Di dalam kamar tersebut. Terlihat
ada seorang Wanita yang umurnya sudah tak muda lagi. Sedang melihat langit
langit kamar sambil berbicara dan hanya 1 kata saja yang di ucapkan nya.
“raniaa… raniaa… raniaaa” kata nenek
yang sedang terbaring
Oh ya kita beum perkenalan dengan
ibunda nya bukhori yaitu bernama sella puspita biasa di panggil bunda sella.
Berulang kali bunda sella
memanggil nama nya rania, hingga ..
Ketiga anak perempuan tersebut
hanya menatap tanpa niat mendatangi.
“rania, temui nek sella itu,
siapa tau ada perkembangan lain” kata yanti
Rania melihat ke semua orang yang
ada di dalam ruangan tersebut hingga terakhir melihat ke umi dian, umi dian
hanya mengangguk saja tanpa berbicara.
Tapi saat rania akan berjalan
tangannya di tahan dengan sofi, dan menggelengkan kepala dengan muka memohon
“mbak jangan tertipu dengan hal
hal seperti ini, salah satu anak nya saja sudah menipu keluarga besar umi” kata
sofi yang tidak langsung percaya dengan keluarga besar tersebut.
Kata “menipu” yanti sangat sangat
kecewa dan sakit hati mendengar nya tapi itulah fakta yang terjadi dia hanya
tersenyum kikuk saja sambil menunduk.
Febi yang mengikuti mereka
memasuki kamar nenek nya menyela.
“kak kalau memang tak niat ke
sini tak perlu mengungkit masa lalu. Kami gak ada sangkut pautnya dengan
masalah kalian jangan di samakan lah. Gak lihat itu nenek sudah terbaring lemas
hanya menatap langit langit kamar saja dan hanya menyebut nama satu Nama saja,
hanya nama kak rania. Kami yang cucu dekat nya saja tidak di cari nya. Bang
adam yang cucu laki laki yang paling dia sayang aja dia tak menyukai nya malah
melempar kan barang barang yang ada di sekitar nya. Berhenti sangkut pautkan
masa lalu dengan keadaan sekarang ini” kata febi yang tiba tiba emosi dengan
ucapan nya sofi
“heh kau dengar ya, siapapun nama
kau aku gak peduli. Kau mau aku jawab jujur kan. Asal kau tau aku tak pernah
sudi untuk datang apalagi untuk bertemu dengan keluarga penipu seperti keluarga
kalian, aku ke sini karena umi ku bukan karena keinginanku. Cam kan itu” kata
sofi yang juga tersulut emosi
“kan kakak bisa berontak tanpa
mengikuti ucapan umi” kata febi
“kau tum au nya apa sih. Masih
syukur kami datang menyempatkan untuk balik lagi ke kota jahat ini. Kota yang
memberikan kami luka besar dan sangat sangat besar untuk keluarga umi dian”
kata sofi
“biarkan kak rania bertemu dulu
dengan nenek kak, aku juga mau nenek sembuh. Aku kasihan dengan nya kak” kata
febi
“kenapa harus mbak rania yang
melakukan nya, dia banyak cucu bahkan dari keluarga ini banyak cucu laki laki.
Kami bertiga ini adalah cucu yang tak pernah di harapkan dan tak diinginlan”
kata sofi dengan menekan 2 kata tersebut.
Semua yang ada di ruangan
tersebut pun terdiam dengan ucapan nya sofi. Hingga akhir nya
“mi, mbak aku ke mobil, jangan
lama lama bahaya” kata sofi langsung keluar menuju ke mobilnya.
Semua terlihat dari bukhori dan
tetangga tetangga yang masih stay di teras rumah tersebut.
Sofi membuka pintu mobil dan
menyuruh pak supir untuk menyalakan ac dan
sambil cek apakah umi dan mbak nya sudah pada keluar atau belum.
Di dalam kamar .
“maaf kan sofi yanti, dia masih
belum bisa terima dengan ini semua” kata umi dian
“gpp mbak, sofi benar kok, semua
yang di ucapkan nya memang benar adanya” kata yanti
“mama jangan terima terima
ajalah, kak sofi nya aja yang bawaan nya emosi kayak buya. Ini kan masalah nya
paman bukhori kenapa kita juga di salahkan sih ma” kata febi yang ikut menjawab
“cukup febi, kamu ke kamar saja
sana. Biar rania dan keluarga umi yang menemui nenek” kata yanti
“ma .. “ kata febi
“rania silahkan nak dekatin nenek
siapa tau setelah dia mendengar suara kamu ada keajaiban” kata yanti
Febi yang di abaikan mama nya pun
bergegas dengan kesal dan pergi meninggalkan kamar tersebut.
Setelah kepergian febi, rania
mendekati tempat tidur nya nenek sella tersebut.
Rania masih memandangi tempat
tidur yang dimana nenek sella masih terbaring tanpa menyadari ada orang yang di
samping nya.
Tiba tiba,
“raniaa, maafkan ne-nek na-k”
kata nek sella dengan terbata bata
Semua yang mendengar ibunda sella
mengucapkan beberapa kata langsung berbinar mata hingga nyaris berkaca kaca.
Rania duduk di pinggiran ranjang
sambil memegangi tangan nya tersebut.
“nek, ini rania, rani sudah di
sebelah nenek” kata rania
Nek sella terdiam mulutnya ingin
mengucapkan kata kata tapi nyaris tak terdengar. Hingga tidak berapa lama nek
sella melihat ke sebelahnya yang ada rania.
Nek sella membulatkan mata nya
saat melihat anak gadis yang sangat sangat cantik yang wajahnya mirip seperti
anaknya bukhori tapi versi yang perempuan nya.
“ka-kamu si-i-a-apa” kata nek
sella
“aku rania, cucu dari anak nya
buya bukhori yang di buang oleh nya” kata rania
“ma-maaf kan sa-ya” kata nek
sella sambil menangis
Yanti yang melihat ibunda nya
lumayan banyak berbicara mendekat sambil membantu ibunda nya yang berusaha
bangkit tapi tidak bisa karena seluruh badan nya sudah sangat kaku.
“nek baring saja, rania di sini”
kata rania
“ya-anti” kata nek sella
“iya ibun” kata yanti
“dia ra-nia kan” kata nek sella
yang bertanya ke bu yanti untuk memastikan apakah yang barusan dia lihat ini
bukan mimpi
“iya ibun, ini rania. Anaknya
mbak dian dan bang bukhori yang pertama. Di sana juga ada husna” kata yanti
sambil menunjuk ke arahnya husna yang masih berdiri di bawah ranjang.
Nek sella melihat ke arah tunjuk
nya yanti dan terlihat 2 wanita yang sempat ia kenalin yaitu umi dian dan juga
husna.
“di-dian maafkan ibun nak. I-ibu
sudah j-ahat s-a-ma k-amu” kata nek sella yang sambil menangis sambil memohon
minta maaf ke umi dian
Umi dian pun ikut mendekat ke nek
sella agar menyempatkan nya untuk mengobrol
“ibun, ini dian. Dian Kembali ke
sini bawa ketiga anak anak dian. Tapi sofi dia sedang di mobil, dia masih belum
terima dengan masa lalu” kata umi dian yang mencoba menjelaskan
“gapa-pa, sam-p-aikan sa-lam dan per-m-ohonan
m-aa-f dari ibun ya” kata nek sella
Umi dian dan rania hanya
mengangguk saja sambil tersenyum.
20 menit setelah mengobrol, nek
sella sudah lebih mendingan, dia sudah mulai tidur nyaman tanpa mengigau lagi
seperti biasanya.
Kini umi dian pamit ke yanti
“yanti, mbak akan pulang
sekarang, karena ada urusan yang harus mbak lakukan lagi” kata umi dian
“makasih banyak mbak, makasih
sudah membantu ibun untuk tidur nyenyak. Makasih sayang rania. Maafkan nenek ya
nak walaupun itu sulit” kata yanti
“insyallah rania dan yang lain
sudah memaafkan tapi untuk sofi maaf bu kami tidak bisa memastikan nya karena
dia masih sangat sangat sakit” kata rania
“iya gapapa rania, ibu paham kok.
Kalau ibu yangdi posisi sofi juga ibu akan lakukan hal yang sama” kata yanti
“yaudah yanti, kami izin pamit.
Kabarin mbak jika butuh bantuan mbak. Insyallah kami akan segera membantu.”
Kata umi dian
“iya mbak hati hati di jalan dan
makasih” kata yanti
Umi dian pun di antar oleh yanti
sampai di depan mobil. Tetangga tetangga yang dari tadi masih nunggu di teras
menjegat umi dian dan kedua anak nya.
“heh dian, sombong kali kau
sekarang ya” kata bu ratna tetangga yang selalu julid dengan umi dian
“ntah ni, mentang mentang sudah
punya mobil mewah lagak tak ada niat untuk menegur sedikit pun” kata bu risa
temannya bu ratna
Umi dian hanya senyum senyum saja
“ada apaya ibu ibu” kata husna
“heh anak kecil diam aja, gak
sopan banget” kata bu ratna
“dari mana kata tidak sopan nya”
kata raina
“ini lagi anak siapa sih, sok
banget” kata bu ratna
“yang pasti saya adalah anak nya
umi dian yang pertama” kata raina
“mengaku ngaku, yang kami tau
anak pertama nya itu ya husna bukan kau” kata bu ratna sambil mendorong bahu
nya rania
“berhenti main tangan dengan anak
anak saya. Dia rania anak pertama saya dengan bukhori yang sempat dia buang
bukhori oleh selingkuhannya” kata umi dian
Semua tetangga yang mendengar
menganga tak percaya dengan fakta seperti itu
“alah bulshit, pasti akal akalan
dia aja ni” kata bu isan segeng nya bu ratna
Tidak berapa lama bukhori dan
sofi datang ke tempat yang mengerubunin umi dan kedua kakak nya.
“ada apa ini” kata sofi
“apa yang kalian lakukan di rumah
kami” kata bukhori
“nah ini dia si bukhori nya.
Bukhori jelaskan apa yang di bilang dian benar atau tidak, anak ini (sambil
menunjuk ke rania yang langsung di tepis si sofi) apa benar ini anak nya kau
dan dian yang kau buang dengan selingkuhan kau” kata bu ratna
Bukhori membelakak kan matanya
sambil menatap tajam ke bu ratna. Bu ratna yang di tatap bukhori pun langsung
sedikit ciut
“


No comments:
Post a Comment