Di rumah Keluarga papa wito dan ibu yati…
“pa apakah anak anak kita bisa
menemukan anak malang itu” kata ibu yati
“aku yakin mereka akan berusaha
keras untuk menemukan anak itu” kata papa wito
“pa kita harus rawat anak itu,
aku tidak percaya dengan ucapan arini tadi kalau anak itu ngemis ngemis” kata
ibu yati
“kayak nya gak mungkin bu, sedangkan
bukhori nya saja bilang anak itu baik baik saja” kata papa wito
“semoga saja ya pa, aku berharap
masih ada kesempatan untuk mengurus nya d umur kita yang tak muda lagi ini”
kata bu yati
“insyaallah kita masih di beri
kesempatan bu.” Kata papa wito
“
Di mobil ..
Belum ada percakapan antara siapa
dan siapa
Rania yang melamun melihat ke
arah luar jendela dengan tubuh yang masih gemetaran. Umi dian yang sadar karena
rania menjadi diam akhirnya menegur nya pelan
“rania” kata umi dian dengan
lembut
Rania pun membalikkan badan nya
“iya umi” kata rania
“nanti kita akan bertemu lagi
mereka. Sekarang rania harus Kembali dulu dengan keluarga kandung rania ya”
kata umi dian
“iya umi, maaf kan rania yang
terlalu larut dalam kesedihan ini. Jujur umi ini berat tapi gak bisa di ..”
kata rania yang belum mengakhiri kata kata nya dan malah berujung menangis
dalam pelukan umi dian
Begitu pun umi dian juga
merasakan rasa sakit tersebut memeluk erat nya.
Selang beberapa jam kemudian
mereka pun tiba di rumah besar papa wito. Kemudian anggi memarkirkan mobilnya.
Papa wito dan bu yati yang memang
posisi nya sedang di teras pun di buat berdiri dan melihat kea rah mobil
mereka.
Ehmmm …
“rania. Adik adik mu semua sudah
menunggu. Kita turun yuk” kata lutfi
Rania hanya mengangguk sambil
bingung dan melihat ke arah umi dian
“ayuk nak, semua keluarga kamu
sudah menunggu di dalam. Umi akan kenal kan semua nya ke kamu, jangan takut ya
sayang” kata umi
“i-iya umi” kata rania
Akhirnya pun mereka turun
Bersama. Dan …
Papa wito dan bu yati langsung
terfokus ke arah anak kecil yang di belakang nya langsung bebinar mata mereka
berdua saat melihat anak kecil cantik dengan pakaian sopan serta hijab yang
senada dengan baju nya
“assalamualaikum” kata mereka
berempat
“waalaikumsalam” sahutan dari
orang yang ada di rumah
“bu pa kenalkan ini Namanya
rania. Anak pertama ku” kata umi dian
Semua yang melihat ke arah rania
terpana dengan gadis cantik sholehah dengan kerudung yang menutupi kepala nya.
Rania tersenyum tipis melihat ke
mereka semua, walaupun dengan keterbingungan yang dia lihat langsung .
“ra-rania, sini sama uti dan
akung sayang” kata ibu yati
Rani melihat ke umi dian dan umi
dia tersenyum kemudian mengangguk kan kepala nya tanda setuju
Rania pun mendekat ke papa wito
dan ibu yati,
“assalamualaikum uti akung,
kenalkan nama saya rania amalia putri” kata rania ramah dan sopan saat
berdekatan dengan papa wito dan ibu yati
“masyallah sopan banget kamu nak,
orangtua angkat mu mengajar kan hal baik pada mu. Alhamdulillah kamu di jaga
dan di rawat orang baik. Masyallah cantik banget nak kamu mirip dengan uti”
kata papa wito
“apa iya umi” kata rania malah
bertanya ke umi dian
“iya nak, dari mata mu yang kecil
itu terlihat sekali kalau kamu sangat mirip dengan uti” kata um dian
Semua yang melihat ke rania dan
ibu yati juga mengangguk tanda setuju.
Tiba tiba semua anak anak
berkumpul dengan berkenalan dengan rania
“assalamualaikum mbak, kenal kan
aku nisa anak dari bude nurul dan pakde Hendra yang pertama, yang kecil ini
Namanya arik adik nya aku” kata nisa
“nama kamu sama seperti kakak ku
yang di sana” kata rania
Sambil berkenalan sambil berjabat
tangan. Semua sepupu sudah saling kenal dengan rania. Rania yang tadinya dia
sangat canggung pun akhir nya dia merasa nyaman dengan di keluarga baru itu.
