March 2026 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Monday, March 30, 2026

BAB 6 - PENCARIAN KEDUA (ketemu)

March 30, 2026 0

 


Hari besok pun tiba.

Pukul 08.00

Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu dan bersiap siap dengan tujuan nya hari ini.

Husna tiba tiba datang dan mendekat ke arah umi dian.

“umi mau ke mana?” kata husna sambil memegang ujung baju nya

“umi mau mencari kakak mu dulu ya dengan om om mu. Husna jagain adik adik ya bantui bude nurul dan bu suci” kata umi dian sambil mencium puncak kepala nya

“iya umi, jangan lupa makan dan istirahat ya umi dan om” kata husna

“iya husna” kata mereka bertiga sambil mengangguk

“suci mbak aku titip anak anak ya. Doakan semoga kami segera membawa nya Kembali” kata umi dian sekalian pamit

“iya mbak” kata suci sambil berpelukan

Akhirnya pun mereka bertiga pergi dengan perasaan yang bingung sedih atau Bahagia.

Di perjalanan .

Di mobil. Tak ada yang mengeluarkan suara apa pun di mobil.

Anggi membantu lutfi untuk mencari gang yang dimana alamat tersebut.

1 jam kemudian..

Setelah drama mencari gang gang yang tak kunjung ketemu akhirnya ada seorang kakek kakek yang sudah termasuk tua tapi jalan nya yang sudah bungkuk.

Mereka berhenti sedikit ke pinggir jalan dan mas anggi mendekati kakek tersebut.

“permisi kek, saya mau tanya alamat. Apakah kakek tau alamat ini dimana” kata anggi

Kakek itu pun membaca dengan kacamata nya sambil kelihatan kaget saat melihat Kembali ke arah anggi.

Anggi yang di perhatikan kakek tersebut bingung dan

“kalian siapa. Kenapa mencari alamat ini” kata kakek tersebut

“apa kakek tau alamat ini” kata anggi

“saya tau. Tapi saya harus tau dahulu kalian siapa. Dan siapa yang kalian cari?” uajar kakek itu

“oh ya sebelumnya saya ingn bercerita dahulu. Saya baru mengetahui sebuah rahasia kakak kandung saya yang ternyata mereka memiliki seorang anak perempuan tapi anak tersebut malah di kasih ke seorang kakek yang bernama Rizwan” kata anggi

Kakek tersebut semakin syok dan menetes kan air mata nya. Anggi yang melihat kakek tersebut tiba tiba menangis tampak bingung.

“kakek maaf kenapa kakek menangis” kata anggi

“kalian sudah menemukan nya. Sa – saya lah kakek Rizwan yang sedang kalian cari itu” kata kakek Rizwan

Ya anggi langsung syok. Dan menjatuh kan sebuah foto anak kecil yang tadi sempat di pegang nya.

Di mobil umi dian yang melihat lembaran foto tersebut jatuh merasa bingung dengan yang dia lihat

“kenapa” batin nya umi dian

Umi dian turun dan diikuti lutfi, kemudian mendekat ke anggi

“anggi, sudah ketemu belum kenapa malah duduk di sini” kata umi dian

Kakek Rizwan dan anggi yang melihat ke arah umi dian dan lutfi dengan perasaan yang gak bisa di bilang

“mb-mbaak kita sudah ketemu dengan kakek riwan” kata anggi sambil meneteskan air matanya

Mata umi dian membulat dan ikut menetes kan air mata nya

“dimana anggi. Ayok kita ke sana” kata umi dian

“dimana mas” kata lutfi

“di depan kalian ini adalah kakek Rizwan yang kita cari” kata anggi

Mereka berdua Kembali syok dengan kabar tersebut.

Kakek Rizwan melihat ke arah ketiga orang yang baru saja ia jumpai.

“kamu dian” kata kakek Rizwan

“i-iya saya kek” kata umi dian

“masyaallah akhirnya ya allah aku bertemu dengan orangtua nya langsung” kata Rizwan

Kakek Rizwan yang tadi nya sedang duduk kini bangkit dan berjalan ke umi dian

“ayok ikut kakek, anak mu sangat cantik tumbuh dewasa” kata kakek Rizwan

Umi dian langsung mengangguk dan membantu kakek Rizwan menuju ke mobil. Lalu kakek Rizwan juga membantu lutfi untuk mengarahkan ke rumah nya tersebut.

15 menit kemudian ..

Tiba di rumah yang di tuju dan di cari.

Sekitaran rumah melihat ke arah mobil yang baru saja datang dan berhenti tepat di lapangan rumah kakek tersebut.

Kakek Rizwan turun dan juga 3 orang lain nya. Kakek tersebut mengajak umi dian untuk ikut masuk ke dalam rumah nya.

“nisa, tolong panggil kan rania” kata kakek Rizwan yang sedang memanggil anak nya

“iya pak, sebentar” kata nisa

“kalian duduk lah dulu sebentar. Rania sering keluar bermain dengan teman teman nya. Kini usia nya akan memasuki umur 10 tahun. Bicaralah dengan jujur dengan nya dian. Bapak yakin dia sudah mulai mengerti” kata kakek Rizwan

Tidak berapa lama rania dan kedua anak dari kakek Rizwan pun datang bersamaan dan memasuki rumah tersebut. Nisa yang sudah mengetahui ada nya tamu dia tak kaget lagi. Tapi beeda dengan rania dan alika mereka berdua mematung melihat ke arah 3 orang asing yang ada di dalam rumah nya.

“assalamualaikum” kata mereka bertiga sambil masuk ke dalam rumah

“waalaikumsalam” kata kakek Rizwan lutfi dan mas anggi

“waalaikumsalam masyallah cantik nya” kata umi dian yang langsung tertuju ke seorang anak kecil dengan pakaian setelan dan juga rambut yang tergurai Panjang.

Umi dian bangkit langsung pelan pelan berjalan menuju ke rania.

“alhamdulillah ya allah, apa benar kamu rania sayang” kata umi dian sambil dengan isakan tangis haru nya

“i-iya bu, sa-saya rania. Maaf ibu siapa ya” kata rania dengan ragu nya

Umi dian yang di tanya dengan rania langsung terdiam dan makin menangis saat rania ternyata tidak mengenal ibu kandung nya.

“ibu kenapa menangis, apa rania salah ya” kata rania yang bingung

Umi dian hanya menggelengkan saja kepala nya

“boleh saya memeluk mu” kata umi dian

Rania melihat ke arah 2 kakak nya, nisa dan alika mengangguk kan kepala nya mereka menandakan setuju.

Kemudian rania pun ikut memeluk ke umi dian

Tiba tiba rania merasakan jantung nya berdegup kencang, ia pun Kembali mengeratkan pelukan yang sangat nyaman itu.

“kenapa ini sangat nyaman, beda dengan pelukan mamak” batin rania

Pelukan pun terus berlanjut. Hingga akhir nya rania pelan pelan melepaskan pelukan tersebut.

“rania sini duduk sebelah bapak. Dan nisa tolong panggil kan mamak dan kakak serta yang lain nya. Ada yang mau bapak sampai kan” kata kakek Rizwan

Rania dan alika pun berjalan ke kakek Rizwan. Umi dian Kembali ke posisi duduk nya semula sambil menghapus kan air mata yang tersisa.

Waktu kumpul tiba..

Kakek Rizwan melihat ke arah keluarga nya apalah sudah lengkap semua atau belum.

“dengarin bapak, bapak akan menjelaskan ke kalian semua termasuk kamu rania, bapak harap tidak ada yang memotong pembicaraan bapak sampai selesai. Paham semuanya” kata kakek Rizwan

Sebelum lanjut, mimin mau jelasin dulu tentang kakek Rizwan.

Kakek Rizwan memiliki 5 orang anak yang dimana semua anak nya adalah perempuan. Anak nya yang paling besar sudah berumur 20 tahun yang bernama alika putri di panggil alika.

Anak kedua yang sudah berumur 18 tahun yang bernama dwi raspika di panggil pika. Anak ketiga sudah berumur 15 tahun yang bernama khairulina Aprilia di panggil dengan lia.

Anak keempat berumur 14 tahun yang bernama febi rasmawati yang di panggil febi dan yang terakhir annisa dwi mandala di panggil nisa yang saat ini berumur 12 tahun.

Istri kakek Rizwan bernama tri aprika di panggil mamak tri.

Kisah tentang rania hanya di ketahui oleh istri nya anak pertama dan anak kedua dari mereka saja. Anak ketiga keempat dan kelima tidak ada yang mengetahui fakta sebenarnya.

Mereka sengaja menutup rahasia tersebut agar tidak menyakiti hati rania. Selama ini rania tidak melakukan kesalahan apa pun. Bahkan dia anak yang sangat baik dan juga penurut.

Anak ketiga keempat dan kelima tersebut mengetahui kalau rania adalah anak dari orangtua nya mereka saat rania sudah berumur 3 tahun.

Mereka pun berfikir kalau rania ini adalah adik bungsu nya mereka padahal kenyataan yang sebenar nya adalah kalau rani aini bukan lah anak kandung dari orangtua mereka.

 


Read More

Sunday, March 29, 2026

BAB 5 - KEPUTUSAN AKHIR

March 29, 2026 0

 


“dimana anak yang kalian sembunyikan” kata papa wito

Kedua orangtua bukhori serta bukhori juga syok dan menatap ke arah papa wito

“da.. dari mana kamu tau soal anak itu?” kata opung prima

Haha (suara tawa pelan dari papa wito)

“tak payah lah kalian berpura pura lagi soal anak kecil tanpa dosa itu kalian sembunyikan dari kami. Semuanya kami sudah mengetahui hal seperti itu.  Sekarang aku tanya DIMANA ANAK TIDAK BERSALAH ITU” kata papa wito yang akhir nya di tekan kan omogan nya dan menatap tajam ke arah keluarga besar bukhori

Akhir nya pun di jawab dari keluarga nya bukhori juga tapi bukan keluarga yang bersangkutan melainkan Wanita tersebut

“anak yang kalian maksud anak yang sudah di buang oleh bang bukhori ya. Hmm anak itu kemaren aku lihat dia sedang ngemis ngemis di pajak. Upss ketahuan deh” kata Wanita tersebut

“BAJINGAN KAU” kata umi dian

“wow dian ternyata kamu bisa berkata kotor ya, tak cocok saat kamu menggunakan hijab dan baju kurung seperti itu. Haha” kata Wanita tersebut

Plaakkk (suara tamparan)

Tamparan tersebut di berikan ke Wanita tersebut dari tangan nya langsung umi dian. Merah pipi dan bekas tangan umi dian juga tercetak di pipi Wanita tersebut.

Awwhh (suara rintihan sakit dari Wanita tersebut)

“KURANG AJAR KAU DIAN, INI KAU RASAKAN ..” kata Wanita tersebut

Dia bangkit sambil tangannya mulai melayang di udara ingin menampar umi dian tapi sayang nya tamparan tersebut malah salah sasaran

Tamparan tersebut malah mengenai bukhori

PLAAAkkk

Wanita tersebut nama nya putri arini biasa di panggil arini.

Dia kaget dan bergetar karena salah menampar orang, yang seharus nya umi dian yang dapat tamparan tersebut malah bukhori lah yang mendapat kan nya.

Bukhori melirik ke arah arini dengan mata besar dan memerah nya

“KENAPA” Kata bukhori menatap tajam ke arah nya

“maaf bang. Ma.. maaf tadi aku mau menampar Wanita gila itu” kata arini

“Wanita gila yang kau sebut itu dia masih istri sah ku arini” kata bukhori

“aku juga Wanita sah mu walaupun tanpa restu dari istri pertama mu” kata arini

“tapi tak seharus nya kau membuat nya marah arini. Ini urusan keluarga ku bukan urusan mu. Dan kamu juga sudah berjanji sebelum kita pergi ke sini kamu tak akan membuat kegaduhan apa pun” kata bukhori

“aku di cap Wanita murahan bang, kenapa dari tadi kau hanya diam saja . saat aku yang menghina dia (sambil menunjuk ke arah umi dian) kau malah membela nya. Jujur sama ku, kau akan menceraikan dia atau tidak” kata arini sudah mulai geram dengan semuanya

“DIAM LAH ARINI” kata opung prima

“AYAH AKU TAK TERIMA KALAU DIAN TERUS MENGANGGAP AKU INI WANITA MURAHAN” kata arini dengan ngegas nya

“SUDAH BELUM DENGAN DRAMA YANG KALIAN CIPTAKAN. NGANTUK DAHAN SEMUA YANG ADA DI SINI” kata umi dian di akhiri dengan menguap

Bukhori melihat adik dan juga kakak nya pada menguap semua , benar apa yang di bilang oleh dian. Kemudian dia menatap dian

“anak itu ada di jl x dengan kakek Rizwan. Dia di rawat sangat baik oleh keluarga itu bahkan sudah menganggap anak nya sendiri bukan anak angkat. Maaf dian dan seluruh keluarga besar dian saya bukhori tidak bisa menganggap dia menjadi anak saya walaupun dia anak kandung saya sendiri” kata bukhori dengan suara bergetar dan langsung menunduk. Padahal dia sudah menetes kan air mata nya

Arini mendekat dan menenangkan bukhori serta opung prima tersenyum karena arini masih sedang mengandung cucu laki laki yang dia ingin kan untuk penerus marga nya.

ASTAGFIRULLAH

Semua keluarga dian dan beberapa keluarga bukhori mengucapkan hal yang sama sambil menggeleng geleng kan kepala dengan tidak kepercayannya mereka dengar ucapan tersebut dari bukhori langsung.

1 jam setelah keterdiaman antara 2 keluarga besar tersebut pun akhirnya keputusan nya adalah dian dan bukhori bercerai yang akan bertemu Kembali di pengadilan 2 hari setelah pertemuan mereka ini.

Tapi bukhori dia  di tahan di dalam sel selama beberapa hari hingga jadwal persidangan tiba.

Malam hari tiba..

Keluarga dian masih berkumpul di rumah besar. Tak ada pembahasan tentang hal hal yang bikin mereka semuanya kaget.

Dian masih dengan keterdiamannya, memikirkan bagaimana cara menemukan anak itu, gimana anak itu sekarang apa dia mau nerima aku sebagai ibu kandung nya. Segala overthingking di pikirkan dian.

Suci menghampiri dian yang berada di taman belakang rumah.

“mbak” kata suci

Dian yang di panggil masih terdiam belum sadar akan kehadiran adik bungsu nya. Akhirnya suci pun memegang Pundak nya pelan agar menyadarkan kelamunan mbak nya.

Ya dian syok saat ada orang yang menyentuh nya tapi saat melihat itu suci ia hanya beristighfar saja.

Astagfirullah . sambil menghela nafas nya.

“kenapa suci” kata mbak dian

“mbak kenapa sendiri saja di halaman. Kenapa tidak bergabung dengan keluarga lain” kata suci

“mbak gapapa, mbak hanya ingin sendiri saja” kata dian

“mbak jangan memikirkan hal lain dulu. Soal anak itu kita akan cari cara untuk menemukan nya. Percayalah allah gak tidur mbak pasti allah akan bantu kita juga nanti nya asalkan kita nya usaha dan bersabar” kata suci

Dian pun mengangguk dan paham

“masuk yuk mbak bergabung dengan yang lain dulu. Besok kita bahas lagi masalah ini” kata suci sambil mengajak dian untuk masuk ke dalam rumah

Semua melihat kea rah pintu belakang yang dimana suci dan dian baru saja masuk ke dalam rumah.

Papa wito melihat kea rah cucu nya yang sudah mulai mengantuk dan menyuruh anak anak nya untuk menidurkan semua anak anaknya.

“kalian ajak dulu cucu papa ni mereka sudah pada mengantuk. Lepas itu kalian kumpul lagi di ruang tamu. Papa mau bahas masalah kita tadi” kata papa wito

Mereka pun bangkit dan mengajak anak anak nya untuk tidur karena waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.

1 jam kemudian seluruh cucu cucu papa wito dan ibu yati semuanya sudah pada tidur. Para orangtua ataua anak dan menantu sedang berkumpul di ruang tamu.

Ehkmm.

Papa wito berdehem karena semua nya tiba tiba diam tanpa bertanya

“dengarkan papa. Ini memang masalah keluarga nya dian tapi kita sebagai saudara terdekat nya saudara kandung nya harus dan wajib ikut andil dalam setiap masalah. Bukan hanya dian saja jika kalian juga ada masalah yang berat kita akan selesaikan secara Bersama sama. Paham” kata papa wito

“iyaa pa” kata mereka semua secara bersamaan

“anggi lutfi dan dian besok pergilah mencari anak itu, ajak dia dan berusahalah agar anak itu ikut Bersama kalian, papa harap besok anak itu sudah ada di dalam rumah ini”

“nurul dan suci kalian jagalah dan saling membantu untuk anak anak nya dian. Tapi papa rasa husna sudah mulai bisa membantu menjaga adik adik nya”

Kata papa wito membagikan tugas agar saling membantu.

“bu ayuk istirahat. Kita juga butuh tenaga untuk 2 hari kedepan. Dan kalian juga jangan lupa untuk istirahat ya. Jangan pikirkan hal lain terutama kamu dian. Jangan terus menerus menangis. Bawa ke shalat bagi cerita dan masalah nya dengan allah. Nanti allah akan bantu segala nya tentang masalah mu asalkan usaha dan bersabar” kata papa wito yang sambil mengajak ibu yati untuk masuk ke kamar agar istirahat

Dian dan yang lain mengangguk dengar perintah dari papa wito. Semuanya pun bangkit satu persatu dan menuju kamar nya masing. Tak lupa mbak nurul beserta adik adik nya yang lain untuk tetap menyemangati dian agar tidak berlarut larut dalam kesedihan nya.

Mereka pun istirahat …


Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres