Lanjut ke cerita.
“sebelum nya bapak minta maaf ke
rania lia febi dan nisa yang sudah membohongi kalian selama ini. Sebenarnya
rania bukan anak kandung bapak dan mamak ..” kata kakek Rizwan
Rania yang sudah mulai paham
perkataan seperti itu kaget dan syok sambil melihat ke arah kakek Rizwan agar melanjutkan
fakta lain nya. Ketiga anak kakek Rizwan juga pasti nya syok tidak dengan kedua
anak lain nya serta mamak nya mereka.
“bapak minta maaf sayang, bapak
benar benar minta maaf. Pada saat itu bapak juga bingung sama mamak karena tiba
tiba di datangi seorang pria muda yang sedang menggendong seorang bayi yang
baru saja lahir. Dia meminta bapak untuk menerima bayi itu. Mamak sempat
menolak karena berpikir kami juga sudah punya anak banyak tapi karena melihat
anak kecil itu makin menangis akhir nya pun bapak dan mamak menerima anak
tersebut. Dan anak tersebut adalah rania.” Kata kakek Rizwan yang langsung
melihat ke rania
Rania yang langsung paham makin
syok
“la-lalu kemana orangtua rania,
kenapa mereka membuang rania pak. Apa salah rania” kata rania sambil terbata
bata
Alika yang melihat rania tiba
tiba nangis mendekat ke rania sambil menenangkan nya
“kak aku anak yang tak di harap
kan orangtua kandung ku kak” kata rania sambil dalam tangisan nya
Umi dian lutfi dan anggi melihat
langsung tangisan rania. Umi dian nyesek
hati nya saat rania mengatakan “anak yang tak di harapkan” ..
Seandai nya umi dian cerita yang
sebenar nya tanpa ada yang di tutup tutupin semua ini tak akan terjadi.
Kemudian umi dian mendekat ke rania dan mencoba merangkul nya walaupun tangan
dan tubuh nya sudah gemetaran.
“na-nak rania, sa-sayang ini
u-um-umi sayang. Ibu kandung nya rania, ma-maafkan umi sayang” kata umi dian
berusaha merangkul rania walaupun sedang di peluk kakak nya.
Rania yang masih dalam pelukan
kakak nya pun melepaskan pelukan tersebut dan merenggangkan pelukan antara umi
dian dan dirinya.
“ke-kenapa umi memberikan rania
dengan orang lain yang bukan keluarga kandung rania umi, apa benar aku adalah
anak yang tak di harapkan” kata rania di akhiri nada tinggi
Umi dian menggeleng gelengkan
kepala nya sambil menangis menatap rania yang juga ikutan menangis.
“sa-sayang maafkan umi, umi tidak
tau apa yang terjadi saat setelah melahir kan kamu sayang. Ayah mu tidak
memberitahukan kenyataan yang sebenar nya ke umi sayang. Umi berani bersumpah
kalau umi tidak tau yang sebenar nya sayang” kata umi dian terus berusaha
menjelaskan nya
“kenapa ayah rania tidak mau
memberitahukan yang sebenarnya ke umi” kata rania
“karena dia tidak menginkan
seorang anak perempuan” kata umi dian
Semua yang ada di sana, semua nya
mendengar apa yang baru saja di ucapkan umi dian
Astagfirullah
Mereka semua istigfar dan kaget
dengar jawaban yang sebenarnya dari ayah nya rania
“kalau dia tak menginginkan
seorang anak perempuan tak payah dia buat anak orang hamil” kata alika
Istri kakek Rizwan menatap kea
rah alika yang tiba tiba nyambar
“kenapa mak, benarkan apa yang
alika bilang. Tak payah dia untuk menghamilkan anak orang jika dia memang mau
anak laki laki cari aja Wanita yang bisa melahirkan anak laki laki. Umi dian
dimana laki laki itu sekarang?” kata alika
Laki laki itu adalah buya bukhori
“dia sudah Bersama istri kedua
nya dan keluarga besar nya” kata anggi
Kembali syok semuanya
“maksudnya om apa ya, dia
memiliki istri lain selain umi” kata rania
“benar rania, dia sudah menikah
lagi tanpa persetujuan mbak dian. Ya bisa di bilang selingkuh lah” kata anggi
“brengs**, laki laki biada*” kata
semua anak anak nya kakek Rizwan
ASTAGFIRULLAH
“kalian kenapa berkata kasar,
bapak dan mamak tidak pernah mengajarkan kalian berbicara seperti itu” kata
Rizwan
“maaf pak, laki laki itu tak
pantas di sebut seorang ayah pak.” Kata nisa
“tak seharusnya kalian berucap
seperti itu” kata Rizwan
“maaf pak” kata anak anak nya
serempak menjawab
Rania melihat ke arah umi dian
dengan pandangan yang masih bingung
“u-umi apa rania boleh peluk umi
lagi” kata rania dengan terbata bata sambil menunduk
Umi dian yang di tanyakan senyum
merekah di bibir nya saat anak nya malah ingin di peluk Kembali
“sini sayang. Umi senang kalau
kamu mau memeluk umi lagi” kata umi dian langsung merentang kan tangan nya
terbuka Kembali.
Setelah selesai berpelukan..
“jadi rania apakah kamu mau
tinggal Bersama keluarga kandung mu mulai dari hari ini.. bukan maksud bapak
mengusir mu, sudah saat nya kamu Kembali dan berkumpul dengan keluarga kandung
mu. Kamu boleh kok untuk datang dan menginap lagi di rumah ini, pintu ini
terbuka lebar untukmu dan keluarga mu” kata kakek Rizwan
Rania terdiam sambil melihat ke
seluruh orang orang yang ada di rumah tersebut.
Huuuhh ehhm
“mak pak, rania mau mengucapkan
banyak banyak terima kasih sama kalian yang sudah mau ikhlas merawat rania dari
bayi hingga sekarang. Rania juga mau berterima kasih buat seluruh kakak. Rania
sayang dengan kalian. Jujur rania masih bingung dan syok dengan berita ini tapi
satu sisi rania ingin lebih dekat dengan keluarga kandung rania. Izin kan rania
untuk tinggal dengan mereka ya” kata rania sambil meneteskan air mata nya
kemudian menunduk
Umi dian dan mamak nya yang
berada dekat dengan rania langsung memeluk nya dengan tangisan. Begitupun
dengan anak anak lain nya pun ikut berhamburan memeluk ke rania.
“ma-maaf kan rania mak kak” kata
rania
“gapapa sayang, sudah waktu nya
kamu kumpul dengan keluarga mu” kata mamak
“kak maaf kan rania” kata rania
“kamu tidak ada salah apapun
rania, malah kamu jadi adik kecil kami yang paling baik santun sopan alim dan
ramah banget” kata febi
“iya rania kamu adik bungsu kami”
kata lia
“Kembali lah jika rindu. Kami
akan Bahagia saat kamu datang Kembali” kata nisa
Pelukan tersebut pun lepas. Kini
rania di bantu kelima kakak nya mengikuti ke kamar nya rania membantu rania
membereskan baju baju nya.
Saat pika memasuki kamar nya
rania dia memberikan sebuah kotak kecil yang isi nya adalah gelang yang sangat
cantik
“apa ini kak” kata rania
“buka nya nanti setelah di jalan
saja ya” kata pika
“kak kami gak dapat” kata febi
dan nisa
“kita berlima sudah kakak simpan
di kamar. Nanti aja kakak bagi kan” kata pika
“makasih kak. Insyallah kalau
rania sudah sukses rania akan kesini dan mengajak kakak semua untuk liburan.
Kita akan pergi ke tempat yang belum pernah kita capai sama sama” kata rania
Kembali lagi mereka berpelukan
hingga mamak tri mengetuk pintu kamar
Tokk tokk.
“boleh mak masuk” kata mamak tri
“boleh mak, sini masuk” kata nisa
Mak tri pun melihat seluruh anak
anak yang menghapuskan air mata nya saat dirinya masuk ke dalam kamar.
“rania pesan mamak, jangan salah
kan umi mu ya nak, dia tak tau cerita yang sebenar nya. Mak piker waktu ayah mu
mengantar kan mu kepada mak dan bapak yang Bersama ayah mu kami kira ibu
kandung mu tapi ternyata itu adalah istri kedua dari ayah mu. Umi mu itu guru
agama, mak lihat shalat mu sudah mulai full, pertahan kan ya nak. Tetap berbuat
kebaikan ya nak. Mak selalu sayang rania seperti kakak kakak mu juga. Mak
sayang dengan kalian semua” kata mak tri yang langsung memeluk rania sambil
mengeluarkan air mata nya
Setelah nya ..
“mak ini sudah waktu nya rania
Kembali, gak enak kalau kita terlalu berlama lama di dalam. Kasihan keluarga
nya yang sudah menunggu” kata pika
“hah i-iya ya yaudah ayuk kita
keluar” kata mak tri yang berbarengan dengan anak anak nya yang lain
Mereka pun Kembali ke ruang tamu
dan duduk Kembali dengan yang lain.
“udah selesai” kata pak Rizwan
“sudah pak. Pak sekali lagi
makasih ya. Aku akan datang setiap weekend ke sini untuk berkunjung atau pun
mengajak kakak untuk jalan jalan” kata rania
“iya sayang iya. Dah Kembali lah
keburu malam” kata pak Rizwan
Akhirnya mereka berempat
berpamitan ke keluarga pak Rizwan dengan keadaan mak tri dan kelima anak anak
nya menangis di depan pintu rumah.
Anggi terlambat masuk mobil
karena ia sudah berjanji dan akan menyampaikan Amanah dari papa wito untuk
memberikan uang serta kunci rumah untuk keluarga pak Rizwan.
Walaupun sempat di tolak tapi
anggi memaksa tanda ucapan terimakasih karena rania. Lalu mereka pun pulang ke
rumah keluarga papa wito.
“

