June 2026 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Monday, June 29, 2026

BAB 21

June 29, 2026 0

 

Setelah mereka sarapan, umi dian mengabarkan ke supir yang akan mengantarkan mereka ke rumah mantan keluarga nya.

“pak nanti tolong antar kan kita ke rumah mantan suami saya” kata umi dian

“siap bu” kata supir tersebut yang bernama pak yanto

Pak yanto pun menyiapkan mobilnya dan mulai memansain serta mebresihkan jika ada kotoran di dalam mobil.

Umi dian juga sudah mengabarkan key anti kalau mereka segera ke sana

“yanti mbak akan ke sana sebentar lagi. Dan tolong jangan buat apa apa, karena tujuan kami hanya untuk berkunjung ke sana seesuai permintaan ibu” kata umi dian

“iya mbak, alhamdulillah kalau kalian akan datang ke sini” kata yanti

“kirimkan lokasi nya yanti , mbak sudah lupa alamat nya” kata umi dian

“oh iya mbak, segera kau kirim” kata yanti

Tring (notifikasi npesan masuk)

“okey anti” kata umi dian

Mereka berempat pun masuk ke mobil Alphard keluaran terbaru itu. Mobil pun jalan santai tanpa ada kemacetan di jalan, karena suasana saat ini bukan suasana hari libur jadi jalan eaya cukup luas untuk di kendarai.

Tiba di rumah mantan mertua

Umi dian tak langsung turun dari mobil.

Kedatangan mereka membuat tetangga heboh, karena mobil yang baru saja luncur ternyata sudah ada di depan mata semuanya.

Semua tetangga terdekat mendekat ke mobil dan menunggu siapa yang akan turun.

Rania husna dan sofi melihat sekeliling kalau mereka sudah di kerumbunin oleh tetangga tentangga.

“umi turun sekarang” kata rania

“sebentar lagi sayang, umi mau ngabarin yanti dulu. Umi belum siap dengar cibiran mereka semua” kata umi dian

Rania pun mengangguk ngangguk

Umi dian menelpon langsung yanti

“yanti, mbak sudah d depan cumin mbak belum turun karena tetangga pada ngerubunin mobil yang mbak kendarain” kata umi dian

“oh mbak sudah datang ya” kata yanti

“febi ayuk temanin ibu jemput saudara kita di depan” kata yanti lagi sambil memanggil anak nya paling besar

Telpon pun berakhir, kini febi dan yanti sudah jalan ke depan rumah yang ternyata sudah sangat ramai sekali hingga mobil yang dinaiki umi dian tidak terlihat.

“yanti, ap aini keluarga kalian, kenapa tidak turun dari tadi. Sombong sekali” kata tetangga

“iya ibu ibu ini mantan kakak ipar saya yang baru pulang dari jawa” kata yanti

“siapa mantan kakak ipar mu”

“jangan jangan dian”

“gak mungkin lah ibu ibu diakan dari keluarga yang biasa biasa aja, gak mungkin punya mobil keluaran baru seperti ini”

“bisa aja bu ibu secara setelah dia cerai dari bukhori dia langsung pergi jawa. Bisa jadi juga dia menikah dengan orang kaya”

Begitulah perkataan perkataan tetangga tersebut. Inilah alasan kenapa umi dian tidak turun dulu.

Belum mengetuk jendela mobil mereka di kagetkan pintu mobil yang langsung terbuka.

Hal yang paling bikin mereka kaget adalah umi dian yang dari wajahnya serius dan menatap arah depan sambil sekilas melihat para tetangga tetangga yang masih gak percaya dengan perubahan nya umi dian

Umi dian yang dengan pakaian Muslimah stylis dengan warna coksu hijab Panjang selutut. Wajahnya yang sudah di rias dengan sekian rupa tanpa ada yang berlebihan apa pun. Telihat sangat sangat cantik Wanita Muslimah.

Kemudian umi dian tersenyum melihat yanti dan semua yang melihat ke mereka berempat yang masih duduk di mobil. Hingg akhir nya pun mereka berempat turun dari mobil.

“asslamualaikum ibu ibu, assalamualaikum yanti” kata umi dian dengan sopan

“wa-walaikumsalam” kata para tetangga yang masih kagum dengan perubahannya umi dian

“mbak ini beneran mbak dian” kata yanti yang masih tidak percaya dengan perubahan mantan kakak ipar nya tersebut

Dian tidak langsung menjawab tapi menggenggam tangannya yanti dan tersenyum. Lalu

“mana ibu, mbak gak bisa lama lama karena masih ada tempat yang harus mbak dan anak anak untuk datangi” kata umi dian

“oh iya ya ayuk mbak, anak anak mari masuk” kata yanti

Tetangga yang melihat semuanya itu masih melongo tanpa berkedip.

Saat umi dian masuk Sebagian para tetangga sudah ada yang Kembali ke rumah masing dan masih ada yang menunggu di luar bahkan ada yang masuk ke teras rumah tersebut.

Di dalam rumah.

Keluarga besar opung prima hanya ada 3 keluarga saja, keluarga yang lain sedang tidak di rumah induk di karenakan ada kegiatan lain yang mereka tidak bisa tinggalkan.

Saat memasuki rumah umi dian bertemu dengan mantan suaminya yaitu bukhori. Bukhori yang melihat yanti membawa orang masuk ke dalam rumah tak berkedip sama sekali. Hingga sofi menegur buya nya yang tidak sopan dengan umi nya.

“jaga pandangan anda dari umi saya” kata sofi

Rania yang melihat sofi mulai emosi memegang tangannya agar emosi nya mereda.

Bukhori yang di tegur oleh anak bungsu nya pun langsung mengalihkan pandangannya.

“yanti, kenapa kau bawa masuk keluarga ini lagi” kata bukhori

“diam bang, bukan saat nya kau melarang aku membawa mbak dan menemui ibu mertua nya, ops maaf mantan mertua nya. Serta mbak dian membawa ketiga anak anak nya” kata yanti

Bukhori yang mendengar semua perkataan yanti yang menyebutkan “ketiga anaknya” langsung melihat ketiga anak perempuan yang sudah dia abaikan.

“ka-kalian” kata bukhori yang terbata bata menjawab nya.

Ketiga anak itu hanya melihat sekilas tanpa melihat sepenuhnya kearah buya nya. Tapi tidak dengan rania. Dia malah mendekati buya nya dan menyalami nya.

“assalamualaikum buya aku rania anak pertama yang kamu buang dengan selingkuhan mu pada saat aku baru saja lahir dari Rahim ibu kandung ku” kata rania yang memang sengaja sedikit menyindir kata kata tersebut lalu mengambil tangan buya nya dan menyalami nya ke kening serta mencium tangannya.

Husna yang melihat mbak rania melakukan hal seperti itu ia pun ikut juga menyalami tapi tidak mengatakan apa apa hanya salaman saja. hanya untuk rasa hormat.

Sedangkan sofi dia masih betah di sebelah umi dian tanpa niat bergerak dari  sisi umi dia.

“sayang, salam ayah kandung mu, gimana pun hubungan anak dan ayah tidak pernah putus” kata umi dian yang memulai berbicara dengan sofi

“tidak umi, tidak sudi tangan ku menyentuh tangan kotor itu” kata sofi yang sedikit berteriak dan membuat orang arang yang ada di teras rumah juga ikut mendengarkan nya.

Di luar rumah (teras)

“ada apa ya antara ketiga anak nya dian dengan keluarga opung prima”

“sepertinya anak anak nya dian masih marah soal dulu, tingkah bejat ayah nya”

“bisa jadi gak sih ibu ibu”

“karena kalau yang dari aku dengar, memang keluarga opung prima yang salah”

Begitulah obrolan para ibu ibu yang di luar rumah.

Gak ada sediit pun niat mereka untuk Kembali ke rumah nya masing masing malah betah hingga mendengar perdebatan antara anak dan orangtua nya.

Kembali di dalam rumah

Rania dan husna mendekati umi dian dan mengajak bu yanti untuk menujukkan dimana kamar nya

“bu dimana kamar nenek itu” kata husna

Sebenarnya hati yanti sakit saat husna mengatakan “nenek itu” tapi dia tepis dulu permasalahan hati nya tersebut

“ayok sini, di sebelah sana kamar nya” kata bu yanti yang langsung mengarahkan ke kamar yang di tempati.


Read More

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres