BAB 22 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Tuesday, June 30, 2026

BAB 22

 

Di dalam kamar tersebut. Terlihat ada seorang Wanita yang umurnya sudah tak muda lagi. Sedang melihat langit langit kamar sambil berbicara dan hanya 1 kata saja yang di ucapkan nya.

“raniaa… raniaa… raniaaa” kata nenek yang sedang terbaring

Oh ya kita beum perkenalan dengan ibunda nya bukhori yaitu bernama sella puspita biasa di panggil bunda sella.

Berulang kali bunda sella memanggil nama nya rania, hingga ..

Ketiga anak perempuan tersebut hanya menatap tanpa niat mendatangi.

“rania, temui nek sella itu, siapa tau ada perkembangan lain” kata yanti

Rania melihat ke semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut hingga terakhir melihat ke umi dian, umi dian hanya mengangguk saja tanpa berbicara.

Tapi saat rania akan berjalan tangannya di tahan dengan sofi, dan menggelengkan kepala dengan muka memohon

“mbak jangan tertipu dengan hal hal seperti ini, salah satu anak nya saja sudah menipu keluarga besar umi” kata sofi yang tidak langsung percaya dengan keluarga besar tersebut.

Kata “menipu” yanti sangat sangat kecewa dan sakit hati mendengar nya tapi itulah fakta yang terjadi dia hanya tersenyum kikuk saja sambil menunduk.

Febi yang mengikuti mereka memasuki kamar nenek nya menyela.

“kak kalau memang tak niat ke sini tak perlu mengungkit masa lalu. Kami gak ada sangkut pautnya dengan masalah kalian jangan di samakan lah. Gak lihat itu nenek sudah terbaring lemas hanya menatap langit langit kamar saja dan hanya menyebut nama satu Nama saja, hanya nama kak rania. Kami yang cucu dekat nya saja tidak di cari nya. Bang adam yang cucu laki laki yang paling dia sayang aja dia tak menyukai nya malah melempar kan barang barang yang ada di sekitar nya. Berhenti sangkut pautkan masa lalu dengan keadaan sekarang ini” kata febi yang tiba tiba emosi dengan ucapan nya sofi

“heh kau dengar ya, siapapun nama kau aku gak peduli. Kau mau aku jawab jujur kan. Asal kau tau aku tak pernah sudi untuk datang apalagi untuk bertemu dengan keluarga penipu seperti keluarga kalian, aku ke sini karena umi ku bukan karena keinginanku. Cam kan itu” kata sofi yang juga tersulut emosi

“kan kakak bisa berontak tanpa mengikuti ucapan umi” kata febi

“kau tum au nya apa sih. Masih syukur kami datang menyempatkan untuk balik lagi ke kota jahat ini. Kota yang memberikan kami luka besar dan sangat sangat besar untuk keluarga umi dian” kata sofi

“biarkan kak rania bertemu dulu dengan nenek kak, aku juga mau nenek sembuh. Aku kasihan dengan nya kak” kata febi

“kenapa harus mbak rania yang melakukan nya, dia banyak cucu bahkan dari keluarga ini banyak cucu laki laki. Kami bertiga ini adalah cucu yang tak pernah di harapkan dan tak diinginlan” kata sofi dengan menekan 2 kata tersebut.

Semua yang ada di ruangan tersebut pun terdiam dengan ucapan nya sofi. Hingga akhir nya

“mi, mbak aku ke mobil, jangan lama lama bahaya” kata sofi langsung keluar menuju ke mobilnya.

Semua terlihat dari bukhori dan tetangga tetangga yang masih stay di teras rumah tersebut.

Sofi membuka pintu mobil dan menyuruh pak supir untuk menyalakan ac dan  sambil cek apakah umi dan mbak nya sudah pada keluar atau belum.

Di dalam kamar .

“maaf kan sofi yanti, dia masih belum bisa terima dengan ini semua” kata umi dian

“gpp mbak, sofi benar kok, semua yang di ucapkan nya memang benar adanya” kata yanti

“mama jangan terima terima ajalah, kak sofi nya aja yang bawaan nya emosi kayak buya. Ini kan masalah nya paman bukhori kenapa kita juga di salahkan sih ma” kata febi yang ikut menjawab

“cukup febi, kamu ke kamar saja sana. Biar rania dan keluarga umi yang menemui nenek” kata yanti

“ma .. “ kata febi

“rania silahkan nak dekatin nenek siapa tau setelah dia mendengar suara kamu ada keajaiban” kata yanti

Febi yang di abaikan mama nya pun bergegas dengan kesal dan pergi meninggalkan kamar tersebut.

Setelah kepergian febi, rania mendekati tempat tidur nya nenek sella tersebut.

Rania masih memandangi tempat tidur yang dimana nenek sella masih terbaring tanpa menyadari ada orang yang di samping nya.

Tiba tiba,

“raniaa, maafkan ne-nek na-k” kata nek sella dengan terbata bata

Semua yang mendengar ibunda sella mengucapkan beberapa kata langsung berbinar mata hingga nyaris berkaca kaca.

Rania duduk di pinggiran ranjang sambil memegangi tangan nya tersebut.

“nek, ini rania, rani sudah di sebelah nenek” kata rania

Nek sella terdiam mulutnya ingin mengucapkan kata kata tapi nyaris tak terdengar. Hingga tidak berapa lama nek sella melihat ke sebelahnya yang ada rania.

Nek sella membulatkan mata nya saat melihat anak gadis yang sangat sangat cantik yang wajahnya mirip seperti anaknya bukhori tapi versi yang perempuan nya.

“ka-kamu si-i-a-apa” kata nek sella

“aku rania, cucu dari anak nya buya bukhori yang di buang oleh nya” kata rania

“ma-maaf kan sa-ya” kata nek sella sambil menangis

Yanti yang melihat ibunda nya lumayan banyak berbicara mendekat sambil membantu ibunda nya yang berusaha bangkit tapi tidak bisa karena seluruh badan nya sudah sangat kaku.

“nek baring saja, rania di sini” kata rania

“ya-anti” kata nek sella

“iya ibun” kata yanti

“dia ra-nia kan” kata nek sella yang bertanya ke bu yanti untuk memastikan apakah yang barusan dia lihat ini bukan mimpi

“iya ibun, ini rania. Anaknya mbak dian dan bang bukhori yang pertama. Di sana juga ada husna” kata yanti sambil menunjuk ke arahnya husna yang masih berdiri di bawah ranjang.

Nek sella melihat ke arah tunjuk nya yanti dan terlihat 2 wanita yang sempat ia kenalin yaitu umi dian dan juga husna.

“di-dian maafkan ibun nak. I-ibu sudah j-ahat s-a-ma k-amu” kata nek sella yang sambil menangis sambil memohon minta maaf ke umi dian

Umi dian pun ikut mendekat ke nek sella agar menyempatkan nya untuk mengobrol

“ibun, ini dian. Dian Kembali ke sini bawa ketiga anak anak dian. Tapi sofi dia sedang di mobil, dia masih belum terima dengan masa lalu” kata umi dian yang mencoba menjelaskan

“gapa-pa, sam-p-aikan sa-lam dan per-m-ohonan m-aa-f dari ibun ya” kata nek sella

Umi dian dan rania hanya mengangguk saja sambil tersenyum.

20 menit setelah mengobrol, nek sella sudah lebih mendingan, dia sudah mulai tidur nyaman tanpa mengigau lagi seperti biasanya.

Kini umi dian pamit ke yanti

“yanti, mbak akan pulang sekarang, karena ada urusan yang harus mbak lakukan lagi” kata umi dian

“makasih banyak mbak, makasih sudah membantu ibun untuk tidur nyenyak. Makasih sayang rania. Maafkan nenek ya nak walaupun itu sulit” kata yanti

“insyallah rania dan yang lain sudah memaafkan tapi untuk sofi maaf bu kami tidak bisa memastikan nya karena dia masih sangat sangat sakit” kata rania

“iya gapapa rania, ibu paham kok. Kalau ibu yangdi posisi sofi juga ibu akan lakukan hal yang sama” kata yanti

“yaudah yanti, kami izin pamit. Kabarin mbak jika butuh bantuan mbak. Insyallah kami akan segera membantu.” Kata umi dian

“iya mbak hati hati di jalan dan makasih” kata yanti

Umi dian pun di antar oleh yanti sampai di depan mobil. Tetangga tetangga yang dari tadi masih nunggu di teras menjegat umi dian dan kedua anak nya.

“heh dian, sombong kali kau sekarang ya” kata bu ratna tetangga yang selalu julid dengan umi dian

“ntah ni, mentang mentang sudah punya mobil mewah lagak tak ada niat untuk menegur sedikit pun” kata bu risa temannya bu ratna

Umi dian hanya senyum senyum saja

“ada apaya ibu ibu” kata husna

“heh anak kecil diam aja, gak sopan banget” kata bu ratna

“dari mana kata tidak sopan nya” kata raina

“ini lagi anak siapa sih, sok banget” kata bu ratna

“yang pasti saya adalah anak nya umi dian yang pertama” kata raina

“mengaku ngaku, yang kami tau anak pertama nya itu ya husna bukan kau” kata bu ratna sambil mendorong bahu nya rania

“berhenti main tangan dengan anak anak saya. Dia rania anak pertama saya dengan bukhori yang sempat dia buang bukhori oleh selingkuhannya” kata umi dian

Semua tetangga yang mendengar menganga tak percaya dengan fakta seperti itu

“alah bulshit, pasti akal akalan dia aja ni” kata bu isan segeng nya bu ratna

Tidak berapa lama bukhori dan sofi datang ke tempat yang mengerubunin umi dan kedua kakak nya.

“ada apa ini” kata sofi

“apa yang kalian lakukan di rumah kami” kata bukhori

“nah ini dia si bukhori nya. Bukhori jelaskan apa yang di bilang dian benar atau tidak, anak ini (sambil menunjuk ke rania yang langsung di tepis si sofi) apa benar ini anak nya kau dan dian yang kau buang dengan selingkuhan kau” kata bu ratna

Bukhori membelakak kan matanya sambil menatap tajam ke bu ratna. Bu ratna yang di tatap bukhori pun langsung sedikit ciut


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres