi yang dari tadi diam mulai
sinis dengan nisa
“apa yang membuat mu menuduh mbak
rania melakukan guna guna” kata sopi tanpa melihat ke nisa
Nisa yang tau pertanyaan tersebut
mengarah ke dia, dia pun langsung melihat ke sopi dengan tatapan sinis
“kau masih anak kecil yang gak
akan paham dengan urusan orang dewasa, anak SMA aja belagu. Mentang – mentang
kalian tinggal di pulau jawa gitu” kata nisa
“cukup nisa” kata lia
“apa maksud mu” kata alika
“kenapa tiba tiba kamu menuduh
rania yang tidak tidak, sadar nisa sudah berapa banyak calon yang ingin melamar
mu tapi dengan sikap mu yang selalu merasa, ahh ntah lah aku sebagai kakak mu
saja gak mengerti tentang sifatmu” kata lia
“aku belum menikah bukan karena
aku tidak laku, aku akan menikah bahkan aku sudah di lamar dengan pacarku tapi
untuk tunangan resmi akan di adakan dalam beberapa waktu ke depan, dan aku
sudah mengabari ke mamak dan juga bapak” kata alika
“serius kak” kata lia dan pika
“ia, kakak akan menikah insyallah
di 2 bulan lagi, maaf kakak tidak memberitahu ke kalian karena memang masih di
rahasiakan dulu” kata alika
“nisa, mending kamu masuk aja ke
kamar pikirkan kesalahan mu” kata bapak Rizwan
“pak aku tak bersalah, Wanita
pembawa sial ini lah yang sudah membuat kalian semua berubah. Dari dulu kalian
selalu membela dia, aku hanya mengalah saja”
“padahal dia bukan anak kandung
bapak dan mamak tapi kenapa kalian berdua membela nya. Buat kau rania, PUAS KAU
SUDAH MENGAMBIL SEMUANYA, SEMUANYA MEMBELA KAU KETIMBANG AKU ANAK BUNGSU ANAK
KANDUNG NYA MEREKA SENDIRI. PUAS KAU !” kata nisa yang tiba tiba meninggikan
suara nya
Semua yang ada di ruang tamu
tersebut pun ikutan kaget dengan reaksi tiba tiba dari nisa.
Nisa pun bangkit setelah
membantingkan vas bunga yang ada di meja tamu ke arah rania tapi tidak mengenai
rania. Kemudian nisa naik ke kamar nya dan membanting pintu nya.






