BAB 3 - MENCARI - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Saturday, February 14, 2026

BAB 3 - MENCARI

 


Tiba di rumah sakit ..

Papa wito langsung masuk ke dalam ruangan ICU .

1 jam kemudian papa wito selesai di tanganin dokter keluarga dan akhirnya dokter tersebut pun keluar dari ruangan yang di mana ada papa wito juga.

Sreeet (suara pintu)

“dokter gimana keadaan papa” kata mbak nurul

“gimana keadaan suami saya” kata ibu yati

“alhamdulillah pak wito sudah melewati masa kritis. Sekarang sedang tertidur karena obat yang kami berikan. Nanti setelah pak wito sadar tolong jangan berikan obrolan yang bikin nya syok lagi” kata dokter andre

Dokter andre adalah dokter keluarga yang memang biasa menangani setiap penyakit keluarga nya papa wito dan ibu yati. Dokter andre sudah lama ikut dengan keluarga ini dari awal papa wito dan ibu yati memutuskan untuk menikah.

Lanjut cerita..

“baik dok, terimakasih sudah membantu” kata anggi

“iya sama sama mas anggi. Itu sudah menjadi tugas saya” kata dokter

Ibu yati melihat ke arah dian dan mendekati nya

“dengar dian jangan bahas apa pun masalah mu di hadapan papa. Tunggu hingga pulih. Dan kamu lutfi bantu mbak mu untuk menemukan anak pertama mereka gimana pun caranya harus dapat anak itu. Ibu yang akan mengurus anak itu sendiri” kata ibu yati

“bu maaf kan dian bu. Dian salah, maaf dian bu” kata umi dian

“ibu gak habis fikir dengan jalan pikiran kalian berdua bisa bisa nya kalian menyimpan rahasia sebesar ini selama ini. Sudah berapalah umur anak itu ya allah semoga aku masih bisa bertemu dengan nya” kata ibu yati dengan nada kecewa dan menunduk sambil menangis

Mbak nurul dan suci mendekat ke ibu yati dan memeluk nya sambil mengelus bahu nya agar menenang kan ibu yati.

Ibu yati dan alya masuk ke ruangan yang di mana papa wito sudah di pindahkan ke ruang inap.

Anggi lutfi dan umi dian mereka pulang dan siap siap untuk mulai mencari keberadaan anak tersebut.

Suci dan mbak nurul Kembali ke rumah karena harus melihat keadaan anak anak nya umi dian.

“mbak, husna dan sofi biar aku yang bantu urus. Toh juga anak anak ku senang kalau ada mereka berdua” kata suci

“iya ci. Aku minggu depan harus Kembali ke Jakarta. Ada kerjaan yang tak bisa ku tinggal kan. Mas Hendra juga ada kerjaan. Anak anak juga sebentar lagi akan bagi rapot makanya aku sempatkan dulu untuk pulang ke sini” kata mbak nurul

Suci hanya mengangguk kan kepalanya.

Sesampai di rumah. Husna tiba tiba mendekat ke arah suci

“bu, umi kemana?” kata husna

“umi akan ke rumah buya dengan adik adiknya untuk menyelesaikan sebuah masalah” kata ibu suci

“apa umi akan menjemput kakak kami ya” kata husna

Ibu suci dan bude nurul langsung kaget dan tatap tatapan karena dengar penuturan dari anak yang masih berumur 10 tahun ini.

“kamu tau sesuatu sayang” kata mbk nurul (bude nya)

Husna hanya mengangguk saja

“apa yang kamu ketahui apa bisa jelaskan ke kami?” kata bude nurul

“husna kemaren dengar buya ngobrolin soal anak yang di buang itu. Buya ngobrol dengan opung prima. Katanya anak itu berada tak jauh dari perkampungannya keluarga buya hanya saja buya melupakan anak itu. Anak itu di titipkan di sebuah keluarga yang waktu itu buya menitipkan nya dengan seorang kakek yang bernama Rizwan” kata husna sambil menjelaskan ke bude nurul dan bu suci

Bu suci dan bude nurul saling pandang dan kaget karena akhirnya mereka menemukan petunjuk walaupun belum semuanya.

“mbak kabarin mbak dian dan mas anggi untuk informasi ini” kata ibu suci

Bude nurul pun langsung menghubungi salah satu nya dan memberikan informasi yang baru saja mereka dengar.

Husna masih terdiam tapi mulutnya ingin berbicara lagi. Husna sedikit mengetahui rahasia orangtua nya.

“bu suci ada satu lagi” kata husna sambil menarik tangan nya bu suci

“apa sayang katakan saja” kata bu suci

“di rumah medan di dalam lemari kotak hijau. Di situ tertulis nomor kakek Rizwan dan foto bayi” kata husna

Makin kaget lagi ternyata husna memberikan petunjuk lainnya

“kamu yakin husna” kata bude nurul

“yakin bude, husna pernah melihat nya saat buya dan umi tidak di rumah” kata husna

“suci kabarin mbak mu biar mereka cepat ketemu” kata bude nurul

Bu suci pun mengabari salah satunya.

1 jam kemudian..

Setelah umi dian dan adik adik nya tiba di rumah medan. Umi dian langsung masuk ke dalam rumah tersebut.

Rumah tersebut masih di huni oleh bukhori tapi saat ini rumah ini sedang sunyi di karenakan bukhori tidak di tempat.

Umi dian dan adik adik nya pun masuk dan mencari petunjuk yang baru saja mereka ketahui.

30 menit kemudian, akhirnya mas anggi pun menemukan kotak hijau yang di maksud. Mas anggi pun membuka kotak tersbut dan benar di dalam kotak tersebut terdapat 2 lembar foto bayi dan surat. Nomor hp kakek Rizwan pun juga ada di balik foto tersebut.

Isi dalam surat :

“Kalau sudah sadar datang lah jemput anak yang kau titipkan ke saya. Bagaimana pun peran orangtua kandung lah yang dia inginkan bukan orang lain apalagi tak ada hubungan darah apa pun”

Umi dian yang langsung membaca nya dalam hati pun meneteskan air mata nya. Di lihat oleh adik nya yaitu mas lutfi. Ia terbawa emosi dan tiba tiba menumbuk dinding kamar tersebut.

“kenapa sih kalian itu malah menyembunyikan hal kayak gini. Urusan terima atau tidak sudah pasti keluargamu ini menerima. Ayok kita cari anak itu ke perbaungan.” Kata mas lutfi

Mas anggi pun bangkit membantu umi dian jalan sambil membawa kotak hijau. Tapi pada saat mau keluar rumah tiba tiba ..

Bukhori sudah tiba di depan dengan orangtua nya serta perempuan sholehah yang sedang mengandung.

Bukhori dan kedua orangtua nya terkejut dengan umi dian dan adik adik nya.

“ka .. kalian” kata mereka bertiga serempak

Semua terdiam dengan pikiran masing masing tapi tidak dengan mas lutfi dia malah merapatkan tangannya seperti ingin menumbuk tapi di tahan mas anggi. Tapi itu tak berlangsung lama karena mas lutfi punya sifat yang gampang emosi dan terjadilah serangan sepihak dari mas lutfi

Buugghht buugghh kraaakkk

Mas lutfi langsung memberikan bogeman di wajahnya bukhori, lalu ke perut dan terakhir adalah tangan hingga bukhori mengeluarkan darah dari mulut nya.

Semua yang melihat termasuk umi dian yang masih menangis langsung menjerit.

Aakkkhhh (suara jeritan kesakitan bukhori)

Aakkhh (suara jeritan wanita tersebut dan ibunda nya bukhori)

“cukup lutfi, udah hentikan itu” kata umi dian

“heh lutfi yang sopan kau” kata opung prima (ayahnya bukhori)

“lutfi dengar mas hentikan emosi mu” kata mas anggi

Akhirnya pun mas lutfi menghentikan pukulan tersebut dan menghindar dari mereka semua.

“kita masuk dulu biar masalah nya cepat selesai” kata opung prima

Umi dian yang melihat perempuan lain yang sedang mengandung hanya menatap seperti ada hal yang lain.

Mas anggi menuntun umi dian untuk Kembali masuk serta lutfi yang mengekori mereka semua.

“yang bukan keluarga silahkan keluar” kata mas lutfi

Opung prima dan istri saling pandang mereka melirik ke arah Wanita itu

“maaf lutfi dia bukan orang lain dia juga berhak atas masalah ini” kata opung prima

“apa maksud kalian dia juga berhak dengan masalah nya mbak saya” kata mas anggi

“dia adalah istri kedua bukhori” kata ibu nya yang bernama siti

Umi dian yang mendengar jawaban ibunda nya bukhori langsung menjatuh kan kotak hijau yang dia genggam.

Lutfi yang tadi nya sudah meredakan amarah nya kini Kembali emosi karena mndengar jawaban dari ibunda nya sendiri dan terjadi Kembali baku hantaman lebih brutal ke bukhori.

Kini kondisi bukhori pingsan karena bogeman dari lutfi tidak main main jika tadi tak di lepas bisa jadi bukhori bisa mati mengenaskan.

“kalian semua keluarga besar bukhori silahkan datangi keluarga saya. Saya tunggu besok jika tidak maka polisi lah yang akan menghampiri keluarga besar kalian” kata mas anggi

“kita bisa bicarakan semua ini dengan secara kekeluargaan tidak perlu sampai polisi juga ikut campur” kata opung prima dengan dada yang deg deg an

“TIDAK BISA. PILIHAN NYA HANYA ADA 2 DATANG SEMUA KELUARGA BESAR ATAU POLISI YANG MENDATANGI KALIAN” kata lutfi

“mbak mas kita pulang, urusan anak yang kalian sembunyi nanti kita akan cari waktu lagi” kata lutfi

“kami pamit, dengar baik baik urusan kita belum selesai” kata mas anggi

Mas anggi dan lutfi membantu umi dian untuk keluar dari rumah tersebut.

Ya mereka semua gak ada yang nyangka dengan berita baru. Belum selesai dari rahasia yang telah di sembunyikan nambah lagi berita baru yang makin mengenaskan. Semua nya terdiam di dalam mobil tanpa ada yang berani mengeluarkan sepatah kata.

 30 menit kemudian mereka tiba di rumah dan melihat seluruh keluarga sedang berkumpul.

Papa wito juga sudah diizinkan untuk rawat jalan saja di rumah dengan dokter khusus keluarga yang akan setiap hari mengecek keadaannya. Papa wito melihat tangan lutfi yang masih berdarah walaupun sudah kering.

“apa yang terjadi?”

“lutfi anggi apa yang terjadi”

“kemana anak itu”

Kata bu yati yang terus bertanya ke mereka bertiga

Huuuhh (helaan nafas mas anggi)

“bu pa besok keluarga besar bukhori datang ke sini untuk menyelesaikan semua masalah” kata umi dian

“ada apa dian” kata papa wito

“pa aku tak berani menjelaskan aku juga kaget dengan berita baru ini” kata umi dian tiba tiba menangis Kembali kala dia teringat dengan kejadian yang tak terkira ini

“semua aku ke kamar dulu” kata umi dian

Ibu yati ingin menahan tapi di tahan oleh mbak nurul

“bu biarkan dulu dian istirahat dia capek juga tadi baru aja sampai kan” kata mbak nurul

Kini bu yati melihat ke arah kedua anak laki laki nya

“bisa kalian jelaskan” kata ibu yati

“pa besok dokter andre datang kan, ikut temanin papa hingga masalah selesai ya aku gak ingin papa kenapa kenapa nanti nya” kata mas anggi

Bu suci dan mbak nurul hanya melongo karena keterbingungan mereka.

“dek ada apa ini, kenapa kalian tidak menjelaskan” kata mbak nurul yang penasaran

“mbak aku juga kaget apalagi lutfi, tapi aku harus bilang dulu ke kalian berdua, aku belum berani bilang ke ibu dan papa mbak, takut malah drop” kata mas anggi

“jelaskan aja nggi, pelan pelan gapapa” kata mbak nurul

Akhirnya pun mas anggi dan lutfi menjelaskan kejadian yang mereka alami tadi pada saat sampai di rumah. Mereka berdua juga menceritakan soal kotak hijau yang di simpan bukhori. Selama menjelaskan ibu yati sempat lemas mendengar cerita tersebut dan papa wito berusaha untuk kuat dan terus mendengarkan certa selanjutnya.

Setelah mendengarkan nya

“suruh sekarang mereka untuk jumpai kita di rumah ini, nurul pastikan suami dan istri dari adik adik mu juga ikut kumpul. Urusan anak anak biar jadi urusan baby sister biar di ajak ke playground dulu” kata papa wito dengan nada tegas

Mbak nurul pun melaksanakan apa yang telah di suruh oleh papa wito untuknya.


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres