BAB 29 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Tuesday, July 14, 2026

BAB 29

 

Saat mereka sedang asik makan tiba tiba datang 3 perempuan yang mereka semua tidak mengenal kecuali andre dan dayah.

Dayah yang muak dan jijik saat melihat ke tiga perempuan yang baru saja datang itu menatap nya malas hingga membuang nafas kasar nya

“para cabe” lirik dayah yang di dengar sopi

Sopi memiring kan kepala nya ked ayah kemudian melihat ke arah ketia perempuan yang baru saja datang.

“mereka siapa” tanya sopi ke dayah

“cabe” kata dayah

“abang kau kenal?” kata sopi

“teman kuliah nya” kata dayah

Sopi hanya menggangguk kan kepala nya. Dayah yang memang sudah jijik sedikit pun tak mau menoleh ke mereka bertiga.

“haaaii andreee” kata perempuan tersebut yang bernama Cintya.

Kedua teman nya bernama Clara dan daniski.

Kenapa dayah bisa mengganggap ketiga Wanita yang baru saja datang itu cabe karena pakaian mereka seperti tante tante yang lagi mengincar berondong. Dan tidak sesuai dengan umur nya mereka juga maka nya lah dayah jijik lihat nya.

Andre benar benar menuli kan telinga nya karena yang dia fokuskan hanya menatap ke husna saja yang lagi focus makan.

Husna sadar kalau andre dari tadi memandangi nya tapi ia abaikan saja. walaupun salting, hehe

Cintya yang melihat andre yang malah focus ke Wanita di depan nya merasa geram tapi ia tahan dulu amarah nya karena dia menjaga image di depan kedua adik adik nya andre.

“andre aku dari tadi manggil kamu loh, kenapa di diamin aja sih?” kata cintya

Andre masih tetap mendiamkan ketiag perempuan tersebut merasa tidak ada orang lain hanya mereka berenam saja yang ada di resto tersebut.

Sopi yang melihat andre mendiamkan nya dan malah tersenyum ke mbak nya. Tiba tiba menertawakan cewek tersebut.

Puftt haha.

“kasihan banget tante di abaikan bang andre, haha” kata sopi

“hah tante?” kata Elvina

“jangan jujur banget deh sopi ntar ribet urusan nya” kata dayah ikut menimpali ucapan sopi

Cintya dan kedua teman nya merasa tersinggung dengan ucapan sopi dan dayah. Dan clara malah memanas manasi cintya untuk menegur kedua bocil tersebut.

Huhhf

“andre tolong bilangi kedua bocil bocil kamu itu yang sopan kalau ngomong” kata nya cintya lagi yang masih di diamkan andre

Dayah dan sopi yang sudah selesai makan malam nya, hanya menonton drama cewek tersebut dengan bibir yang tersungging sedikit.

“malu gak sih, dari tadi ngomong tapi tak di dengari” kata dayah

“aku sih malu ya, mending pulang gak sih tutup selimut hidupkan ac, lalu bocan. Wkwk” kata sopi sambil bermain handphone

Raina tau maksud kedua anak anak itu ia pun menyikut sopi dan menatap ke dayah dan menyuruh untuk diam.

“iss andre lihat lah mereka dari tadi mengejek aku terus, kamu bela dong.” Kata nya lagi mengadu

Hingga akhir nya pun andre menjawab tanpa melihat ke mereka bertiga.

“bisa diam gak sih” kata andre

Cintya merasa geer, di kira nya andre membela nya. Kedua anak anak itu merasa kesal karena mereka juga merasa kalau abang nya tersebut malah membela ketiga tante tante tersebut .

Cintya tersenyum penuh bangga

“makanya kalian sopan dengan ku, lihat lah abang kalian marah kan” kata cintya yang semaki geer

“yang aku suruh diam itu kau cintya bukan kedua adik adik ku. Pergi lah kau” kata andre yang dari tadi sudah menahan amarah nya.

karena makan malam mereka sedikit terganggu dengan ketiga perempuan yang baru saja datang

“ihh andre kok malah kita yang di usir sih seharus nya ketiga orang asing ini yang di usir” kata cintya sambil menunjuk ke husna mbak rania dan sopi.

Sopi yang tadi nya hanya ingin menonton dan menyindir tiba tiba menggebrak meja.

Cintya dan geng menciut dengan amarah nya sopi, tapi tidak dengan cintya yang langsung menatap nya dengan serius

“apa sih kau” kata cintya

“kau yang apa maksud nya. Punya mata gak sih. Kau dan geng kau ini yang tiba tiba datang ke meja kami dan mengganggu makan malam kami. Sok sokan ngusir. Kau siapa rupanya” kata sopi walaupun nada nya marah tapi tetap santai mengucapkan nya.

“sopan kau ya, masih kecil juga” kata clara

“medan ni bos, kau sopan kami pun segan. Tapi karena kalian tidak sopan makanya lah kami juga tidak sopan. Sorry aku dan dayah bukan kami” kata sopi

Dayah pun ikutan bangkit dari tempat duduk nya

“dengar ya, tante cintya. Kami ini keluarga kau orang luar gak usah merasa paling penting di kehidupan nya mas ku” kata dayah

“dia siapa” kata cintya menunjuk husna

“turun kan jari kau. Sebelum ku patah kan” kata raina

“ternyata kalian berkerudung tapi tidak sopan juga ya. Haha” kata daniski

“stop ya mbak, kami berhijab bukan untuk apa apa tapi menutupi diri dan menjaga diri dari marabahaya” kata husna

“ya nyambung aja kau. Dari tadi diam aja kau. Kau siapa nya andre. Setau ku andre gak punya saudara kayak kalian bertiga” kata cintya

“kau tau apa tentang keluarga kami” kata Elvina
“Andre mereka semua gak sopan dengan ku” kata cintya

“berhenti cintya. Berhenti mencoba untuk dekat dekat dengan ku atau pun keluarga ku. Kau bukan orang special yang harus aku special kan” kata andre

“dia siapa andre” kata cintya yang Kembali menunjuk ke husna

Husna langsung berdiri di hadapan cintya kemudian mengambil tangan nya cintya lalu dengan tersenyum kepala miring.

“kenalin saya husna. Calon istri nya mas andre. Saya minta sebelum nyawa anda melayang mending berhenti mengganggu kami. Paham kan” kata husna yang sedikit menekan kata “calon istri” ke cintya

“GAK MUNGKIN. KAU HANYA MENGAKU NGAKU SAJA” kata cintya

Bukan hanya andre dan cintya saja yang kaget tapi ke empat serta kedua teman nya pun ikutan kaget dan menatap ke husna yang masih tersenyum ke cintya

“apa yang tidak mungkin, semua ada bukti bahkan aku ada foto waktu lamaran tadi malam” kata husna di akhiri senyman.

Raina menegur pelan ke husna tapi husna hanya tersenyum saja. kemudian husna pun membukakan handphone nya dan menunjukkan bukti foto rekaman CCTV di rumah nya husna.

Terlihat di gambar yang sengaja husna screenshoot, mami amira yang memegang hingga merangkul bahu nya husna, serta seluruh kedua keluarga yang tampak sangat sangat Bahagia.

“gak, gak mungkin pasti ini hanya editan saja” kata cintya yang sudah mulai gelisah

“andre kataka ini semua gak benar kan” kata cintya lagi yang hampir menggenggam tangan nya andre

“ini semua sudah ada bukti nya bahkan aku ada video saat andre meminta izin ke umi ku” kata husna

“kapan kamu siapkan ini mbak” kata sopi

“tadi malam pi, ntah kenapa ada feeling keadaan yang gak baik makanya mbak download minta tolong pengawal” kata husna

“TERBAIK DEH HUSNA” Kata mbak raina sambil mnacungkan jempol nya

“jaga jaga itu lebih baik, dan ternyata benar ada kejadian yang tak terduga kan” kata husna

“cintya denga raku dan husna memang sudah bertunangan bahkan kedua keluarga kami sudah kenal sudah sangat lama sebelum aku kenal dengan teman teman kampus termasuk kau” kata andre mencoba menegaskan Kembali ke cintya

“tapi andre, mami ku mengatakan kalau kita sudah di jodohkan agar kontrak kerja kita berjalan denan lancer” kata cintya yang masih mencari kesalahan kesalahan

“dan itu tidak akan pernah terjadi, memangnya keluarga mu sudah ada mengatakan soal perjodohan” kata dayah

“anak kecil diam aja deh, kau gak tau apa apa” kata cintya

“justru karena aku yang memegang perusahaan tersebut lah makanya aku tau. Dan asal kau tau bang andre tidak tertarik dengan perusahaan papi, dia juga punya perusahaan yang sangat besar di medan nomor 2 setelah perusahaan papi” kata dayah

“GAK MUNGKIN, AKU AKAN PASTIKAN PERNIKAHAN KALIAN TIDAK AKAN PERNAH TERJADI” kata cintya tiba tiba menjerit di dalam resto

“kau gak ada hak di hubungan kami” kata husna

“kau lebih gak berhak, apa apan pakaian tertutup padahal kau hanya menutupin tingkah mu yang sebenarnya adalah jal*ng yang sedang menutupi dos* nya, hahah” kata cintya yang di ikutin teman teman nya tertawa

Husna marah husna mengepal tangannya hingga memutih kuku nya.

Setelah nya, kelima perempuan selain husna maju perlahan ke ketiga perempuan yang baru saja mengganggu malam nya mereka. Dan terjadilah tamparan dari kelima perempuan tersebut.

PLLAKKK.. PLAAKKK… PPLLLAAAKKKK. PLAAAK. PLAAAK.

Semua pengunjung melihat ke arah suara yang cukup keras tersebut. Husna dan andre kaget melihat ke lima saudara nya sudah bermain tangan karena mereka dari tadi sudah menahan amarah.

“kau gak pantas membuka aib mu sendiri dan malah mefitnah orang lain”

“kau ada bukti”

“asal kau tau cintya, aku HUSNA seorang yang bisa menghancurkan kehidupan mu hingga detik ini juga dengan mudah.”

Kata husna dengan muka yang tak tampak lembut lagi sudah berubah seperti psikopat. Datar dingin tapi mengerikan

“kau siapa rupanya. Mafia, hingga kau bisa menghancurkan aku” kata cintya

“kalau aku bilang aku mafia yang selama ini bersembunyi bagaimaa” kata husna diakhiri senyuman yang sangat sangat tipis.

Cintya dan kedua teman teman nya langsung membulatkan matanya dan merinding saat melihat ke husna yang suda beda dari yang mereka lihat tadi

“GAK MUNGKIN, kau hanya menakuti aku dan teman teman ku saja kan” kata cintya yangmulai bergetar

Husna maju sedikit demi sedikit dan tepat di samping telinga nya cintya

“kenalkan aku QUEENHUS, MAFIA YANG SANGAT SANGAT DI TAKUTIN DI KALANGAN NEGERI INI. DAN ASAL KAU TAU AKU TAU KALAU KAU SEDANG MENGANDUNG ANAK YANG KURANG LEBIH SUDAH 3 BULAN. AKU BISA BONGKAR JIKA KAU BERANI MELAWAN KU ATAU BAHKAN KELUARGA KU” kata husna yang langsung melera kan kedekatan nya

Terngiang ngiang di otak nya cintya

QUEENHUS ..

 


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres