Pov 10 tahun kemudian.
Rania kini sudah memasuki umur 20
tahun yang dimana dia sedang menjalankan awal perkuliahan. Dia sempat tidak
lanjut untuk kejenjang kuliah karena membantu umi dian untuk menyekolahkan adik
adik nya. Ia bekerja di sebuah café yang sangat terkenal di jogja.
Setelah masa terakhir mereka
bertemu (seluruh keluarga akung wito) itu pada saat akung wito sedang
berkunjung sekaligus pulang kampung ke jogja. Dan pada saat itu juga akung wito
telah meninggal dunia. Semua keluarga pada kumpul.
Setelah akung wito dan uti yati
telah meninggal mereka sudah lama tidak berjumpa. Padahal mereka masih satu
pulau tapi untuk bertemu mereka sudah jarang.
“
Kembali ke cerita keluarga umi
dian.
Kini rania sedang kuliah sambil
part time di café tersebut. Rania selalu ambil jam sore hingga malam untuk
bekerja.
Umi dian sudah lama tidak bekerja
semenjak husna menginjak di masa duduk SMA, itulah makanya rania mencari
pekerjaan untuk bisa membiayai adik adiknya.
Mereka juga sudah tidak tinggal
di kampung Zawawi karena merasa kurang pantas hanya saja masih di satu kota
hanya sedikit menjauh dari kampung keluarga zawi.
Rania sedang berkumpul dengan
keluarga lain nya, mereka sedang berada di teras depan.
“mbak rania capek ya, maaf ya
mbak? Kata husna datang sambil membawa teh hangat untuk mbak rania
“eeh husna, hmm gak kok sayang.
Aman kok, kalian gak perlu pikirkan capek nya mbak yang penting kalian lulus
sekolah dan belajar yang rajin” kata rania
“mbak aku ikutan kerja ya” kata
husna
“tidak perlu husna kamu di rumah
bantuin jaga umi dan sofi. Mbak bisa kok sayang” kata rania
“sini mbak aku kusuk, pasti pegal
ya” kata husna
“aku ikutan ya bantu kusuk” kata
sofi yang tiba tiba datang menghampiri mereka berdua.
Umi dian juga ikut serta menyusul
anak anak nya
“rania, kamu jangan capek capek
lah sayang, uang kita masih cukup kok. Lagian juga biaya persekolahan adik adik
kamu juga sudah di bayar hingga mereka selesai sekolahnya sayang. Kamu berhenti
ya dari pekerjaan itu. Umi kasihan dengan kamu sayang dan ..” kata umi dian
yang tak mengakhiri ucapannya
“dan apa umi” kata sofi yang tiba
tiba penasaran
“dan umi minta maaf sama kamu
sayang, sudah merepotkan kamu, sudah membuat kamu jadi tambah beban, umi akan
berusaha lagi untuk cari pekerjaan lagi sayang” kata umi dian sambil memegang
bahu nya rania
“umii cukup, rania gak suka umi
saat bilang seperti itu, kalian bukan beban bagi rania, kalian keluarga rania.
Rania gak suka umi ngomong seperti itu” kata rania
“maafin umi rani” kata umi dian
tiba tiba suara nya seperti akan nangis
Rania dan husna yang sadar
langsung melihat ke umi dian dan memeluk nya. Sofi yang melihat kedua kakak nya
memeluk umi nya dia pun mengikut untuk berepelukan Bersama.
2 tahun setelah nya..
Rania sudah lulus dari
perkuliahan nya, kini lah husna mulai memasuki masa perkuliahan ikut jalur
SNBPT. Husna termasuk anak yang berprestasi dia selalu membawa nama sekolah
saat ada olimpiadi atau bahkan ekstrakurikuler yaitu menari.
Sofi sudah memasuki SMA.
Rania sudah bekerja sebagai
asisten manager di salah satu perusahan A crops. Rania termasuk anak yang rajin
hingga pekerjaan cepat selesai.
Umi dian sekarang ini tinggal
duduk santai karena ketiga anak anak nya tidak memperboleh kan umi nya untuk
capek. Pekerjaan rumah juga semua nya pembantu yang mengerjakan.
Umi dian tidak mau menikah lagi
setelah bercerai dengan bukhori karena bagi nya adalah sekarang adalah waktu
nya dia untuk anak anak nya hingga mereka memilki keluarga nya masing masing.
“
Keluarga ibu suci, Fathia dan
zikri mereka pun sama hanya saja kehidupan mereka tidak sama dengan kehidupan
keluarga umi dian.
Mereka masih tinggal di satu
rumah yang setelah dari jogja 10 tahun itu yaitu di bandung.
Fathia saat ini sedang duduk di
bangku SMK yang mengambil jurusan KOMPUTER. Ia sangat suka yang berbaur baur
tentang computer.
