BAB 23 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Thursday, July 2, 2026

BAB 23

 

Masih di suasana teras rumah keluarga bukhori

“berhenti ikut campur urusan rumah tangga orang” kata yanti

“hanya memastikan” kata bu ratna

“anda hanya orang lain di keluarga ini berhentilah menyibukkan urusan keluarga lain bu ratna” kata yanti

“diamlah yanti aku bertanya ke abang mu bukan kau” kata bu ratna

“ini urusan keluarga kami bukan urusan keluarga mu, selagi aku masih sopan pergilah bu ratna” kata yanti

“gak sopan” kata bu ratna

“dari mana kata tidak sopan nya yang di bilang ibuku semuanya benar. Udah tua masih aja sibuk ngurusin hidup orang. Pantes aja lakik nya gak betah di rumah. Urusan keluarga sendiri aja gak mau di urus malah mengurusi keluarga lain” kata sofi ikut ngegas ke bu ratna

“ini lagi siapa sih, makin gak sopan ya” kata bu ratna sambil menunjuk nunjuk ke sofi

“turunkan jari mu, gak sopan banget” kata rania ikut menimpali bu ratna

“bukhori dian kenapa kalian menciptakan anak anak yang tidak sopan, ciih” kata bu ratna

“CUKUP RATNA. DARI TADI SAYA DIAM KARENA SAYA TAU ANAK ANAK SAYA PASTI BISA UNTUK NGOMONG DENGAN CARA BAIK BAIK DENGAN MU. TAPI KAU SEMAKIN MELUNJAK GAK JELAS” kata umi dian

“aku bertanya dian” kata bu ratna

“kau sudah dengar tadi ini urusan keluarga kami bukan urusan keluarga mu” kata umi dian

“diamlah ratna, iya benar dia rania anak pertama ku sebelum husna. Aku memang pernah membuang nya lebih tepatnya memberi ke orang lain karena dulu ambisi keluarga yang menginginkan seorang cucu laki laki. Dan rania sudah di temukan keluarga nya dian saat itu 2 hari sebelum proses perceraian kami dan..” kata bukhor yang akhir nya menjelaskan semuanya tapi di cekal yanti

“cukup bang, ga perlu semuanya di jelaskan ke orang lain. Intinya rania memang anak kandung mereka. Sekarang tolong bu ratna hentikan kekepoan mu terhadap keluarga kami” kata yanti

“enggak saya masih mau dengar penjelasan dari bukhori” kata bu ratna yang masih ngotot

“CUKUP RATNA. Pergi dari rumah mereka. Gak ada yang perlu kami jelaskan untuk orang lain yang taka da kaitan nya” kata umi dian

“biasa aja kali dian” kata bu risa

Bu ratna and the geng tidak juga kunjung pergi walaupun sudah di usir tetap aja masih betah di rumah orang.

Akhirnya umi dian dan sekeluarga pamit ke yanti

“yanti, mbak dan anak harus segera Kembali karena ada urusan lain” kata umi dian

“ok mbak, makasih banyak ya, makasih ya anak anak ibu” kata yanti

“sama sama bu” kata husna dan rania

Beda dengan sofi yang hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Husna dan raina pamit juga dengan buya nya hingga salaman pun.

“ra-rania” kata buya bukhori

“iya buya” kata rania

“makasih sudah memanggil dengan sebutan buya” kata bukhori

“sama sama buya, memang seharusnya seperti itu” kata rania

“rania husna apa yang sudah kalian miliki sekarang” kata bukhori

“maksud buya apa. Saat ini kami hanya memiliki ibu sekaligus ayah ya hanya umi. Tapi kalau yang di maksud buya adalah soal dunia. Alhamdulillah kami sudah punya segala nya” kata sofi yang tiba tiba langsung nyerocos

Sofi sebenarnya dari tadi hanay mendengar dan memperhetikan saja, tapi di balik itu semua dia mengerti maksud dari omongan seseoranf. Seperti saat ini buya nya yang tiba tiba pertanyaan nya yang sedikit menyinggung seseorang.

“bukan maksud apa apa sofi, buya hanya tanya. Apa yang sudah kalian dapatkan setelah berpisah dengan buya” kata buya bukhori

Para tetangga yang selalu sinis saat melihat keluarga nya umi dian pun mengejek dengan raut wajah nya.

Husna dan raina tidak niat mau menjawab apa pun tapi tidak dengan sofi

“mau tau anda apa saja yang sudah kami dapatkan” kata sofi yang tersenyum sinis sambil memainkan hp nya

Rania yang tau adik bungsu nya mulai terhasit dengan ucapan buya nya pun menghentikan aksinya

“dek, tak perlu mempamerkannya” kata rania

Tiba tiba bu ratna malah ikut menyambar

“apa kali sih yang mau di pamerkan, hanya mobil Alphard seken aja sombong kali” kata bu ratna

“anda orang lain, bisa berhenti tidak ikut campur urusan kami” kata husna sambil menunjuk kan jari nya ke bu ratna

“gak sopan kali sih dian anak anak mu, gak jelas orangtua nya aja gak jelas hubungannya apalagi tingkah laku anak anak nya” kata bu isa teman segeng nya bu ratna dan bu risa

“saya akan sopan kalau orang yang stersebut juga sopan. Ini kan enggak, sama sekali tidak sopan. Dari awal kami sampai kalian geng sosiality ntah apa pun ini lah tiba tiba nyerobot ikut campur urusan keluarga kami berdua. Itu yang di katakana sopan” kata sofi

Bu ratna bibir nya manyun karena tersental hati nya saat sofi mengatakan hal yang sebenarnya

“dengar baik baik, aku di sini anak yang suka keluarga kecil ku ini di tindas oleh orang orang seperti kalian kalian ini. Jadi ku tunjukkan saja semua nya biar semua rang yang ada di sini bisa melihat apa aja yang kami punya setelah pisah dari keluarga nya prima” kata sofi

Kata kata sofi membuat bukhori dan yanti menunduk karena sofi sangat sangat membenci keluarga nya opung prima

“alah paling juga hanya ambil dari internet” kata bu risa

“jangan fitnah kalau belum tidak ada bukti bu” kata husna

“kalian keluarga penipu, bilangnya orang terkaya di daerah kalian tapi ternayat tiba di datangi daerah nya malah tidak ada orang nya” kata bu ratna

Sofi yang mulai makin emosi pun akhirnya memukul dinding ruamh tersebut hingga tangan sofi mengeluarkan darah dan mata nya memerah karena dari tadi menahan amarah nya

Buggh

Semua orang yang ada di sana menjerit dan kaget sekaligus

Akkh.

Astagfirullah

Rania husna dan umi dian yang tak pernah melihat sisi lain dari sofi pun langsung khawatir dengan tangan nya yang masih mengeluarkan darah

Para tetangga pun mulai ketakutan dengan aura menyeram kan dari sofi, mereka mengintip sambil menunduk melihat ke sofi.

“apa sih mau kalian” akat yanti

“keluarga mbak dian memang nyata nya dia anak orang kaya, bapak nya asal kalian tau pak suwito keluarga nya Zawawi orang terkaya ketiga di pulau jawa. Dan ibu nya yatinem anak orang kayak pertama di pulau jawa. Masih kurang jelas juga aku menjelaskan. Kami hanya lah orang yang sempat bersyukur bisa kenal dengan keluarga merak sayang nya hubungan keluarga kami tidak lama. Puas bu ratna dan geng. PUASS KALIAN LIHAT PONAKAN SAY YANG DARI TADI MENAHAN AMARAH NYA KARENA TINGKAH KALIAN YANG SELALU SEPERTI ITU. PUAS KALIAN. Ku minta kalian semua pergi dari rumah jangan harap kalian bisa menginjakkan rumah kami lagi. PERGI KALIAN SEMUA” kata yanti yang juga emosi dengan tingkah tetangga tetangga nya.

Akhirnya pun para tetangga buru buru buru karena yang tinggal di rumah tersebut juga ikutan emosi dengan tingkah gila tetangga tersebut.


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres