posisi rania
rania yang sudah satu harian
setelah pulang dari keluarga kedua nya pun merasa bosan, akhirnya dia
memutuskan untuk duduk santai sambil menikmati waktu malam hari.
Ia tadi meminta ke bibi untuk
membawakan the hijau hangat serta cemilan ke kamar nya.
10 menit saat rania duduk di
balkon, rania di kajutkan dengan kedatangan tamu nya husna yang sebelum nya
mereka sempat bertemu.
“beneran datang rupanya” kata
rania
Tapi rania Kembali lagi dengan
kegiatan santai nya hingga saat tanpa sengaja melihat husna dan andre saling
tatap tatapan tanpa berkedip lah rania masih terus menatap nya.
Keterdiaman dua insan pun
berakhir karena tiba tiba umi dian berada tak jauh dari mereka berdua
“ehemm” deheman dari umi dian
yang membuyarkan tatap tatapan dua insan
“oh umi, apa kabar umi” kata
andre
“alhamdulillah baik nak, kamu apa
kabar?” kata umi dian
“alhamdulillah saya juga sehat
umi” kata andre
“apa kegiatan sekarang ak?” kata
umi dian
“saya jadi pilot mi, tapi saat
ini sedang libur makanya bisa bertemu dengan husna dan sekeluarga” kata andre
“oh beitu, sudah ada calon nya
belum ini?” kata umi dian
“hehehe umi ini bisa aja, saya
gak mau pacaran pacarana dulu mi, mau focus dulu ke pekerjaan yang iseng ini”
kata andre
“pekerjaan yang iseng?” kata
husna
“iya husna, aku hanya gabut untuk
masuk pilot ini sebenarnya akua da bisnis lain yang sedang di jalan kan” kata
andr
“apapun pekerjaan itu tetap lah
di syukurin ya, alhamdulillah kalau nak andre sudah memiliki pekerjaan yang
lain, jadi pilot pun juga tak salah, asal tau Batasan aja” kata umi dian
“saya tidak berniat dengan
pramugari atau punya pasangan satu tempat pekerjaan umi, ntar yang ada taka da
rasa kerinduan dengan pasangan, hehe” kata andre
“ada ada aja kamuy a” kata umi
dian
“kabar mami dan papi kamu apa
kabar nya “ tanya umi dian lagi
“alhamdulillah mereka sehat
semuanya mi, oh ya allah astagfirullah aku lupa kabarin mami” kata andre
“kenapa ndre?” kata husna
“aku tadi di suruh mami untuk
kabarin kalau aku sudah di rumah kamu, mereka mau video call. Bentar ya” kata
andre
Andre pun mengeluarkan handphone
di saku nya dan memulai untuk menghubungi mami nya
Tuut tuttt
“assalamualaikum mami” kata reno
“reno kamu dari mana aja sih dari
tadi di tungguin kenapa tidak mengabari apa apa, kamu sdah sampai di rumah nya
husna belum sih” kata mami nya andre yang langsung menodong kan banyak nya
pertanyaan
“ma tenang dulu lah, itu kan
andre sudah sampai di rumah nya husna itu, kamu ini ya gak sabaran banget sih”
kata papi nya andre
“mi di sini ada husna dan umi
nya” kata andre
“ah hah kamu serius andre, mami
malu lah.” Kata mami nya andre
“mi jawab dulu salam anak nya”
kata ndre
“astagfirullah mami sampai lupa
ini semua gara gara kamu, waalaikumsalam mana husna nya” kata mami
“sabar dong mi” kata andre
Andre pun memberikan handphone
nya ke husna, husna menyatukan alis nya karena bingung tiba tiba di kasih
handphone yang masih ada mami nya di layer tersebut.
“aku ngomong apa?” kata husna
tanpa suara tapi andre masih paham
maksud nya apa
“ngomong aja, mami ingin ngobrol
dengan mu dan juga umi” kata andre sambil di akhiri senyuman
Husn abelum memulai percakapan
dia masih bingung dan hanya senyum senyum saja di layer.
Di seberang sana lebih tepatnya
di rumah andre, mami nya sudah gemesh lihat muka nya husna yang sangat sangat
cantik dan adem saat di lihat
“hallo sayang husna,
assalamualaikum apa kabar sayang” kata mami andre
“waalaikumsalam tante,
alhamdulillah kabar husna baik. Hmm tante apa kabar nya sekarang” kata husna
sambil di akhiri senyuman manis nya itu dengan lesung pipi nya yang muncul
membuat tambah cantik nya kelihatan.
“masyallah cantik nya calon mantu
mami” kata mami andre
Husna yang mendengarnya pun tiba
tiba bingung malah melihat ke umi dian sambil memiringkan kepalanya
“hmm tante maksud nya calon
menantu apay a” kata husna
“oh maaf sayang, mami lupa itu
masih rahasia. Yaudah lah karena mam sudah keceplosan mami bilangkan aja ya”
kata mami andre
“mi nanti aku aja yang
menyampaikan nya ke husna dan umi” kata andre merebut kembai handphone nya
“nak andre boleh umi ngobrol
dengan mami mu” kata umi dian
“bo-boleh umi” ktata andre sambil
memberikan handphone nya ke umi dian
Umi dian tidak langsung berbicara
tapi tersenyum dahulu hingga umi dian lah yang mengungkapkan nya duluan
“assalamualaikum bu amira, apa
kabar bu, sudah lama kita tidak beretemu” kata umi dian
“waalaikumsalam umi dian,
alhamdulillah kabar saya sehat insyaallah. Umi sehat kan”
“iya benar sudah sangat lama
sekali kita tidak bertemu” kata mami amira
“alhamdulillah kalau bu amira
sehat, alhamdulillah saya juga sehat insyallah. Kapan kita bertemu bu amira”
kata umi dian
“kalau malam ini bisa kah ibu
amira dan suami untuk datang ke rumah” kata umi dian lagi
“oh bisa sekali umi dian,
sekalian juga ada yang mau sampaikan untuk anak saya andre” kata mami amira
“yaudah bu amira saya tunggu
kehadiran nya, hati hati di jalan bu amira tidak perlu buru buru yang penting
kita bertemu” kata umi dian
“iya umi, kami siap siap dulu ya.
Yaudah assalamualaikum umi” kata mami amira
“ini nak andre, kalian ngobrol
lah dulu umi masuk dulu ya” kata umi dian sambil memberikan hndphone nya tadi
“i-iya umi” kata husna
Kini husna melihat ke andre dan
menatap nya.
“kenapa?” kata andre
“apa maksud dari tante amira
andre” kata husna penasaran
“nanti kamu akan tau” kata andre
“ihh kasih tau lah spill sikit
sikit” kata husna
“aku akan meamar mu” kata andre
“HAH” bukan husna tapi mbak rania
yang berada di lantai 2 di balkon yang menjawab karena keterkejutan nya
2 insan yang ada di bawah
tersebut pun melihat ke atas di mana mbak rania juga melihat ke mereka berdua
“kenapa mbak rania ada di atas”
kata husna
“mbak rania kenapa husna” kata
andre
“ada sedikit masalah andre di
keluarga angkat nya” kata husna
“ohh, hmm mbak saya andre, boleh
mbak turun kita ngobrol dengan keluarga nya husna yang lain” kata andre menyapa
sambil mengobrol sopan walupun tak berada di dekat nya
Mbak rania pun mengangguk dan
Kembali masuk ke dalam kamar nya eh lebih tepatnya di dalam rumah nya, dan
duduk di ruang tamu.


No comments:
Post a Comment