Perjalanan menuju ke rumah
keluarga kedua nya raina.
Sebentar, tentang bagaimana
dengan keadaan di rumah sebelum nya. Sudah beres para tetangga hanya 2 orang
saja yang meminta maaf dan segalanya tapi tidak dengan bu ratna bu risa dan bu
isa. Mereka amsih tetap dengan pendiriannya yang super duper kepo nya.
Soal teman nya husna, sempat
ketemu tapi tak lama karena husna harus pergi lagi bertemu dengan keluarga
kedua nya mbak raina. Tapi temannya husna akan datang ke rumah husna esok hari.
Oke Kembali ke perjalanan ..
15 menit setelah dari rumah
pertama kini mereka tepat berada di rumah kedua, ya rumah keluarga kedua nya
raina.
Rumah ini yang di berikan oleh
akung wito karena ucapan terima kasih karena sudah menerima raina. Bukan hanya
rumah saja, kendaraan serta 3 hektar tanah kosong di berikan ke keluarga nya
Rizwan.
Semua di berikan atas nama bapak
Rizwan.
Mereka berempat turun dari mobil
Saat membuka pagar terlihat lah
satpam yang mendatangi mereka, tapi satpam tersebut langsung menunduk sopan ke
umi dian. Ternyata satpam tersebut adalah mantan satpam yang di rumah nya
akung.
“assalamualaikum mbak dian, apa
kabar?” kata satpam tersebut
“waalaikumsalam mas, alhamdulillah
kabar baik. Gimana kabar ya mas dan istri serta anak anak” kata umi dian
“alhamdulillah mereka sehat sehat
semua mbak, bahkan saya sudah memiliki 3 cucu mbak, ehhe” kata satpam tersebut.
Umi dian hanya mengangguk
ngangguk kan kepala nya saja sambil tersenyum.
“oh ya mas, pak Rizwan ada di
rumah kan” kata umi dian
“ada mbak, mari saya bantu arah
kan” kata satpam
Mereka pun masuk ke dalam rumah
dan terlihat lah rumah yang sangat sangat terawatt dengan warna putih kombinasi
dengan warna gold sangat sangat cantik dan mewah.
Dari arah tangga muncul lah sosok
perempuan yang sudah lama banget raina tak jumpa yaitu kakak pertamanya kak
alika.
Alika mengerjap ngerjapkan mata
nya memastikan apa yang di lihat nya adalah adik nya. Adik yang sudah sangat
sangat lama tidak pernah ia jumpai.
“ra ra-nia” kata kak alika
terbata bata
Rania yang langsung melihat ke
kak alika sudah berlinangan air mata. Kakak pertama nya walaupun bukan kakak
kandung nya
Dan terjadilah antara rania dan
kak alika berpelukan di tengah tengah antara tangga dan pintu masuk rumah.
Haaap
Huhu (suara isakan raina dan kak
alika)
Ketiga orang yang masih stay di
depan pintu merasa iba dan ikut terharu dengan pertemuan mereka ini.
“mereka bertemu Kembali” kata
sopi
“benar pi, mereka kumpul lagi”
kata husna
“kita biarkan mereka menghabiskan
waktu mereka dulu kita Kembali ke rumah?” tanya umi dian ke kedua anak nya
“iya mi, sebaiknya kita Kembali,
besok saja kita ke sini lagi” kata husna yang juga di anggukin sofi
Belum sempat mereka keluar,
mereka bertiga di hentikan karena langsung di panggil oleh bapak Rizwan dari
atas
“mau kemana dian” kata bapak
Rizwan
Pelukan antara raina dan kak
alika pun terlepas karena teriakan dari sang bapak.
Mereka berdua masih menyeka air
mata yang masih terus menerus keluar sambil mereka merangkul satu sama lain.
Umi dian dan kedua anak anak nya
pun berbalik badan dan tersenyum ke bapak Rizwan.
“kami akan datang lagi, kami
ingin rania menghabiskan waktu nya dulu di rumah ini di keluarga kedua nya ini”
kata umi dian
“sini masuk, tak baik lah baru
datang masa’ iya langsung pulang. Padahal ada nya penghuni rumah nya” kata
bapak Rizwan
Tidak berapa lama pun bapak
Rizwan turun bareng istri dan ketiga anak anak nya bersamaan. Tapi saat
mendekat dengan alika dan rania, bapak Rizwan malah memukul pelan bahu nya
alika karena telah mengabaikan keuarga nya rania yang lain.
“kamu ini ya paling tua bukannya
menyambut dulu keluarga nya malah sibuk berpeluk pelukan dengan adik nya” kata
bapak Rizwan
Umi dian dan istri nya bapak
Rizwan hanya tersenyum saja.
Alika manyun saat di pukul oleh
bapak nya walaupun pelan
“maaf pak, Namanya reflek tiba
tiba kedatangan adik bungsu yang sangat sangat kami rindukan ini loh. Apalagi tadi
aku pangling pak melihat nya” kata alika
“eleh ngeles aja kamu, minta maaf
bukan ke bapak alika tapi ke umi dian tapi ke umi dian dan kedua anak anak nya.
Kamu ini buat malu aja” kata bapak Rizwan
“hehe maaf bapak”
“umi dian husna dan sopi, saya
minta maaf ya. Maaf saya kalau tidak sopan” kata alika sambil menyalami
keluarga kandung nya raina
“tidak apa nak, umi paham kok”
kata umi dian
“gapapa kak, aman kok kalau kami.
Kami sangat sangat paham kondisi kok” kata husna dan sopi yang hanay tersenyum
dan juga mengangguk kan kepala nya.
Setelah itu mereka pun kumpul dan
duduk di ruang tamu yang sangat elegan dan sederhana tersebut.
“
Ruang tamu..
Pembantu sudah menyediakan minum
dan juga beberapa cemilan di meja tamu
“apa kabar mbak” kata umi dian
sambil menggenggam tangan istri nya pak Rizwan
“alhamdulillah kabar ku baik
dian, kamu gimana? Setelah hari itu kita sudah tak pernah lagi bertemu” kata
mak tri
“alhamdulillah kabar ku juga
baik. Iya mbak, setelah masa sidang itu aku dan ketiga anak anak ku memutuskan
pindah rumah di pulau jawa yang lebih tepat nya rumah yang sudah di sediakan
ibu dan papa” kata umi dian
“oh begitu, jadi apa lah kegiatan
anak anak ini sekarang” kata mak tri
“alhamdulillah, mereka sudah
memiliki masing masing usaha, rania akan menikah dengan seorang ceo lebih
tepatnya pemilik perabotan terbaik yang ada di Indonesia dan juga rania
memiliki usaha cafe yang alhamdulilah juga sudah banyak cabang nya.” Kata umi
dian yang menjelaskan tentang rania terlebih dahulu
Keluarga bapak Rizwan yang
mendengar rania akan menikah pun sontak membulatkan mata nya dan melihat ke
rania dengan tatapan bingung
“menikah” kata nisa pika dan lia
secara bersamaan
“kok bisa secepat itu, umur kamu
juga masih terlihat muda rania. Apa kamu di jodohkan” kata alika
“gak kak, aku dan tunangan ku
tidak ada di jodohin, kita menjalankan ta’aruf kemudian merasa cocok akhirnya
memutuskan untuk menikah” kata rania
“gak mungkin, pasti kamu pakai
guna gunakan. Aku yang sudah umurnya mencapai 40 tahun tidak juga kunjung ada
yang mau menikahi ku. Kenapa kamu bisa secepat itu mendapatkan laki laki yang
bahkan lebih kaya dari kamu” kata nisa
Keluarga umi dian serta pak
Rizwan dan istrinya kaget dengan ucapan yang telah di lontarkan nisa. Gak
menyangka kenapa tiba tiba anak nya ini menuduh rania yang aneh aneh.
“nisa, apa maksud kamu” kata pak
Rizwan
“udah cukup pak, dia bukan anak
kandung bapak. Berhenti membela nya” kata nisa
“apa yang terjadi dengan mu” kata
alika
“kak jangan mau di bodoh bodohi
dengan rania dengan muka polos nya ini padahal dia mau pamer ke kita. Karena
kita berlima belum ada yang menikah di umur kita yang terbilang sudah tidak
muda lagi” kata nisa
“kak, aku a-ku tidak pakai guna
guna yang seperti kakak bilang” kata raina yang mulai terisak
Husna dan sopi yang melihat mbak
nya terisak dan kaget tersebut pun mulai mendekati raina dan merangkul serta
membantu nya berhenti dari tuduhan tersebut.
“kak, rania tidak seperti itu”
kata rania lagi
“mak dan bapak peraya padamu kok
rania, abaikan aja ucapan nya” kata mak tri
“tapi mak, apa yang di bilang kak
nisa itu gak benar” kata rania
Mak tri pun mendekat ke rania,
husna yang melihat kedatangan mak tri pun bergeser di sebelah sopi memberikan
ruangan untuk mereka berdua
Sopi yang dari tadi diam mulai
sinis dengan nisa
“apa yang membuat mu menuduh mbak
rania melakukan guna guna” kata sopi tanpa melihat ke nisa
Nisa yang tau pertanyaan tersebut
mengarah ke dia, dia pun langsung melihat ke sopi dengan tatapan sinis
“kau masih anak kecil yang gak
akan paham dengan urusan orang dewasa, anak SMA aja belagu. Mentang – mentang
kalian tinggal di pulau jawa gitu” kata nisa
“cukup nisa” kata lia
“apa maksud mu” kata alika
“kenapa tiba tiba kamu menuduh
rania yang tidak tidak, sadar nisa sudah berapa banyak calon yang ingin melamar
mu tapi dengan sikap mu yang selalu merasa, ahh ntah lah aku sebagai kakak mu
saja gak mengerti tentang sifatmu” kata lia
“aku belum menikah bukan karena
aku tidak laku, aku akan menikah bahkan aku sudah di lamar dengan pacarku tapi
untuk tunangan resmi akan di adakan dalam beberapa waktu ke depan, dan aku
sudah mengabari ke mamak dan juga bapak” kata alika
“serius kak” kata lia dan pika
“ia, kakak akan menikah insyallah
di 2 bulan lagi, maaf kakak tidak memberitahu ke kalian karena memang masih di
rahasiakan dulu” kata alika
“nisa, mending kamu masuk aja ke
kamar pikirkan kesalahan mu” kata bapak Rizwan
“pak aku tak bersalah, Wanita
pembawa sial ini lah yang sudah membuat kalian semua berubah. Dari dulu kalian
selalu membela dia, aku hanya mengalah saja”
“padahal dia bukan anak kandung
bapak dan mamak tapi kenapa kalian berdua membela nya. Buat kau rania, PUAS KAU
SUDAH MENGAMBIL SEMUANYA, SEMUANYA MEMBELA KAU KETIMBANG AKU ANAK BUNGSU ANAK
KANDUNG NYA MEREKA SENDIRI. PUAS KAU !” kata nisa yang tiba tiba meninggikan
suara nya
Semua yang ada di ruang tamu
tersebut pun ikutan kaget dengan reaksi tiba tiba dari nisa.
Nisa pun bangkit setelah
membantingkan vas bunga yang ada di meja tamu ke arah rania tapi tidak mengenai
rania. Kemudian nisa naik ke kamar nya dan membanting pintu nya.


No comments:
Post a Comment