Fathia juga pernah sesekali
mencoba untuk coding. Bahkan Fathia pernah di percaya sebuah perusahaan untuk
bekerja di perusahaan tersebut sebagai seorang IT. Awal masuk banyak yang tak
percaya dengan kehebatan nya tapi setelah 2 tahun bekerja dan perusahaan selalu
aman aman saja makanya para pegawai lain mulai mengakui kehebatan nya Fathia.
Bahkan mereka juga ingin status kepegawain mereka diaman kan.
Zikri? Kalau dia lebih suka
dengan perbengkelan seperti jadi mekanik mobil. Saat ia memulai PKL ia di
percaya untuk memegang mobil yang sangat mahal untuk di jadikan servis pertama
nya. Dan hasil nya ama naman saja sehat dan bagus .
Pemilik mobil meminta sorum mobil
untuk zikri yang menjadi orang kepercayaan nya setiap ia akan service. Dan
sorum mobil juga memberikan zikri kesempatan untuk bekerja paruh waktu di sorum
tersebut.
Begitupun dengan keluarga yang
lain mereka sudah ada yang lulus sekolah, ada yang lagi menjalankan usaha ada
yang melanjutkan Pendidikan.
“
Pov 5 tahun setelah nya.
Mereka bertemu di sebuah acara
keluarga yang dimana hanya ada 2 keluarga dari Zawawi. Yaitu akung parno dan
akung suwito.
Bukan hanya tetua akung suwito
saja yang telah wafat tapi seluruh tetua mereka sudah wafat.
Keluarga yang tingga di kampung
Zawawi kini mereka telah banyak keluar dari kampung tersebut tapi mereka
membuat rumah singgah kalau seandai nya ada acara di daerah kampung tersebut.
Kembali ke kedua keluarga Zawawi.
Mereka kumpul karena ada acara
nya lamaran, keluarga akung wito dan akung parno memang dari dulu dekat, paling
dekat di banding kan yang lain nya.
Yang lamaran adalah rania.
Rania bertemu dengan seorang
atasan yang masih muda, atasan nya adalah seorang owner pemilik cafe yang cukup
terkenal di Surabaya. Ya rania dapat kenalan orang Surabaya lebih tepat nya
satu Angkatan waktu kuliah.
Acara yang di gelar sangat mewah,
dengan dekorasi campuran jawa dan mandailing natal nya. Sangat cantik.
Rania yang di balutin kebaya
kekinian dengan warna rosegold dan batik rok nya yang senada dengan pakaian
baju batik nya untuk pihak pria.
Nama laki laki tersebut ada
prayoga restu di panggil yoga.
Kini acara di mulai, sebenarnya
mereka mengundang seluruh keluarga zaawi tapi yang da di Indonesia hanya
Sebagian saja, di karenakan mereka sudah banyak yang tinggal luar negeri dengan
kegiatan masing masing.
“
Keluarga Zawawi berkumpul di
bagian sebelah kiri dengan pakaian yang di balutin berwarna marun, perempuan
dengan dress yang sopan warna marun sedangkan pria mereka kemeja yang di warnai
dengan warna marun.
Acara sangat lancar hingga acara
tersebut masuk lah ke sesi foto Bersama.
“aaakkkkk mbak sayang ku akhir
nya ke jenjang serius ni?” kata Fathia yang langsung berlari ke pelaminan
Rania yang melihat Fathia hanya
senyum senyum saja. rania dan Fathia berpelukan hingga yang melihat mereka
sangat gemesh.
“Fathia gentian aku juga mau
peluk mbak rania loh” kata sepupu sepupu alika yang di belakang
Alika yang di tegur pun hanya
mencebik mulutnya manyun tanda kesel tapi langsung tersenyum melihat rania
lagi.
“gentian dek, nanti lagi” kata
rania lembut
Fathia pun melepas kan pelukan
nya dan di pun bergeser
“masyallah mbak cantik banget”
kata nisa
“benar loh mbak sangat sangat
cantik” kata alya
“kalian ya selalu seperti itu
berlebihan sekali kalau sudah muji orang ya” kata rania yang sambil menyentil
hidung mereka berdua
Setelah berpelukan mereka
melanjutkan untuk foto Bersama hingga sangat banyak dan tak mau berhenti. Dan parah nya masih sempat sempat
nya buat tiktok Bersama.
Bang yoga yang melihat tingkah
seluruh sepupu sepupu nya rania hanya geleng geleng kepala saja dan memilih
menghindar agar mereka leluasa.
“mbak kita harus kumpul banyak
banget yang pengen aku ceritakan” kata Fathia
“masalah apa dulu ini, cowo yang
kamu taksir itu” kata rania
Sepupu sepupu yang lain tadi nya
hanya mendengar sambil lihat lihatan hingga mbak rania yang membilang kan soal
cowo mereka langsung sontak melihat tatapan tajam ke Fathia. Fathia yang di tatap
mereka semua hanya nyengir sambil kode ke mbak rania.
Mbak rania langsung mengulum
senyum nya saat Fathia di pelototin yang lain.
“sudah sudah gentian dengan tamu
yang lain dulu, nanti malam kita bahas di rootop” kata husna
“Fathia urusan kita belum selesai,
lihat lah kamu akan kami sidang. Bisa bisa nya mau kenalan dengan cowo tapi
kami gak tau” kata alya
“eh bukan kenalan tapi sudah
naksir” kata nisa
“kita langsung Tarik ya kalau dia
sempat kabur makin ribet urusan nya” kata sofi
Begitulah kata kata mereka
mengancam Fathia.
1 jam kemudian acara telah usai,
acara nya tidak sampai malam hanya sampai sore aja.
Kini seluruh 2 keluarga telah
kumpul di ruang tengah, sambil duduk santai ada yang ngobrol. Beda dengan para
sepupu sepupuan mereka masih diam diaman.
Entah apa yang membuat mereka
menjadi diam diaman padahal semasa acara tadi mereka ngobrol
“Fathia benar lagi dekat dengan
seseorang?” kata husna memulai obrolan mereka
“siapa?” kata aji
“orang mana?” kata alya
“kenapa hanya mbak rania yang
tau?” kata sofi
“ibu papa kasih izin?” kata zikri
“ihh kalian ya langsung kepo”
kata mbak rania yang dari tadi mendengar kan pertanyaan pertanyaan nya dari
sepupu seppi lain hanya senyum senyum saja.
“kalian ya. Iya benar Fathia
sedang suka dengan cowo, mbak kenal dengan nya” kata mbak rania
Semua sepupu melihat ke sumber
suara.
“maksud nya mbak kenal” kata
husna
“iya mbak kenal” kata mbak rania
“KOK BISA!!” Kata alya
“karena cowo yang Fathia suka itu
adik dari teman kerja mbak” kata rania
“mbak yang kenalin” kata sofi
“bukan mereka memang sudah kenal
karena satu kampus” kata rania
“tapi kami tak terim, karena
janji nya kan setelah lulus kuliah” kata nisa
“apanya yang habis kuliah. Aku
kan gak pacarana loh sama dia” kata Fathia
“tapi kamu nya sudah suka duluan
dengan cowo” kata nisa
“hanya sekedar suka tidak
pacarana” kata Fathia
“lalu cowo yang kamu taksir suka
sama kamu juga” kata alya
“tidak tau alya. Aku tak pernah
tanya” kata Fathia
“jangan jangan kamu nya suka
sendirian” kata nisa
“ih nisa. Udahlah aku males bahas
itu orang. Dia sedang pacarana dengan teman seangkatan tapi beda jurusan” kata
Fathia langsung menampakkan muka sedih nya
“kok bisa, masa’ iya belum mulai
dekat malah di duluan orang lain” kata nisa
“siapa sih, apa aku kenal” kata
aji
“ya kenal lah orang teman kamu
sendiri” kata Fathia yang tanpa sadar dengan muka masih tertunduk
“maksud nya?” kata aji
“ya teman segeng motor kamu yang
aku taksir” kata Fathia
“siapa Fathia” kata aji
“arif” kata Fathia dengan suara
pelan tapi di dengar oleh nisa dan alya karena mereka dekat dengn Fathia
“siapa Fathia” kata aji
“udahlah aku lagi males bahas
dia” kata Fathia
“Namanya arif” kata nisa
“APA? ARIF. JAUHI DIA, DIA GAK
PANTAS UNTUK MU” kata aji tiba tiba mendengar nama teman nya langsung naik
amarah nya
Semua nya melihat kemarahan aji
dan menatap bingung
“ada apa aji?” kata rania
“aku mohon sama mu Fathia jauhi
dia lupakan soal rasa suka mu terhadap nya?” kata aji
“berikan aku alasan kenapa aku
harus menjauhi nya” kata Fathia
“dia sudah menikah dan memiliki 3
anak tapi dia tidak mau ada orang yang tau kalau dia sudah menikah” kata aji
“serius” kata Fathia
“mbak tau kalau dia sudah
menikah?” kata Fathia nanya ke mbak rania
“mbak gak tau Fathia” kata rania
Fathia yang lemes dengr fakta
bahwa cowo yang dia taksir ternyata sudah beristri dia mendadak jadi diam dan
melamun dan pamit ke kamar
“semua nya aku mau istirahat,
maaf” kata Fathia yang lansung bergegas
“maaf Fathia” kata aji
“gak perlu minta maaf seharus nya
aku harus tau dari awal, makasih sudah menginfokan” kata Fathia langsung
berjalan menuju kamar nya
“kasihan Fathia” kata nisa
“lebih kasihan kalau dia tau nya
lebih lama” kata aji
“biar mbak yang datangi Fathia”
kata rania
Mereka mengangguk dan rania
mendatangi kamar nya Fathia
“

