BAB 10 - PERTEMUAN TERAKHIR - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Friday, April 17, 2026

BAB 10 - PERTEMUAN TERAKHIR

 

Waktu persidangan pun selesai, saat palu di ketuk umi dian mengucapkan rasa bersyukur.

ALHAMDULILLAH

Bukan hanya umi dian dari adik adik nya keluarga buqhori juga mereka ikut mengucapkan alhamdulillah.

Di luar ruangan persidangan..

Umi dian memeluk keluarga nya semua termasuk anak anak nya dan mencium mereka secara bergantian

“setelah ini kita akan membangun Bahagia yang baru ya” kata umi dian dengan di akhiri senyuman manis walaupun ada berlinangan air mata

Kedua orangtua nya tersenyum terharu dengan ketegaran dari anak nya

“jangan sedih lagi, setelah ini kita akan liburan” kata papa wito

“iya mbak, ayok keponakan om yang cantik cantik kita bertemu dengan yang lain pasti mereka sudah tidak sabar untuk liburan” kata lutfi

“okee om” kata ketiga anak perempuan tersebut dengan ceria

Saat mereka sedang mengobrol ada juga dari keluarga buqhori yang baru saja keluar dari ruangan persidangan.

Buqhori dan yanti mendekati keluarga keluarga umi dian

“pa aku minta maaf” kata buqhori langsung bersujud dan memegang kaki papa wito

Semua yang melihat kejadian langka itu pun bingung dan kaget, karena mereka tau kalau buqhori orang nya gak pernah mau minta maaf walaupun dia bersalah.

Yanti hanya mengabaikan abang nya yang sedang bersujud meminta maaf dia malah beralih ke seorang anak perempuan yang tampak sangat asing bagi nya.

“hay sayang, siapa nama kamu” kata yanti yang langsung jongkok di hadapan rania

Rania yang tampak bingung di hadapan nya tiba tiba tersenyum ramah dengan nya, rania melihat ke arah keluarga nya

“sayang, kenalin ini adik dari ayah mu Namanya tante yanti” kata umi dian memperkenalkan

Rania pun mengangkat tangan nya untuk menyalami tante yang katanya dari adik ayah nya.

“assalamualaikum tante kenalin aku khairania lubis di panggil rania umur ku 10 tahun” kata rania

Yanti dan buqhori yang terharu melihat ramah dari rania tiba tiba meneteskan air mata nya

“tante kenapa tante menangis” kata rania

Yanti yang di tanya malah langsung memeluk rania

“sayang maafkan tante yang tidak mengetahui keberadaan mu, tante gak tau cerita yang sebenar nya. Abang tante yang bodoh ini memang gak pantas di anggap sebagai ayah” kata yanti

Buqhori yang mendengar perkataan adik nya yang mengatakan “tak pantas di anggap sebagai ayah” melihat ke arah adik nya setelah memegang kaki papa wito dan

“yanti” kata buqhori

“kenapa, kau tak terima” kata yanti

“karena memang dia memang gak menganggap anak itu” kata arini yang ikut menghampiri mereka berdua

Yanti yang melihat ke hadirin arini bangkit dari hadapan rania kini berjalan ke arini dan tiba tiba

pplAAKKK..

tamparan yang cukup keras dari yanti untuk arini

“apa maksud kau nampar aku, aku ini kakak ipar kau” kata arini

“kau tidak di anggap di keluarga prima, kami yang saudara sedarah nya tidak mengetahui soal pernikahan gila kalian” kata yanti meninggi kan suara nya

Lutfi dan nurul membawa anak anak nya umi dian untuk menjauh, gak baik untuk mereka dengar

“kalian selesaikan urusan kalian kami pergi” kata nurul

“mbak maaf mbak sebentar aku ingin berfoto dengan rania sebentar saja dan anak anak mbak dian semua nya” kata yanti yang menahan

“yaudah buru, karena pesawat kami sudah menunggu” kata suci

Akhirnya pun sesi foto pun terlaksanakan, umi dian juga ikutan berfoto dengan yanti..

“makasih mbak sudah mau menjadi kakak ipar ku yang sangat sangat baik, maafkan aku yang jarang ke rumah mbak selama kalian menikah. Aku sayang sekali dengan mbak” kata yanti yang memegang tangan umi dian kemudian memeluk nya

“iya dek, maaf kan mbak kalau selama ini mbak ada salah sama kamu ya” kata umi dian yang membalas rangkulan mereka

Setelah acara peluk pelukan..

Keluarga umi dian pun pamit undur diri dan pergi meninggal kan semua nya.

Kini tinggal mereka bertiga yang melihat ke keluarga nya dian yang sudah pergi meninggalkan halaman Gedung persidangan.

“akhirnya drama keluarga aneh itu sudah berakhir, huhh” kata arini

Yanti dan buqhori yang mendengarkan penuturan dari arini hanay melihat dan beda dengan yanti dia menatap tajam ke arini dengan muka penuh emosi

“APA MAKSUD KAU DRAMA” kata yanti meninggikan nada bicara nya

“berhenti meninggikan nada bicara kau yanti, aku ini kakak ipar kau” kata arini

“kau dengar baik baik sampai mati pun aku gak akan pernah menganggap kau ini adalah IPAR” kata yanti langsung meninggalkan mereka berdua

Arini kesal dengan sikap keluarga nya buqhori yang semuanya tak menerima kehadiran dirinya.

“mau sampai kapan aku tidak di terima di keluarga mu bang” kata arini

“diamlah arini, sekarang kita pikirkan bagaimana cara nya kita punya penghasilan yang banyak” kata buqhori

“harta yang dari mantan mu apa gak ada bagian mu rupanya, bukan nya banyak cukuplah” kata arini

“harta apa yang kau maksud” kata buqhori

“rumah yang kalian tempatin, ladang yang ada di perdesaan sana” kata arini

“itu bukan punya aku arini, itu semua hadiah nya dian semua dari keluarga nya. Pekerjaan ku juga sudah tidak ada. Aku pengangguran sekarang” kata buqhori

“APAAAA, apa maksud kau bang. Jadi rumah yang kalian tempatin itu milik dian bukan punya kau. Lalu kita akan tinggal dimana. Aku gak mau ya bang kita tinggal di rumah kedua orangtua mua. Yang ada aku jadi babu” kata arini

“arini, untuk sementara kita tinggal dengan ayah ibu ku dulu.” Kata buqhori yang langsung berjalan

“bang apa gak ad acara lain kah” kata arini

“gak ada ayok kita pulang” kata buqhori yang langsung menarik tangan istri nya

Di mobil keluarga umi dian

“dian rumah dan kebun yang papa berikan mau kalian lanjutin atau mau di sewa kan saja atau di jual saja” kata papa wito

“rumah nya di jual aja pa, kalau untuk perkebunan biarkan aja pa nanti untuk tambahan tambahan bulanan kami” kata umi dian

“lalu kalau rumah di jual kalian akan tinggal dimana” kata ibu yati

“bu aku sudah putuskan kalau aku akan pindah ke jogja untuk melanjutkan Pendidikan aku di sana. Anak anak juga aku akan ajak mereka ke sana” kata umi dian

“yaudah nanti malam kita akan ke jogja, sekalian kit acari rumah di sana untuk tempat tinggal mu” kata papa wito

“pa pesawat sudah ready” kata lutfi

“yaudah segeralah kita pulang dan jemput yang lain

Tiba di rumah …

Mereka sibuk mondar mandir untuk persiapaan kepergian mereka. Para pembantu juga hanya 3 saja yang di bawa kemudian para pengawal serta baby sister dari semuanya keluarga di bawa masing masing.

Mereka pun mulai memasuki mini bus yang memang mereka sewa untuk mengantarkan mereka untuk ke bandara


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres