BAB 25 - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Monday, July 6, 2026

BAB 25

 

Di ruamh umi dian

Kenapa?

Setelah kejadian pelemparan vas bunga di rumah pak Rizwan, umi dian memutuskan untuk pamit, agar memberikan waktu ke semuanya untuk berbicara masing masing keluarga

Rania kini sudah berada di dalam kamar nya, husna ke taman yang ada kolam ikan nya, sedang sopi dia memilih bermain game walaupun pikiran sedang kacau. Umi dian memilih di kamar sambil shalat sunah ikstikharah.

Waktu malam, penghuni rumah umi dian belum ada juga yang berniat untuk berkumpul, masih dengan posisi sama kecuali husna yang dari tadi hanya melihat masing masing kamar penghuni yang belum ada pergerakan juga.

Saat keterdiaman nya husna tiba tiba ada bel rumah bunyi, belum sempat husna bangkit, bibi dari dapur langsung datang dan menyuruh husna duduk Kembali agar bibi nya saja yang membuka kan pintu.

Tak berapa lama bibi Kembali ke dalam dan menemui husna

“nona husna, di depan ada seorang pria yang mau menemui nona kalau gak salah tadi nama nya andre” kata bibi

“suruh tunggu aja bi di taman depan, oh ya bi tolong siapkan the hijau hangat dan cemilan ya, terima kasih” kata husna

Kini husna pun berjalan untuk menemui teman nya

Tiba di tempat dimana andre yang masih menunggu di depan rumah

“andre, ayuk duduk di taman depan” kata husna sambil mengajak

Andre pangling melihat ke husna yang sangat sangat cantik tanpa make up, padahal kalau di lihat lihat husna hanya menggunakan setelan baju tidur dengan penutup kepala hijab bergo yang polos sesuai dengan warna baju nya.

Husna yang melihat keterbengongan teman nya ini pun menaikkan alis nya merasa heran dengan teman masa kecil nya

“andre, ayuk kenapa diam saja” kata husna

“ah ah yay a yok” kata andre mengikuti husna dari belakang

Satu kata yang di ucapkan dalam hati andre “cantik” .

Tiba lah mereka di taman depan.

Cuaca sangat mendukung mereka yang lagi duduk di taman depan.

Di dalam rumah, bagian dapur.

Umi dian ke dapur ingin mengambil minum, tapi umi dian gagal focus karena melihat ada the hijau yang sedang di sajikan.

“bi untuk siapa the hijau nya” kata umi dian

“eh bu, ini untuk tamu nya non husna” kata bibi

“siapa bi” kata umi dian

“kalau gak salah tadi Namanya andre bu” kata bibi

Umi dian hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti siapa tamu nya husna yang di bilang bibi. Ya andre teman masa kecil nya husna saat husna sedang berkunjung ke rumah nenek dari bapak nya pada masa itu.

Di taman depan,

Di sinilah husna dan andre duduk saling berhadap hadapan.

“rumah umi bagus ya” kata andre untuk memulai percakapan mereka

Husna melihat ke arah kanan yang duduk sebelah kanan tapi seperti depan depanan gitu

“ya rumah umi memang bagus, sangat bagus dari rumah umi yang lama” kata husna

“maaf husna, maaf kalau aku mengingat ngngat cerita dulu. Hmm apa kegiatan mu sekarang?” kata andre karena tidak enak dengan pembahasan di awal.

“gapapa andre, jangan merasa gak enak gitu. Udah lama juga ceritanya. Aku sekarang hanya ada usaha kecil kecilan aja” kata husna

“pengusaha dong?” kata andre

“masih pemula ndre” kata husna

“apa masih membuka dengan cita cita mu, usaha fashion muslim dan Muslimah?” kata andre

“ya aku membangun usaha itu, alhamdulillah sudah berjalan cukup lama dan alhamdulillah banyak yang minat” kata husna

“apa nama toko nya” kata andre

“husna lillah” kata husna

“sebentar aku coba cek di ig nya, aku kayak gak asing dengan toko yang barusan kamu ucapkan” kata andre

“apa kamu pernah membeli nya” kata husna

“ya aku dan sekeluarga kalau mau membeli baju lebaran dari toko tersebut. Mami sih yang sering belikan” kata andre sambil tangannya dan matanya melihat ke hp tapi tetap menjawab pertanyaan

“nah ap aini toko nya?” kata andre lagi

“iya benar itu toko nya” kata husna

“ternyata pemiliknya adalah teman masa kecil ku sendiri. Keren lah, eh itu toko sudah besar loh husna” kata andre

“belum besar besar kali ndre baru baru booming aja kok” kata husna

“apaan baru booming lihat ni pengikut nya saja sudah hampir million, ni lihat yang pesan dari online, nih resi resi nya banyak ni husna. Waaahh keren sih ini, ntar ku bilang ke mami lah siapa pemilik dari baju yang selama ini mami beli” kata andre tampak Bahagia

“ih jangan dulu ndre belum waktu nya aku di publis kan, belum umur ku di 30 tahun.” Kata husna menunduk

“kenapa harus menunggu 30 tahun, pasti banyak itu di sosmed yang penasaran dengan owner nya” kata andre

“hmm gapapa aku masih malu untuk di kenal banyak orang” kata husna

“tapi brand mu ini baju dan lain lainnya ini juga sudah banyak yang menggunakan nya husna” kata andre

“aahh sudah lah aku malu, kita bahas yang lain aja. Hmmm kamu ndre apa kegiatan nya sekarang” kata husna

“aku sudah jadi pilot husna” kata andre sambil tersenyum dan melihat ke husna

Husna pun tampak kaget ternyata teman nya ini juga sudah berhasil dengan cita cita masa kecil nya yaitu menjadi pilot

“alhamdulillah, udah lama?” kata husna

“sudah 3 tahun aku menjadi pilot” kata andre

“wow berarti sudah keluar negeri dong, seru banget pasti ya” kata husna

“kalau luar negeri aku belum pernah masih di daerah Indonesia aja kok, hanya di beberapa pulau saja. kalau untuk keluar negeri aku sudah pastikan akan pergi dan berangkat pertama kami dengan pasangan aku, istri ku nanti” kata andre

“kenapa begitu, kalau pihak maskapai nya minta dan menyuruh kamu untuk bawa ke luar negeri bagaimana” kata husna

“tetap aku akan tolak, aku ingin membuat cerita baru dengan istri ku anggap lah sekalian honeymoon” kata andre

“kamu sudah punya calon istri kah ndre?” kata husna

“hah gak mungkin lah aku sudah punya calon istri husna, aku sedang menunggu seseorang saja” kata andre sambil di akhiri tertawa

“kenapa tidak mungkin, bukannya di tempat kamu kerja banyak pramugari yang cantik cantik atau yang pekerja di bandara nya” kata husna yang makin penasaran

“mereka memang cantik tapi mereka tidak menutup aurat nya mereka, aku tidak suka dengan perempuan yang tidak bisa menutup aurat nya dan malah memamerkan nya ke public” kata andre

“bukannya udah jadi hal yang biasa ya seorang pilot jodohnya atau pasangannya itu dari tempat kerjaan yang sama” kata husna

“kebanyakan seperti itu, tapi tidak semua husna. Termasuk aku dan papi aku tidak ingin mencari istri di tempat kerjaan yang sama” kata andre

“kenapa” kata husna

“karena aku ingin focus ke satu orang saja” kata andre

Andre dan husna saling tatap tatapan hingga tak menyadari bahwa dari lantai dua sudah ada mbak rania yang tak sengaja sedang duduk di balkon yang niat nya ingin menenangkan pikiran nya dan hati nya yang sedang kacau tapi malah ikut memantau adik nya yang di datangi tamu masa kecil nya.


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres