AFANDI PRO

AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Post Top Ad

Monday, July 6, 2026

BAB 25

July 06, 2026 0

 

Di ruamh umi dian

Kenapa?

Setelah kejadian pelemparan vas bunga di rumah pak Rizwan, umi dian memutuskan untuk pamit, agar memberikan waktu ke semuanya untuk berbicara masing masing keluarga

Rania kini sudah berada di dalam kamar nya, husna ke taman yang ada kolam ikan nya, sedang sopi dia memilih bermain game walaupun pikiran sedang kacau. Umi dian memilih di kamar sambil shalat sunah ikstikharah.

Waktu malam, penghuni rumah umi dian belum ada juga yang berniat untuk berkumpul, masih dengan posisi sama kecuali husna yang dari tadi hanya melihat masing masing kamar penghuni yang belum ada pergerakan juga.

Saat keterdiaman nya husna tiba tiba ada bel rumah bunyi, belum sempat husna bangkit, bibi dari dapur langsung datang dan menyuruh husna duduk Kembali agar bibi nya saja yang membuka kan pintu.

Tak berapa lama bibi Kembali ke dalam dan menemui husna

“nona husna, di depan ada seorang pria yang mau menemui nona kalau gak salah tadi nama nya andre” kata bibi

“suruh tunggu aja bi di taman depan, oh ya bi tolong siapkan the hijau hangat dan cemilan ya, terima kasih” kata husna

Kini husna pun berjalan untuk menemui teman nya

Tiba di tempat dimana andre yang masih menunggu di depan rumah

“andre, ayuk duduk di taman depan” kata husna sambil mengajak

Andre pangling melihat ke husna yang sangat sangat cantik tanpa make up, padahal kalau di lihat lihat husna hanya menggunakan setelan baju tidur dengan penutup kepala hijab bergo yang polos sesuai dengan warna baju nya.

Husna yang melihat keterbengongan teman nya ini pun menaikkan alis nya merasa heran dengan teman masa kecil nya

“andre, ayuk kenapa diam saja” kata husna

“ah ah yay a yok” kata andre mengikuti husna dari belakang

Satu kata yang di ucapkan dalam hati andre “cantik” .

Tiba lah mereka di taman depan.

Cuaca sangat mendukung mereka yang lagi duduk di taman depan.

Di dalam rumah, bagian dapur.

Umi dian ke dapur ingin mengambil minum, tapi umi dian gagal focus karena melihat ada the hijau yang sedang di sajikan.

“bi untuk siapa the hijau nya” kata umi dian

“eh bu, ini untuk tamu nya non husna” kata bibi

“siapa bi” kata umi dian

“kalau gak salah tadi Namanya andre bu” kata bibi

Umi dian hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti siapa tamu nya husna yang di bilang bibi. Ya andre teman masa kecil nya husna saat husna sedang berkunjung ke rumah nenek dari bapak nya pada masa itu.

Di taman depan,

Di sinilah husna dan andre duduk saling berhadap hadapan.

“rumah umi bagus ya” kata andre untuk memulai percakapan mereka

Husna melihat ke arah kanan yang duduk sebelah kanan tapi seperti depan depanan gitu

“ya rumah umi memang bagus, sangat bagus dari rumah umi yang lama” kata husna

“maaf husna, maaf kalau aku mengingat ngngat cerita dulu. Hmm apa kegiatan mu sekarang?” kata andre karena tidak enak dengan pembahasan di awal.

“gapapa andre, jangan merasa gak enak gitu. Udah lama juga ceritanya. Aku sekarang hanya ada usaha kecil kecilan aja” kata husna

“pengusaha dong?” kata andre

“masih pemula ndre” kata husna

“apa masih membuka dengan cita cita mu, usaha fashion muslim dan Muslimah?” kata andre

“ya aku membangun usaha itu, alhamdulillah sudah berjalan cukup lama dan alhamdulillah banyak yang minat” kata husna

“apa nama toko nya” kata andre

“husna lillah” kata husna

“sebentar aku coba cek di ig nya, aku kayak gak asing dengan toko yang barusan kamu ucapkan” kata andre

“apa kamu pernah membeli nya” kata husna

“ya aku dan sekeluarga kalau mau membeli baju lebaran dari toko tersebut. Mami sih yang sering belikan” kata andre sambil tangannya dan matanya melihat ke hp tapi tetap menjawab pertanyaan

“nah ap aini toko nya?” kata andre lagi

“iya benar itu toko nya” kata husna

“ternyata pemiliknya adalah teman masa kecil ku sendiri. Keren lah, eh itu toko sudah besar loh husna” kata andre

“belum besar besar kali ndre baru baru booming aja kok” kata husna

“apaan baru booming lihat ni pengikut nya saja sudah hampir million, ni lihat yang pesan dari online, nih resi resi nya banyak ni husna. Waaahh keren sih ini, ntar ku bilang ke mami lah siapa pemilik dari baju yang selama ini mami beli” kata andre tampak Bahagia

“ih jangan dulu ndre belum waktu nya aku di publis kan, belum umur ku di 30 tahun.” Kata husna menunduk

“kenapa harus menunggu 30 tahun, pasti banyak itu di sosmed yang penasaran dengan owner nya” kata andre

“hmm gapapa aku masih malu untuk di kenal banyak orang” kata husna

“tapi brand mu ini baju dan lain lainnya ini juga sudah banyak yang menggunakan nya husna” kata andre

“aahh sudah lah aku malu, kita bahas yang lain aja. Hmmm kamu ndre apa kegiatan nya sekarang” kata husna

“aku sudah jadi pilot husna” kata andre sambil tersenyum dan melihat ke husna

Husna pun tampak kaget ternyata teman nya ini juga sudah berhasil dengan cita cita masa kecil nya yaitu menjadi pilot

“alhamdulillah, udah lama?” kata husna

“sudah 3 tahun aku menjadi pilot” kata andre

“wow berarti sudah keluar negeri dong, seru banget pasti ya” kata husna

“kalau luar negeri aku belum pernah masih di daerah Indonesia aja kok, hanya di beberapa pulau saja. kalau untuk keluar negeri aku sudah pastikan akan pergi dan berangkat pertama kami dengan pasangan aku, istri ku nanti” kata andre

“kenapa begitu, kalau pihak maskapai nya minta dan menyuruh kamu untuk bawa ke luar negeri bagaimana” kata husna

“tetap aku akan tolak, aku ingin membuat cerita baru dengan istri ku anggap lah sekalian honeymoon” kata andre

“kamu sudah punya calon istri kah ndre?” kata husna

“hah gak mungkin lah aku sudah punya calon istri husna, aku sedang menunggu seseorang saja” kata andre sambil di akhiri tertawa

“kenapa tidak mungkin, bukannya di tempat kamu kerja banyak pramugari yang cantik cantik atau yang pekerja di bandara nya” kata husna yang makin penasaran

“mereka memang cantik tapi mereka tidak menutup aurat nya mereka, aku tidak suka dengan perempuan yang tidak bisa menutup aurat nya dan malah memamerkan nya ke public” kata andre

“bukannya udah jadi hal yang biasa ya seorang pilot jodohnya atau pasangannya itu dari tempat kerjaan yang sama” kata husna

“kebanyakan seperti itu, tapi tidak semua husna. Termasuk aku dan papi aku tidak ingin mencari istri di tempat kerjaan yang sama” kata andre

“kenapa” kata husna

“karena aku ingin focus ke satu orang saja” kata andre

Andre dan husna saling tatap tatapan hingga tak menyadari bahwa dari lantai dua sudah ada mbak rania yang tak sengaja sedang duduk di balkon yang niat nya ingin menenangkan pikiran nya dan hati nya yang sedang kacau tapi malah ikut memantau adik nya yang di datangi tamu masa kecil nya.


Read More

Saturday, July 4, 2026

BAB 24

July 04, 2026 0

 

Perjalanan menuju ke rumah keluarga kedua nya raina.

Sebentar, tentang bagaimana dengan keadaan di rumah sebelum nya. Sudah beres para tetangga hanya 2 orang saja yang meminta maaf dan segalanya tapi tidak dengan bu ratna bu risa dan bu isa. Mereka amsih tetap dengan pendiriannya yang super duper kepo nya.

Soal teman nya husna, sempat ketemu tapi tak lama karena husna harus pergi lagi bertemu dengan keluarga kedua nya mbak raina. Tapi temannya husna akan datang ke rumah husna esok hari.

Oke Kembali ke perjalanan ..

15 menit setelah dari rumah pertama kini mereka tepat berada di rumah kedua, ya rumah keluarga kedua nya raina.

Rumah ini yang di berikan oleh akung wito karena ucapan terima kasih karena sudah menerima raina. Bukan hanya rumah saja, kendaraan serta 3 hektar tanah kosong di berikan ke keluarga nya Rizwan.

Semua di berikan atas nama bapak Rizwan.

Mereka berempat turun dari mobil

Saat membuka pagar terlihat lah satpam yang mendatangi mereka, tapi satpam tersebut langsung menunduk sopan ke umi dian. Ternyata satpam tersebut adalah mantan satpam yang di rumah nya akung.

“assalamualaikum mbak dian, apa kabar?” kata satpam tersebut

“waalaikumsalam mas, alhamdulillah kabar baik. Gimana kabar ya mas dan istri serta anak anak” kata umi dian

“alhamdulillah mereka sehat sehat semua mbak, bahkan saya sudah memiliki 3 cucu mbak, ehhe” kata satpam tersebut.

Umi dian hanya mengangguk ngangguk kan kepala nya saja sambil tersenyum.

“oh ya mas, pak Rizwan ada di rumah kan” kata umi dian

“ada mbak, mari saya bantu arah kan” kata satpam

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan terlihat lah rumah yang sangat sangat terawatt dengan warna putih kombinasi dengan warna gold sangat sangat cantik dan mewah.

Dari arah tangga muncul lah sosok perempuan yang sudah lama banget raina tak jumpa yaitu kakak pertamanya kak alika.

Alika mengerjap ngerjapkan mata nya memastikan apa yang di lihat nya adalah adik nya. Adik yang sudah sangat sangat lama tidak pernah ia jumpai.

“ra ra-nia” kata kak alika terbata bata

Rania yang langsung melihat ke kak alika sudah berlinangan air mata. Kakak pertama nya walaupun bukan kakak kandung nya

Dan terjadilah antara rania dan kak alika berpelukan di tengah tengah antara tangga dan pintu masuk rumah.

Haaap

Huhu (suara isakan raina dan kak alika)

Ketiga orang yang masih stay di depan pintu merasa iba dan ikut terharu dengan pertemuan mereka ini.

“mereka bertemu Kembali” kata sopi

“benar pi, mereka kumpul lagi” kata husna

“kita biarkan mereka menghabiskan waktu mereka dulu kita Kembali ke rumah?” tanya umi dian ke kedua anak nya

“iya mi, sebaiknya kita Kembali, besok saja kita ke sini lagi” kata husna yang juga di anggukin sofi

Belum sempat mereka keluar, mereka bertiga di hentikan karena langsung di panggil oleh bapak Rizwan dari atas

“mau kemana dian” kata bapak Rizwan

Pelukan antara raina dan kak alika pun terlepas karena teriakan dari sang bapak.

Mereka berdua masih menyeka air mata yang masih terus menerus keluar sambil mereka merangkul satu sama lain.

Umi dian dan kedua anak anak nya pun berbalik badan dan tersenyum ke bapak Rizwan.

“kami akan datang lagi, kami ingin rania menghabiskan waktu nya dulu di rumah ini di keluarga kedua nya ini” kata umi dian

“sini masuk, tak baik lah baru datang masa’ iya langsung pulang. Padahal ada nya penghuni rumah nya” kata bapak Rizwan

Tidak berapa lama pun bapak Rizwan turun bareng istri dan ketiga anak anak nya bersamaan. Tapi saat mendekat dengan alika dan rania, bapak Rizwan malah memukul pelan bahu nya alika karena telah mengabaikan keuarga nya rania yang lain.

“kamu ini ya paling tua bukannya menyambut dulu keluarga nya malah sibuk berpeluk pelukan dengan adik nya” kata bapak Rizwan

Umi dian dan istri nya bapak Rizwan hanya tersenyum saja.

Alika manyun saat di pukul oleh bapak nya walaupun pelan

“maaf pak, Namanya reflek tiba tiba kedatangan adik bungsu yang sangat sangat kami rindukan ini loh. Apalagi tadi aku pangling pak melihat nya” kata alika

“eleh ngeles aja kamu, minta maaf bukan ke bapak alika tapi ke umi dian tapi ke umi dian dan kedua anak anak nya. Kamu ini buat malu aja” kata bapak Rizwan

“hehe maaf bapak”

“umi dian husna dan sopi, saya minta maaf ya. Maaf saya kalau tidak sopan” kata alika sambil menyalami keluarga kandung nya raina

“tidak apa nak, umi paham kok” kata umi dian

“gapapa kak, aman kok kalau kami. Kami sangat sangat paham kondisi kok” kata husna dan sopi yang hanay tersenyum dan juga mengangguk kan kepala nya.

Setelah itu mereka pun kumpul dan duduk di ruang tamu yang sangat elegan dan sederhana tersebut.

Ruang tamu..

Pembantu sudah menyediakan minum dan juga beberapa cemilan di meja tamu

“apa kabar mbak” kata umi dian sambil menggenggam tangan istri nya pak Rizwan

“alhamdulillah kabar ku baik dian, kamu gimana? Setelah hari itu kita sudah tak pernah lagi bertemu” kata mak tri

“alhamdulillah kabar ku juga baik. Iya mbak, setelah masa sidang itu aku dan ketiga anak anak ku memutuskan pindah rumah di pulau jawa yang lebih tepat nya rumah yang sudah di sediakan ibu dan papa” kata umi dian

“oh begitu, jadi apa lah kegiatan anak anak ini sekarang” kata mak tri

“alhamdulillah, mereka sudah memiliki masing masing usaha, rania akan menikah dengan seorang ceo lebih tepatnya pemilik perabotan terbaik yang ada di Indonesia dan juga rania memiliki usaha cafe yang alhamdulilah juga sudah banyak cabang nya.” Kata umi dian yang menjelaskan tentang rania terlebih dahulu

Keluarga bapak Rizwan yang mendengar rania akan menikah pun sontak membulatkan mata nya dan melihat ke rania dengan tatapan bingung

“menikah” kata nisa pika dan lia secara bersamaan

“kok bisa secepat itu, umur kamu juga masih terlihat muda rania. Apa kamu di jodohkan” kata alika

“gak kak, aku dan tunangan ku tidak ada di jodohin, kita menjalankan ta’aruf kemudian merasa cocok akhirnya memutuskan untuk menikah” kata rania

“gak mungkin, pasti kamu pakai guna gunakan. Aku yang sudah umurnya mencapai 40 tahun tidak juga kunjung ada yang mau menikahi ku. Kenapa kamu bisa secepat itu mendapatkan laki laki yang bahkan lebih kaya dari kamu” kata nisa

Keluarga umi dian serta pak Rizwan dan istrinya kaget dengan ucapan yang telah di lontarkan nisa. Gak menyangka kenapa tiba tiba anak nya ini menuduh rania yang aneh aneh.

“nisa, apa maksud kamu” kata pak Rizwan

“udah cukup pak, dia bukan anak kandung bapak. Berhenti membela nya” kata nisa

“apa yang terjadi dengan mu” kata alika

“kak jangan mau di bodoh bodohi dengan rania dengan muka polos nya ini padahal dia mau pamer ke kita. Karena kita berlima belum ada yang menikah di umur kita yang terbilang sudah tidak muda lagi” kata nisa

“kak, aku a-ku tidak pakai guna guna yang seperti kakak bilang” kata raina yang mulai terisak

Husna dan sopi yang melihat mbak nya terisak dan kaget tersebut pun mulai mendekati raina dan merangkul serta membantu nya berhenti dari tuduhan tersebut.

“kak, rania tidak seperti itu” kata rania lagi

“mak dan bapak peraya padamu kok rania, abaikan aja ucapan nya” kata mak tri

“tapi mak, apa yang di bilang kak nisa itu gak benar” kata rania

Mak tri pun mendekat ke rania, husna yang melihat kedatangan mak tri pun bergeser di sebelah sopi memberikan ruangan untuk mereka berdua

Sopi yang dari tadi diam mulai sinis dengan nisa

“apa yang membuat mu menuduh mbak rania melakukan guna guna” kata sopi tanpa melihat ke nisa

Nisa yang tau pertanyaan tersebut mengarah ke dia, dia pun langsung melihat ke sopi dengan tatapan sinis

“kau masih anak kecil yang gak akan paham dengan urusan orang dewasa, anak SMA aja belagu. Mentang – mentang kalian tinggal di pulau jawa gitu” kata nisa

“cukup nisa” kata lia

“apa maksud mu” kata alika

“kenapa tiba tiba kamu menuduh rania yang tidak tidak, sadar nisa sudah berapa banyak calon yang ingin melamar mu tapi dengan sikap mu yang selalu merasa, ahh ntah lah aku sebagai kakak mu saja gak mengerti tentang sifatmu” kata lia

“aku belum menikah bukan karena aku tidak laku, aku akan menikah bahkan aku sudah di lamar dengan pacarku tapi untuk tunangan resmi akan di adakan dalam beberapa waktu ke depan, dan aku sudah mengabari ke mamak dan juga bapak” kata alika

“serius kak” kata lia dan pika

“ia, kakak akan menikah insyallah di 2 bulan lagi, maaf kakak tidak memberitahu ke kalian karena memang masih di rahasiakan dulu” kata alika

“nisa, mending kamu masuk aja ke kamar pikirkan kesalahan mu” kata bapak Rizwan

“pak aku tak bersalah, Wanita pembawa sial ini lah yang sudah membuat kalian semua berubah. Dari dulu kalian selalu membela dia, aku hanya mengalah saja”

“padahal dia bukan anak kandung bapak dan mamak tapi kenapa kalian berdua membela nya. Buat kau rania, PUAS KAU SUDAH MENGAMBIL SEMUANYA, SEMUANYA MEMBELA KAU KETIMBANG AKU ANAK BUNGSU ANAK KANDUNG NYA MEREKA SENDIRI. PUAS KAU !” kata nisa yang tiba tiba meninggikan suara nya

Semua yang ada di ruang tamu tersebut pun ikutan kaget dengan reaksi tiba tiba dari nisa.

Nisa pun bangkit setelah membantingkan vas bunga yang ada di meja tamu ke arah rania tapi tidak mengenai rania. Kemudian nisa naik ke kamar nya dan membanting pintu nya. 


Read More

Thursday, July 2, 2026

BAB 23

July 02, 2026 0

 

Masih di suasana teras rumah keluarga bukhori

“berhenti ikut campur urusan rumah tangga orang” kata yanti

“hanya memastikan” kata bu ratna

“anda hanya orang lain di keluarga ini berhentilah menyibukkan urusan keluarga lain bu ratna” kata yanti

“diamlah yanti aku bertanya ke abang mu bukan kau” kata bu ratna

“ini urusan keluarga kami bukan urusan keluarga mu, selagi aku masih sopan pergilah bu ratna” kata yanti

“gak sopan” kata bu ratna

“dari mana kata tidak sopan nya yang di bilang ibuku semuanya benar. Udah tua masih aja sibuk ngurusin hidup orang. Pantes aja lakik nya gak betah di rumah. Urusan keluarga sendiri aja gak mau di urus malah mengurusi keluarga lain” kata sofi ikut ngegas ke bu ratna

“ini lagi siapa sih, makin gak sopan ya” kata bu ratna sambil menunjuk nunjuk ke sofi

“turunkan jari mu, gak sopan banget” kata rania ikut menimpali bu ratna

“bukhori dian kenapa kalian menciptakan anak anak yang tidak sopan, ciih” kata bu ratna

“CUKUP RATNA. DARI TADI SAYA DIAM KARENA SAYA TAU ANAK ANAK SAYA PASTI BISA UNTUK NGOMONG DENGAN CARA BAIK BAIK DENGAN MU. TAPI KAU SEMAKIN MELUNJAK GAK JELAS” kata umi dian

“aku bertanya dian” kata bu ratna

“kau sudah dengar tadi ini urusan keluarga kami bukan urusan keluarga mu” kata umi dian

“diamlah ratna, iya benar dia rania anak pertama ku sebelum husna. Aku memang pernah membuang nya lebih tepatnya memberi ke orang lain karena dulu ambisi keluarga yang menginginkan seorang cucu laki laki. Dan rania sudah di temukan keluarga nya dian saat itu 2 hari sebelum proses perceraian kami dan..” kata bukhor yang akhir nya menjelaskan semuanya tapi di cekal yanti

“cukup bang, ga perlu semuanya di jelaskan ke orang lain. Intinya rania memang anak kandung mereka. Sekarang tolong bu ratna hentikan kekepoan mu terhadap keluarga kami” kata yanti

“enggak saya masih mau dengar penjelasan dari bukhori” kata bu ratna yang masih ngotot

“CUKUP RATNA. Pergi dari rumah mereka. Gak ada yang perlu kami jelaskan untuk orang lain yang taka da kaitan nya” kata umi dian

“biasa aja kali dian” kata bu risa

Bu ratna and the geng tidak juga kunjung pergi walaupun sudah di usir tetap aja masih betah di rumah orang.

Akhirnya umi dian dan sekeluarga pamit ke yanti

“yanti, mbak dan anak harus segera Kembali karena ada urusan lain” kata umi dian

“ok mbak, makasih banyak ya, makasih ya anak anak ibu” kata yanti

“sama sama bu” kata husna dan rania

Beda dengan sofi yang hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Husna dan raina pamit juga dengan buya nya hingga salaman pun.

“ra-rania” kata buya bukhori

“iya buya” kata rania

“makasih sudah memanggil dengan sebutan buya” kata bukhori

“sama sama buya, memang seharusnya seperti itu” kata rania

“rania husna apa yang sudah kalian miliki sekarang” kata bukhori

“maksud buya apa. Saat ini kami hanya memiliki ibu sekaligus ayah ya hanya umi. Tapi kalau yang di maksud buya adalah soal dunia. Alhamdulillah kami sudah punya segala nya” kata sofi yang tiba tiba langsung nyerocos

Sofi sebenarnya dari tadi hanay mendengar dan memperhetikan saja, tapi di balik itu semua dia mengerti maksud dari omongan seseoranf. Seperti saat ini buya nya yang tiba tiba pertanyaan nya yang sedikit menyinggung seseorang.

“bukan maksud apa apa sofi, buya hanya tanya. Apa yang sudah kalian dapatkan setelah berpisah dengan buya” kata buya bukhori

Para tetangga yang selalu sinis saat melihat keluarga nya umi dian pun mengejek dengan raut wajah nya.

Husna dan raina tidak niat mau menjawab apa pun tapi tidak dengan sofi

“mau tau anda apa saja yang sudah kami dapatkan” kata sofi yang tersenyum sinis sambil memainkan hp nya

Rania yang tau adik bungsu nya mulai terhasit dengan ucapan buya nya pun menghentikan aksinya

“dek, tak perlu mempamerkannya” kata rania

Tiba tiba bu ratna malah ikut menyambar

“apa kali sih yang mau di pamerkan, hanya mobil Alphard seken aja sombong kali” kata bu ratna

“anda orang lain, bisa berhenti tidak ikut campur urusan kami” kata husna sambil menunjuk kan jari nya ke bu ratna

“gak sopan kali sih dian anak anak mu, gak jelas orangtua nya aja gak jelas hubungannya apalagi tingkah laku anak anak nya” kata bu isa teman segeng nya bu ratna dan bu risa

“saya akan sopan kalau orang yang stersebut juga sopan. Ini kan enggak, sama sekali tidak sopan. Dari awal kami sampai kalian geng sosiality ntah apa pun ini lah tiba tiba nyerobot ikut campur urusan keluarga kami berdua. Itu yang di katakana sopan” kata sofi

Bu ratna bibir nya manyun karena tersental hati nya saat sofi mengatakan hal yang sebenarnya

“dengar baik baik, aku di sini anak yang suka keluarga kecil ku ini di tindas oleh orang orang seperti kalian kalian ini. Jadi ku tunjukkan saja semua nya biar semua rang yang ada di sini bisa melihat apa aja yang kami punya setelah pisah dari keluarga nya prima” kata sofi

Kata kata sofi membuat bukhori dan yanti menunduk karena sofi sangat sangat membenci keluarga nya opung prima

“alah paling juga hanya ambil dari internet” kata bu risa

“jangan fitnah kalau belum tidak ada bukti bu” kata husna

“kalian keluarga penipu, bilangnya orang terkaya di daerah kalian tapi ternayat tiba di datangi daerah nya malah tidak ada orang nya” kata bu ratna

Sofi yang mulai makin emosi pun akhirnya memukul dinding ruamh tersebut hingga tangan sofi mengeluarkan darah dan mata nya memerah karena dari tadi menahan amarah nya

Buggh

Semua orang yang ada di sana menjerit dan kaget sekaligus

Akkh.

Astagfirullah

Rania husna dan umi dian yang tak pernah melihat sisi lain dari sofi pun langsung khawatir dengan tangan nya yang masih mengeluarkan darah

Para tetangga pun mulai ketakutan dengan aura menyeram kan dari sofi, mereka mengintip sambil menunduk melihat ke sofi.

“apa sih mau kalian” akat yanti

“keluarga mbak dian memang nyata nya dia anak orang kaya, bapak nya asal kalian tau pak suwito keluarga nya Zawawi orang terkaya ketiga di pulau jawa. Dan ibu nya yatinem anak orang kayak pertama di pulau jawa. Masih kurang jelas juga aku menjelaskan. Kami hanya lah orang yang sempat bersyukur bisa kenal dengan keluarga merak sayang nya hubungan keluarga kami tidak lama. Puas bu ratna dan geng. PUASS KALIAN LIHAT PONAKAN SAY YANG DARI TADI MENAHAN AMARAH NYA KARENA TINGKAH KALIAN YANG SELALU SEPERTI ITU. PUAS KALIAN. Ku minta kalian semua pergi dari rumah jangan harap kalian bisa menginjakkan rumah kami lagi. PERGI KALIAN SEMUA” kata yanti yang juga emosi dengan tingkah tetangga tetangga nya.

Akhirnya pun para tetangga buru buru buru karena yang tinggal di rumah tersebut juga ikutan emosi dengan tingkah gila tetangga tersebut.


Read More

Tuesday, June 30, 2026

BAB 22

June 30, 2026 0

 

Di dalam kamar tersebut. Terlihat ada seorang Wanita yang umurnya sudah tak muda lagi. Sedang melihat langit langit kamar sambil berbicara dan hanya 1 kata saja yang di ucapkan nya.

“raniaa… raniaa… raniaaa” kata nenek yang sedang terbaring

Oh ya kita beum perkenalan dengan ibunda nya bukhori yaitu bernama sella puspita biasa di panggil bunda sella.

Berulang kali bunda sella memanggil nama nya rania, hingga ..

Ketiga anak perempuan tersebut hanya menatap tanpa niat mendatangi.

“rania, temui nek sella itu, siapa tau ada perkembangan lain” kata yanti

Rania melihat ke semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut hingga terakhir melihat ke umi dian, umi dian hanya mengangguk saja tanpa berbicara.

Tapi saat rania akan berjalan tangannya di tahan dengan sofi, dan menggelengkan kepala dengan muka memohon

“mbak jangan tertipu dengan hal hal seperti ini, salah satu anak nya saja sudah menipu keluarga besar umi” kata sofi yang tidak langsung percaya dengan keluarga besar tersebut.

Kata “menipu” yanti sangat sangat kecewa dan sakit hati mendengar nya tapi itulah fakta yang terjadi dia hanya tersenyum kikuk saja sambil menunduk.

Febi yang mengikuti mereka memasuki kamar nenek nya menyela.

“kak kalau memang tak niat ke sini tak perlu mengungkit masa lalu. Kami gak ada sangkut pautnya dengan masalah kalian jangan di samakan lah. Gak lihat itu nenek sudah terbaring lemas hanya menatap langit langit kamar saja dan hanya menyebut nama satu Nama saja, hanya nama kak rania. Kami yang cucu dekat nya saja tidak di cari nya. Bang adam yang cucu laki laki yang paling dia sayang aja dia tak menyukai nya malah melempar kan barang barang yang ada di sekitar nya. Berhenti sangkut pautkan masa lalu dengan keadaan sekarang ini” kata febi yang tiba tiba emosi dengan ucapan nya sofi

“heh kau dengar ya, siapapun nama kau aku gak peduli. Kau mau aku jawab jujur kan. Asal kau tau aku tak pernah sudi untuk datang apalagi untuk bertemu dengan keluarga penipu seperti keluarga kalian, aku ke sini karena umi ku bukan karena keinginanku. Cam kan itu” kata sofi yang juga tersulut emosi

“kan kakak bisa berontak tanpa mengikuti ucapan umi” kata febi

“kau tum au nya apa sih. Masih syukur kami datang menyempatkan untuk balik lagi ke kota jahat ini. Kota yang memberikan kami luka besar dan sangat sangat besar untuk keluarga umi dian” kata sofi

“biarkan kak rania bertemu dulu dengan nenek kak, aku juga mau nenek sembuh. Aku kasihan dengan nya kak” kata febi

“kenapa harus mbak rania yang melakukan nya, dia banyak cucu bahkan dari keluarga ini banyak cucu laki laki. Kami bertiga ini adalah cucu yang tak pernah di harapkan dan tak diinginlan” kata sofi dengan menekan 2 kata tersebut.

Semua yang ada di ruangan tersebut pun terdiam dengan ucapan nya sofi. Hingga akhir nya

“mi, mbak aku ke mobil, jangan lama lama bahaya” kata sofi langsung keluar menuju ke mobilnya.

Semua terlihat dari bukhori dan tetangga tetangga yang masih stay di teras rumah tersebut.

Sofi membuka pintu mobil dan menyuruh pak supir untuk menyalakan ac dan  sambil cek apakah umi dan mbak nya sudah pada keluar atau belum.

Di dalam kamar .

“maaf kan sofi yanti, dia masih belum bisa terima dengan ini semua” kata umi dian

“gpp mbak, sofi benar kok, semua yang di ucapkan nya memang benar adanya” kata yanti

“mama jangan terima terima ajalah, kak sofi nya aja yang bawaan nya emosi kayak buya. Ini kan masalah nya paman bukhori kenapa kita juga di salahkan sih ma” kata febi yang ikut menjawab

“cukup febi, kamu ke kamar saja sana. Biar rania dan keluarga umi yang menemui nenek” kata yanti

“ma .. “ kata febi

“rania silahkan nak dekatin nenek siapa tau setelah dia mendengar suara kamu ada keajaiban” kata yanti

Febi yang di abaikan mama nya pun bergegas dengan kesal dan pergi meninggalkan kamar tersebut.

Setelah kepergian febi, rania mendekati tempat tidur nya nenek sella tersebut.

Rania masih memandangi tempat tidur yang dimana nenek sella masih terbaring tanpa menyadari ada orang yang di samping nya.

Tiba tiba,

“raniaa, maafkan ne-nek na-k” kata nek sella dengan terbata bata

Semua yang mendengar ibunda sella mengucapkan beberapa kata langsung berbinar mata hingga nyaris berkaca kaca.

Rania duduk di pinggiran ranjang sambil memegangi tangan nya tersebut.

“nek, ini rania, rani sudah di sebelah nenek” kata rania

Nek sella terdiam mulutnya ingin mengucapkan kata kata tapi nyaris tak terdengar. Hingga tidak berapa lama nek sella melihat ke sebelahnya yang ada rania.

Nek sella membulatkan mata nya saat melihat anak gadis yang sangat sangat cantik yang wajahnya mirip seperti anaknya bukhori tapi versi yang perempuan nya.

“ka-kamu si-i-a-apa” kata nek sella

“aku rania, cucu dari anak nya buya bukhori yang di buang oleh nya” kata rania

“ma-maaf kan sa-ya” kata nek sella sambil menangis

Yanti yang melihat ibunda nya lumayan banyak berbicara mendekat sambil membantu ibunda nya yang berusaha bangkit tapi tidak bisa karena seluruh badan nya sudah sangat kaku.

“nek baring saja, rania di sini” kata rania

“ya-anti” kata nek sella

“iya ibun” kata yanti

“dia ra-nia kan” kata nek sella yang bertanya ke bu yanti untuk memastikan apakah yang barusan dia lihat ini bukan mimpi

“iya ibun, ini rania. Anaknya mbak dian dan bang bukhori yang pertama. Di sana juga ada husna” kata yanti sambil menunjuk ke arahnya husna yang masih berdiri di bawah ranjang.

Nek sella melihat ke arah tunjuk nya yanti dan terlihat 2 wanita yang sempat ia kenalin yaitu umi dian dan juga husna.

“di-dian maafkan ibun nak. I-ibu sudah j-ahat s-a-ma k-amu” kata nek sella yang sambil menangis sambil memohon minta maaf ke umi dian

Umi dian pun ikut mendekat ke nek sella agar menyempatkan nya untuk mengobrol

“ibun, ini dian. Dian Kembali ke sini bawa ketiga anak anak dian. Tapi sofi dia sedang di mobil, dia masih belum terima dengan masa lalu” kata umi dian yang mencoba menjelaskan

“gapa-pa, sam-p-aikan sa-lam dan per-m-ohonan m-aa-f dari ibun ya” kata nek sella

Umi dian dan rania hanya mengangguk saja sambil tersenyum.

20 menit setelah mengobrol, nek sella sudah lebih mendingan, dia sudah mulai tidur nyaman tanpa mengigau lagi seperti biasanya.

Kini umi dian pamit ke yanti

“yanti, mbak akan pulang sekarang, karena ada urusan yang harus mbak lakukan lagi” kata umi dian

“makasih banyak mbak, makasih sudah membantu ibun untuk tidur nyenyak. Makasih sayang rania. Maafkan nenek ya nak walaupun itu sulit” kata yanti

“insyallah rania dan yang lain sudah memaafkan tapi untuk sofi maaf bu kami tidak bisa memastikan nya karena dia masih sangat sangat sakit” kata rania

“iya gapapa rania, ibu paham kok. Kalau ibu yangdi posisi sofi juga ibu akan lakukan hal yang sama” kata yanti

“yaudah yanti, kami izin pamit. Kabarin mbak jika butuh bantuan mbak. Insyallah kami akan segera membantu.” Kata umi dian

“iya mbak hati hati di jalan dan makasih” kata yanti

Umi dian pun di antar oleh yanti sampai di depan mobil. Tetangga tetangga yang dari tadi masih nunggu di teras menjegat umi dian dan kedua anak nya.

“heh dian, sombong kali kau sekarang ya” kata bu ratna tetangga yang selalu julid dengan umi dian

“ntah ni, mentang mentang sudah punya mobil mewah lagak tak ada niat untuk menegur sedikit pun” kata bu risa temannya bu ratna

Umi dian hanya senyum senyum saja

“ada apaya ibu ibu” kata husna

“heh anak kecil diam aja, gak sopan banget” kata bu ratna

“dari mana kata tidak sopan nya” kata raina

“ini lagi anak siapa sih, sok banget” kata bu ratna

“yang pasti saya adalah anak nya umi dian yang pertama” kata raina

“mengaku ngaku, yang kami tau anak pertama nya itu ya husna bukan kau” kata bu ratna sambil mendorong bahu nya rania

“berhenti main tangan dengan anak anak saya. Dia rania anak pertama saya dengan bukhori yang sempat dia buang bukhori oleh selingkuhannya” kata umi dian

Semua tetangga yang mendengar menganga tak percaya dengan fakta seperti itu

“alah bulshit, pasti akal akalan dia aja ni” kata bu isan segeng nya bu ratna

Tidak berapa lama bukhori dan sofi datang ke tempat yang mengerubunin umi dan kedua kakak nya.

“ada apa ini” kata sofi

“apa yang kalian lakukan di rumah kami” kata bukhori

“nah ini dia si bukhori nya. Bukhori jelaskan apa yang di bilang dian benar atau tidak, anak ini (sambil menunjuk ke rania yang langsung di tepis si sofi) apa benar ini anak nya kau dan dian yang kau buang dengan selingkuhan kau” kata bu ratna

Bukhori membelakak kan matanya sambil menatap tajam ke bu ratna. Bu ratna yang di tatap bukhori pun langsung sedikit ciut


Read More

Monday, June 29, 2026

BAB 21

June 29, 2026 0

 

Setelah mereka sarapan, umi dian mengabarkan ke supir yang akan mengantarkan mereka ke rumah mantan keluarga nya.

“pak nanti tolong antar kan kita ke rumah mantan suami saya” kata umi dian

“siap bu” kata supir tersebut yang bernama pak yanto

Pak yanto pun menyiapkan mobilnya dan mulai memansain serta mebresihkan jika ada kotoran di dalam mobil.

Umi dian juga sudah mengabarkan key anti kalau mereka segera ke sana

“yanti mbak akan ke sana sebentar lagi. Dan tolong jangan buat apa apa, karena tujuan kami hanya untuk berkunjung ke sana seesuai permintaan ibu” kata umi dian

“iya mbak, alhamdulillah kalau kalian akan datang ke sini” kata yanti

“kirimkan lokasi nya yanti , mbak sudah lupa alamat nya” kata umi dian

“oh iya mbak, segera kau kirim” kata yanti

Tring (notifikasi npesan masuk)

“okey anti” kata umi dian

Mereka berempat pun masuk ke mobil Alphard keluaran terbaru itu. Mobil pun jalan santai tanpa ada kemacetan di jalan, karena suasana saat ini bukan suasana hari libur jadi jalan eaya cukup luas untuk di kendarai.

Tiba di rumah mantan mertua

Umi dian tak langsung turun dari mobil.

Kedatangan mereka membuat tetangga heboh, karena mobil yang baru saja luncur ternyata sudah ada di depan mata semuanya.

Semua tetangga terdekat mendekat ke mobil dan menunggu siapa yang akan turun.

Rania husna dan sofi melihat sekeliling kalau mereka sudah di kerumbunin oleh tetangga tentangga.

“umi turun sekarang” kata rania

“sebentar lagi sayang, umi mau ngabarin yanti dulu. Umi belum siap dengar cibiran mereka semua” kata umi dian

Rania pun mengangguk ngangguk

Umi dian menelpon langsung yanti

“yanti, mbak sudah d depan cumin mbak belum turun karena tetangga pada ngerubunin mobil yang mbak kendarain” kata umi dian

“oh mbak sudah datang ya” kata yanti

“febi ayuk temanin ibu jemput saudara kita di depan” kata yanti lagi sambil memanggil anak nya paling besar

Telpon pun berakhir, kini febi dan yanti sudah jalan ke depan rumah yang ternyata sudah sangat ramai sekali hingga mobil yang dinaiki umi dian tidak terlihat.

“yanti, ap aini keluarga kalian, kenapa tidak turun dari tadi. Sombong sekali” kata tetangga

“iya ibu ibu ini mantan kakak ipar saya yang baru pulang dari jawa” kata yanti

“siapa mantan kakak ipar mu”

“jangan jangan dian”

“gak mungkin lah ibu ibu diakan dari keluarga yang biasa biasa aja, gak mungkin punya mobil keluaran baru seperti ini”

“bisa aja bu ibu secara setelah dia cerai dari bukhori dia langsung pergi jawa. Bisa jadi juga dia menikah dengan orang kaya”

Begitulah perkataan perkataan tetangga tersebut. Inilah alasan kenapa umi dian tidak turun dulu.

Belum mengetuk jendela mobil mereka di kagetkan pintu mobil yang langsung terbuka.

Hal yang paling bikin mereka kaget adalah umi dian yang dari wajahnya serius dan menatap arah depan sambil sekilas melihat para tetangga tetangga yang masih gak percaya dengan perubahan nya umi dian

Umi dian yang dengan pakaian Muslimah stylis dengan warna coksu hijab Panjang selutut. Wajahnya yang sudah di rias dengan sekian rupa tanpa ada yang berlebihan apa pun. Telihat sangat sangat cantik Wanita Muslimah.

Kemudian umi dian tersenyum melihat yanti dan semua yang melihat ke mereka berempat yang masih duduk di mobil. Hingg akhir nya pun mereka berempat turun dari mobil.

“asslamualaikum ibu ibu, assalamualaikum yanti” kata umi dian dengan sopan

“wa-walaikumsalam” kata para tetangga yang masih kagum dengan perubahannya umi dian

“mbak ini beneran mbak dian” kata yanti yang masih tidak percaya dengan perubahan mantan kakak ipar nya tersebut

Dian tidak langsung menjawab tapi menggenggam tangannya yanti dan tersenyum. Lalu

“mana ibu, mbak gak bisa lama lama karena masih ada tempat yang harus mbak dan anak anak untuk datangi” kata umi dian

“oh iya ya ayuk mbak, anak anak mari masuk” kata yanti

Tetangga yang melihat semuanya itu masih melongo tanpa berkedip.

Saat umi dian masuk Sebagian para tetangga sudah ada yang Kembali ke rumah masing dan masih ada yang menunggu di luar bahkan ada yang masuk ke teras rumah tersebut.

Di dalam rumah.

Keluarga besar opung prima hanya ada 3 keluarga saja, keluarga yang lain sedang tidak di rumah induk di karenakan ada kegiatan lain yang mereka tidak bisa tinggalkan.

Saat memasuki rumah umi dian bertemu dengan mantan suaminya yaitu bukhori. Bukhori yang melihat yanti membawa orang masuk ke dalam rumah tak berkedip sama sekali. Hingga sofi menegur buya nya yang tidak sopan dengan umi nya.

“jaga pandangan anda dari umi saya” kata sofi

Rania yang melihat sofi mulai emosi memegang tangannya agar emosi nya mereda.

Bukhori yang di tegur oleh anak bungsu nya pun langsung mengalihkan pandangannya.

“yanti, kenapa kau bawa masuk keluarga ini lagi” kata bukhori

“diam bang, bukan saat nya kau melarang aku membawa mbak dan menemui ibu mertua nya, ops maaf mantan mertua nya. Serta mbak dian membawa ketiga anak anak nya” kata yanti

Bukhori yang mendengar semua perkataan yanti yang menyebutkan “ketiga anaknya” langsung melihat ketiga anak perempuan yang sudah dia abaikan.

“ka-kalian” kata bukhori yang terbata bata menjawab nya.

Ketiga anak itu hanya melihat sekilas tanpa melihat sepenuhnya kearah buya nya. Tapi tidak dengan rania. Dia malah mendekati buya nya dan menyalami nya.

“assalamualaikum buya aku rania anak pertama yang kamu buang dengan selingkuhan mu pada saat aku baru saja lahir dari Rahim ibu kandung ku” kata rania yang memang sengaja sedikit menyindir kata kata tersebut lalu mengambil tangan buya nya dan menyalami nya ke kening serta mencium tangannya.

Husna yang melihat mbak rania melakukan hal seperti itu ia pun ikut juga menyalami tapi tidak mengatakan apa apa hanya salaman saja. hanya untuk rasa hormat.

Sedangkan sofi dia masih betah di sebelah umi dian tanpa niat bergerak dari  sisi umi dia.

“sayang, salam ayah kandung mu, gimana pun hubungan anak dan ayah tidak pernah putus” kata umi dian yang memulai berbicara dengan sofi

“tidak umi, tidak sudi tangan ku menyentuh tangan kotor itu” kata sofi yang sedikit berteriak dan membuat orang arang yang ada di teras rumah juga ikut mendengarkan nya.

Di luar rumah (teras)

“ada apa ya antara ketiga anak nya dian dengan keluarga opung prima”

“sepertinya anak anak nya dian masih marah soal dulu, tingkah bejat ayah nya”

“bisa jadi gak sih ibu ibu”

“karena kalau yang dari aku dengar, memang keluarga opung prima yang salah”

Begitulah obrolan para ibu ibu yang di luar rumah.

Gak ada sediit pun niat mereka untuk Kembali ke rumah nya masing masing malah betah hingga mendengar perdebatan antara anak dan orangtua nya.

Kembali di dalam rumah

Rania dan husna mendekati umi dian dan mengajak bu yanti untuk menujukkan dimana kamar nya

“bu dimana kamar nenek itu” kata husna

Sebenarnya hati yanti sakit saat husna mengatakan “nenek itu” tapi dia tepis dulu permasalahan hati nya tersebut

“ayok sini, di sebelah sana kamar nya” kata bu yanti yang langsung mengarahkan ke kamar yang di tempati.


Read More

Thursday, May 21, 2026

Tugas Diklat Membangun Aplikasi Website

May 21, 2026 0

 https://drive.google.com/file/d/1hvvBccVj4HdQ4nK_lhUP2Me-dW32Sd6p/view?usp=sharing



login

https://drive.google.com/drive/folders/1fXjdZycen9c2BmW6wnOk_JNLIzWPs_sD?usp=sharing



Lalu jalankan satu-satu:

php artisan key:generate
php artisan config:clear
php artisan cache:clear
php artisan optimize:clear

public function cetakPdf()

{

    $categories = DB::table('categories')

        ->join('books', 'categories.id', '=', 'books.katID')

        ->select(

            'categories.id',

            'categories.nama',

            'categories.deskripsi',

            'books.penerbit'

        )

        ->get();


    $data = [

        'title' => 'Daftar Kategori Buku - BooksLover',

        'date' => date('d/m/Y'),

        'categories' => $categories

    ];


    $pdf = Pdf::loadView('categories.pdf', $data);


    return $pdf->stream('categorieslist.pdf');

}



bagian view



<tbody>

    @php $no = 1; @endphp


    @forelse($categories as $kategoribuku)

        <tr>

            <td class="text-center">{{ $no++ }}</td>

            <td class="text-center">{{ $kategoribuku->id }}</td>

            <td>{{ $kategoribuku->nama }}</td>

            <td>{{ $kategoribuku->deskripsi ?? '-' }}</td>

            <td>{{ $kategoribuku->penerbit ?? '-' }}</td>

        </tr>

    @empty

        <tr>

            <td colspan="5" class="text-center">

                Data kategori tidak ditemukan.

            </td>

        </tr>

    @endforelse

</tbody>

Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres