BAB 8 - KUMPUL BERSAMA - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Thursday, April 9, 2026

BAB 8 - KUMPUL BERSAMA

 


Di rumah Keluarga papa wito dan ibu yati…

“pa apakah anak anak kita bisa menemukan anak malang itu” kata ibu yati

“aku yakin mereka akan berusaha keras untuk menemukan anak itu” kata papa wito

“pa kita harus rawat anak itu, aku tidak percaya dengan ucapan arini tadi kalau anak itu ngemis ngemis” kata ibu yati

“kayak nya gak mungkin bu, sedangkan bukhori nya saja bilang anak itu baik baik saja” kata papa wito

“semoga saja ya pa, aku berharap masih ada kesempatan untuk mengurus nya d umur kita yang tak muda lagi ini” kata bu yati

“insyaallah kita masih di beri kesempatan bu.” Kata papa wito

Di mobil ..

Belum ada percakapan antara siapa dan siapa

Rania yang melamun melihat ke arah luar jendela dengan tubuh yang masih gemetaran. Umi dian yang sadar karena rania menjadi diam akhirnya menegur nya pelan

“rania” kata umi dian dengan lembut

Rania pun membalikkan badan nya

“iya umi” kata rania

“nanti kita akan bertemu lagi mereka. Sekarang rania harus Kembali dulu dengan keluarga kandung rania ya” kata umi dian

“iya umi, maaf kan rania yang terlalu larut dalam kesedihan ini. Jujur umi ini berat tapi gak bisa di ..” kata rania yang belum mengakhiri kata kata nya dan malah berujung menangis dalam pelukan umi dian

Begitu pun umi dian juga merasakan rasa sakit tersebut memeluk erat nya.

Selang beberapa jam kemudian mereka pun tiba di rumah besar papa wito. Kemudian anggi memarkirkan mobilnya.

Papa wito dan bu yati yang memang posisi nya sedang di teras pun di buat berdiri dan melihat kea rah mobil mereka.

Ehmmm …

“rania. Adik adik mu semua sudah menunggu. Kita turun yuk” kata lutfi

Rania hanya mengangguk sambil bingung dan melihat ke arah umi dian

“ayuk nak, semua keluarga kamu sudah menunggu di dalam. Umi akan kenal kan semua nya ke kamu, jangan takut ya sayang” kata umi

“i-iya umi” kata rania

Akhirnya pun mereka turun Bersama. Dan …

Papa wito dan bu yati langsung terfokus ke arah anak kecil yang di belakang nya langsung bebinar mata mereka berdua saat melihat anak kecil cantik dengan pakaian sopan serta hijab yang senada dengan baju nya

“assalamualaikum” kata mereka berempat

“waalaikumsalam” sahutan dari orang yang ada di rumah

“bu pa kenalkan ini Namanya rania. Anak pertama ku” kata umi dian

Semua yang melihat ke arah rania terpana dengan gadis cantik sholehah dengan kerudung yang menutupi kepala nya.

Rania tersenyum tipis melihat ke mereka semua, walaupun dengan keterbingungan yang dia lihat langsung .

“ra-rania, sini sama uti dan akung sayang” kata ibu yati

Rani melihat ke umi dian dan umi dia tersenyum kemudian mengangguk kan kepala nya tanda setuju

Rania pun mendekat ke papa wito dan ibu yati,

“assalamualaikum uti akung, kenalkan nama saya rania amalia putri” kata rania ramah dan sopan saat berdekatan dengan papa wito dan ibu yati

“masyallah sopan banget kamu nak, orangtua angkat mu mengajar kan hal baik pada mu. Alhamdulillah kamu di jaga dan di rawat orang baik. Masyallah cantik banget nak kamu mirip dengan uti” kata papa wito

“apa iya umi” kata rania malah bertanya ke umi dian

“iya nak, dari mata mu yang kecil itu terlihat sekali kalau kamu sangat mirip dengan uti” kata um dian

Semua yang melihat ke rania dan ibu yati juga mengangguk tanda setuju.

Tiba tiba semua anak anak berkumpul dengan berkenalan dengan rania

“assalamualaikum mbak, kenal kan aku nisa anak dari bude nurul dan pakde Hendra yang pertama, yang kecil ini Namanya arik adik nya aku” kata nisa

“nama kamu sama seperti kakak ku yang di sana” kata rania

Sambil berkenalan sambil berjabat tangan. Semua sepupu sudah saling kenal dengan rania. Rania yang tadinya dia sangat canggung pun akhir nya dia merasa nyaman dengan di keluarga baru itu.

Mereka bermain Bersama hingga waktu menjelang malam, bahkan mereka shalat bareng dengan akung serta uti nya.

Pas pulak keluarga semuanya pada bisa shalat jadinya adalah tu shalat berjamaah. Shalat tersebut pun di laksanakan di ruang tamu karena mereka yang jumlah nya lumayan banyak dan ruang tamu juga luas makanya mereka memilih shalat berjamaah nya di ruang tamu.

Yang memimpin shalat nya adalah anggi dan yang membacakan doa setelah shalat nya bergantian dengan lutfi. Yang biasanya membaca doa adalah buqhori tapi kini kandung nya umi dian lah yang membacakan doa setiap selesai shalat berjamaah.

Waktu malam..

Makan malam pun di mulai, di rumah ini lagi banyak masak karena mereka merasa happy setelah kedatangan orang baru yang dimana kandung nya mereka telah berkumpul Kembali.

Setelah selesai makan. Para anak anak mereka bermain di taman samping yang dijaga masing masing dengan baby sister dan beberapa pembantu lain nya.

Sedang kan para orangtua mereka hanya melihat dari dalam saja dengan perasaan Bahagia.

“dian besok hari sidang mu, rania di ajak ya buat jadi bukti” kata papa wito

“apa boleh pa, aku takut rania malah takut saat bertemu dengan keluarga itu” kata umi dian

“dia harus ikut hadir dian, bagaimana pun juga dia kandung nya kalian, pengurus juga harus tau faktanya” kata nurul

“iya mbak besok semua anak anak akan ku bawak kok. Tapi kalian juga ikutan kan?” kata umi dian

“ya pastilah. Setelah itu kita akan pergi jalan jalan kok” kata suci

“emang nya mau ke mana” kata anggi

“ke jogja” kata papa wito

“apa tekejar waktu nya pa?” kata nurul

“tekejar kita kan punya pesawat sendiri loh, kapan aja bisa berangkat malam sekalipun kita masih bisa berangkat” kata papa wito

Saat pembicaraan para orangtua terdengar oleh nisa dan husna saat mereka sedang masuk ke dalam ingin mengambil minum. Husna mendengar kata “pesawat” . antara husna dan nisa hanya saling pandang pandangan saja hingga nisa menarik husna mendekat ke orang tua.

“ma, kita akan pulang” kata nisa

Semuanya menatap ke arah anak perempuan dua dua tersebut dengan tersenyum.

“tidak sayang” kata ibu yati

“kita akan liburan” kata papa wito

“kemana akung” kata husna penasaran

“kita akan pulang kampung ke jogja selama 2 minggu di sana sekalian kumpul dengan keluarga besar kita semua” kata papa wito

“waaaahhhh, serius akuungg” kata mereka berdua

Papa wito hanya mengangguk dengan bahagia saat melihat ke dua anak perempuan tersebut bertanya hingga menimbulkan kehebohan seperti itu.

Malam tersebut pun di akhiri dengan kehebohan yang diciptakan para anak anak tersebut. Para orangtua yang tadi nya sudah di beritahukan akan pergi liburan pun mulai menyibuk nyibukkan diri untuk perlengkapan yang akan di bawa.

Papa wito pun tak lupa mengabari ke pilot dan yang ngurusin pesawat pribadi untuk stand by di tempat.

Hingga pun mereka beristirahat..

Malam ini adalah malam pertama bagi rania untuk bisa tidur dengan keluarga kandung nya. Ya awal nya rania bingung mau tidur dimana karena umi dian posisi nya di tengah antara husna dan si bungsu.

Si bungsu memang tidak bisa jauh jauh dari umi, saat keterbingungan rania, husna menyadari hal itu hingga akhir nya husna menarik mbak rania untuk ikut tidur bareng di sebelah nya .

“sini mbak samping husna” kata husna sambil menarik rania

Rania hanya mengikuti saja dan akhirnya pun mereka terdiam. Umi dian biasanya untuk menidurkan anak anak nya dengan membaca kan dongeng dongeng tentang nabi nabi, tapi kini umi dian hanya bercerita tentang keluarga hingga akhir nya mereka semua pun tertidur.


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres