Seminggu setelah nya..
umi dian dapat telpon dari mantan
adik ipar nya yaitu yanti. Yanti
menghubungi umi dian ingin mengabari hal baru.
“assalamualaikum mbak, apa kabar
nya ?” kata yanti
“waalaikumsalam yanti,
alhamdulillah kabar saya baik yanti, kamu gimana kabar nya sekarang?” kata umi
dian
“mbak jangan lah terlalu formal.
Bisakan kita ngobrol santai” kata yanti
“santai aja yanti, mbak juga ama
naman aja kok. Ada apa yan, seperti nya ada hal yang ingin kamu bicarakan ke
mbak” kata umi dian yang langsung to the point saja
Jujur saja saat sebelum menerima
panggilan tersebut, umi dian tadi niat nya gak ingin untuk mengangkat nya
karena bagi nya adalah semua masa lalu sudah hilang. Tapi akhirnya umi dian pun
mengangkat panggilan tersebut
“mbak jujur sebenarnya aku gak
ingin ceritakan ini ke mbak karena pasti nya mbak udah gak peduli dengan
keluarga kami semuanya.” Kata yanti
“ada apa yanti katakan lah” kata
umi dian
“mbak, ayah sudah meninggal dan
ibu ..” kata yanti yang menggantungkan percakapannnya
“Inna lillahi wa inna ilaihi
raji’un, sakit kah yanti? Dan ibu kenapa?” kata umi dian
“ibu mengalami struk berat dan ibu
juga sering nyebut nama rania mbak” kata yanti langsung menjelaskan
“hah rania, kenapa sampai
menyebut nama rania?” kata umi dian
“hanya itu saja yang sering di
ucapkan ibu mbak, husna dan sofi juga di sebut tapi yang paling sering itu
rania” kata yanti
“kapan ayah meninggal nya yanti?”
kata umi dian
“sudah satu tahun yang lalu mbak,
dari mulai ayah telah meninggal dan istri kedua nya bang buqhori malah
selingkuh dan dari situlah ibu mulai strok dan hanya bisa tidur natap langit
langit sambil nyebut nama ketiga anak anak mbak tapi tetap yang paling sering
di sebut nya adalah rania mbak” kata yanti
“astagfirullah, mbak akan ajak
anak anak untuk mengunjungi nenek nya” kata umi dian
“jangan di paksa mbak, jika
mereka belum terima gapapa karena aku juga sebenarnya masih ada rasa sakit di
masa lalu” kata yanti
“yanti, kabarin tentang
perkembangan ibu ya. Dan untuk masa lalu mbak rasa anak anak juga sudah
melupakan nya” kata umi dian
“aku sangat sangat berterima
kasih dengan mbak yang mau mengusahakan untuk datang ke rumah ini lagi. Dan aku
juga sangat sangat berterima kasih ke anak anak mbak jika mereka benar benar
sudah memaafkan kesalahan di masa lalu” kata yanti
“kami sudah memaafkan kejadian di
masa lalu yan, nanti mbak coba ngobrol dengan mereka” kata umi dian
“iya mbak, maaf jadi curhat dan
makasih mbak” kata yanti
“iya yanti sama sama sehat sehat
ya, beri kabar mbak tentang ibu” kata umi dian
“iya mbak , insyallah aku akan
selalu kabarin mbak tentang perkembangan ibu ke mbak dian. Yaudah mbak maaf
jadi mengganggu waktu istirahat nya. Assalamualaikum mbak” kata yanti
“tidak mengganggu kok yanti,
waalaikumsalam” kata umi dian
Telepon pun berakhir.
Umi dian pun beristirahat.
“
Keesokan hari nya, hari weekend.
Di kediamannya umi dian, mereka
berempat sedang menikmati waktu santai di halaman samping
“ada yang mau umi sampaikan ke
kalian” kata umi dian
Mereka membenarkan posisi duduk
nya dan terfokus ke umi dian
“ada apa umi, sampaikan lah jika
itu yang akan membuat umi menjadi lega” kata husna
“buy anti, adik nya buya kalian
tadi malam menelpon umi” kata umi dian
“buat apalagi keluarga itu
menelpon umi” kata sofi
Diantara ketiga anak umi dian
hanya sofi lah yang masih sangat sangat emosi kalau sudah membahas tentang
keluarga buya nya. Sofi sangat sangat benci dengan keluarga tersebut. Saat ini
sofi mendengarkan katanya adik dari buya nya menghubungi umi nya.
“apa yang di katakana buy anti mi”
kata raina
“ada beberapa hal yang akan umi
sampaikan yaitu berita buruk dari keluarga mereka” kata umi dian
“baguslah mi kalau mereka sedang
kena musibah, aku masuk mi gak niat untuk mendengarkan cerita selanjutnya” kata
sofi yang akan bangkit
Tapi selak di tahan mbak rania
dan menyuruh nya Kembali duduk.
“duduk fi, kita dengar kan dulu
apa ceritanya, dan kamu tahan emosi. Cerita sudah lama, kita juga merasakan nya
walaupun mbak pernah ngerasain di sayang atau bahkan di peluk oleh buya, tapi
tetaplah dia ayah kandung kita. Kita dengarkan dulu semuanya” kata mbak rania
Akhirnya pun sofi Kembali duduk dengan
wajah di tekuk
“jadi bagaimana mi” kata husna
“dia mengabarkan bahwa opung
prima telah meninggal dunia, dan nenek kalian sedang terbaring di rumah sakit. Tapii”
kata umi dian yang tak melanjutkan ucapannya
Inalillahi wainna lillahi rojiun
(serempak mereka bertiga)
“tapi apa mi” kata rania
“nenek kalian memanggil nama
kalian bertiga dan yang paling sering dia panggil yaitu rania” kata umi dian
menjelaskan sambil memandangi rania
“kenapa bisa rania mi” kata rania
“umi juga gak tau sayang, bu yanti
sempat mengirimkan video kalau selama sakit dia hanya mencari kalian bertiga”
kata umi dian
“ini video nya” kata umi dian
sambil menyerah kan video dari obrolan chat mereka berdua ke tiga anak nya
Ketiga anak tersebut merasa iba
dengan keadaan nenek tersebut, sofi pun yang tadi sangat keras kepala pun
akhirnya pun tersentuh dengan keadaan nenek nya
“mi apa umi akan mengajak kami
untuk melihat nenek” kata rania
“rencana seperti itu nak,
sekalian kita singgah ke rumah bapak kamu, kita ajak mereka jalan jalan kaka
kaka mu juga” kata umi dian
“akum au mi, aku akan izin cuti
ke perusahaan agar kitab isa pulang ke medan” kata rania
“husna juga akan izin kuliah mi”
kata husna
“so- sofi juga mi izin sekolah”
kata sofi yang masih terbata bata menyempaikan nya
“alhamdulillah kalau kalian
memang mau untuk menjenguk mereka. Umi akan mengabari pihak kampus dan sekolah
kalian untuk meminta izin” kata umi dian
“kita berap lama mi” kata rania
“14 hari saja rania, karena
tujuan kita ada dua nenek kalian dan keluarga angkat rania” kata umi dian
Mereka bertiga pun mengangguk
sambil masih memikirkan keadaan nenek nya
“mi kami siap siap kan baju dan
lain lain nya” kata sofi
“iya sayang siap siaplah, umi
juga sekalian mau ngabarin bu yanti kalau hari ini kemungkinan malam kita akan
sampai” kata umi dian
Ketiga anak anak tersebut masuk
ke kamar masing masing dan mengambil masing masing koper yang mereka simpan dan
mulai Menyusun baju baju yang akan di bawa serta perlengkapan lain nya.
2 jam kemudian mereka pun telah
selesai bersiap siap kini mereka di ruang tamu sambil menunggu supir
mempersiapkan mobil yang akan mengantar kan mereka ke bandara.
Umi dian juga sempat menagabari
mbak nurul serta adik adik nya bahwa dia akan pulang ke medan untuk 2 keperlua
tersebut.
Mereka awalnya tidak setuju karena
takutnya terjadi apa apa tapi anggi menyuruh anak buah nya untuk menjaga dan
mengikut keluarga umi dian kemana pun berapa.
Umi dian sempat menolak tapi demi
kekhawatiran keluarga besar semuanya ia pun menyetujui.
“
Tiba di bandara..
Mereka menunggu giliran untuk
naik ke pesawat, mereka tidak menggunakan pesawat yang banyak penumpang, lebih
tepatnya mengambil kelas bisnis agar lebih cepat nyampai juga.
Oh ya mereka ada peninggalan pesawat
dari papa wito, masing masing anak akung wito semuanya dapat 1 keluarga 1
pesawat dan juga kapal. Tapi mereka memilih untuk ikut gabung dengan pesawat
lain di karenakan pesawat pribadi mereka sedang ada perbaikan.





