Setelah mereka sarapan, umi dian
mengabarkan ke supir yang akan mengantarkan mereka ke rumah mantan keluarga
nya.
“pak nanti tolong antar kan kita
ke rumah mantan suami saya” kata umi dian
“siap bu” kata supir tersebut
yang bernama pak yanto
Pak yanto pun menyiapkan mobilnya
dan mulai memansain serta mebresihkan jika ada kotoran di dalam mobil.
Umi dian juga sudah mengabarkan
key anti kalau mereka segera ke sana
“yanti mbak akan ke sana sebentar
lagi. Dan tolong jangan buat apa apa, karena tujuan kami hanya untuk berkunjung
ke sana seesuai permintaan ibu” kata umi dian
“iya mbak, alhamdulillah kalau
kalian akan datang ke sini” kata yanti
“kirimkan lokasi nya yanti , mbak
sudah lupa alamat nya” kata umi dian
“oh iya mbak, segera kau kirim”
kata yanti
Tring (notifikasi npesan masuk)
“okey anti” kata umi dian
“
Mereka berempat pun masuk ke
mobil Alphard keluaran terbaru itu. Mobil pun jalan santai tanpa ada kemacetan
di jalan, karena suasana saat ini bukan suasana hari libur jadi jalan eaya
cukup luas untuk di kendarai.
Tiba di rumah mantan mertua
Umi dian tak langsung turun dari
mobil.
Kedatangan mereka membuat
tetangga heboh, karena mobil yang baru saja luncur ternyata sudah ada di depan
mata semuanya.
Semua tetangga terdekat mendekat
ke mobil dan menunggu siapa yang akan turun.
Rania husna dan sofi melihat
sekeliling kalau mereka sudah di kerumbunin oleh tetangga tentangga.
“umi turun sekarang” kata rania
“sebentar lagi sayang, umi mau
ngabarin yanti dulu. Umi belum siap dengar cibiran mereka semua” kata umi dian
Rania pun mengangguk ngangguk
Umi dian menelpon langsung yanti
“yanti, mbak sudah d depan cumin
mbak belum turun karena tetangga pada ngerubunin mobil yang mbak kendarain”
kata umi dian
“oh mbak sudah datang ya” kata
yanti
“febi ayuk temanin ibu jemput
saudara kita di depan” kata yanti lagi sambil memanggil anak nya paling besar
Telpon pun berakhir, kini febi
dan yanti sudah jalan ke depan rumah yang ternyata sudah sangat ramai sekali
hingga mobil yang dinaiki umi dian tidak terlihat.
“yanti, ap aini keluarga kalian,
kenapa tidak turun dari tadi. Sombong sekali” kata tetangga
“iya ibu ibu ini mantan kakak
ipar saya yang baru pulang dari jawa” kata yanti
“siapa mantan kakak ipar mu”
“jangan jangan dian”
“gak mungkin lah ibu ibu diakan
dari keluarga yang biasa biasa aja, gak mungkin punya mobil keluaran baru
seperti ini”
“bisa aja bu ibu secara setelah
dia cerai dari bukhori dia langsung pergi jawa. Bisa jadi juga dia menikah
dengan orang kaya”
Begitulah perkataan perkataan
tetangga tersebut. Inilah alasan kenapa umi dian tidak turun dulu.
Belum mengetuk jendela mobil
mereka di kagetkan pintu mobil yang langsung terbuka.
Hal yang paling bikin mereka
kaget adalah umi dian yang dari wajahnya serius dan menatap arah depan sambil
sekilas melihat para tetangga tetangga yang masih gak percaya dengan perubahan
nya umi dian
Umi dian yang dengan pakaian
Muslimah stylis dengan warna coksu hijab Panjang selutut. Wajahnya yang sudah
di rias dengan sekian rupa tanpa ada yang berlebihan apa pun. Telihat sangat
sangat cantik Wanita Muslimah.
Kemudian umi dian tersenyum
melihat yanti dan semua yang melihat ke mereka berempat yang masih duduk di
mobil. Hingg akhir nya pun mereka berempat turun dari mobil.
“asslamualaikum ibu ibu,
assalamualaikum yanti” kata umi dian dengan sopan
“wa-walaikumsalam” kata para
tetangga yang masih kagum dengan perubahannya umi dian
“mbak ini beneran mbak dian” kata
yanti yang masih tidak percaya dengan perubahan mantan kakak ipar nya tersebut
Dian tidak langsung menjawab tapi
menggenggam tangannya yanti dan tersenyum. Lalu
“mana ibu, mbak gak bisa lama
lama karena masih ada tempat yang harus mbak dan anak anak untuk datangi” kata
umi dian
“oh iya ya ayuk mbak, anak anak
mari masuk” kata yanti
Tetangga yang melihat semuanya
itu masih melongo tanpa berkedip.
Saat umi dian masuk Sebagian para
tetangga sudah ada yang Kembali ke rumah masing dan masih ada yang menunggu di
luar bahkan ada yang masuk ke teras rumah tersebut.
Di dalam rumah.
Keluarga besar opung prima hanya
ada 3 keluarga saja, keluarga yang lain sedang tidak di rumah induk di
karenakan ada kegiatan lain yang mereka tidak bisa tinggalkan.
Saat memasuki rumah umi dian
bertemu dengan mantan suaminya yaitu bukhori. Bukhori yang melihat yanti
membawa orang masuk ke dalam rumah tak berkedip sama sekali. Hingga sofi menegur
buya nya yang tidak sopan dengan umi nya.
“jaga pandangan anda dari umi
saya” kata sofi
Rania yang melihat sofi mulai
emosi memegang tangannya agar emosi nya mereda.
Bukhori yang di tegur oleh anak
bungsu nya pun langsung mengalihkan pandangannya.
“yanti, kenapa kau bawa masuk
keluarga ini lagi” kata bukhori
“diam bang, bukan saat nya kau
melarang aku membawa mbak dan menemui ibu mertua nya, ops maaf mantan mertua
nya. Serta mbak dian membawa ketiga anak anak nya” kata yanti
Bukhori yang mendengar semua
perkataan yanti yang menyebutkan “ketiga anaknya” langsung melihat ketiga anak
perempuan yang sudah dia abaikan.
“ka-kalian” kata bukhori yang
terbata bata menjawab nya.
Ketiga anak itu hanya melihat
sekilas tanpa melihat sepenuhnya kearah buya nya. Tapi tidak dengan rania. Dia
malah mendekati buya nya dan menyalami nya.
“assalamualaikum buya aku rania
anak pertama yang kamu buang dengan selingkuhan mu pada saat aku baru saja
lahir dari Rahim ibu kandung ku” kata rania yang memang sengaja sedikit
menyindir kata kata tersebut lalu mengambil tangan buya nya dan menyalami nya
ke kening serta mencium tangannya.
Husna yang melihat mbak rania
melakukan hal seperti itu ia pun ikut juga menyalami tapi tidak mengatakan apa
apa hanya salaman saja. hanya untuk rasa hormat.
Sedangkan sofi dia masih betah di
sebelah umi dian tanpa niat bergerak dari
sisi umi dia.
“sayang, salam ayah kandung mu,
gimana pun hubungan anak dan ayah tidak pernah putus” kata umi dian yang
memulai berbicara dengan sofi
“tidak umi, tidak sudi tangan ku
menyentuh tangan kotor itu” kata sofi yang sedikit berteriak dan membuat orang
arang yang ada di teras rumah juga ikut mendengarkan nya.
“
Di luar rumah (teras)
“ada apa ya antara ketiga anak
nya dian dengan keluarga opung prima”
“sepertinya anak anak nya dian
masih marah soal dulu, tingkah bejat ayah nya”
“bisa jadi gak sih ibu ibu”
“karena kalau yang dari aku
dengar, memang keluarga opung prima yang salah”
Begitulah obrolan para ibu ibu
yang di luar rumah.
Gak ada sediit pun niat mereka
untuk Kembali ke rumah nya masing masing malah betah hingga mendengar
perdebatan antara anak dan orangtua nya.
“
Kembali di dalam rumah
Rania dan husna mendekati umi
dian dan mengajak bu yanti untuk menujukkan dimana kamar nya
“bu dimana kamar nenek itu” kata
husna
Sebenarnya hati yanti sakit saat
husna mengatakan “nenek itu” tapi dia tepis dulu permasalahan hati nya tersebut
“ayok sini, di sebelah sana kamar
nya” kata bu yanti yang langsung mengarahkan ke kamar yang di tempati.
“

