Bab ini hanya cerita Fathia dan
rania
Rania mengetuk pintu yang dimana
di dalam nya ada Fathia. Fathia yang mendengar suara ketukan dari arah pintu
hanya melihat sekilas tanpa niat untuk membuka nya.
Tok took “dek ini mbak, boleh mak
masuk?” kata rania.
“mbak fathia ingin sendiri” kata
Fathia
“kita bicara empat mata tanpa ada
orang lain” kata rania
Fathia tidak langsung menjawab
tapi dia bangkit dari tempat tidur nya dan membuka kan pintu kamar nya tanpa
menyuruh rania untuk masuk ke dalam kamar. Rania pun tersenyum dan masuk ke
dalam kamar Fathia.
“sedih?” kata rania
“gak sih, hanya kaget saja” kata
Fathia
“mulut bisa berbohong tapi mata
tidak bisa untuk berbohong” kata rania
‘”emangnya kelihatan mbak” kata
Fathia
Rania hanya mengangguk sambil
tersenyum
“jujur mbak gak tau soal ada atau
tidak nya si arif sudah beristri. Yang
mbak tau dia kemana mana sendiri” kata rania menjelaskan yang dia ketahui
“bukan salah mbak kok, dari awal
aku nya saja yang terlalu berlebihan naksir nya hingga aku tak mencari tahu
terlebih dahulu dia itu siapa sebenarnya. Sekarang aku tau bahkan sebelum aku
terlalu dalam lagi mencintai nya” kata Fathia
“bukan nya memang seharus nya
kita tau dari awal sebelum tau akhir nya. Mbak tau pasti sangat sedih dan
kecewa tapi apa yang bisa kita lakukan selain ikhlas dan move on” kata rania
“iya mbak, Fathia akan move on
tapi Fathia gak tau bisa atau tidak” kata Fathia
“apa yang membuat Fathia tidak
bisa move on” kata rania
“dia baik mbak, aku pernah satu
kelompok dengan nya, dia selalu membantui aku kalau aku di jahatin dengan
senior. Pokoknya dia baik” kata Fathia
“itu berarti kamu nya yang
kebaperan. Kamu pernah lihat dia juga berlaku baik dengan yang lain gak?” kata
rania
“pernah mbak, bahkan itu juga
bikin aku jadi makin cinta” kata Fathia langsung to the point
“Fathia, ini pertama dan terakhir
dulu untuk kamu mencintai laki laki yang belum tentu menjadi halal mu. Focus ke
kuliahan mu katanya mau menjadi pengusaha yang sukses dan punya cabang di mana
mana” kata rania
“iya mbak, mulai sekarang aku
akan move on dan berjanji untuk janji kita masa kecil dulu. Aku akan lulus
kuliah hingga aku sukses lalu aku akan punya toko serba panda yang banyak
cabang cabang nya hingga mereka tau aku adalah anak yang berusaha dari nol
tanpa bantuan dari orang orang atau pun bawa nama nama keluarga Zawawi.” Kata
Fathia
“tetap semangat sayang” kata
rania
“pasti semangat, tapi mbak
sebenarnya ada satu cowo lagi dia senior aku. Aku sempat kagum sama dia tapi
karena hati ku saat itu masih ingin dengan arif makanya aku gak terlalu focus
untuk nya. Dan ini ya mbak dia beberapa kali mencoba dekatin aku gak ngomong
sih tapi dimana pun aku berada missal nya ni di kantin dia sering kali duduk di
sebelah ku padahal masih ada yang kosong juga” kata Fathia tersenyum senyum sendiri
melihat kekagetan mbak nya
“kamu ya, masalah satu aja belum
selesai mau nambah masalah” kata rania geram dengan tingkah Fathia ini
Fathia ini anak nya gampang baper
sebenar nya tapi dia akan setia dengan satu orang dulu tapi jika yang di
perjuangin ternyata tidak ada perasaan apa pun maka dia akan pergi dan
meninggalkan orang tersebut.
Fathia juga anak nya baik dan
sering di manfaatin teman teman nya. Fathia di sangka banyak uang padahal dia
sedang lagi memulai usaha kecil kecilan. Memang sih penghasilan bisa mencapai 5
jutaan tapi untuk membiayai teman teman jahat nya itu kayak nya gak cukup deh.
Fathia memulai bisnis dari masa
SMK kelas 2, saat itu di hanya iseng awal nya menjual barang barang dengan
serba panda dari barang yang kecil hingga harga termahal nya. Missal harga
terkecil di harga 2.000 hingga harga paling mahal nya itu di 100.000an.
Fathia belum berani ambil barang
di atas 100rban di karenakan modal nya saja sudah cukup besar penghasilannya
saat itu juga belum terlalu banyak. Sebulan bahkan dia baru mendapatkan 500rb.
Selama 1 tahun Fathia mejalankan
hingga tamat sekolah Fathia mencoba buka toko kecil kecilan di rumah yang hanya
ruko kecil yang sudah di desain benar benar niat untuk jualan perintilan panda
panda.
Pencapaian target penjualan
Fathia selama satu tahun ini bisa mencapai 10jt. Alhamdulillah nya sudah
terkumpul hingga Fathia bisa membuatkan sebuah ruko kecil di samping rumah
milik orangtua nya.
Setelah tamat sekolah Fathia
lulus di universitas yang dia impikan yaitu di bandung di ITB mengambil jurusan
Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).
2 semester Fathia sudah
menjalankan perkuliahannya hingga saat ini Fathia sedang menjalankan tugas yang
mengarahkan pembuatan suatu usaha serta laporan laporan pengeluaran permodalan
target pencapaian. Sangat mudah bagi Fathia karena alhamdulillah nya semuanya
sudah dia pelajari sebelum nya.
Fathia selalu menyelesaikan
setiap pekerjaan nya duluan sebelum teman teman nya selesai. Di saat teman
teman nya masih bingung mau membuat usaha apa sedangkan dia tinggal membuat
laporan lain nya saja. tinggal minta catatan laporan dari karyawan nya saja
yang bekerja dengan nya.
Oh ya untuk toko nya Fathia saat
ini sudah ada 2, yang pusat nya sudah di pindah kan di pusat kota bandung agar
customer atau pun pelanggan pelanggan nya Fathia bisa dengan gampang singgah ke
toko.
Fathia juga sudah memiliki
karyawan, setiap toko Fathia hanya memberikan masing masing 3 karyawan saja.
walaupun barang barang nya sudah banyak tapi untuk 3 karyawan saja Fathia rasa
kayaknya sudah sangat cukup dan cepat juga kok cara kerja nya mereka.
“
Fathia sering bercerita dengan rania. Karena Fathia merasa
nyaman untuk bercerita.
“jadi Fathia siapa lagi cowo yang kamu taksir selain arif?”
kata rania
“hah itu mbak, aku…” kata Fathia yang tak melanjutkan
perkataan nya
“apa yang kamu sembunyikan dari mbak, siapa tau mbak bisa
bantu cari tau siapa cowo yang kamu taksir selain arif” kata rania
“dia adalah ..” kata Fathia yang mau melanjutkan kata katanya
tapi tiba tiba ponsel nya Fathia bunyi. Tertera nama di situ adalah zikri
adiknya
Dalam sebuah telpon
“mbak, dimana?” kata zikri
“di kamar, ada apa?” kata Fathia
“oh gapapa, teringat nya mbak rania ada di kamar sama mu kan?”
kata husna
“ada mbak, ini di sebelah ni sama Fathia” kata Fathia
“yaudah, kalau sudah selesai ngobrol datang lah ke rooftop
kami rencana mau nonton horror. Ini snack juga sudah di siapkan kok” kata nisa
“iya nisa, bentar bentar lagi aku ke sana dengan mbak rania”
kata Fathia
Akhirnya pun putus lah telpon tersebut. Kini Kembali ke rania
yang masih penasaran dengan cerita lanjutan dari Fathia.
“


No comments:
Post a Comment