AFANDI PRO

AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, April 7, 2026

BAB 7 - BERTEMU (Kumpul)

April 07, 2026 0

 


Lanjut ke cerita.

“sebelum nya bapak minta maaf ke rania lia febi dan nisa yang sudah membohongi kalian selama ini. Sebenarnya rania bukan anak kandung bapak dan mamak ..” kata kakek Rizwan

Rania yang sudah mulai paham perkataan seperti itu kaget dan syok sambil melihat ke arah kakek Rizwan agar melanjutkan fakta lain nya. Ketiga anak kakek Rizwan juga pasti nya syok tidak dengan kedua anak lain nya serta mamak nya mereka.

“bapak minta maaf sayang, bapak benar benar minta maaf. Pada saat itu bapak juga bingung sama mamak karena tiba tiba di datangi seorang pria muda yang sedang menggendong seorang bayi yang baru saja lahir. Dia meminta bapak untuk menerima bayi itu. Mamak sempat menolak karena berpikir kami juga sudah punya anak banyak tapi karena melihat anak kecil itu makin menangis akhir nya pun bapak dan mamak menerima anak tersebut. Dan anak tersebut adalah rania.” Kata kakek Rizwan yang langsung melihat ke rania

Rania yang langsung paham makin syok

“la-lalu kemana orangtua rania, kenapa mereka membuang rania pak. Apa salah rania” kata rania sambil terbata bata

Alika yang melihat rania tiba tiba nangis mendekat ke rania sambil menenangkan nya

“kak aku anak yang tak di harap kan orangtua kandung ku kak” kata rania sambil dalam tangisan nya

Umi dian lutfi dan anggi melihat langsung tangisan rania.  Umi dian nyesek hati nya saat rania mengatakan “anak yang tak di harapkan ..

Seandai nya umi dian cerita yang sebenar nya tanpa ada yang di tutup tutupin semua ini tak akan terjadi. Kemudian umi dian mendekat ke rania dan mencoba merangkul nya walaupun tangan dan tubuh nya sudah gemetaran.

“na-nak rania, sa-sayang ini u-um-umi sayang. Ibu kandung nya rania, ma-maafkan umi sayang” kata umi dian berusaha merangkul rania walaupun sedang di peluk kakak nya.

Rania yang masih dalam pelukan kakak nya pun melepaskan pelukan tersebut dan merenggangkan pelukan antara umi dian dan dirinya.

“ke-kenapa umi memberikan rania dengan orang lain yang bukan keluarga kandung rania umi, apa benar aku adalah anak yang tak di harapkan” kata rania di akhiri nada tinggi

Umi dian menggeleng gelengkan kepala nya sambil menangis menatap rania yang juga ikutan menangis.

“sa-sayang maafkan umi, umi tidak tau apa yang terjadi saat setelah melahir kan kamu sayang. Ayah mu tidak memberitahukan kenyataan yang sebenar nya ke umi sayang. Umi berani bersumpah kalau umi tidak tau yang sebenar nya sayang” kata umi dian terus berusaha menjelaskan nya

“kenapa ayah rania tidak mau memberitahukan yang sebenarnya ke umi” kata rania

“karena dia tidak menginkan seorang anak perempuan” kata umi dian

Semua yang ada di sana, semua nya mendengar apa yang baru saja di ucapkan umi dian

Astagfirullah

Mereka semua istigfar dan kaget dengar jawaban yang sebenarnya dari ayah nya rania

“kalau dia tak menginginkan seorang anak perempuan tak payah dia buat anak orang hamil” kata alika

Istri kakek Rizwan menatap kea rah alika yang tiba tiba nyambar

“kenapa mak, benarkan apa yang alika bilang. Tak payah dia untuk menghamilkan anak orang jika dia memang mau anak laki laki cari aja Wanita yang bisa melahirkan anak laki laki. Umi dian dimana laki laki itu sekarang?” kata alika

Laki laki itu adalah buya bukhori

“dia sudah Bersama istri kedua nya dan keluarga besar nya” kata anggi

Kembali syok semuanya

“maksudnya om apa ya, dia memiliki istri lain selain umi” kata rania

“benar rania, dia sudah menikah lagi tanpa persetujuan mbak dian. Ya bisa di bilang selingkuh lah” kata anggi

“brengs**, laki laki biada*” kata semua anak anak nya kakek Rizwan

ASTAGFIRULLAH

“kalian kenapa berkata kasar, bapak dan mamak tidak pernah mengajarkan kalian berbicara seperti itu” kata Rizwan

“maaf pak, laki laki itu tak pantas di sebut seorang ayah pak.” Kata nisa

“tak seharusnya kalian berucap seperti itu” kata Rizwan

“maaf pak” kata anak anak nya serempak menjawab

Rania melihat ke arah umi dian dengan pandangan yang masih bingung

“u-umi apa rania boleh peluk umi lagi” kata rania dengan terbata bata sambil menunduk

Umi dian yang di tanyakan senyum merekah di bibir nya saat anak nya malah ingin di peluk Kembali

“sini sayang. Umi senang kalau kamu mau memeluk umi lagi” kata umi dian langsung merentang kan tangan nya terbuka Kembali.

Setelah selesai berpelukan..

“jadi rania apakah kamu mau tinggal Bersama keluarga kandung mu mulai dari hari ini.. bukan maksud bapak mengusir mu, sudah saat nya kamu Kembali dan berkumpul dengan keluarga kandung mu. Kamu boleh kok untuk datang dan menginap lagi di rumah ini, pintu ini terbuka lebar untukmu dan keluarga mu” kata kakek Rizwan

Rania terdiam sambil melihat ke seluruh orang orang yang ada di rumah tersebut.

Huuuhh ehhm

“mak pak, rania mau mengucapkan banyak banyak terima kasih sama kalian yang sudah mau ikhlas merawat rania dari bayi hingga sekarang. Rania juga mau berterima kasih buat seluruh kakak. Rania sayang dengan kalian. Jujur rania masih bingung dan syok dengan berita ini tapi satu sisi rania ingin lebih dekat dengan keluarga kandung rania. Izin kan rania untuk tinggal dengan mereka ya” kata rania sambil meneteskan air mata nya kemudian menunduk

Umi dian dan mamak nya yang berada dekat dengan rania langsung memeluk nya dengan tangisan. Begitupun dengan anak anak lain nya pun ikut berhamburan memeluk ke rania.

“ma-maaf kan rania mak kak” kata rania

“gapapa sayang, sudah waktu nya kamu kumpul dengan keluarga mu” kata mamak

“kak maaf kan rania” kata rania

“kamu tidak ada salah apapun rania, malah kamu jadi adik kecil kami yang paling baik santun sopan alim dan ramah banget” kata febi

“iya rania kamu adik bungsu kami” kata lia

“Kembali lah jika rindu. Kami akan Bahagia saat kamu datang Kembali” kata nisa

Pelukan tersebut pun lepas. Kini rania di bantu kelima kakak nya mengikuti ke kamar nya rania membantu rania membereskan baju baju nya.

Saat pika memasuki kamar nya rania dia memberikan sebuah kotak kecil yang isi nya adalah gelang yang sangat cantik

“apa ini kak” kata rania

“buka nya nanti setelah di jalan saja ya” kata pika

“kak kami gak dapat” kata febi dan nisa

“kita berlima sudah kakak simpan di kamar. Nanti aja kakak bagi kan” kata pika

“makasih kak. Insyallah kalau rania sudah sukses rania akan kesini dan mengajak kakak semua untuk liburan. Kita akan pergi ke tempat yang belum pernah kita capai sama sama” kata rania

Kembali lagi mereka berpelukan hingga mamak tri mengetuk pintu kamar

Tokk tokk.

“boleh mak masuk” kata mamak tri

“boleh mak, sini masuk” kata nisa

Mak tri pun melihat seluruh anak anak yang menghapuskan air mata nya saat dirinya masuk ke dalam kamar.

“rania pesan mamak, jangan salah kan umi mu ya nak, dia tak tau cerita yang sebenar nya. Mak piker waktu ayah mu mengantar kan mu kepada mak dan bapak yang Bersama ayah mu kami kira ibu kandung mu tapi ternyata itu adalah istri kedua dari ayah mu. Umi mu itu guru agama, mak lihat shalat mu sudah mulai full, pertahan kan ya nak. Tetap berbuat kebaikan ya nak. Mak selalu sayang rania seperti kakak kakak mu juga. Mak sayang dengan kalian semua” kata mak tri yang langsung memeluk rania sambil mengeluarkan air mata nya

Setelah nya ..

“mak ini sudah waktu nya rania Kembali, gak enak kalau kita terlalu berlama lama di dalam. Kasihan keluarga nya yang sudah menunggu” kata pika

“hah i-iya ya yaudah ayuk kita keluar” kata mak tri yang berbarengan dengan anak anak nya yang lain

Mereka pun Kembali ke ruang tamu dan duduk Kembali dengan yang lain.

“udah selesai” kata pak Rizwan

“sudah pak. Pak sekali lagi makasih ya. Aku akan datang setiap weekend ke sini untuk berkunjung atau pun mengajak kakak untuk jalan jalan” kata rania

“iya sayang iya. Dah Kembali lah keburu malam” kata pak Rizwan

Akhirnya mereka berempat berpamitan ke keluarga pak Rizwan dengan keadaan mak tri dan kelima anak anak nya menangis di depan pintu rumah.

Anggi terlambat masuk mobil karena ia sudah berjanji dan akan menyampaikan Amanah dari papa wito untuk memberikan uang serta kunci rumah untuk keluarga pak Rizwan.

Walaupun sempat di tolak tapi anggi memaksa tanda ucapan terimakasih karena rania. Lalu mereka pun pulang ke rumah keluarga papa wito.


Read More

Monday, March 30, 2026

BAB 6 - PENCARIAN KEDUA (ketemu)

March 30, 2026 0

 


Hari besok pun tiba.

Pukul 08.00

Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu dan bersiap siap dengan tujuan nya hari ini.

Husna tiba tiba datang dan mendekat ke arah umi dian.

“umi mau ke mana?” kata husna sambil memegang ujung baju nya

“umi mau mencari kakak mu dulu ya dengan om om mu. Husna jagain adik adik ya bantui bude nurul dan bu suci” kata umi dian sambil mencium puncak kepala nya

“iya umi, jangan lupa makan dan istirahat ya umi dan om” kata husna

“iya husna” kata mereka bertiga sambil mengangguk

“suci mbak aku titip anak anak ya. Doakan semoga kami segera membawa nya Kembali” kata umi dian sekalian pamit

“iya mbak” kata suci sambil berpelukan

Akhirnya pun mereka bertiga pergi dengan perasaan yang bingung sedih atau Bahagia.

Di perjalanan .

Di mobil. Tak ada yang mengeluarkan suara apa pun di mobil.

Anggi membantu lutfi untuk mencari gang yang dimana alamat tersebut.

1 jam kemudian..

Setelah drama mencari gang gang yang tak kunjung ketemu akhirnya ada seorang kakek kakek yang sudah termasuk tua tapi jalan nya yang sudah bungkuk.

Mereka berhenti sedikit ke pinggir jalan dan mas anggi mendekati kakek tersebut.

“permisi kek, saya mau tanya alamat. Apakah kakek tau alamat ini dimana” kata anggi

Kakek itu pun membaca dengan kacamata nya sambil kelihatan kaget saat melihat Kembali ke arah anggi.

Anggi yang di perhatikan kakek tersebut bingung dan

“kalian siapa. Kenapa mencari alamat ini” kata kakek tersebut

“apa kakek tau alamat ini” kata anggi

“saya tau. Tapi saya harus tau dahulu kalian siapa. Dan siapa yang kalian cari?” uajar kakek itu

“oh ya sebelumnya saya ingn bercerita dahulu. Saya baru mengetahui sebuah rahasia kakak kandung saya yang ternyata mereka memiliki seorang anak perempuan tapi anak tersebut malah di kasih ke seorang kakek yang bernama Rizwan” kata anggi

Kakek tersebut semakin syok dan menetes kan air mata nya. Anggi yang melihat kakek tersebut tiba tiba menangis tampak bingung.

“kakek maaf kenapa kakek menangis” kata anggi

“kalian sudah menemukan nya. Sa – saya lah kakek Rizwan yang sedang kalian cari itu” kata kakek Rizwan

Ya anggi langsung syok. Dan menjatuh kan sebuah foto anak kecil yang tadi sempat di pegang nya.

Di mobil umi dian yang melihat lembaran foto tersebut jatuh merasa bingung dengan yang dia lihat

“kenapa” batin nya umi dian

Umi dian turun dan diikuti lutfi, kemudian mendekat ke anggi

“anggi, sudah ketemu belum kenapa malah duduk di sini” kata umi dian

Kakek Rizwan dan anggi yang melihat ke arah umi dian dan lutfi dengan perasaan yang gak bisa di bilang

“mb-mbaak kita sudah ketemu dengan kakek riwan” kata anggi sambil meneteskan air matanya

Mata umi dian membulat dan ikut menetes kan air mata nya

“dimana anggi. Ayok kita ke sana” kata umi dian

“dimana mas” kata lutfi

“di depan kalian ini adalah kakek Rizwan yang kita cari” kata anggi

Mereka berdua Kembali syok dengan kabar tersebut.

Kakek Rizwan melihat ke arah ketiga orang yang baru saja ia jumpai.

“kamu dian” kata kakek Rizwan

“i-iya saya kek” kata umi dian

“masyaallah akhirnya ya allah aku bertemu dengan orangtua nya langsung” kata Rizwan

Kakek Rizwan yang tadi nya sedang duduk kini bangkit dan berjalan ke umi dian

“ayok ikut kakek, anak mu sangat cantik tumbuh dewasa” kata kakek Rizwan

Umi dian langsung mengangguk dan membantu kakek Rizwan menuju ke mobil. Lalu kakek Rizwan juga membantu lutfi untuk mengarahkan ke rumah nya tersebut.

15 menit kemudian ..

Tiba di rumah yang di tuju dan di cari.

Sekitaran rumah melihat ke arah mobil yang baru saja datang dan berhenti tepat di lapangan rumah kakek tersebut.

Kakek Rizwan turun dan juga 3 orang lain nya. Kakek tersebut mengajak umi dian untuk ikut masuk ke dalam rumah nya.

“nisa, tolong panggil kan rania” kata kakek Rizwan yang sedang memanggil anak nya

“iya pak, sebentar” kata nisa

“kalian duduk lah dulu sebentar. Rania sering keluar bermain dengan teman teman nya. Kini usia nya akan memasuki umur 10 tahun. Bicaralah dengan jujur dengan nya dian. Bapak yakin dia sudah mulai mengerti” kata kakek Rizwan

Tidak berapa lama rania dan kedua anak dari kakek Rizwan pun datang bersamaan dan memasuki rumah tersebut. Nisa yang sudah mengetahui ada nya tamu dia tak kaget lagi. Tapi beeda dengan rania dan alika mereka berdua mematung melihat ke arah 3 orang asing yang ada di dalam rumah nya.

“assalamualaikum” kata mereka bertiga sambil masuk ke dalam rumah

“waalaikumsalam” kata kakek Rizwan lutfi dan mas anggi

“waalaikumsalam masyallah cantik nya” kata umi dian yang langsung tertuju ke seorang anak kecil dengan pakaian setelan dan juga rambut yang tergurai Panjang.

Umi dian bangkit langsung pelan pelan berjalan menuju ke rania.

“alhamdulillah ya allah, apa benar kamu rania sayang” kata umi dian sambil dengan isakan tangis haru nya

“i-iya bu, sa-saya rania. Maaf ibu siapa ya” kata rania dengan ragu nya

Umi dian yang di tanya dengan rania langsung terdiam dan makin menangis saat rania ternyata tidak mengenal ibu kandung nya.

“ibu kenapa menangis, apa rania salah ya” kata rania yang bingung

Umi dian hanya menggelengkan saja kepala nya

“boleh saya memeluk mu” kata umi dian

Rania melihat ke arah 2 kakak nya, nisa dan alika mengangguk kan kepala nya mereka menandakan setuju.

Kemudian rania pun ikut memeluk ke umi dian

Tiba tiba rania merasakan jantung nya berdegup kencang, ia pun Kembali mengeratkan pelukan yang sangat nyaman itu.

“kenapa ini sangat nyaman, beda dengan pelukan mamak” batin rania

Pelukan pun terus berlanjut. Hingga akhir nya rania pelan pelan melepaskan pelukan tersebut.

“rania sini duduk sebelah bapak. Dan nisa tolong panggil kan mamak dan kakak serta yang lain nya. Ada yang mau bapak sampai kan” kata kakek Rizwan

Rania dan alika pun berjalan ke kakek Rizwan. Umi dian Kembali ke posisi duduk nya semula sambil menghapus kan air mata yang tersisa.

Waktu kumpul tiba..

Kakek Rizwan melihat ke arah keluarga nya apalah sudah lengkap semua atau belum.

“dengarin bapak, bapak akan menjelaskan ke kalian semua termasuk kamu rania, bapak harap tidak ada yang memotong pembicaraan bapak sampai selesai. Paham semuanya” kata kakek Rizwan

Sebelum lanjut, mimin mau jelasin dulu tentang kakek Rizwan.

Kakek Rizwan memiliki 5 orang anak yang dimana semua anak nya adalah perempuan. Anak nya yang paling besar sudah berumur 20 tahun yang bernama alika putri di panggil alika.

Anak kedua yang sudah berumur 18 tahun yang bernama dwi raspika di panggil pika. Anak ketiga sudah berumur 15 tahun yang bernama khairulina Aprilia di panggil dengan lia.

Anak keempat berumur 14 tahun yang bernama febi rasmawati yang di panggil febi dan yang terakhir annisa dwi mandala di panggil nisa yang saat ini berumur 12 tahun.

Istri kakek Rizwan bernama tri aprika di panggil mamak tri.

Kisah tentang rania hanya di ketahui oleh istri nya anak pertama dan anak kedua dari mereka saja. Anak ketiga keempat dan kelima tidak ada yang mengetahui fakta sebenarnya.

Mereka sengaja menutup rahasia tersebut agar tidak menyakiti hati rania. Selama ini rania tidak melakukan kesalahan apa pun. Bahkan dia anak yang sangat baik dan juga penurut.

Anak ketiga keempat dan kelima tersebut mengetahui kalau rania adalah anak dari orangtua nya mereka saat rania sudah berumur 3 tahun.

Mereka pun berfikir kalau rania ini adalah adik bungsu nya mereka padahal kenyataan yang sebenar nya adalah kalau rani aini bukan lah anak kandung dari orangtua mereka.

 


Read More

Sunday, March 29, 2026

BAB 5 - KEPUTUSAN AKHIR

March 29, 2026 0

 


“dimana anak yang kalian sembunyikan” kata papa wito

Kedua orangtua bukhori serta bukhori juga syok dan menatap ke arah papa wito

“da.. dari mana kamu tau soal anak itu?” kata opung prima

Haha (suara tawa pelan dari papa wito)

“tak payah lah kalian berpura pura lagi soal anak kecil tanpa dosa itu kalian sembunyikan dari kami. Semuanya kami sudah mengetahui hal seperti itu.  Sekarang aku tanya DIMANA ANAK TIDAK BERSALAH ITU” kata papa wito yang akhir nya di tekan kan omogan nya dan menatap tajam ke arah keluarga besar bukhori

Akhir nya pun di jawab dari keluarga nya bukhori juga tapi bukan keluarga yang bersangkutan melainkan Wanita tersebut

“anak yang kalian maksud anak yang sudah di buang oleh bang bukhori ya. Hmm anak itu kemaren aku lihat dia sedang ngemis ngemis di pajak. Upss ketahuan deh” kata Wanita tersebut

“BAJINGAN KAU” kata umi dian

“wow dian ternyata kamu bisa berkata kotor ya, tak cocok saat kamu menggunakan hijab dan baju kurung seperti itu. Haha” kata Wanita tersebut

Plaakkk (suara tamparan)

Tamparan tersebut di berikan ke Wanita tersebut dari tangan nya langsung umi dian. Merah pipi dan bekas tangan umi dian juga tercetak di pipi Wanita tersebut.

Awwhh (suara rintihan sakit dari Wanita tersebut)

“KURANG AJAR KAU DIAN, INI KAU RASAKAN ..” kata Wanita tersebut

Dia bangkit sambil tangannya mulai melayang di udara ingin menampar umi dian tapi sayang nya tamparan tersebut malah salah sasaran

Tamparan tersebut malah mengenai bukhori

PLAAAkkk

Wanita tersebut nama nya putri arini biasa di panggil arini.

Dia kaget dan bergetar karena salah menampar orang, yang seharus nya umi dian yang dapat tamparan tersebut malah bukhori lah yang mendapat kan nya.

Bukhori melirik ke arah arini dengan mata besar dan memerah nya

“KENAPA” Kata bukhori menatap tajam ke arah nya

“maaf bang. Ma.. maaf tadi aku mau menampar Wanita gila itu” kata arini

“Wanita gila yang kau sebut itu dia masih istri sah ku arini” kata bukhori

“aku juga Wanita sah mu walaupun tanpa restu dari istri pertama mu” kata arini

“tapi tak seharus nya kau membuat nya marah arini. Ini urusan keluarga ku bukan urusan mu. Dan kamu juga sudah berjanji sebelum kita pergi ke sini kamu tak akan membuat kegaduhan apa pun” kata bukhori

“aku di cap Wanita murahan bang, kenapa dari tadi kau hanya diam saja . saat aku yang menghina dia (sambil menunjuk ke arah umi dian) kau malah membela nya. Jujur sama ku, kau akan menceraikan dia atau tidak” kata arini sudah mulai geram dengan semuanya

“DIAM LAH ARINI” kata opung prima

“AYAH AKU TAK TERIMA KALAU DIAN TERUS MENGANGGAP AKU INI WANITA MURAHAN” kata arini dengan ngegas nya

“SUDAH BELUM DENGAN DRAMA YANG KALIAN CIPTAKAN. NGANTUK DAHAN SEMUA YANG ADA DI SINI” kata umi dian di akhiri dengan menguap

Bukhori melihat adik dan juga kakak nya pada menguap semua , benar apa yang di bilang oleh dian. Kemudian dia menatap dian

“anak itu ada di jl x dengan kakek Rizwan. Dia di rawat sangat baik oleh keluarga itu bahkan sudah menganggap anak nya sendiri bukan anak angkat. Maaf dian dan seluruh keluarga besar dian saya bukhori tidak bisa menganggap dia menjadi anak saya walaupun dia anak kandung saya sendiri” kata bukhori dengan suara bergetar dan langsung menunduk. Padahal dia sudah menetes kan air mata nya

Arini mendekat dan menenangkan bukhori serta opung prima tersenyum karena arini masih sedang mengandung cucu laki laki yang dia ingin kan untuk penerus marga nya.

ASTAGFIRULLAH

Semua keluarga dian dan beberapa keluarga bukhori mengucapkan hal yang sama sambil menggeleng geleng kan kepala dengan tidak kepercayannya mereka dengar ucapan tersebut dari bukhori langsung.

1 jam setelah keterdiaman antara 2 keluarga besar tersebut pun akhirnya keputusan nya adalah dian dan bukhori bercerai yang akan bertemu Kembali di pengadilan 2 hari setelah pertemuan mereka ini.

Tapi bukhori dia  di tahan di dalam sel selama beberapa hari hingga jadwal persidangan tiba.

Malam hari tiba..

Keluarga dian masih berkumpul di rumah besar. Tak ada pembahasan tentang hal hal yang bikin mereka semuanya kaget.

Dian masih dengan keterdiamannya, memikirkan bagaimana cara menemukan anak itu, gimana anak itu sekarang apa dia mau nerima aku sebagai ibu kandung nya. Segala overthingking di pikirkan dian.

Suci menghampiri dian yang berada di taman belakang rumah.

“mbak” kata suci

Dian yang di panggil masih terdiam belum sadar akan kehadiran adik bungsu nya. Akhirnya suci pun memegang Pundak nya pelan agar menyadarkan kelamunan mbak nya.

Ya dian syok saat ada orang yang menyentuh nya tapi saat melihat itu suci ia hanya beristighfar saja.

Astagfirullah . sambil menghela nafas nya.

“kenapa suci” kata mbak dian

“mbak kenapa sendiri saja di halaman. Kenapa tidak bergabung dengan keluarga lain” kata suci

“mbak gapapa, mbak hanya ingin sendiri saja” kata dian

“mbak jangan memikirkan hal lain dulu. Soal anak itu kita akan cari cara untuk menemukan nya. Percayalah allah gak tidur mbak pasti allah akan bantu kita juga nanti nya asalkan kita nya usaha dan bersabar” kata suci

Dian pun mengangguk dan paham

“masuk yuk mbak bergabung dengan yang lain dulu. Besok kita bahas lagi masalah ini” kata suci sambil mengajak dian untuk masuk ke dalam rumah

Semua melihat kea rah pintu belakang yang dimana suci dan dian baru saja masuk ke dalam rumah.

Papa wito melihat kea rah cucu nya yang sudah mulai mengantuk dan menyuruh anak anak nya untuk menidurkan semua anak anaknya.

“kalian ajak dulu cucu papa ni mereka sudah pada mengantuk. Lepas itu kalian kumpul lagi di ruang tamu. Papa mau bahas masalah kita tadi” kata papa wito

Mereka pun bangkit dan mengajak anak anak nya untuk tidur karena waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.

1 jam kemudian seluruh cucu cucu papa wito dan ibu yati semuanya sudah pada tidur. Para orangtua ataua anak dan menantu sedang berkumpul di ruang tamu.

Ehkmm.

Papa wito berdehem karena semua nya tiba tiba diam tanpa bertanya

“dengarkan papa. Ini memang masalah keluarga nya dian tapi kita sebagai saudara terdekat nya saudara kandung nya harus dan wajib ikut andil dalam setiap masalah. Bukan hanya dian saja jika kalian juga ada masalah yang berat kita akan selesaikan secara Bersama sama. Paham” kata papa wito

“iyaa pa” kata mereka semua secara bersamaan

“anggi lutfi dan dian besok pergilah mencari anak itu, ajak dia dan berusahalah agar anak itu ikut Bersama kalian, papa harap besok anak itu sudah ada di dalam rumah ini”

“nurul dan suci kalian jagalah dan saling membantu untuk anak anak nya dian. Tapi papa rasa husna sudah mulai bisa membantu menjaga adik adik nya”

Kata papa wito membagikan tugas agar saling membantu.

“bu ayuk istirahat. Kita juga butuh tenaga untuk 2 hari kedepan. Dan kalian juga jangan lupa untuk istirahat ya. Jangan pikirkan hal lain terutama kamu dian. Jangan terus menerus menangis. Bawa ke shalat bagi cerita dan masalah nya dengan allah. Nanti allah akan bantu segala nya tentang masalah mu asalkan usaha dan bersabar” kata papa wito yang sambil mengajak ibu yati untuk masuk ke kamar agar istirahat

Dian dan yang lain mengangguk dengar perintah dari papa wito. Semuanya pun bangkit satu persatu dan menuju kamar nya masing. Tak lupa mbak nurul beserta adik adik nya yang lain untuk tetap menyemangati dian agar tidak berlarut larut dalam kesedihan nya.

Mereka pun istirahat …


Read More

Tuesday, February 17, 2026

BAB 4 - FAKTA BARU

February 17, 2026 0

 


Di kamar umi dian

Umi dian menjadi diam dengan tatapan kosong. Hingga tiba tiba mengeluarkan air mata setelah mengingat yang telah terjadi hari ini.

Husna terbangun karena mendengar suara nangis, husna tidak langsung bangkit tapi pura pura mengintip dari balik guling yang dia peluk.

Dia mendengar semua apa yang umi dian ucapkan bahkan sampai kata berakhir pun husna mendengarkan.

Husna memang masih di umur anak kecil tapi dia terpaksa harus merasakan jadi anak dewasa agar dia juga memahami apa yang umi nya rasakan.

Husna memeluk umi dian agar bisa membantu nya untuk menenangkan umi nya.

“loh husna sudah bangun” kata umi dian yang langsung menyeka air mata yang membasahi pipi nya umi dian

“mi mau berpisah ya dengan buya” kata husna

“kamu ikhlas gak kalau umi berpisah, umi gak sanggup husna apalagi ..” kata umi dian yang menggantung kan percakapan nya

“kenapa mi, apa buya berbuat hal kejahatan ya?” kata husna penasaran

“buya kalian . buya kalian” kayta umi dian masih belum bisa melnajutkan kata kata nya

“mi jangan di paksa kalau belum bisa. Kita ist…” kata husna belum melanjutkan kata kata nya umi dian langsung to the point akar dari permasalahan nya

“buya kalian punya istri lain di belakang kita dan sekarang istri kedua nya sedang mengandung” kata umi dian langsung tiba tiba pingsan

Husna yang belum menyadari umi yang dia peluk pingsan dia pun ikutan lemas mendengar nya dan tak berapa lagi ia merasa keberatan dengan berpelukan dengan umi nya.

“mi kita istirahat ya” kata husna sambil membantu nya

Tapi dia heran kenapa umi nya tak merespon perkataan nya juga tidak bergerak badan nya

“umi, umi kenapa mi”

“umiiii” kata husna dengan teriakan

Dan teriakan husna membuat seisi rumah kaget

Mas anggi yang mendengar kalau husna menjerit langsung buru buru masuk ke dalam kamar

Bruughht (suara pintu yang di tending oleh lutfi)

Pintu kamar umi dian di kunci saat coba di buka dengan geram lutfi menendang pintu tersebut

Saat pintu di buka mereka kaget melihat husna yang kesusahan untuk memposisikan umi dian di tempat tidur.

Mereka yang melihat langsung bergegas membantu husna.

“umi kenapa husna” kata mas anggi

“it.. ituu om, huhuhu” kata husna sambil nangis hingga sesegukan

Mbak nurul mengkode kan ke adik adik nya untuk tidak bertanya tanya dulu.

“suci tolong ambilkan minyak angin dulu” kata mbak nurul

Suci pun pergi mengambil minyak angin yang ada di kamar nya kemudian Kembali dan memberikan nya ke mbak nurul

Kemudian mbak nurul pun mengarahkan minyak angin tersebut ke hidung serta di kepala agar menstabil kan keadaan umi dian

Husna masih sesegukan hingga akhir nya dia mendekat ke bu suci dan mulai lah menceritakan semuanya.

“ibu, umi katanya mau bercerai dari buya” kata husna sambil memeluk bu suci

Suci dan mbak nurul kaget dengar ucapan husna

“selain itu, umi ada ngomong apa aja ke husna. Apa husna tau kenapa umi mau menceraikan buya” kata bu suci

Husna tak langsung menjawab dia memperhatikan umi nya yang masih belum sadar dan menangis Kembali. Bu suci yang memang ada di sebelah nya mengelus punggung nya agar husna lebih tenang

“kalau belum sanggup jangan di paksa sayang” kata bu suci

Husna menghela nafas kemudian Kembali melihat ke arah keluarga nya umi.

“buya punya istri lain dan sekarang sedang mengandung” kata husna

Yaps semua yang ada di sana syok termasuk ibu suci dan mbak nurul kayak tersambar petir saat husna menceritakan hal yang tak terduga.

Tiba tiba dari arah pintu ada suara jatuh

Bruuukk

Saat lutfi keluar. Lutfi melihat ibu yati sudah dalam keadaan pingsan.

“IBUUUU” kata lutfi

Mbak nurul dan suci tak mendengar teriakan lutfi karena mereka masih syok dengan pikiran kosong. Mas anggi membantu mengangkat ibu yati ke tempat tidur.

Suami dan istri dari mereka semua pun ikut turut membantu, kini tinggal lah semuanya berada di kamar nya umi dian termasuk papa wito.

Papa wito sudah terlanjur kecewa. Dia langsung meminta tolong mas anggi untuk menelpon pengacara keluarga dan mengurus surat perceraian serta polisi agar di ambil Tindakan atas kasus penipuan serta perselingkuhan.

Mas anggi pun menghubungi pengacara serta polisi yang memang dari dulu ada hubungan keluarga juga.

2 jam kemudian keluarga bukhori seluruh nya datang.

Umi dian dan ibu yati sudah mulai sadar tapi mereka belum berani untuk menanyakan hal apa pun. Umi dian masih diam di tempat tidur dalam keadaan berbaring sambil melihat ke arah atas.

Ibu yati sudah menyender di senderan tempat tidur.


“assalamualaikum” kata seluruh keluarga bukhori

Mas anggi keluar dan menemui orang tersebut.

“belum puas kalian menipu” kata mas anggi

“nak anggi izin kan kami masuk untuk menyelesaikan masalah kita ini. Tapi maaf kami membawa pengacara keluarga” kata opung prima

Ciih hahaha

Mas anggi tertawa saat mendengar kata pengacara yang di ucapkan ayah dari orang yang membuat permasalahan ini

Gak berapa lama polisi serta pengacara keluarga tiba di rumah papa wito dan ibu yati.

“permisi, mas anggi tadi menyuruh saya datang. Apa ada masalah yang harus di selesaikan hingga mengundang saya serta rekan saya” kata pengacara tersebut

Pengacara tersebut bernama Hendra dan 2 polisi yang dimana salah satu nya adalah keponakan nya papa wito yaitu mas dito.

“iya benar pak de Hendra, silahkan masuk papa sedang menunggu di ruangannya” kata mas anggi

Mas anggi melihat Kembali ke arah keluarga itu sambil tersenyum jahat. Dan mendekat ke arah bukhori

“kau dengar ya. Hari ini adalah hari terakhir kau melihat matahari dan pohon. Kau ingat sekeliling kau ini indah dengan pepohon dan juga masih ada matahari. Tapi itu tidak berlangsung lama karena akan ada hadiah yang sedang menanti dan pasti nya keluarga besar mu mau tidak mau harus setuju” kata mas anggi

Kemudian mas anggi menyuruh keluarga nya semua untuk masuk di ruang tamu

“masuk lah dan ingat tata krama kalian” kata mas anggi dengan suara dingin nya.

Di posisi bukhori, dia terdiam dengan ucapan adik dari istri nya tersebut. Dia teringat akan hal di mana waktu masa kuliah anggi lah yang selalu menghabiskan orang orang yang telah melukai keluarga nya dengan cara MATI.

Saat ini 2 keluarga besar sudah berkumpul di ruang tamu dengan 2 pengacara serta 2 polisi.

“ada maksud apa kalian datang dengan keluarga besar” kata papa wito bertanya ke opung prima dan keluarga besar

Papa wito melihat seluruh keluarga tapi papa wito terfokus kea rah seorang Wanita yang tak di kenal ikut bergabung juga.

“yang bukan keluarga silahkan keluar” kata papa wito dengan tegas dan suara yang sedikit meninggi

Opung prima yang sadar kemana arah pembicaraan papa wito pun menjawab

“maaf wito, dia bukan orang luar” kata opung prima

“hahaha” lutfi tiba tiba tertawa

Semua melihat ke arah nya

“pa ini dia Wanita penggoda yang telah menghancurkan rumah tangga mbak dian” kata lutfi

Semua yang ada di ruangan tersebut syok, dan keluarga bukhori yang bagian adik adik nya juga ikutan kaget karena mereka tidak tau soal istri kedua dari bukhori.

“apa maksud ucapan mereka bukhori” kata yanti

Yanti adalah adik paling kecil nya bukhori

“kau menduakan mbak dian, apa salah dia bukhori. Berengsek kau jadi laki laki” kata yanti sambil memukul kepala nya

Bukrhori geram karena lutfi menuduh istri kedua nya adalah Wanita penggoda. Bukhori bangkit dan

“jaga ucapan kau lutfi, dia bukan Wanita penggoda, dia istri ku. ISTRI SAH KU” kata bukhori dengan penuh emosi dan tekanan nada bicara nya

Hahaha hahaha

Kakak dan adik adik nya umi dian tertawa saat mendengar bukhori yang tersulut emosi.

“KAU BILANG DIA ISTRIMU KAN” kata bu suci dengan nada dingin tapi santai. Dan bu suci berjalan mendekati Wanita tersebut

Bu suci menatap remeh saja dengan Wanita tersebut. Wanita tersebut hanya menunduk saja saat tiba tiba bu suci mendekat.

“berapa kau di bayar keluarga penipu ini” kata bu suci kepada Wanita tersebut

Wanita itu langsung mengangkat kepala nya dan tatap tatapan tajam ke arah suci

Lutfi melihat tanda emosi dari arah mata Wanita tersebut

“jaga pandangan kau Wanita penggoda dari adik ku.” Kata lutfi

Suasana ruangan tersebut semakin tegang. Tiba tiba umi dian pun ikut hadir di ruangan.

“pa aku ingin bercerai dengan nya.” Kata umi dian langsung mendekati papa wito

Kemudian umi dian melihat ke arah bukhori

“dan kau bukhori sudah berapa lama kau punya hubungan dengan Wanita lain dan kau ..” kata umi dian sambil di akhir kata menunjuk kea rah Wanita tersebut

Umi dian menatap dan memandang remeh ke arah nya.

“PUAS KAU. TELAH MENGHANCUR KAN RUMAH TANGGA KU DENGAN CARA MURAHAN KAU ITU. HAHAH aku pikir kalau kami sudah menikah kau tak akan sedikit pun mengganggu hubungan ini. Tapi ternyata KAU WANITA PENGGODA” kata umi dian langsung menampar keras pipi Wanita tersebut

Ada beberapa ucapan dari umi dian yang mereka anggap masih mengganjal.

“kenapa mbak dian sangat marah sekali dengan Wanita ini” dalam hati bu suci

“dian apa kamu mengenal Wanita itu” kata mbak nurul

“ya aku mengenal nya. Dia adalah sahabat aku masa kuliah dulu tapi itu dulu. Dia juga sempat menggoda bukhori saat pertama tama kali aku berkencan dengan bukhori dia juga lah yang ikut serta dalam ANAK PERTAMA KU” kata umi dian

“kau Wanita sialan. Kau dengar baik baik ya. Anak yang kau kandung ini apa benar ini anak nya bukhori atau anak dari laki laki yang 3 bulan lalu kau ajak ke kos mu. “

“dan kau bukhori jangan mudah tertipu dengan Wanita. Secantik apa pun Wanita mereka juga butuh modal. Dan urusan anak yang sedang dia kandung cari tau dulu. Siapa tau itu hanya akal akalan dia saja karena laki laki yang sebenarnya meniduri dia bukan hanya kau saja.” Kata umi dian berbicara dengan mereka berdua

Wanita tersebut bangkit dan berhadap hadapan dengan umi dian

“dian dian, kau dengar aku. Aku memang puas dengan mengambil bukhori serta kedua orangtua nya. Mereka lebih percaya dengan ku ketimbang kau yang istri sah nya. Upps sorry aku juga istri sah nya tanpa minta persetujuan dari istri sah pertama nya .. haha .. aku capek harus pura pura drama melihat kebahagiaan kalian berdua kini giliran aku yang akan merasakan bukhori nya. Oh iya tujuan kami juga datang ke sini ingin mengakhiri hubungan mu dengan bukhori” kata Wanita tersebut

“hahaha silahkan aku dengan sangat sangat senang” kata umi dian

Bukhori bangkit dari bangku nya dan mendekat kea rah 2 istri nya

“dian apa maksud dari ucapan mu” kata bukhori

“CARI TAU SENDIRI” kata umi dian

Umi dian Kembali ke keluarganya dan papa wito memutuskan untuk bukhori masuk ke dalam penjara selama 10 tahun atau di kenakan denda 200jt .

Sebelum melakukan penangkapan, mereka mengeluarkan semua rahasia yang di mulai dari soal anak pertama yang mereka sembunyi kan dari keluarga besar.


Read More

Saturday, February 14, 2026

tutorial menambahkan nav menu halaman blog

February 14, 2026 0

 


Sebelum masuk ke Langkah Langkah nya , di sini aku menggunakan blogspot/blogger ya. Blog yang memang sudah lama aktif dan banyak pilihan pilihan tutorial lain nya. Berikut Langkah Langkah nya :

  • 1.     Masuk ke google chrome
  • 2.         Kemudian di bagian pencarian ketik bacaan “blogspot/blogger”

  • 3.    Kemudian pilih yang pertama

4.    Pada masuk menu pertama jika sudah memiliki akun bisa di ganti kan terlebih dahulu dan masuk ke menu pengeditan blog. Oke di sini aku hanya focus ke 2 saja yaitu menu halaman dan menu tata letak. 

     Yang pertama di sini kita akan focus di menu halaman. Sebelum masuk untuk menambahkan navigasi menu di blog kita tambahkan terlebih dahulu halaman kosong seperti di bawah ini

  • 5.    Di menu halaman pilih tambah halaman baru

  • 6.    Kemudian masukkan judul bebas ya “contoh”

  • 7.    Untuk bagian isi nya boleh di kosong kan aja ntar bisa di edit
  • 8.    Kemudian publikasikan, konfirmasi

 


  • 9.    Kemudian ada tanda bagikan di klik

  • 10. Cari untuk bagian URL/link yang akan di salin

  • 11.  Kemudian kita masuk ke bagian tata letak

  • 12. Scroll cari bagian “main menu”
  • 13. Pilih edit

  • 14. Scroll ke bawah hingga menemukan “tambahkan item baru”

  • 15. Di klik , kemudian tambahkan nama navigasi menu yang baru,

  • 16. Kemudian masukkan link yang tadi kalian salin

  • 17. Lalu simpan, simpan lagi

Dan lihat hasil nya di blog kalian, bisa ke bagian bawah daftar menu sebelah kiri ada Namanya “lihat blog”, klik

  • Ini dia hasil nya



tiktok video

youtube video

Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres