BAB 6 - PENCARIAN KEDUA (ketemu) - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Monday, March 30, 2026

BAB 6 - PENCARIAN KEDUA (ketemu)

 


Hari besok pun tiba.

Pukul 08.00

Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu dan bersiap siap dengan tujuan nya hari ini.

Husna tiba tiba datang dan mendekat ke arah umi dian.

“umi mau ke mana?” kata husna sambil memegang ujung baju nya

“umi mau mencari kakak mu dulu ya dengan om om mu. Husna jagain adik adik ya bantui bude nurul dan bu suci” kata umi dian sambil mencium puncak kepala nya

“iya umi, jangan lupa makan dan istirahat ya umi dan om” kata husna

“iya husna” kata mereka bertiga sambil mengangguk

“suci mbak aku titip anak anak ya. Doakan semoga kami segera membawa nya Kembali” kata umi dian sekalian pamit

“iya mbak” kata suci sambil berpelukan

Akhirnya pun mereka bertiga pergi dengan perasaan yang bingung sedih atau Bahagia.

Di perjalanan .

Di mobil. Tak ada yang mengeluarkan suara apa pun di mobil.

Anggi membantu lutfi untuk mencari gang yang dimana alamat tersebut.

1 jam kemudian..

Setelah drama mencari gang gang yang tak kunjung ketemu akhirnya ada seorang kakek kakek yang sudah termasuk tua tapi jalan nya yang sudah bungkuk.

Mereka berhenti sedikit ke pinggir jalan dan mas anggi mendekati kakek tersebut.

“permisi kek, saya mau tanya alamat. Apakah kakek tau alamat ini dimana” kata anggi

Kakek itu pun membaca dengan kacamata nya sambil kelihatan kaget saat melihat Kembali ke arah anggi.

Anggi yang di perhatikan kakek tersebut bingung dan

“kalian siapa. Kenapa mencari alamat ini” kata kakek tersebut

“apa kakek tau alamat ini” kata anggi

“saya tau. Tapi saya harus tau dahulu kalian siapa. Dan siapa yang kalian cari?” uajar kakek itu

“oh ya sebelumnya saya ingn bercerita dahulu. Saya baru mengetahui sebuah rahasia kakak kandung saya yang ternyata mereka memiliki seorang anak perempuan tapi anak tersebut malah di kasih ke seorang kakek yang bernama Rizwan” kata anggi

Kakek tersebut semakin syok dan menetes kan air mata nya. Anggi yang melihat kakek tersebut tiba tiba menangis tampak bingung.

“kakek maaf kenapa kakek menangis” kata anggi

“kalian sudah menemukan nya. Sa – saya lah kakek Rizwan yang sedang kalian cari itu” kata kakek Rizwan

Ya anggi langsung syok. Dan menjatuh kan sebuah foto anak kecil yang tadi sempat di pegang nya.

Di mobil umi dian yang melihat lembaran foto tersebut jatuh merasa bingung dengan yang dia lihat

“kenapa” batin nya umi dian

Umi dian turun dan diikuti lutfi, kemudian mendekat ke anggi

“anggi, sudah ketemu belum kenapa malah duduk di sini” kata umi dian

Kakek Rizwan dan anggi yang melihat ke arah umi dian dan lutfi dengan perasaan yang gak bisa di bilang

“mb-mbaak kita sudah ketemu dengan kakek riwan” kata anggi sambil meneteskan air matanya

Mata umi dian membulat dan ikut menetes kan air mata nya

“dimana anggi. Ayok kita ke sana” kata umi dian

“dimana mas” kata lutfi

“di depan kalian ini adalah kakek Rizwan yang kita cari” kata anggi

Mereka berdua Kembali syok dengan kabar tersebut.

Kakek Rizwan melihat ke arah ketiga orang yang baru saja ia jumpai.

“kamu dian” kata kakek Rizwan

“i-iya saya kek” kata umi dian

“masyaallah akhirnya ya allah aku bertemu dengan orangtua nya langsung” kata Rizwan

Kakek Rizwan yang tadi nya sedang duduk kini bangkit dan berjalan ke umi dian

“ayok ikut kakek, anak mu sangat cantik tumbuh dewasa” kata kakek Rizwan

Umi dian langsung mengangguk dan membantu kakek Rizwan menuju ke mobil. Lalu kakek Rizwan juga membantu lutfi untuk mengarahkan ke rumah nya tersebut.

15 menit kemudian ..

Tiba di rumah yang di tuju dan di cari.

Sekitaran rumah melihat ke arah mobil yang baru saja datang dan berhenti tepat di lapangan rumah kakek tersebut.

Kakek Rizwan turun dan juga 3 orang lain nya. Kakek tersebut mengajak umi dian untuk ikut masuk ke dalam rumah nya.

“nisa, tolong panggil kan rania” kata kakek Rizwan yang sedang memanggil anak nya

“iya pak, sebentar” kata nisa

“kalian duduk lah dulu sebentar. Rania sering keluar bermain dengan teman teman nya. Kini usia nya akan memasuki umur 10 tahun. Bicaralah dengan jujur dengan nya dian. Bapak yakin dia sudah mulai mengerti” kata kakek Rizwan

Tidak berapa lama rania dan kedua anak dari kakek Rizwan pun datang bersamaan dan memasuki rumah tersebut. Nisa yang sudah mengetahui ada nya tamu dia tak kaget lagi. Tapi beeda dengan rania dan alika mereka berdua mematung melihat ke arah 3 orang asing yang ada di dalam rumah nya.

“assalamualaikum” kata mereka bertiga sambil masuk ke dalam rumah

“waalaikumsalam” kata kakek Rizwan lutfi dan mas anggi

“waalaikumsalam masyallah cantik nya” kata umi dian yang langsung tertuju ke seorang anak kecil dengan pakaian setelan dan juga rambut yang tergurai Panjang.

Umi dian bangkit langsung pelan pelan berjalan menuju ke rania.

“alhamdulillah ya allah, apa benar kamu rania sayang” kata umi dian sambil dengan isakan tangis haru nya

“i-iya bu, sa-saya rania. Maaf ibu siapa ya” kata rania dengan ragu nya

Umi dian yang di tanya dengan rania langsung terdiam dan makin menangis saat rania ternyata tidak mengenal ibu kandung nya.

“ibu kenapa menangis, apa rania salah ya” kata rania yang bingung

Umi dian hanya menggelengkan saja kepala nya

“boleh saya memeluk mu” kata umi dian

Rania melihat ke arah 2 kakak nya, nisa dan alika mengangguk kan kepala nya mereka menandakan setuju.

Kemudian rania pun ikut memeluk ke umi dian

Tiba tiba rania merasakan jantung nya berdegup kencang, ia pun Kembali mengeratkan pelukan yang sangat nyaman itu.

“kenapa ini sangat nyaman, beda dengan pelukan mamak” batin rania

Pelukan pun terus berlanjut. Hingga akhir nya rania pelan pelan melepaskan pelukan tersebut.

“rania sini duduk sebelah bapak. Dan nisa tolong panggil kan mamak dan kakak serta yang lain nya. Ada yang mau bapak sampai kan” kata kakek Rizwan

Rania dan alika pun berjalan ke kakek Rizwan. Umi dian Kembali ke posisi duduk nya semula sambil menghapus kan air mata yang tersisa.

Waktu kumpul tiba..

Kakek Rizwan melihat ke arah keluarga nya apalah sudah lengkap semua atau belum.

“dengarin bapak, bapak akan menjelaskan ke kalian semua termasuk kamu rania, bapak harap tidak ada yang memotong pembicaraan bapak sampai selesai. Paham semuanya” kata kakek Rizwan

Sebelum lanjut, mimin mau jelasin dulu tentang kakek Rizwan.

Kakek Rizwan memiliki 5 orang anak yang dimana semua anak nya adalah perempuan. Anak nya yang paling besar sudah berumur 20 tahun yang bernama alika putri di panggil alika.

Anak kedua yang sudah berumur 18 tahun yang bernama dwi raspika di panggil pika. Anak ketiga sudah berumur 15 tahun yang bernama khairulina Aprilia di panggil dengan lia.

Anak keempat berumur 14 tahun yang bernama febi rasmawati yang di panggil febi dan yang terakhir annisa dwi mandala di panggil nisa yang saat ini berumur 12 tahun.

Istri kakek Rizwan bernama tri aprika di panggil mamak tri.

Kisah tentang rania hanya di ketahui oleh istri nya anak pertama dan anak kedua dari mereka saja. Anak ketiga keempat dan kelima tidak ada yang mengetahui fakta sebenarnya.

Mereka sengaja menutup rahasia tersebut agar tidak menyakiti hati rania. Selama ini rania tidak melakukan kesalahan apa pun. Bahkan dia anak yang sangat baik dan juga penurut.

Anak ketiga keempat dan kelima tersebut mengetahui kalau rania adalah anak dari orangtua nya mereka saat rania sudah berumur 3 tahun.

Mereka pun berfikir kalau rania ini adalah adik bungsu nya mereka padahal kenyataan yang sebenar nya adalah kalau rani aini bukan lah anak kandung dari orangtua mereka.

 


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres