BAB 11 - PERJALANAN YANG MENYENANGKAN - AFANDI PRO

Tips & Tutorial Computer

KONTAK SAYA

| Whatsapp : 0895 6132 03001 | Facebook : Afandi Husin | Instagram : @Afandi_Husin | YouTube Afandi Pro |

Post Top Ad

Sunday, April 19, 2026

BAB 11 - PERJALANAN YANG MENYENANGKAN

 

Tiba mereka semuanya sudah memasuki pesawat pribadi yang memang milik nya papa wito.

Sangat muat untuk keluarga besar nya mereka.

Di pesawat..

Anak anak semuanya memilih rata rata duduk nya di sebelah jendela.

Di udara…

“kalian pada lapar gak” kata papa wito

“LAPEEER AKUUNG” kata para cucu cucu

Hehehe seua para dewasa menertawakan anak anak nya yang terlihat lucu itu.

Rania???

Rania masih canggung untuk berkomunikasi dengan yang lain karena belum terbiasa tapi seiring berjalan nya sepupu sepupu nya juga terus menerus mengajak rania.

“mbak mau tanya selama bareng keluarga yang di sana mbak pernah kemana saja?” tanya husna penasaran

“hmmm kami lebih sering ke pantai, karena jarak nya juga yang lumayan dekat ketimbang ke mall” kata rania

“ooh gitu, berarti sudah lumayan bosan lah ya kalau missal nya kita liburan ke pantai” kata husna

“emang nya kita akan ke pantai?” kata rania

“pasti nya ada ke pantai juga sih mbak, itu liburan paling wajib kalau mau ke jogja” kata husna

“husna apa keluarga kita banyak yang dari jogja” kata rania

“banyak banget mbak malah hamper 100% lebih banyak di jogja ketimbang di sumatera karena keluarga besar eyang akung dan eyang uti semuanya di jawa. Kalau eyang akung di jogja sedang kan eyang uti jatim jawa timur” kata husna menjelaskan ke rania

“wow, jadi eyang di sini merantau” kata rania

“iya mbak” kata husna

1 jam kemudian mereka pun tiba di bandara jogja, mereka perlahan turun secara teratur tanpa dorong dorongan.

Mereka Kembali memasuki bus mini yang memang sudah di persiapkan sebelum nya.

Mereka sempat berkeliling di sekitaran jogja yang memang sejalan dengan arah rumah nya.

Adik bungsu mereka mengingkan es campur yang ada di pinggiran tersebut jadilah para penjaga yang turun dan membelikan es campur untuk satu bus malah hingga dagangan nya habis

“bu, aku mau es campur” kata zikri

“dimana ada Nampak nya” kata ibu suci

“tadi ada Nampak di pinggir jalan. Beli kan lah buhaus sekali” kata zikri lagi

Papa wito yang mendengar rengekan dari cucu bungsu nya pun menoleh dan bertanya

“ingin apa zikri” kata akung wito

“akung zikri ingin es campur tadi ada Nampak di pinggir jalan di sana” kata zikri merengek

“yaudah duduk lah nanti akung bilang ke supir untuk berhenti dan cari yang ada es campur nya” kata akung wito

Zikri yang mendengar jawaban dari akung wito pun tersenyum Bahagia dan lari alu memeluk nya

“terbak lah akung. Makasih akung sayang” kata zikri

“iya sayang nya akung” kata akung wito

Kemudian akung wito pun memerintahkan ke supir dan penjaga untuk berhenti dan mencari es campur.

Tiba ketemu dengan es campur..

Beberapa dari mereka ada yang ikutan turun untuk membantu beli ada juga yang membeli makanan lain.

Kemudian mereka Kembali ke bus dan menghabiskan semua yang mereka beli Bersama sama.

Hingga mereka tiba di rumah yang dimana adalah milik eyang akung. Rumah nya dua kali lipat dari rumah yang ada di sumatera.

Lebih ke istana nya di jogja. Di kampung ini memang lebih banyak nya adalah keluarga Zawawi. Bahkan masjid nya saja juga ada nama uyut Zawawi.

Mereka pun masuk ke dalam rumah dan lanjut ke kamar masing masing.

Istirahat..

Waktu sudah menunjukkan malam hari..

Mereka Kembali berkumpul di ruang keluarga sambil menunggu para pembantu dan ibu ibu yang sedang menyiapkan makan malam.

Ada yang lagi bermain di halaman samping ada yang sedang menonton ada juga yang sedang melihat ikan yang cukup besar yang memang sudah lama jadi peliharaan eyang.

Di luar rumah ..

Beberapa tetangga ada yang keluarga termasuk salah satu keluarga dari akung wito yaitu akung tito. Mereka berjalan karena baru saja selesai pulang dari masjid hingga akung tito melihat ke rumah nya akung wito.

Saat akung tito mau masuk ke rumah, akung di tegur oleh adik ketiga nya yaitu zainal Zawawi

“mas mau kemana” kata zainal

“ah hmm ini zai, mas heran kenapa seperti ramai ya rumah nya wito, mas mau ngecek” kata akung tito

“oh gitu, kayak nya bukan cumin mas aja yang merasa keluarga ku juga sempat melihat ke rumah wito tapi hanya melihat pembantu saja yang membawa belanjaan cukup banyak. Apa wito pulang tapi kenapa tidak ngabarin kita ya?” kata zainal

“yaudah lah biar mas yang cek kamu mau ikutan gak?” kata akung tito

“mas aja lah aku mau ke warung” kata zainal

Pergilah zainal meninggalkan tito. Ternyata ..

Keluarga besar eyang akung baru mengetahui rumah yang mereka tempati ada orang nya. Akhirnya pun abang pertama dari akung wito mendatangi rumah mereka.

Ding dong

“assalamualaikum” kata abang nya akung wito

Nama nya adalah tito Zawawi di panggil dengan tito. Ia memilii istri Namanya renata aliska yang di panggil dengan rena. Ia juga memiliki anak sebanyak 8 yakni sudarman Zawawi, suris Zawawi, sulis Zawawi, sika ramadhana wawi, rahma wawi, amelia rahmi wawi, Zubair Zawawi, Fathia aliska wawi.

Yang ada di rumah mendengar ada bunyi bel rumah. Dan yang membuka kan pintu rumah tersebut adalah pembantu nya.

Sreet (suara pintu terbuka)

“waalaikumsalam” kata pembantu tersebut yang bernama Rebecca

“aku lihat seperti rame sekali di dalam apa wito pulang bi” kata akung tito

“benar tuan tito, mereka tiba tadi sore hari dan sedang beristirahat tapi sudah ada yang bangun kini mereka sedang di halaman samping. Masuk tuan” kata bi Rebecca sambil menawarkan tuan tito untuk masuk

“aah iya yaudah bi, saya masuk dulu” kata akung tito

Akung tito pun masuk hingga sampai lah di halaman samping tapi dia sempat berhenti saat melihat ke arah dapur yang dimana nisa dan rania sedang mengambil minuman.

Akung tito pun mendekat ke mereka berdua dan memanggil nisa

“nisa, siapa yang Bersama mu?” kata akung tito

“akuung tito, apa kabar akung” kata nisa yang malah mengabaikan pertanyaan akung nya tersebut

“alhamdulillah akung kabar baik, kamu gimana kabar nya sudah lama kita tak berjumpa. Mana keluarga yang lain” kata akung Kembali bertanya dengan beda pertanyaa

“oh mereka sedang di halaman samping akung. Aku dan mbak rania mau ngambil minum dulu” kata nisa

“ra-rania, siapa dia” kata akung Kembali bertanya

“ah iya nisa lupa beri tahu ke akung kalau kami punya kakak sepupu atau bisa di bilang cucu pertama akung wito dan uti yati yaitu Namanya rania. Ini dia kenalin mbak ini akung tito abang dari akung kita” kata nisa sambil menjelaskan sambil memperkenal kan ke rania juga akung nya

“assalamualaikum akung, kenalin saya khairania lubis anak pertama dari umi dian dan buya buqhori yang baru di temukan.” Kata rania sambil mengambil tangan akung tito untuk menyalim nya

Akung tito yang dapat perlakuan sopan pun ternyeh dengan kelembutan anak perempuan tersebut

“rania memang begitu akung. Selalu salim dan ngucap salam ke orang yang baru pertama kali dia kenal” kata nisa menjelaskan

“waalaikumsalam nak, masyallah sopan dan lembut sekali. Hmm tadi opa gak salah dengar kalau kamu anak yang baru saja di temukan. Selama ini kamu kemana saja memang nya sayang” kata akung tito pelan pelan bertanya

 

Belums empat rania menjawab tidak berapa lama akung wito muncul dari belakang

“maas tito” kata akung wito

Mereka bertiga pun menoleh ke akung wito

“wito apa yang terjadi” kata akung tito

“aku berniat mengumpulkan seluru keluarga ke rumah besok biar aku jelaskan semuanya. Tapi karena mas sudah ada di sini maka yaudahlah mas aja yang aku sampaikan duluan” kata akung wito

“dan kamu kenapa di kursi roda, apa kumat lagi penyakit mu itu?” kata akung tito

“iya mas, kemaren sempat ngedrop tapi sekarang sudah mendingan masih bisa mengajak mereka semua untuk berkumpul di tanah kelahiran kita” kata akung wito

“apa yang terjadi. “ kata akung tito

“kita ngobrol di depan aja mas, kalian Kembali aja ke halaman dengan yang lain” kata akung wito membilangkan ke kedua cucu nya

Mereka hanya mengangguk saja. rania yang melihat ke dua akung nya merasa bingung dan gak tau apa yang di pikirkan

apa aku gak di terima ya di keluarga besar eyang” kata batin rania sambil menatap kepergian kedua akung nya

Nisa yang sadar gak ada pergerakan dari mbak rania nya dia menoleh dan menyentuh lembut

“mbak, ada yang di pikirkan?” kata nisa

“ah hmm gak adanisa, ayuk Kembali dengan yang lain” kata rania

Mereka pun pergi ke halaman dan Kembali dengan yang lain.


No comments:

Post a Comment

iklan

Post Top Ad


free vectors | free css3 templates | agence web chartres