BAB 24 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Saturday, July 4, 2026

BAB 24

 

Perjalanan menuju ke rumah keluarga kedua nya raina.

Sebentar, tentang bagaimana dengan keadaan di rumah sebelum nya. Sudah beres para tetangga hanya 2 orang saja yang meminta maaf dan segalanya tapi tidak dengan bu ratna bu risa dan bu isa. Mereka amsih tetap dengan pendiriannya yang super duper kepo nya.

Soal teman nya husna, sempat ketemu tapi tak lama karena husna harus pergi lagi bertemu dengan keluarga kedua nya mbak raina. Tapi temannya husna akan datang ke rumah husna esok hari.

Oke Kembali ke perjalanan ..

15 menit setelah dari rumah pertama kini mereka tepat berada di rumah kedua, ya rumah keluarga kedua nya raina.

Rumah ini yang di berikan oleh akung wito karena ucapan terima kasih karena sudah menerima raina. Bukan hanya rumah saja, kendaraan serta 3 hektar tanah kosong di berikan ke keluarga nya Rizwan.

Semua di berikan atas nama bapak Rizwan.

Mereka berempat turun dari mobil

Saat membuka pagar terlihat lah satpam yang mendatangi mereka, tapi satpam tersebut langsung menunduk sopan ke umi dian. Ternyata satpam tersebut adalah mantan satpam yang di rumah nya akung.

“assalamualaikum mbak dian, apa kabar?” kata satpam tersebut

“waalaikumsalam mas, alhamdulillah kabar baik. Gimana kabar ya mas dan istri serta anak anak” kata umi dian

“alhamdulillah mereka sehat sehat semua mbak, bahkan saya sudah memiliki 3 cucu mbak, ehhe” kata satpam tersebut.

Umi dian hanya mengangguk ngangguk kan kepala nya saja sambil tersenyum.

“oh ya mas, pak Rizwan ada di rumah kan” kata umi dian

“ada mbak, mari saya bantu arah kan” kata satpam

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan terlihat lah rumah yang sangat sangat terawatt dengan warna putih kombinasi dengan warna gold sangat sangat cantik dan mewah.

Dari arah tangga muncul lah sosok perempuan yang sudah lama banget raina tak jumpa yaitu kakak pertamanya kak alika.

Alika mengerjap ngerjapkan mata nya memastikan apa yang di lihat nya adalah adik nya. Adik yang sudah sangat sangat lama tidak pernah ia jumpai.

“ra ra-nia” kata kak alika terbata bata

Rania yang langsung melihat ke kak alika sudah berlinangan air mata. Kakak pertama nya walaupun bukan kakak kandung nya

Dan terjadilah antara rania dan kak alika berpelukan di tengah tengah antara tangga dan pintu masuk rumah.

Haaap

Huhu (suara isakan raina dan kak alika)

Ketiga orang yang masih stay di depan pintu merasa iba dan ikut terharu dengan pertemuan mereka ini.

“mereka bertemu Kembali” kata sopi

“benar pi, mereka kumpul lagi” kata husna

“kita biarkan mereka menghabiskan waktu mereka dulu kita Kembali ke rumah?” tanya umi dian ke kedua anak nya

“iya mi, sebaiknya kita Kembali, besok saja kita ke sini lagi” kata husna yang juga di anggukin sofi

Belum sempat mereka keluar, mereka bertiga di hentikan karena langsung di panggil oleh bapak Rizwan dari atas

“mau kemana dian” kata bapak Rizwan

Pelukan antara raina dan kak alika pun terlepas karena teriakan dari sang bapak.

Mereka berdua masih menyeka air mata yang masih terus menerus keluar sambil mereka merangkul satu sama lain.

Umi dian dan kedua anak anak nya pun berbalik badan dan tersenyum ke bapak Rizwan.

“kami akan datang lagi, kami ingin rania menghabiskan waktu nya dulu di rumah ini di keluarga kedua nya ini” kata umi dian

“sini masuk, tak baik lah baru datang masa’ iya langsung pulang. Padahal ada nya penghuni rumah nya” kata bapak Rizwan

Tidak berapa lama pun bapak Rizwan turun bareng istri dan ketiga anak anak nya bersamaan. Tapi saat mendekat dengan alika dan rania, bapak Rizwan malah memukul pelan bahu nya alika karena telah mengabaikan keuarga nya rania yang lain.

“kamu ini ya paling tua bukannya menyambut dulu keluarga nya malah sibuk berpeluk pelukan dengan adik nya” kata bapak Rizwan

Umi dian dan istri nya bapak Rizwan hanya tersenyum saja.

Alika manyun saat di pukul oleh bapak nya walaupun pelan

“maaf pak, Namanya reflek tiba tiba kedatangan adik bungsu yang sangat sangat kami rindukan ini loh. Apalagi tadi aku pangling pak melihat nya” kata alika

“eleh ngeles aja kamu, minta maaf bukan ke bapak alika tapi ke umi dian tapi ke umi dian dan kedua anak anak nya. Kamu ini buat malu aja” kata bapak Rizwan

“hehe maaf bapak”

“umi dian husna dan sopi, saya minta maaf ya. Maaf saya kalau tidak sopan” kata alika sambil menyalami keluarga kandung nya raina

“tidak apa nak, umi paham kok” kata umi dian

“gapapa kak, aman kok kalau kami. Kami sangat sangat paham kondisi kok” kata husna dan sopi yang hanay tersenyum dan juga mengangguk kan kepala nya.

Setelah itu mereka pun kumpul dan duduk di ruang tamu yang sangat elegan dan sederhana tersebut.

Ruang tamu..

Pembantu sudah menyediakan minum dan juga beberapa cemilan di meja tamu

“apa kabar mbak” kata umi dian sambil menggenggam tangan istri nya pak Rizwan

“alhamdulillah kabar ku baik dian, kamu gimana? Setelah hari itu kita sudah tak pernah lagi bertemu” kata mak tri

“alhamdulillah kabar ku juga baik. Iya mbak, setelah masa sidang itu aku dan ketiga anak anak ku memutuskan pindah rumah di pulau jawa yang lebih tepat nya rumah yang sudah di sediakan ibu dan papa” kata umi dian

“oh begitu, jadi apa lah kegiatan anak anak ini sekarang” kata mak tri

“alhamdulillah, mereka sudah memiliki masing masing usaha, rania akan menikah dengan seorang ceo lebih tepatnya pemilik perabotan terbaik yang ada di Indonesia dan juga rania memiliki usaha cafe yang alhamdulilah juga sudah banyak cabang nya.” Kata umi dian yang menjelaskan tentang rania terlebih dahulu

Keluarga bapak Rizwan yang mendengar rania akan menikah pun sontak membulatkan mata nya dan melihat ke rania dengan tatapan bingung

“menikah” kata nisa pika dan lia secara bersamaan

“kok bisa secepat itu, umur kamu juga masih terlihat muda rania. Apa kamu di jodohkan” kata alika

“gak kak, aku dan tunangan ku tidak ada di jodohin, kita menjalankan ta’aruf kemudian merasa cocok akhirnya memutuskan untuk menikah” kata rania

“gak mungkin, pasti kamu pakai guna gunakan. Aku yang sudah umurnya mencapai 40 tahun tidak juga kunjung ada yang mau menikahi ku. Kenapa kamu bisa secepat itu mendapatkan laki laki yang bahkan lebih kaya dari kamu” kata nisa

Keluarga umi dian serta pak Rizwan dan istrinya kaget dengan ucapan yang telah di lontarkan nisa. Gak menyangka kenapa tiba tiba anak nya ini menuduh rania yang aneh aneh.

“nisa, apa maksud kamu” kata pak Rizwan

“udah cukup pak, dia bukan anak kandung bapak. Berhenti membela nya” kata nisa

“apa yang terjadi dengan mu” kata alika

“kak jangan mau di bodoh bodohi dengan rania dengan muka polos nya ini padahal dia mau pamer ke kita. Karena kita berlima belum ada yang menikah di umur kita yang terbilang sudah tidak muda lagi” kata nisa

“kak, aku a-ku tidak pakai guna guna yang seperti kakak bilang” kata raina yang mulai terisak

Husna dan sopi yang melihat mbak nya terisak dan kaget tersebut pun mulai mendekati raina dan merangkul serta membantu nya berhenti dari tuduhan tersebut.

“kak, rania tidak seperti itu” kata rania lagi

“mak dan bapak peraya padamu kok rania, abaikan aja ucapan nya” kata mak tri

“tapi mak, apa yang di bilang kak nisa itu gak benar” kata rania

Mak tri pun mendekat ke rania, husna yang melihat kedatangan mak tri pun bergeser di sebelah sopi memberikan ruangan untuk mereka berdua

Sopi yang dari tadi diam mulai sinis dengan nisa

“apa yang membuat mu menuduh mbak rania melakukan guna guna” kata sopi tanpa melihat ke nisa

Nisa yang tau pertanyaan tersebut mengarah ke dia, dia pun langsung melihat ke sopi dengan tatapan sinis

“kau masih anak kecil yang gak akan paham dengan urusan orang dewasa, anak SMA aja belagu. Mentang – mentang kalian tinggal di pulau jawa gitu” kata nisa

“cukup nisa” kata lia

“apa maksud mu” kata alika

“kenapa tiba tiba kamu menuduh rania yang tidak tidak, sadar nisa sudah berapa banyak calon yang ingin melamar mu tapi dengan sikap mu yang selalu merasa, ahh ntah lah aku sebagai kakak mu saja gak mengerti tentang sifatmu” kata lia

“aku belum menikah bukan karena aku tidak laku, aku akan menikah bahkan aku sudah di lamar dengan pacarku tapi untuk tunangan resmi akan di adakan dalam beberapa waktu ke depan, dan aku sudah mengabari ke mamak dan juga bapak” kata alika

“serius kak” kata lia dan pika

“ia, kakak akan menikah insyallah di 2 bulan lagi, maaf kakak tidak memberitahu ke kalian karena memang masih di rahasiakan dulu” kata alika

“nisa, mending kamu masuk aja ke kamar pikirkan kesalahan mu” kata bapak Rizwan

“pak aku tak bersalah, Wanita pembawa sial ini lah yang sudah membuat kalian semua berubah. Dari dulu kalian selalu membela dia, aku hanya mengalah saja”

“padahal dia bukan anak kandung bapak dan mamak tapi kenapa kalian berdua membela nya. Buat kau rania, PUAS KAU SUDAH MENGAMBIL SEMUANYA, SEMUANYA MEMBELA KAU KETIMBANG AKU ANAK BUNGSU ANAK KANDUNG NYA MEREKA SENDIRI. PUAS KAU !” kata nisa yang tiba tiba meninggikan suara nya

Semua yang ada di ruang tamu tersebut pun ikutan kaget dengan reaksi tiba tiba dari nisa.

Nisa pun bangkit setelah membantingkan vas bunga yang ada di meja tamu ke arah rania tapi tidak mengenai rania. Kemudian nisa naik ke kamar nya dan membanting pintu nya. 


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres