April 2026 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Tuesday, April 7, 2026

BAB 7 - BERTEMU (Kumpul)

April 07, 2026 0

 


Lanjut ke cerita.

“sebelum nya bapak minta maaf ke rania lia febi dan nisa yang sudah membohongi kalian selama ini. Sebenarnya rania bukan anak kandung bapak dan mamak ..” kata kakek Rizwan

Rania yang sudah mulai paham perkataan seperti itu kaget dan syok sambil melihat ke arah kakek Rizwan agar melanjutkan fakta lain nya. Ketiga anak kakek Rizwan juga pasti nya syok tidak dengan kedua anak lain nya serta mamak nya mereka.

“bapak minta maaf sayang, bapak benar benar minta maaf. Pada saat itu bapak juga bingung sama mamak karena tiba tiba di datangi seorang pria muda yang sedang menggendong seorang bayi yang baru saja lahir. Dia meminta bapak untuk menerima bayi itu. Mamak sempat menolak karena berpikir kami juga sudah punya anak banyak tapi karena melihat anak kecil itu makin menangis akhir nya pun bapak dan mamak menerima anak tersebut. Dan anak tersebut adalah rania.” Kata kakek Rizwan yang langsung melihat ke rania

Rania yang langsung paham makin syok

“la-lalu kemana orangtua rania, kenapa mereka membuang rania pak. Apa salah rania” kata rania sambil terbata bata

Alika yang melihat rania tiba tiba nangis mendekat ke rania sambil menenangkan nya

“kak aku anak yang tak di harap kan orangtua kandung ku kak” kata rania sambil dalam tangisan nya

Umi dian lutfi dan anggi melihat langsung tangisan rania.  Umi dian nyesek hati nya saat rania mengatakan “anak yang tak di harapkan ..

Seandai nya umi dian cerita yang sebenar nya tanpa ada yang di tutup tutupin semua ini tak akan terjadi. Kemudian umi dian mendekat ke rania dan mencoba merangkul nya walaupun tangan dan tubuh nya sudah gemetaran.

“na-nak rania, sa-sayang ini u-um-umi sayang. Ibu kandung nya rania, ma-maafkan umi sayang” kata umi dian berusaha merangkul rania walaupun sedang di peluk kakak nya.

Rania yang masih dalam pelukan kakak nya pun melepaskan pelukan tersebut dan merenggangkan pelukan antara umi dian dan dirinya.

“ke-kenapa umi memberikan rania dengan orang lain yang bukan keluarga kandung rania umi, apa benar aku adalah anak yang tak di harapkan” kata rania di akhiri nada tinggi

Umi dian menggeleng gelengkan kepala nya sambil menangis menatap rania yang juga ikutan menangis.

“sa-sayang maafkan umi, umi tidak tau apa yang terjadi saat setelah melahir kan kamu sayang. Ayah mu tidak memberitahukan kenyataan yang sebenar nya ke umi sayang. Umi berani bersumpah kalau umi tidak tau yang sebenar nya sayang” kata umi dian terus berusaha menjelaskan nya

“kenapa ayah rania tidak mau memberitahukan yang sebenarnya ke umi” kata rania

“karena dia tidak menginkan seorang anak perempuan” kata umi dian

Semua yang ada di sana, semua nya mendengar apa yang baru saja di ucapkan umi dian

Astagfirullah

Mereka semua istigfar dan kaget dengar jawaban yang sebenarnya dari ayah nya rania

“kalau dia tak menginginkan seorang anak perempuan tak payah dia buat anak orang hamil” kata alika

Istri kakek Rizwan menatap kea rah alika yang tiba tiba nyambar

“kenapa mak, benarkan apa yang alika bilang. Tak payah dia untuk menghamilkan anak orang jika dia memang mau anak laki laki cari aja Wanita yang bisa melahirkan anak laki laki. Umi dian dimana laki laki itu sekarang?” kata alika

Laki laki itu adalah buya bukhori

“dia sudah Bersama istri kedua nya dan keluarga besar nya” kata anggi

Kembali syok semuanya

“maksudnya om apa ya, dia memiliki istri lain selain umi” kata rania

“benar rania, dia sudah menikah lagi tanpa persetujuan mbak dian. Ya bisa di bilang selingkuh lah” kata anggi

“brengs**, laki laki biada*” kata semua anak anak nya kakek Rizwan

ASTAGFIRULLAH

“kalian kenapa berkata kasar, bapak dan mamak tidak pernah mengajarkan kalian berbicara seperti itu” kata Rizwan

“maaf pak, laki laki itu tak pantas di sebut seorang ayah pak.” Kata nisa

“tak seharusnya kalian berucap seperti itu” kata Rizwan

“maaf pak” kata anak anak nya serempak menjawab

Rania melihat ke arah umi dian dengan pandangan yang masih bingung

“u-umi apa rania boleh peluk umi lagi” kata rania dengan terbata bata sambil menunduk

Umi dian yang di tanyakan senyum merekah di bibir nya saat anak nya malah ingin di peluk Kembali

“sini sayang. Umi senang kalau kamu mau memeluk umi lagi” kata umi dian langsung merentang kan tangan nya terbuka Kembali.

Setelah selesai berpelukan..

“jadi rania apakah kamu mau tinggal Bersama keluarga kandung mu mulai dari hari ini.. bukan maksud bapak mengusir mu, sudah saat nya kamu Kembali dan berkumpul dengan keluarga kandung mu. Kamu boleh kok untuk datang dan menginap lagi di rumah ini, pintu ini terbuka lebar untukmu dan keluarga mu” kata kakek Rizwan

Rania terdiam sambil melihat ke seluruh orang orang yang ada di rumah tersebut.

Huuuhh ehhm

“mak pak, rania mau mengucapkan banyak banyak terima kasih sama kalian yang sudah mau ikhlas merawat rania dari bayi hingga sekarang. Rania juga mau berterima kasih buat seluruh kakak. Rania sayang dengan kalian. Jujur rania masih bingung dan syok dengan berita ini tapi satu sisi rania ingin lebih dekat dengan keluarga kandung rania. Izin kan rania untuk tinggal dengan mereka ya” kata rania sambil meneteskan air mata nya kemudian menunduk

Umi dian dan mamak nya yang berada dekat dengan rania langsung memeluk nya dengan tangisan. Begitupun dengan anak anak lain nya pun ikut berhamburan memeluk ke rania.

“ma-maaf kan rania mak kak” kata rania

“gapapa sayang, sudah waktu nya kamu kumpul dengan keluarga mu” kata mamak

“kak maaf kan rania” kata rania

“kamu tidak ada salah apapun rania, malah kamu jadi adik kecil kami yang paling baik santun sopan alim dan ramah banget” kata febi

“iya rania kamu adik bungsu kami” kata lia

“Kembali lah jika rindu. Kami akan Bahagia saat kamu datang Kembali” kata nisa

Pelukan tersebut pun lepas. Kini rania di bantu kelima kakak nya mengikuti ke kamar nya rania membantu rania membereskan baju baju nya.

Saat pika memasuki kamar nya rania dia memberikan sebuah kotak kecil yang isi nya adalah gelang yang sangat cantik

“apa ini kak” kata rania

“buka nya nanti setelah di jalan saja ya” kata pika

“kak kami gak dapat” kata febi dan nisa

“kita berlima sudah kakak simpan di kamar. Nanti aja kakak bagi kan” kata pika

“makasih kak. Insyallah kalau rania sudah sukses rania akan kesini dan mengajak kakak semua untuk liburan. Kita akan pergi ke tempat yang belum pernah kita capai sama sama” kata rania

Kembali lagi mereka berpelukan hingga mamak tri mengetuk pintu kamar

Tokk tokk.

“boleh mak masuk” kata mamak tri

“boleh mak, sini masuk” kata nisa

Mak tri pun melihat seluruh anak anak yang menghapuskan air mata nya saat dirinya masuk ke dalam kamar.

“rania pesan mamak, jangan salah kan umi mu ya nak, dia tak tau cerita yang sebenar nya. Mak piker waktu ayah mu mengantar kan mu kepada mak dan bapak yang Bersama ayah mu kami kira ibu kandung mu tapi ternyata itu adalah istri kedua dari ayah mu. Umi mu itu guru agama, mak lihat shalat mu sudah mulai full, pertahan kan ya nak. Tetap berbuat kebaikan ya nak. Mak selalu sayang rania seperti kakak kakak mu juga. Mak sayang dengan kalian semua” kata mak tri yang langsung memeluk rania sambil mengeluarkan air mata nya

Setelah nya ..

“mak ini sudah waktu nya rania Kembali, gak enak kalau kita terlalu berlama lama di dalam. Kasihan keluarga nya yang sudah menunggu” kata pika

“hah i-iya ya yaudah ayuk kita keluar” kata mak tri yang berbarengan dengan anak anak nya yang lain

Mereka pun Kembali ke ruang tamu dan duduk Kembali dengan yang lain.

“udah selesai” kata pak Rizwan

“sudah pak. Pak sekali lagi makasih ya. Aku akan datang setiap weekend ke sini untuk berkunjung atau pun mengajak kakak untuk jalan jalan” kata rania

“iya sayang iya. Dah Kembali lah keburu malam” kata pak Rizwan

Akhirnya mereka berempat berpamitan ke keluarga pak Rizwan dengan keadaan mak tri dan kelima anak anak nya menangis di depan pintu rumah.

Anggi terlambat masuk mobil karena ia sudah berjanji dan akan menyampaikan Amanah dari papa wito untuk memberikan uang serta kunci rumah untuk keluarga pak Rizwan.

Walaupun sempat di tolak tapi anggi memaksa tanda ucapan terimakasih karena rania. Lalu mereka pun pulang ke rumah keluarga papa wito.


Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres