“dimana anak yang kalian
sembunyikan” kata papa wito
Kedua orangtua bukhori serta
bukhori juga syok dan menatap ke arah papa wito
“da.. dari mana kamu tau soal
anak itu?” kata opung prima
Haha (suara tawa pelan dari papa
wito)
“tak payah lah kalian berpura
pura lagi soal anak kecil tanpa dosa itu kalian sembunyikan dari kami. Semuanya
kami sudah mengetahui hal seperti itu.
Sekarang aku tanya DIMANA ANAK TIDAK BERSALAH ITU” kata papa wito yang
akhir nya di tekan kan omogan nya dan menatap tajam ke arah keluarga besar
bukhori
Akhir nya pun di jawab dari
keluarga nya bukhori juga tapi bukan keluarga yang bersangkutan melainkan
Wanita tersebut
“anak yang kalian maksud anak
yang sudah di buang oleh bang bukhori ya. Hmm anak itu kemaren aku lihat dia
sedang ngemis ngemis di pajak. Upss ketahuan deh” kata Wanita tersebut
“BAJINGAN KAU” kata umi dian
“wow dian ternyata kamu bisa
berkata kotor ya, tak cocok saat kamu menggunakan hijab dan baju kurung seperti
itu. Haha” kata Wanita tersebut
Plaakkk (suara tamparan)
Tamparan tersebut di berikan ke
Wanita tersebut dari tangan nya langsung umi dian. Merah pipi dan bekas tangan
umi dian juga tercetak di pipi Wanita tersebut.
Awwhh (suara rintihan sakit dari
Wanita tersebut)
“KURANG AJAR KAU DIAN, INI KAU
RASAKAN ..” kata Wanita tersebut
Dia bangkit sambil tangannya
mulai melayang di udara ingin menampar umi dian tapi sayang nya tamparan
tersebut malah salah sasaran
Tamparan tersebut malah mengenai
bukhori
PLAAAkkk
Wanita tersebut nama nya putri
arini biasa di panggil arini.
Dia kaget dan bergetar karena
salah menampar orang, yang seharus nya umi dian yang dapat tamparan tersebut
malah bukhori lah yang mendapat kan nya.
Bukhori melirik ke arah arini
dengan mata besar dan memerah nya
“KENAPA” Kata bukhori menatap
tajam ke arah nya
“maaf bang. Ma.. maaf tadi aku mau
menampar Wanita gila itu” kata arini
“Wanita gila yang kau sebut itu
dia masih istri sah ku arini” kata bukhori
“aku juga Wanita sah mu walaupun
tanpa restu dari istri pertama mu” kata arini
“tapi tak seharus nya kau membuat
nya marah arini. Ini urusan keluarga ku bukan urusan mu. Dan kamu juga sudah
berjanji sebelum kita pergi ke sini kamu tak akan membuat kegaduhan apa pun”
kata bukhori
“aku di cap Wanita murahan bang,
kenapa dari tadi kau hanya diam saja . saat aku yang menghina dia (sambil
menunjuk ke arah umi dian) kau malah membela nya. Jujur sama ku, kau akan
menceraikan dia atau tidak” kata arini sudah mulai geram dengan semuanya
“DIAM LAH ARINI” kata opung prima
“AYAH AKU TAK TERIMA KALAU DIAN
TERUS MENGANGGAP AKU INI WANITA MURAHAN” kata arini dengan ngegas nya
“SUDAH BELUM DENGAN DRAMA YANG
KALIAN CIPTAKAN. NGANTUK DAHAN SEMUA YANG ADA DI SINI” kata umi dian di akhiri
dengan menguap
Bukhori melihat adik dan juga
kakak nya pada menguap semua , benar apa yang di bilang oleh dian. Kemudian dia
menatap dian
“anak itu ada di jl x dengan
kakek Rizwan. Dia di rawat sangat baik oleh keluarga itu bahkan sudah
menganggap anak nya sendiri bukan anak angkat. Maaf dian dan seluruh keluarga
besar dian saya bukhori tidak bisa menganggap dia menjadi anak saya walaupun
dia anak kandung saya sendiri” kata bukhori dengan suara bergetar dan langsung
menunduk. Padahal dia sudah menetes kan air mata nya
Arini mendekat dan menenangkan
bukhori serta opung prima tersenyum karena arini masih sedang mengandung cucu
laki laki yang dia ingin kan untuk penerus marga nya.
ASTAGFIRULLAH
Semua keluarga dian dan beberapa
keluarga bukhori mengucapkan hal yang sama sambil menggeleng geleng kan kepala
dengan tidak kepercayannya mereka dengar ucapan tersebut dari bukhori langsung.
“
1 jam setelah keterdiaman antara
2 keluarga besar tersebut pun akhirnya keputusan nya adalah dian dan bukhori
bercerai yang akan bertemu Kembali di pengadilan 2 hari setelah pertemuan
mereka ini.
Tapi bukhori dia di tahan di dalam sel selama beberapa hari
hingga jadwal persidangan tiba.
“
Malam hari tiba..
Keluarga dian masih berkumpul di
rumah besar. Tak ada pembahasan tentang hal hal yang bikin mereka semuanya
kaget.
Dian masih dengan keterdiamannya,
memikirkan bagaimana cara menemukan anak itu, gimana anak itu sekarang apa dia
mau nerima aku sebagai ibu kandung nya. Segala overthingking di pikirkan dian.
Suci menghampiri dian yang berada
di taman belakang rumah.
“mbak” kata suci
Dian yang di panggil masih
terdiam belum sadar akan kehadiran adik bungsu nya. Akhirnya suci pun memegang
Pundak nya pelan agar menyadarkan kelamunan mbak nya.
Ya dian syok saat ada orang yang
menyentuh nya tapi saat melihat itu suci ia hanya beristighfar saja.
Astagfirullah . sambil menghela
nafas nya.
“kenapa suci” kata mbak dian
“mbak kenapa sendiri saja di
halaman. Kenapa tidak bergabung dengan keluarga lain” kata suci
“mbak gapapa, mbak hanya ingin
sendiri saja” kata dian
“mbak jangan memikirkan hal lain
dulu. Soal anak itu kita akan cari cara untuk menemukan nya. Percayalah allah
gak tidur mbak pasti allah akan bantu kita juga nanti nya asalkan kita nya
usaha dan bersabar” kata suci
Dian pun mengangguk dan paham
“masuk yuk mbak bergabung dengan
yang lain dulu. Besok kita bahas lagi masalah ini” kata suci sambil mengajak
dian untuk masuk ke dalam rumah
Semua melihat kea rah pintu
belakang yang dimana suci dan dian baru saja masuk ke dalam rumah.
Papa wito melihat kea rah cucu
nya yang sudah mulai mengantuk dan menyuruh anak anak nya untuk menidurkan
semua anak anaknya.
“kalian ajak dulu cucu papa ni
mereka sudah pada mengantuk. Lepas itu kalian kumpul lagi di ruang tamu. Papa
mau bahas masalah kita tadi” kata papa wito
Mereka pun bangkit dan mengajak
anak anak nya untuk tidur karena waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah 10
malam.
“
1 jam kemudian seluruh cucu cucu
papa wito dan ibu yati semuanya sudah pada tidur. Para orangtua ataua anak dan
menantu sedang berkumpul di ruang tamu.
Ehkmm.
Papa wito berdehem karena semua
nya tiba tiba diam tanpa bertanya
“dengarkan papa. Ini memang
masalah keluarga nya dian tapi kita sebagai saudara terdekat nya saudara
kandung nya harus dan wajib ikut andil dalam setiap masalah. Bukan hanya dian
saja jika kalian juga ada masalah yang berat kita akan selesaikan secara
Bersama sama. Paham” kata papa wito
“iyaa pa” kata mereka semua
secara bersamaan
“anggi lutfi dan dian besok
pergilah mencari anak itu, ajak dia dan berusahalah agar anak itu ikut Bersama
kalian, papa harap besok anak itu sudah ada di dalam rumah ini”
“nurul dan suci kalian jagalah
dan saling membantu untuk anak anak nya dian. Tapi papa rasa husna sudah mulai
bisa membantu menjaga adik adik nya”
Kata papa wito membagikan tugas
agar saling membantu.
“bu ayuk istirahat. Kita juga
butuh tenaga untuk 2 hari kedepan. Dan kalian juga jangan lupa untuk istirahat
ya. Jangan pikirkan hal lain terutama kamu dian. Jangan terus menerus menangis.
Bawa ke shalat bagi cerita dan masalah nya dengan allah. Nanti allah akan bantu
segala nya tentang masalah mu asalkan usaha dan bersabar” kata papa wito yang
sambil mengajak ibu yati untuk masuk ke kamar agar istirahat
Dian dan yang lain mengangguk
dengar perintah dari papa wito. Semuanya pun bangkit satu persatu dan menuju
kamar nya masing. Tak lupa mbak nurul beserta adik adik nya yang lain untuk
tetap menyemangati dian agar tidak berlarut larut dalam kesedihan nya.
Mereka pun istirahat …
“

