Tiba mereka semuanya sudah
memasuki pesawat pribadi yang memang milik nya papa wito.
Sangat muat untuk keluarga besar
nya mereka.
Di pesawat..
Anak anak semuanya memilih rata
rata duduk nya di sebelah jendela.
Di udara…
“kalian pada lapar gak” kata papa
wito
“LAPEEER AKUUNG” kata para cucu
cucu
Hehehe seua para dewasa
menertawakan anak anak nya yang terlihat lucu itu.
Rania???
Rania masih canggung untuk
berkomunikasi dengan yang lain karena belum terbiasa tapi seiring berjalan nya
sepupu sepupu nya juga terus menerus mengajak rania.
“mbak mau tanya selama bareng
keluarga yang di sana mbak pernah kemana saja?” tanya husna penasaran
“hmmm kami lebih sering ke
pantai, karena jarak nya juga yang lumayan dekat ketimbang ke mall” kata rania
“ooh gitu, berarti sudah lumayan
bosan lah ya kalau missal nya kita liburan ke pantai” kata husna
“emang nya kita akan ke pantai?”
kata rania
“pasti nya ada ke pantai juga sih
mbak, itu liburan paling wajib kalau mau ke jogja” kata husna
“husna apa keluarga kita banyak
yang dari jogja” kata rania
“banyak banget mbak malah hamper
100% lebih banyak di jogja ketimbang di sumatera karena keluarga besar eyang
akung dan eyang uti semuanya di jawa. Kalau eyang akung di jogja sedang kan
eyang uti jatim jawa timur” kata husna menjelaskan ke rania
“wow, jadi eyang di sini
merantau” kata rania
“iya mbak” kata husna
1 jam kemudian mereka pun tiba di
bandara jogja, mereka perlahan turun secara teratur tanpa dorong dorongan.
Mereka Kembali memasuki bus mini
yang memang sudah di persiapkan sebelum nya.
Mereka sempat berkeliling di
sekitaran jogja yang memang sejalan dengan arah rumah nya.
Adik bungsu mereka mengingkan es
campur yang ada di pinggiran tersebut jadilah para penjaga yang turun dan
membelikan es campur untuk satu bus malah hingga dagangan nya habis
“bu, aku mau es campur” kata
zikri
“dimana ada Nampak nya” kata ibu
suci
“tadi ada Nampak di pinggir
jalan. Beli kan lah buhaus sekali” kata zikri lagi
Papa wito yang mendengar rengekan
dari cucu bungsu nya pun menoleh dan bertanya
“ingin apa zikri” kata akung wito
“akung zikri ingin es campur tadi
ada Nampak di pinggir jalan di sana” kata zikri merengek
“yaudah duduk lah nanti akung
bilang ke supir untuk berhenti dan cari yang ada es campur nya” kata akung wito
Zikri yang mendengar jawaban dari
akung wito pun tersenyum Bahagia dan lari alu memeluk nya
“terbak lah akung. Makasih akung
sayang” kata zikri
“iya sayang nya akung” kata akung
wito
Kemudian akung wito pun
memerintahkan ke supir dan penjaga untuk berhenti dan mencari es campur.
Tiba ketemu dengan es campur..
Beberapa dari mereka ada yang
ikutan turun untuk membantu beli ada juga yang membeli makanan lain.
Kemudian mereka Kembali ke bus
dan menghabiskan semua yang mereka beli Bersama sama.
Hingga mereka tiba di rumah yang
dimana adalah milik eyang akung. Rumah nya dua kali lipat dari rumah yang ada
di sumatera.
Lebih ke istana nya di jogja. Di
kampung ini memang lebih banyak nya adalah keluarga Zawawi. Bahkan masjid nya
saja juga ada nama uyut Zawawi.
Mereka pun masuk ke dalam rumah
dan lanjut ke kamar masing masing.
Istirahat..
“
Waktu sudah menunjukkan malam
hari..
Mereka Kembali berkumpul di ruang
keluarga sambil menunggu para pembantu dan ibu ibu yang sedang menyiapkan makan
malam.
Ada yang lagi bermain di halaman
samping ada yang sedang menonton ada juga yang sedang melihat ikan yang cukup
besar yang memang sudah lama jadi peliharaan eyang.
Di luar rumah ..
Beberapa tetangga ada yang
keluarga termasuk salah satu keluarga dari akung wito yaitu akung tito. Mereka
berjalan karena baru saja selesai pulang dari masjid hingga akung tito melihat
ke rumah nya akung wito.
Saat akung tito mau masuk ke
rumah, akung di tegur oleh adik ketiga nya yaitu zainal Zawawi
“mas mau kemana” kata zainal
“ah hmm ini zai, mas heran kenapa
seperti ramai ya rumah nya wito, mas mau ngecek” kata akung tito
“oh gitu, kayak nya bukan cumin
mas aja yang merasa keluarga ku juga sempat melihat ke rumah wito tapi hanya
melihat pembantu saja yang membawa belanjaan cukup banyak. Apa wito pulang tapi
kenapa tidak ngabarin kita ya?” kata zainal
“yaudah lah biar mas yang cek
kamu mau ikutan gak?” kata akung tito
“mas aja lah aku mau ke warung”
kata zainal
Pergilah zainal meninggalkan
tito. Ternyata ..
Keluarga besar eyang akung baru
mengetahui rumah yang mereka tempati ada orang nya. Akhirnya pun abang pertama
dari akung wito mendatangi rumah mereka.
Ding dong
“assalamualaikum” kata abang nya
akung wito
Nama nya adalah tito Zawawi di
panggil dengan tito. Ia memilii istri Namanya renata aliska yang di panggil
dengan rena. Ia juga memiliki anak sebanyak 8 yakni sudarman Zawawi, suris
Zawawi, sulis Zawawi, sika ramadhana wawi, rahma wawi, amelia rahmi wawi,
Zubair Zawawi, Fathia aliska wawi.
Yang ada di rumah mendengar ada
bunyi bel rumah. Dan yang membuka kan pintu rumah tersebut adalah pembantu nya.
Sreet (suara pintu terbuka)
“waalaikumsalam” kata pembantu
tersebut yang bernama Rebecca
“aku lihat seperti rame sekali di
dalam apa wito pulang bi” kata akung tito
“benar tuan tito, mereka tiba
tadi sore hari dan sedang beristirahat tapi sudah ada yang bangun kini mereka
sedang di halaman samping. Masuk tuan” kata bi Rebecca sambil menawarkan tuan
tito untuk masuk
“aah iya yaudah bi, saya masuk
dulu” kata akung tito
Akung tito pun masuk hingga
sampai lah di halaman samping tapi dia sempat berhenti saat melihat ke arah
dapur yang dimana nisa dan rania sedang mengambil minuman.
Akung tito pun mendekat ke mereka
berdua dan memanggil nisa
“nisa, siapa yang Bersama mu?”
kata akung tito
“akuung tito, apa kabar akung”
kata nisa yang malah mengabaikan pertanyaan akung nya tersebut
“alhamdulillah akung kabar baik,
kamu gimana kabar nya sudah lama kita tak berjumpa. Mana keluarga yang lain”
kata akung Kembali bertanya dengan beda pertanyaa
“oh mereka sedang di halaman
samping akung. Aku dan mbak rania mau ngambil minum dulu” kata nisa
“ra-rania, siapa dia” kata akung
Kembali bertanya
“ah iya nisa lupa beri tahu ke
akung kalau kami punya kakak sepupu atau bisa di bilang cucu pertama akung wito
dan uti yati yaitu Namanya rania. Ini dia kenalin mbak ini akung tito abang dari
akung kita” kata nisa sambil menjelaskan sambil memperkenal kan ke rania juga
akung nya
“assalamualaikum akung, kenalin
saya khairania lubis anak pertama dari umi dian dan buya buqhori yang baru di
temukan.” Kata rania sambil mengambil tangan akung tito untuk menyalim nya
Akung tito yang dapat perlakuan
sopan pun ternyeh dengan kelembutan anak perempuan tersebut
“rania memang begitu akung.
Selalu salim dan ngucap salam ke orang yang baru pertama kali dia kenal” kata
nisa menjelaskan
“waalaikumsalam nak, masyallah
sopan dan lembut sekali. Hmm tadi opa gak salah dengar kalau kamu anak yang
baru saja di temukan. Selama ini kamu kemana saja memang nya sayang” kata akung
tito pelan pelan bertanya
Belums empat rania menjawab tidak
berapa lama akung wito muncul dari belakang
“maas tito” kata akung wito
Mereka bertiga pun menoleh ke
akung wito
“wito apa yang terjadi” kata
akung tito
“aku berniat mengumpulkan seluru
keluarga ke rumah besok biar aku jelaskan semuanya. Tapi karena mas sudah ada
di sini maka yaudahlah mas aja yang aku sampaikan duluan” kata akung wito
“dan kamu kenapa di kursi roda,
apa kumat lagi penyakit mu itu?” kata akung tito
“iya mas, kemaren sempat ngedrop
tapi sekarang sudah mendingan masih bisa mengajak mereka semua untuk berkumpul
di tanah kelahiran kita” kata akung wito
“apa yang terjadi. “ kata akung
tito
“kita ngobrol di depan aja mas,
kalian Kembali aja ke halaman dengan yang lain” kata akung wito membilangkan ke
kedua cucu nya
Mereka hanya mengangguk saja.
rania yang melihat ke dua akung nya merasa bingung dan gak tau apa yang di
pikirkan
“apa aku gak di terima ya di
keluarga besar eyang” kata batin rania sambil menatap kepergian kedua akung
nya
Nisa yang sadar gak ada
pergerakan dari mbak rania nya dia menoleh dan menyentuh lembut
“mbak, ada yang di pikirkan?”
kata nisa
“ah hmm gak adanisa, ayuk Kembali
dengan yang lain” kata rania
Mereka pun pergi ke halaman dan
Kembali dengan yang lain.
“






