Di ruamh umi dian
Kenapa?
Setelah kejadian pelemparan vas
bunga di rumah pak Rizwan, umi dian memutuskan untuk pamit, agar memberikan
waktu ke semuanya untuk berbicara masing masing keluarga
Rania kini sudah berada di dalam
kamar nya, husna ke taman yang ada kolam ikan nya, sedang sopi dia memilih
bermain game walaupun pikiran sedang kacau. Umi dian memilih di kamar sambil
shalat sunah ikstikharah.
“
Waktu malam, penghuni rumah umi
dian belum ada juga yang berniat untuk berkumpul, masih dengan posisi sama
kecuali husna yang dari tadi hanya melihat masing masing kamar penghuni yang
belum ada pergerakan juga.
Saat keterdiaman nya husna tiba
tiba ada bel rumah bunyi, belum sempat husna bangkit, bibi dari dapur langsung
datang dan menyuruh husna duduk Kembali agar bibi nya saja yang membuka kan
pintu.
Tak berapa lama bibi Kembali ke
dalam dan menemui husna
“nona husna, di depan ada seorang
pria yang mau menemui nona kalau gak salah tadi nama nya andre” kata bibi
“suruh tunggu aja bi di taman
depan, oh ya bi tolong siapkan the hijau hangat dan cemilan ya, terima kasih”
kata husna
Kini husna pun berjalan untuk
menemui teman nya
Tiba di tempat dimana andre yang
masih menunggu di depan rumah
“andre, ayuk duduk di taman
depan” kata husna sambil mengajak
Andre pangling melihat ke husna
yang sangat sangat cantik tanpa make up, padahal kalau di lihat lihat husna
hanya menggunakan setelan baju tidur dengan penutup kepala hijab bergo yang
polos sesuai dengan warna baju nya.
Husna yang melihat keterbengongan
teman nya ini pun menaikkan alis nya merasa heran dengan teman masa kecil nya
“andre, ayuk kenapa diam saja”
kata husna
“ah ah yay a yok” kata andre
mengikuti husna dari belakang
Satu kata yang di ucapkan dalam
hati andre “cantik” .
Tiba lah mereka di taman depan.
Cuaca sangat mendukung mereka
yang lagi duduk di taman depan.
“
Di dalam rumah, bagian dapur.
Umi dian ke dapur ingin mengambil
minum, tapi umi dian gagal focus karena melihat ada the hijau yang sedang di
sajikan.
“bi untuk siapa the hijau nya”
kata umi dian
“eh bu, ini untuk tamu nya non
husna” kata bibi
“siapa bi” kata umi dian
“kalau gak salah tadi Namanya
andre bu” kata bibi
Umi dian hanya mengangguk kan
kepalanya tanda mengerti siapa tamu nya husna yang di bilang bibi. Ya andre
teman masa kecil nya husna saat husna sedang berkunjung ke rumah nenek dari
bapak nya pada masa itu.
“
Di taman depan,
Di sinilah husna dan andre duduk
saling berhadap hadapan.
“rumah umi bagus ya” kata andre
untuk memulai percakapan mereka
Husna melihat ke arah kanan yang
duduk sebelah kanan tapi seperti depan depanan gitu
“ya rumah umi memang bagus,
sangat bagus dari rumah umi yang lama” kata husna
“maaf husna, maaf kalau aku
mengingat ngngat cerita dulu. Hmm apa kegiatan mu sekarang?” kata andre karena
tidak enak dengan pembahasan di awal.
“gapapa andre, jangan merasa gak
enak gitu. Udah lama juga ceritanya. Aku sekarang hanya ada usaha kecil kecilan
aja” kata husna
“pengusaha dong?” kata andre
“masih pemula ndre” kata husna
“apa masih membuka dengan cita
cita mu, usaha fashion muslim dan Muslimah?” kata andre
“ya aku membangun usaha itu,
alhamdulillah sudah berjalan cukup lama dan alhamdulillah banyak yang minat”
kata husna
“apa nama toko nya” kata andre
“husna lillah” kata husna
“sebentar aku coba cek di ig nya,
aku kayak gak asing dengan toko yang barusan kamu ucapkan” kata andre
“apa kamu pernah membeli nya”
kata husna
“ya aku dan sekeluarga kalau mau
membeli baju lebaran dari toko tersebut. Mami sih yang sering belikan” kata
andre sambil tangannya dan matanya melihat ke hp tapi tetap menjawab pertanyaan
“nah ap aini toko nya?” kata
andre lagi
“iya benar itu toko nya” kata
husna
“ternyata pemiliknya adalah teman
masa kecil ku sendiri. Keren lah, eh itu toko sudah besar loh husna” kata andre
“belum besar besar kali ndre baru
baru booming aja kok” kata husna
“apaan baru booming lihat ni
pengikut nya saja sudah hampir million, ni lihat yang pesan dari online, nih
resi resi nya banyak ni husna. Waaahh keren sih ini, ntar ku bilang ke mami lah
siapa pemilik dari baju yang selama ini mami beli” kata andre tampak Bahagia
“ih jangan dulu ndre belum waktu
nya aku di publis kan, belum umur ku di 30 tahun.” Kata husna menunduk
“kenapa harus menunggu 30 tahun,
pasti banyak itu di sosmed yang penasaran dengan owner nya” kata andre
“hmm gapapa aku masih malu untuk
di kenal banyak orang” kata husna
“tapi brand mu ini baju dan lain
lainnya ini juga sudah banyak yang menggunakan nya husna” kata andre
“aahh sudah lah aku malu, kita
bahas yang lain aja. Hmmm kamu ndre apa kegiatan nya sekarang” kata husna
“aku sudah jadi pilot husna” kata
andre sambil tersenyum dan melihat ke husna
Husna pun tampak kaget ternyata
teman nya ini juga sudah berhasil dengan cita cita masa kecil nya yaitu menjadi
pilot
“alhamdulillah, udah lama?” kata
husna
“sudah 3 tahun aku menjadi pilot”
kata andre
“wow berarti sudah keluar negeri
dong, seru banget pasti ya” kata husna
“kalau luar negeri aku belum
pernah masih di daerah Indonesia aja kok, hanya di beberapa pulau saja. kalau
untuk keluar negeri aku sudah pastikan akan pergi dan berangkat pertama kami
dengan pasangan aku, istri ku nanti” kata andre
“kenapa begitu, kalau pihak
maskapai nya minta dan menyuruh kamu untuk bawa ke luar negeri bagaimana” kata
husna
“tetap aku akan tolak, aku ingin
membuat cerita baru dengan istri ku anggap lah sekalian honeymoon” kata andre
“kamu sudah punya calon istri kah
ndre?” kata husna
“hah gak mungkin lah aku sudah
punya calon istri husna, aku sedang menunggu seseorang saja” kata andre sambil
di akhiri tertawa
“kenapa tidak mungkin, bukannya
di tempat kamu kerja banyak pramugari yang cantik cantik atau yang pekerja di
bandara nya” kata husna yang makin penasaran
“mereka memang cantik tapi mereka
tidak menutup aurat nya mereka, aku tidak suka dengan perempuan yang tidak bisa
menutup aurat nya dan malah memamerkan nya ke public” kata andre
“bukannya udah jadi hal yang
biasa ya seorang pilot jodohnya atau pasangannya itu dari tempat kerjaan yang
sama” kata husna
“kebanyakan seperti itu, tapi
tidak semua husna. Termasuk aku dan papi aku tidak ingin mencari istri di
tempat kerjaan yang sama” kata andre
“kenapa” kata husna
“karena aku ingin focus ke satu
orang saja” kata andre
Andre dan husna saling tatap
tatapan hingga tak menyadari bahwa dari lantai dua sudah ada mbak rania yang
tak sengaja sedang duduk di balkon yang niat nya ingin menenangkan pikiran nya
dan hati nya yang sedang kacau tapi malah ikut memantau adik nya yang di
datangi tamu masa kecil nya.
“


No comments:
Post a Comment