Mereka bermain Bersama hingga
waktu menjelang malam, bahkan mereka shalat bareng dengan akung serta uti nya.
Pas pulak keluarga semuanya pada
bisa shalat jadinya adalah tu shalat berjamaah. Shalat tersebut pun di
laksanakan di ruang tamu karena mereka yang jumlah nya lumayan banyak dan ruang
tamu juga luas makanya mereka memilih shalat berjamaah nya di ruang tamu.
Yang memimpin shalat nya adalah
anggi dan yang membacakan doa setelah shalat nya bergantian dengan lutfi. Yang
biasanya membaca doa adalah buqhori tapi kini kandung nya umi dian lah yang
membacakan doa setiap selesai shalat berjamaah.
“
Waktu malam..
Makan malam pun di mulai, di
rumah ini lagi banyak masak karena mereka merasa happy setelah kedatangan orang
baru yang dimana kandung nya mereka telah berkumpul Kembali.
Setelah selesai makan. Para anak
anak mereka bermain di taman samping yang dijaga masing masing dengan baby
sister dan beberapa pembantu lain nya.
Sedang kan para orangtua mereka
hanya melihat dari dalam saja dengan perasaan Bahagia.
“dian besok hari sidang mu, rania
di ajak ya buat jadi bukti” kata papa wito
“apa boleh pa, aku takut rania
malah takut saat bertemu dengan keluarga itu” kata umi dian
“dia harus ikut hadir dian,
bagaimana pun juga dia kandung nya kalian, pengurus juga harus tau faktanya”
kata nurul
“iya mbak besok semua anak anak
akan ku bawak kok. Tapi kalian juga ikutan kan?” kata umi dian
“ya pastilah. Setelah itu kita
akan pergi jalan jalan kok” kata suci
“emang nya mau ke mana” kata
anggi
“ke jogja” kata papa wito
“apa tekejar waktu nya pa?” kata
nurul
“tekejar kita kan punya pesawat
sendiri loh, kapan aja bisa berangkat malam sekalipun kita masih bisa
berangkat” kata papa wito
Saat pembicaraan para orangtua
terdengar oleh nisa dan husna saat mereka sedang masuk ke dalam ingin mengambil
minum. Husna mendengar kata “pesawat” . antara husna dan nisa hanya saling
pandang pandangan saja hingga nisa menarik husna mendekat ke orang tua.
“ma, kita akan pulang” kata nisa
Semuanya menatap ke arah anak perempuan
dua dua tersebut dengan tersenyum.
“tidak sayang” kata ibu yati
“kita akan liburan” kata papa
wito
“kemana akung” kata husna
penasaran
“kita akan pulang kampung ke
jogja selama 2 minggu di sana sekalian kumpul dengan keluarga besar kita semua”
kata papa wito
“waaaahhhh, serius akuungg” kata
mereka berdua
Papa wito hanya mengangguk dengan
bahagia saat melihat ke dua anak perempuan tersebut bertanya hingga menimbulkan
kehebohan seperti itu.
Malam tersebut pun di akhiri
dengan kehebohan yang diciptakan para anak anak tersebut. Para orangtua yang
tadi nya sudah di beritahukan akan pergi liburan pun mulai menyibuk nyibukkan
diri untuk perlengkapan yang akan di bawa.
Papa wito pun tak lupa mengabari
ke pilot dan yang ngurusin pesawat pribadi untuk stand by di tempat.
Hingga pun mereka beristirahat..
Malam ini adalah malam pertama
bagi rania untuk bisa tidur dengan keluarga kandung nya. Ya awal nya rania
bingung mau tidur dimana karena umi dian posisi nya di tengah antara husna dan
si bungsu.
Si bungsu memang tidak bisa jauh
jauh dari umi, saat keterbingungan rania, husna menyadari hal itu hingga akhir
nya husna menarik mbak rania untuk ikut tidur bareng di sebelah nya .
“sini mbak samping husna” kata
husna sambil menarik rania
Rania hanya mengikuti saja dan
akhirnya pun mereka terdiam. Umi dian biasanya untuk menidurkan anak anak nya
dengan membaca kan dongeng dongeng tentang nabi nabi, tapi kini umi dian hanya
bercerita tentang keluarga hingga akhir nya mereka semua pun tertidur.
“


No comments:
Post a Comment