Masih di suasana teras rumah
keluarga bukhori
“berhenti ikut campur urusan
rumah tangga orang” kata yanti
“hanya memastikan” kata bu ratna
“anda hanya orang lain di
keluarga ini berhentilah menyibukkan urusan keluarga lain bu ratna” kata yanti
“diamlah yanti aku bertanya ke
abang mu bukan kau” kata bu ratna
“ini urusan keluarga kami bukan
urusan keluarga mu, selagi aku masih sopan pergilah bu ratna” kata yanti
“gak sopan” kata bu ratna
“dari mana kata tidak sopan nya
yang di bilang ibuku semuanya benar. Udah tua masih aja sibuk ngurusin hidup
orang. Pantes aja lakik nya gak betah di rumah. Urusan keluarga sendiri aja gak
mau di urus malah mengurusi keluarga lain” kata sofi ikut ngegas ke bu ratna
“ini lagi siapa sih, makin gak
sopan ya” kata bu ratna sambil menunjuk nunjuk ke sofi
“turunkan jari mu, gak sopan
banget” kata rania ikut menimpali bu ratna
“bukhori dian kenapa kalian
menciptakan anak anak yang tidak sopan, ciih” kata bu ratna
“CUKUP RATNA. DARI TADI SAYA DIAM
KARENA SAYA TAU ANAK ANAK SAYA PASTI BISA UNTUK NGOMONG DENGAN CARA BAIK BAIK
DENGAN MU. TAPI KAU SEMAKIN MELUNJAK GAK JELAS” kata umi dian
“aku bertanya dian” kata bu ratna
“kau sudah dengar tadi ini urusan
keluarga kami bukan urusan keluarga mu” kata umi dian
“diamlah ratna, iya benar dia
rania anak pertama ku sebelum husna. Aku memang pernah membuang nya lebih
tepatnya memberi ke orang lain karena dulu ambisi keluarga yang menginginkan
seorang cucu laki laki. Dan rania sudah di temukan keluarga nya dian saat itu 2
hari sebelum proses perceraian kami dan..” kata bukhor yang akhir nya
menjelaskan semuanya tapi di cekal yanti
“cukup bang, ga perlu semuanya di
jelaskan ke orang lain. Intinya rania memang anak kandung mereka. Sekarang
tolong bu ratna hentikan kekepoan mu terhadap keluarga kami” kata yanti
“enggak saya masih mau dengar
penjelasan dari bukhori” kata bu ratna yang masih ngotot
“CUKUP RATNA. Pergi dari rumah
mereka. Gak ada yang perlu kami jelaskan untuk orang lain yang taka da kaitan
nya” kata umi dian
“biasa aja kali dian” kata bu
risa
Bu ratna and the geng tidak juga
kunjung pergi walaupun sudah di usir tetap aja masih betah di rumah orang.
Akhirnya umi dian dan sekeluarga
pamit ke yanti
“yanti, mbak dan anak harus
segera Kembali karena ada urusan lain” kata umi dian
“ok mbak, makasih banyak ya,
makasih ya anak anak ibu” kata yanti
“sama sama bu” kata husna dan
rania
Beda dengan sofi yang hanya
mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.
Husna dan raina pamit juga dengan
buya nya hingga salaman pun.
“ra-rania” kata buya bukhori
“iya buya” kata rania
“makasih sudah memanggil dengan
sebutan buya” kata bukhori
“sama sama buya, memang
seharusnya seperti itu” kata rania
“rania husna apa yang sudah
kalian miliki sekarang” kata bukhori
“maksud buya apa. Saat ini kami
hanya memiliki ibu sekaligus ayah ya hanya umi. Tapi kalau yang di maksud buya
adalah soal dunia. Alhamdulillah kami sudah punya segala nya” kata sofi yang
tiba tiba langsung nyerocos
Sofi sebenarnya dari tadi hanay
mendengar dan memperhetikan saja, tapi di balik itu semua dia mengerti maksud
dari omongan seseoranf. Seperti saat ini buya nya yang tiba tiba pertanyaan nya
yang sedikit menyinggung seseorang.
“bukan maksud apa apa sofi, buya
hanya tanya. Apa yang sudah kalian dapatkan setelah berpisah dengan buya” kata
buya bukhori
Para tetangga yang selalu sinis
saat melihat keluarga nya umi dian pun mengejek dengan raut wajah nya.
Husna dan raina tidak niat mau
menjawab apa pun tapi tidak dengan sofi
“mau tau anda apa saja yang sudah
kami dapatkan” kata sofi yang tersenyum sinis sambil memainkan hp nya
Rania yang tau adik bungsu nya
mulai terhasit dengan ucapan buya nya pun menghentikan aksinya
“dek, tak perlu mempamerkannya”
kata rania
Tiba tiba bu ratna malah ikut
menyambar
“apa kali sih yang mau di
pamerkan, hanya mobil Alphard seken aja sombong kali” kata bu ratna
“anda orang lain, bisa berhenti
tidak ikut campur urusan kami” kata husna sambil menunjuk kan jari nya ke bu
ratna
“gak sopan kali sih dian anak
anak mu, gak jelas orangtua nya aja gak jelas hubungannya apalagi tingkah laku
anak anak nya” kata bu isa teman segeng nya bu ratna dan bu risa
“saya akan sopan kalau orang yang
stersebut juga sopan. Ini kan enggak, sama sekali tidak sopan. Dari awal kami
sampai kalian geng sosiality ntah apa pun ini lah tiba tiba nyerobot ikut
campur urusan keluarga kami berdua. Itu yang di katakana sopan” kata sofi
Bu ratna bibir nya manyun karena
tersental hati nya saat sofi mengatakan hal yang sebenarnya
“dengar baik baik, aku di sini
anak yang suka keluarga kecil ku ini di tindas oleh orang orang seperti kalian
kalian ini. Jadi ku tunjukkan saja semua nya biar semua rang yang ada di sini
bisa melihat apa aja yang kami punya setelah pisah dari keluarga nya prima”
kata sofi
Kata kata sofi membuat bukhori
dan yanti menunduk karena sofi sangat sangat membenci keluarga nya opung prima
“alah paling juga hanya ambil
dari internet” kata bu risa
“jangan fitnah kalau belum tidak
ada bukti bu” kata husna
“kalian keluarga penipu,
bilangnya orang terkaya di daerah kalian tapi ternayat tiba di datangi daerah
nya malah tidak ada orang nya” kata bu ratna
Sofi yang mulai makin emosi pun
akhirnya memukul dinding ruamh tersebut hingga tangan sofi mengeluarkan darah
dan mata nya memerah karena dari tadi menahan amarah nya
Buggh
Semua orang yang ada di sana
menjerit dan kaget sekaligus
Akkh.
Astagfirullah
Rania husna dan umi dian yang tak
pernah melihat sisi lain dari sofi pun langsung khawatir dengan tangan nya yang
masih mengeluarkan darah
Para tetangga pun mulai ketakutan
dengan aura menyeram kan dari sofi, mereka mengintip sambil menunduk melihat ke
sofi.
“apa sih mau kalian” akat yanti
“keluarga mbak dian memang nyata
nya dia anak orang kaya, bapak nya asal kalian tau pak suwito keluarga nya
Zawawi orang terkaya ketiga di pulau jawa. Dan ibu nya yatinem anak orang kayak
pertama di pulau jawa. Masih kurang jelas juga aku menjelaskan. Kami hanya lah
orang yang sempat bersyukur bisa kenal dengan keluarga merak sayang nya
hubungan keluarga kami tidak lama. Puas bu ratna dan geng. PUASS KALIAN LIHAT
PONAKAN SAY YANG DARI TADI MENAHAN AMARAH NYA KARENA TINGKAH KALIAN YANG SELALU
SEPERTI ITU. PUAS KALIAN. Ku minta kalian semua pergi dari rumah jangan harap
kalian bisa menginjakkan rumah kami lagi. PERGI KALIAN SEMUA” kata yanti yang
juga emosi dengan tingkah tetangga tetangga nya.
Akhirnya pun para tetangga buru
buru buru karena yang tinggal di rumah tersebut juga ikutan emosi dengan
tingkah gila tetangga tersebut.





