Hari besok pun tiba.
Pukul 08.00
Semuanya sudah berkumpul di ruang
tamu dan bersiap siap dengan tujuan nya hari ini.
Husna tiba tiba datang dan
mendekat ke arah umi dian.
“umi mau ke mana?” kata husna
sambil memegang ujung baju nya
“umi mau mencari kakak mu dulu ya
dengan om om mu. Husna jagain adik adik ya bantui bude nurul dan bu suci” kata
umi dian sambil mencium puncak kepala nya
“iya umi, jangan lupa makan dan
istirahat ya umi dan om” kata husna
“iya husna” kata mereka bertiga
sambil mengangguk
“suci mbak aku titip anak anak
ya. Doakan semoga kami segera membawa nya Kembali” kata umi dian sekalian pamit
“iya mbak” kata suci sambil
berpelukan
“
Akhirnya pun mereka bertiga pergi
dengan perasaan yang bingung sedih atau Bahagia.
“
Di perjalanan .
Di mobil. Tak ada yang
mengeluarkan suara apa pun di mobil.
Anggi membantu lutfi untuk mencari
gang yang dimana alamat tersebut.
1 jam kemudian..
Setelah drama mencari gang gang
yang tak kunjung ketemu akhirnya ada seorang kakek kakek yang sudah termasuk
tua tapi jalan nya yang sudah bungkuk.
Mereka berhenti sedikit ke
pinggir jalan dan mas anggi mendekati kakek tersebut.
“permisi kek, saya mau tanya
alamat. Apakah kakek tau alamat ini dimana” kata anggi
Kakek itu pun membaca dengan
kacamata nya sambil kelihatan kaget saat melihat Kembali ke arah anggi.
Anggi yang di perhatikan kakek tersebut
bingung dan
“kalian siapa. Kenapa mencari
alamat ini” kata kakek tersebut
“apa kakek tau alamat ini” kata
anggi
“saya tau. Tapi saya harus tau
dahulu kalian siapa. Dan siapa yang kalian cari?” uajar kakek itu
“oh ya sebelumnya saya ingn
bercerita dahulu. Saya baru mengetahui sebuah rahasia kakak kandung saya yang
ternyata mereka memiliki seorang anak perempuan tapi anak tersebut malah di
kasih ke seorang kakek yang bernama Rizwan” kata anggi
Kakek tersebut semakin syok dan
menetes kan air mata nya. Anggi yang melihat kakek tersebut tiba tiba menangis
tampak bingung.
“kakek maaf kenapa kakek
menangis” kata anggi
“kalian sudah menemukan nya. Sa –
saya lah kakek Rizwan yang sedang kalian cari itu” kata kakek Rizwan
Ya anggi langsung syok. Dan menjatuh
kan sebuah foto anak kecil yang tadi sempat di pegang nya.
Di mobil umi dian yang melihat
lembaran foto tersebut jatuh merasa bingung dengan yang dia lihat
“kenapa” batin nya umi dian
Umi dian turun dan diikuti lutfi,
kemudian mendekat ke anggi
“anggi, sudah ketemu belum kenapa
malah duduk di sini” kata umi dian
Kakek Rizwan dan anggi yang
melihat ke arah umi dian dan lutfi dengan perasaan yang gak bisa di bilang
“mb-mbaak kita sudah ketemu
dengan kakek riwan” kata anggi sambil meneteskan air matanya
Mata umi dian membulat dan ikut
menetes kan air mata nya
“dimana anggi. Ayok kita ke sana”
kata umi dian
“dimana mas” kata lutfi
“di depan kalian ini adalah kakek
Rizwan yang kita cari” kata anggi
Mereka berdua Kembali syok dengan
kabar tersebut.
Kakek Rizwan melihat ke arah
ketiga orang yang baru saja ia jumpai.
“kamu dian” kata kakek Rizwan
“i-iya saya kek” kata umi dian
“masyaallah akhirnya ya allah aku
bertemu dengan orangtua nya langsung” kata Rizwan
Kakek Rizwan yang tadi nya sedang
duduk kini bangkit dan berjalan ke umi dian
“ayok ikut kakek, anak mu sangat
cantik tumbuh dewasa” kata kakek Rizwan
Umi dian langsung mengangguk dan
membantu kakek Rizwan menuju ke mobil. Lalu kakek Rizwan juga membantu lutfi
untuk mengarahkan ke rumah nya tersebut.
15 menit kemudian ..
Tiba di rumah yang di tuju dan di
cari.
Sekitaran rumah melihat ke arah
mobil yang baru saja datang dan berhenti tepat di lapangan rumah kakek
tersebut.
Kakek Rizwan turun dan juga 3
orang lain nya. Kakek tersebut mengajak umi dian untuk ikut masuk ke dalam
rumah nya.
“nisa, tolong panggil kan rania”
kata kakek Rizwan yang sedang memanggil anak nya
“iya pak, sebentar” kata nisa
“kalian duduk lah dulu sebentar.
Rania sering keluar bermain dengan teman teman nya. Kini usia nya akan memasuki
umur 10 tahun. Bicaralah dengan jujur dengan nya dian. Bapak yakin dia sudah
mulai mengerti” kata kakek Rizwan
Tidak berapa lama rania dan kedua
anak dari kakek Rizwan pun datang bersamaan dan memasuki rumah tersebut. Nisa
yang sudah mengetahui ada nya tamu dia tak kaget lagi. Tapi beeda dengan rania
dan alika mereka berdua mematung melihat ke arah 3 orang asing yang ada di
dalam rumah nya.
“assalamualaikum” kata mereka
bertiga sambil masuk ke dalam rumah
“waalaikumsalam” kata kakek
Rizwan lutfi dan mas anggi
“waalaikumsalam masyallah cantik
nya” kata umi dian yang langsung tertuju ke seorang anak kecil dengan pakaian
setelan dan juga rambut yang tergurai Panjang.
Umi dian bangkit langsung pelan
pelan berjalan menuju ke rania.
“alhamdulillah ya allah, apa
benar kamu rania sayang” kata umi dian sambil dengan isakan tangis haru nya
“i-iya bu, sa-saya rania. Maaf
ibu siapa ya” kata rania dengan ragu nya
Umi dian yang di tanya dengan
rania langsung terdiam dan makin menangis saat rania ternyata tidak mengenal
ibu kandung nya.
“ibu kenapa menangis, apa rania
salah ya” kata rania yang bingung
Umi dian hanya menggelengkan saja
kepala nya
“boleh saya memeluk mu” kata umi
dian
Rania melihat ke arah 2 kakak
nya, nisa dan alika mengangguk kan kepala nya mereka menandakan setuju.
Kemudian rania pun ikut memeluk
ke umi dian
Tiba tiba rania merasakan jantung
nya berdegup kencang, ia pun Kembali mengeratkan pelukan yang sangat nyaman
itu.
“kenapa ini sangat nyaman, beda
dengan pelukan mamak” batin rania
Pelukan pun terus berlanjut.
Hingga akhir nya rania pelan pelan melepaskan pelukan tersebut.
“rania sini duduk sebelah bapak.
Dan nisa tolong panggil kan mamak dan kakak serta yang lain nya. Ada yang mau
bapak sampai kan” kata kakek Rizwan
Rania dan alika pun berjalan ke
kakek Rizwan. Umi dian Kembali ke posisi duduk nya semula sambil menghapus kan
air mata yang tersisa.
“
Waktu kumpul tiba..
Kakek Rizwan melihat ke arah
keluarga nya apalah sudah lengkap semua atau belum.
“dengarin bapak, bapak akan
menjelaskan ke kalian semua termasuk kamu rania, bapak harap tidak ada yang
memotong pembicaraan bapak sampai selesai. Paham semuanya” kata kakek Rizwan
Sebelum lanjut, mimin mau jelasin
dulu tentang kakek Rizwan.
Kakek Rizwan memiliki 5 orang
anak yang dimana semua anak nya adalah perempuan. Anak nya yang paling besar
sudah berumur 20 tahun yang bernama alika putri di panggil alika.
Anak kedua yang sudah berumur 18
tahun yang bernama dwi raspika di panggil pika. Anak ketiga sudah berumur 15
tahun yang bernama khairulina Aprilia di panggil dengan lia.
Anak keempat berumur 14 tahun
yang bernama febi rasmawati yang di panggil febi dan yang terakhir annisa dwi
mandala di panggil nisa yang saat ini berumur 12 tahun.
Istri kakek Rizwan bernama tri
aprika di panggil mamak tri.
Kisah tentang rania hanya di
ketahui oleh istri nya anak pertama dan anak kedua dari mereka saja. Anak
ketiga keempat dan kelima tidak ada yang mengetahui fakta sebenarnya.
Mereka sengaja menutup rahasia
tersebut agar tidak menyakiti hati rania. Selama ini rania tidak melakukan
kesalahan apa pun. Bahkan dia anak yang sangat baik dan juga penurut.
Anak ketiga keempat dan kelima
tersebut mengetahui kalau rania adalah anak dari orangtua nya mereka saat rania
sudah berumur 3 tahun.
Mereka pun berfikir kalau rania
ini adalah adik bungsu nya mereka padahal kenyataan yang sebenar nya adalah
kalau rani aini bukan lah anak kandung dari orangtua mereka.


No comments:
Post a Comment