BAB V - KEPUTUSAN AKHIR - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Sunday, March 29, 2026

BAB V - KEPUTUSAN AKHIR

 


“dimana anak yang kalian sembunyikan” kata papa wito

Kedua orangtua bukhori serta bukhori juga syok dan menatap ke arah papa wito

“da.. dari mana kamu tau soal anak itu?” kata opung prima

Haha (suara tawa pelan dari papa wito)

“tak payah lah kalian berpura pura lagi soal anak kecil tanpa dosa itu kalian sembunyikan dari kami. Semuanya kami sudah mengetahui hal seperti itu.  Sekarang aku tanya DIMANA ANAK TIDAK BERSALAH ITU” kata papa wito yang akhir nya di tekan kan omogan nya dan menatap tajam ke arah keluarga besar bukhori

Akhir nya pun di jawab dari keluarga nya bukhori juga tapi bukan keluarga yang bersangkutan melainkan Wanita tersebut

“anak yang kalian maksud anak yang sudah di buang oleh bang bukhori ya. Hmm anak itu kemaren aku lihat dia sedang ngemis ngemis di pajak. Upss ketahuan deh” kata Wanita tersebut

“BAJINGAN KAU” kata umi dian

“wow dian ternyata kamu bisa berkata kotor ya, tak cocok saat kamu menggunakan hijab dan baju kurung seperti itu. Haha” kata Wanita tersebut

Plaakkk (suara tamparan)

Tamparan tersebut di berikan ke Wanita tersebut dari tangan nya langsung umi dian. Merah pipi dan bekas tangan umi dian juga tercetak di pipi Wanita tersebut.

Awwhh (suara rintihan sakit dari Wanita tersebut)

“KURANG AJAR KAU DIAN, INI KAU RASAKAN ..” kata Wanita tersebut

Dia bangkit sambil tangannya mulai melayang di udara ingin menampar umi dian tapi sayang nya tamparan tersebut malah salah sasaran

Tamparan tersebut malah mengenai bukhori

PLAAAkkk

Wanita tersebut nama nya putri arini biasa di panggil arini.

Dia kaget dan bergetar karena salah menampar orang, yang seharus nya umi dian yang dapat tamparan tersebut malah bukhori lah yang mendapat kan nya.

Bukhori melirik ke arah arini dengan mata besar dan memerah nya

“KENAPA” Kata bukhori menatap tajam ke arah nya

“maaf bang. Ma.. maaf tadi aku mau menampar Wanita gila itu” kata arini

“Wanita gila yang kau sebut itu dia masih istri sah ku arini” kata bukhori

“aku juga Wanita sah mu walaupun tanpa restu dari istri pertama mu” kata arini

“tapi tak seharus nya kau membuat nya marah arini. Ini urusan keluarga ku bukan urusan mu. Dan kamu juga sudah berjanji sebelum kita pergi ke sini kamu tak akan membuat kegaduhan apa pun” kata bukhori

“aku di cap Wanita murahan bang, kenapa dari tadi kau hanya diam saja . saat aku yang menghina dia (sambil menunjuk ke arah umi dian) kau malah membela nya. Jujur sama ku, kau akan menceraikan dia atau tidak” kata arini sudah mulai geram dengan semuanya

“DIAM LAH ARINI” kata opung prima

“AYAH AKU TAK TERIMA KALAU DIAN TERUS MENGANGGAP AKU INI WANITA MURAHAN” kata arini dengan ngegas nya

“SUDAH BELUM DENGAN DRAMA YANG KALIAN CIPTAKAN. NGANTUK DAHAN SEMUA YANG ADA DI SINI” kata umi dian di akhiri dengan menguap

Bukhori melihat adik dan juga kakak nya pada menguap semua , benar apa yang di bilang oleh dian. Kemudian dia menatap dian

“anak itu ada di jl x dengan kakek Rizwan. Dia di rawat sangat baik oleh keluarga itu bahkan sudah menganggap anak nya sendiri bukan anak angkat. Maaf dian dan seluruh keluarga besar dian saya bukhori tidak bisa menganggap dia menjadi anak saya walaupun dia anak kandung saya sendiri” kata bukhori dengan suara bergetar dan langsung menunduk. Padahal dia sudah menetes kan air mata nya

Arini mendekat dan menenangkan bukhori serta opung prima tersenyum karena arini masih sedang mengandung cucu laki laki yang dia ingin kan untuk penerus marga nya.

ASTAGFIRULLAH

Semua keluarga dian dan beberapa keluarga bukhori mengucapkan hal yang sama sambil menggeleng geleng kan kepala dengan tidak kepercayannya mereka dengar ucapan tersebut dari bukhori langsung.

1 jam setelah keterdiaman antara 2 keluarga besar tersebut pun akhirnya keputusan nya adalah dian dan bukhori bercerai yang akan bertemu Kembali di pengadilan 2 hari setelah pertemuan mereka ini.

Tapi bukhori dia  di tahan di dalam sel selama beberapa hari hingga jadwal persidangan tiba.

Malam hari tiba..

Keluarga dian masih berkumpul di rumah besar. Tak ada pembahasan tentang hal hal yang bikin mereka semuanya kaget.

Dian masih dengan keterdiamannya, memikirkan bagaimana cara menemukan anak itu, gimana anak itu sekarang apa dia mau nerima aku sebagai ibu kandung nya. Segala overthingking di pikirkan dian.

Suci menghampiri dian yang berada di taman belakang rumah.

“mbak” kata suci

Dian yang di panggil masih terdiam belum sadar akan kehadiran adik bungsu nya. Akhirnya suci pun memegang Pundak nya pelan agar menyadarkan kelamunan mbak nya.

Ya dian syok saat ada orang yang menyentuh nya tapi saat melihat itu suci ia hanya beristighfar saja.

Astagfirullah . sambil menghela nafas nya.

“kenapa suci” kata mbak dian

“mbak kenapa sendiri saja di halaman. Kenapa tidak bergabung dengan keluarga lain” kata suci

“mbak gapapa, mbak hanya ingin sendiri saja” kata dian

“mbak jangan memikirkan hal lain dulu. Soal anak itu kita akan cari cara untuk menemukan nya. Percayalah allah gak tidur mbak pasti allah akan bantu kita juga nanti nya asalkan kita nya usaha dan bersabar” kata suci

Dian pun mengangguk dan paham

“masuk yuk mbak bergabung dengan yang lain dulu. Besok kita bahas lagi masalah ini” kata suci sambil mengajak dian untuk masuk ke dalam rumah

Semua melihat kea rah pintu belakang yang dimana suci dan dian baru saja masuk ke dalam rumah.

Papa wito melihat kea rah cucu nya yang sudah mulai mengantuk dan menyuruh anak anak nya untuk menidurkan semua anak anaknya.

“kalian ajak dulu cucu papa ni mereka sudah pada mengantuk. Lepas itu kalian kumpul lagi di ruang tamu. Papa mau bahas masalah kita tadi” kata papa wito

Mereka pun bangkit dan mengajak anak anak nya untuk tidur karena waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.

1 jam kemudian seluruh cucu cucu papa wito dan ibu yati semuanya sudah pada tidur. Para orangtua ataua anak dan menantu sedang berkumpul di ruang tamu.

Ehkmm.

Papa wito berdehem karena semua nya tiba tiba diam tanpa bertanya

“dengarkan papa. Ini memang masalah keluarga nya dian tapi kita sebagai saudara terdekat nya saudara kandung nya harus dan wajib ikut andil dalam setiap masalah. Bukan hanya dian saja jika kalian juga ada masalah yang berat kita akan selesaikan secara Bersama sama. Paham” kata papa wito

“iyaa pa” kata mereka semua secara bersamaan

“anggi lutfi dan dian besok pergilah mencari anak itu, ajak dia dan berusahalah agar anak itu ikut Bersama kalian, papa harap besok anak itu sudah ada di dalam rumah ini”

“nurul dan suci kalian jagalah dan saling membantu untuk anak anak nya dian. Tapi papa rasa husna sudah mulai bisa membantu menjaga adik adik nya”

Kata papa wito membagikan tugas agar saling membantu.

“bu ayuk istirahat. Kita juga butuh tenaga untuk 2 hari kedepan. Dan kalian juga jangan lupa untuk istirahat ya. Jangan pikirkan hal lain terutama kamu dian. Jangan terus menerus menangis. Bawa ke shalat bagi cerita dan masalah nya dengan allah. Nanti allah akan bantu segala nya tentang masalah mu asalkan usaha dan bersabar” kata papa wito yang sambil mengajak ibu yati untuk masuk ke kamar agar istirahat

Dian dan yang lain mengangguk dengar perintah dari papa wito. Semuanya pun bangkit satu persatu dan menuju kamar nya masing. Tak lupa mbak nurul beserta adik adik nya yang lain untuk tetap menyemangati dian agar tidak berlarut larut dalam kesedihan nya.

Mereka pun istirahat …


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres